Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Triplet E


__ADS_3

Setahun telah berlalu lagi. Waktu begitu cepat berjalan. Di rumah Dallas, suara teriakan dan tawa anak-anak terdengar di halaman belakang. Sekarang musim panas dan cuacanya agak menyengat.


Pelayan yang menjaga si kembar tiga hampir kewalahan untuk mengawasinya. Untung saja kolam ikan di halaman belakang sudah diberi pagar khusus agar-agar ketiganya tidak mengalami kecelakaan saat ingin melihat ikan koi yang berenang.


Si kembar sudah bisa berjalan dan berlari meski harus tetap diawasi oleh orang dewasa jikalau jatuh di tempat yang terlalu berbahaya. Ketiganya hampir berusia dua tahun, tumbuh kembangnya sangat baik.


Ketiganya terlihat sama kecuali dari warna pakaiannya yang berbeda. Efrain, anak pertama, memakai warna yang lebih terang. Dia sudah mulai menyukai warna-warna terang sejak bisa mengenali barang berwarna cerah. Kamar yang disiapkan untuknya juga berwarna cerah.


“Tuan Muda Pertama, hati-hati.” Pelayan yang mengawasinya hampir memeras keringat dingin, khawatir anak itu akan jatuh karena berlarian untuk mengejar kupu-kupu.


Sedangkan Egan, si anak kedua tidak terlalu pemilih. Dia akan memakai apapun yang diberikan oleh Chezy dan Dallas, sehingga mengurusnya juga tidak terlalu membuat sakit kepala. Anak itu lebih suka bermain puzzle dan menggambar acak. Apapun itu, selama menemukan buku dan pulpen berwarna, pasti akan langsung mencorat-coret.


Adapun Edrick, dia jarang rewel, lebih pendiam dan memiliki sedikit sifat Dallas saat masih kecil. Iris matanya mengikuti Chezy, berwarna kecokelatan. Dia suka menyelinap diam-diam dari pelayan. Anak ini lebih suka bermain dengan angka-angka. Kadang saat ditemukan, sudah tidur karena kelelahan bermain.


Chezy yang melihat ketiga putranya memiliki sifat berbeda itu, hanya bisa menghela napas. “Tidak tahu seperti apa ketika mereka besar nanti,” gumamnya.


Dallas masih di kantor saat ini, hari juga masih siang. Tapi besok mereka harus berangkat ke Negara K untuk membantu persiapan pernikahan Marine dan Hadwin.


Saat melihat Chezy, Efrain dan Egan langsung berteriak memanggilnya “Mommy”. Keduanya ingin pergi ke Chezy. Untungnya Chezy segera menghampiri mereka. Si kecil langsung minta digendong olehnya.


Tapi bagaimana Chezy bisa menggendong keduanya sekaligus. Meski dia kuat, dia khawatir akan kewalahan. Untungnya Edrick hanya menatap Chezy dan mengeluarkan suara yang masih belum dimengerti, lalu menguap.

__ADS_1


“Tuan Kecil Ketiga pasti mengantuk, bawa ke atas untuk tidur siang,” kata Chezy pada Butler Sun yang mengawasi mereka.


Butler Sun sedikit membungkuk dan mengiyakan. Dia segera mengambil Edrick yang menguap lagi dan merasa nyaman saat dibawa ke pelukan Butler Sun.


Bahkan Efrain dan Egan juga tampaknya mengantuk. Chezy membawa keduanya untuk tidur siang.


Namun hal lain terjadi lagi. Si kembar tiga tidak mau tidur meski mengantuk tanpa ada Dallas di sampingnya. Dan Edrick yang selalu tenang mulai memanggil “Daddy” berulang kali. Meski ucapan ketiganya agak terburu-buru, tapi artinya jelas. Ketiganya ingin tidur di samping ayahnya.


“Ayah kalian masih bekerja. Ayah akan pulang sore nanti. Tidur sama Ibu, okay?” bujuknya


Efrain sedikit memberontak di pangkuan Chezy dan menggelengkan kepala. Wajahnya berderai air mata.


“Ingin daddy …,” rengeknya.


Butler Sun juga khawatir. “Nyonya, bagaimana kalau menelepon tuan untuk kembali?”


“Yah … tapi …” Chezy sedikit ragu. Dia harap pria itu tidak terlalu sibuk hari ini.


Seraya menggendong Efrain yang menangis paling keras, Chezy akhirnya segera menghubungi Dallas. Dia masih menenangkan Efrain.


“Ya, ya … Ibu panggil Ayah dulu,” bujuknya.

__ADS_1


Tak lama, sambungan telepon terhubung.


......................


Di kantor Alston Group.


Dallas sedang di ruang rapat saat ini dan menyaksikan orang-orangnya mempresentasikan rencana pembangunan proyek. Tiba-tiba saja ponselnya berdering. Melihat jika nama istrinya tertera di layar, Dallas mengerutkan kening.


Pria segera mengangkat tangannya sedikit. Lalu orang yang sedang mempresentasikan laporan yang dibuatnya pun langsung terdiam. Sepertinya bos mendapatkan panggilan penting lainnya di saat rapat seperti ini?


Dallas segera menerima panggilan tersebut. Saat hendak bicara, dia mendengar tangisan ketiga anaknya di seberang telepon. Ekspresinya menjadi serius.


“Istriku, apakah ada yang salah dengan anak-anak?”


“…”


Orang-orang yang ada di ruang rapat akhirnya menghela napas. Ternyata telepon dari istri bos. Mereka samar-samar bisa mendengar suara tangisan anak-anak di seberang telepon.


“Apakah kamu sibuk saat ini? Jika tidak, pulanglah sebentar dan tidurkan anak-anak. Mereka tidak mau tidur siang jika tidak ada kamu di samping mereka. Aku tak bisa membujuknya saat ini, mereka tidak bisa ditipu sepanjang waktu,” kata Chezy di seberang telepon, nadanya sedikit khawatir.


Ekspresi Dallas sedikit jelek dan dia paling benci dengan ketiga putranya yang masih ingin tidur siang dengannya. Biasanya dia hanya akan melakukan panggilan video untuk membuat ketiganya tenang, tapi kali ini, mereka tumbuh lebih cepat dan tidak mau ditipu lagi.

__ADS_1


Tapi dia masih menghela napas. “Baiklah, aku tidak sibuk,” katanya seraya menatap orang-orang yang duduk. “Aku akan segera pulang. Tunggu aku,” imbuhnya.


Chezy mengucapkan beberapa patah kata dan menutup panggilan telepon.


__ADS_2