Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Penculik Amatir yang Butuh Uang


__ADS_3

Chezy menghela napas tidak nyaman dan mengulangi apa yang dikatakan Cade padanya. Nyonya Edelmar dan Efrain diculik oleh tiga penculik yang menyambar sebagai pelayan di hotel. Ketiga penculik itu membawa senjata dan menyandera keduanya. Lalu membawa Nyonya Edelmar dan Efrain ke suatu tempat.


Patra penculik ini mengendarai mobil Jeep.


Dallas langsung menyipitkan mata berbahayanya. Ada orang yang berani menculik putranya, sungguh cari mati.


“Kakak telah mengirim orang untuk mencari ibu dan Efrain. Kakek dan ayah juga waspada dan telah mengerahkan pasukan keamanan kerajaan untuk mencari mereka.”


Tetap saja Chezy khawatir jika ibu dan Efrain terluka.


“Oke, tenang. Aku akan meminta Miley bertindak juga.”


Para penculik itu mungkin hanya amatiran yang tidak tahu siapa Nyonya Edelmar. Penculikan yang terlalu tak terduga ini seperti lelucon di mata Dallas. Tapi ada putranya yang disandera mereka. Dia juga tidak tenang.


Chezy ingin pergi untuk mencari mereka dan memberikan pukulan telak bagi para penculik. Tapi Dallas mencegahnya.


“Jika kamu pergi, siapa yang mengurusku?” Dallas sedikit tidak berdaya.


“kamu pasti tidak khawatir karena putra-putra yang tidak kamu inginkan itu ‘kan?” tuduhnya kesal dan marah.


Dallas langsung meraih tangannya dan memberikan sedikit remasan. “Bagaimana mungkin? Efrain adalah putraku. Aku tentu saja mencintai dan menyayangi mereka. Hanya saja anak-anak kita adalah laki-laki yang tidak boleh dimanja. Aku juga panik. Tapi apa gunanya panik jika tidak membantu keadaan? Orang-orang sedang mencari saat ini dan Miley pasti akan segera membawa kabar. Jangan khawatir,” tuturnya menenangkan.

__ADS_1


Chezy bermata merah saat ini dan masih tidak tenang. Dallas ingin pergi mencarinya tapi dia alergi saat ini dan tubuhnya sedikit melemah terkena alergi. Dia tidak senang pada kondisinya sendiri sekarang karena tidak berguna sebagai seorang ayah bagi anak itu.


Tak lama, Tuan Edelmar kembali dan Chezy menanyakan keadaan terbaru.


“Kenapa Ayah bahkan lebih tenang daripada aku? Ibu dan Efrain mungkin dalam bahaya saat ini,” kata Chezy.


Tuan Edelmar mengerutkan kening, menatap putrinya yang bermata kemerahan saat ini.


“Kenapa harus panik? Ibumu bukan wanita biasa, dia juga memiliki seni bela diri meski seorang dokter militer. Aku sudah hidup dan mengenal ibumu sebelum menikah dan tidak mungkin baginya untuk ketakutan. Ayah khawatir para penculik itu tidak beruntung bertemu ibumu,” jawabnya.


“Apa maksud Ayah?” Chezy masih bingung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ketiga pria itu melihat jarum suntik yang memiliki cairan aneh di tangan wanita yang disanderanya, entah kenapa langsung takut.


“Kalian para penculik bahkan takut jarum suntik. Tubuh kalian kurus dan kurang gizi. Belum lagi masih memiliki beberapa penyakit. Kebetulan aku adalah seorang dokter militer yang telah melihat berbagai penyakit dan kondisi pasien. Biarkan aku memberi kalian suntikan vitamin,” jelas Nyonya Edelmar seraya menyeringai ke arah mereka.


Ketiga penculik itu tidak tahu dari mana Nyonya Edelmar memiliki jarum suntik dan obat. Wanita itu membawa tas dan isinya bukan hanya dompet tapi juga jarum suntik dan pisau bedah. Mereka takut dengan jarum suntik.


“Tidak, tidak. Kami tidak sakit, sungguh! Nyonya ini, Tolong lepaskan kami. Kami tahu itu salah,” kata salah satu dari penculik.

__ADS_1


Mereka melihat seni bela diri wanita itu luar biasa. Kurang dari lima menit, ketiganya dikalahkan dan kali ini bahkan lemas setelah diberi suntikan pelumpuh otot. Mereka bahkan tak bisa memegang pistol, hanya bisa bicara dan memohon.


Siapa yang jadi penculik dan algojo saat ini? Mereka menculik untuk meminta uang tebusan, bukan Sebaliknya bertemu dokter gratis.


“Nyonya, kami hanya butuh uang, tidak bermaksud untuk melukai atau membunuh. Sungguh, Tolong percayalah.”


“Kalian sangat miskin?” Nyonya Edelmar mengerutkan kening.


“…” Jika kami tidak miskin, apakah masih berani untuk menculik dan merampok?


“Bukankah kalian sekolah dan mencari pekerjaan? Apa gunanya menjadi penjahat?” Nyonya Edelmar tidak peduli dan mulai mendekati mereka untuk memberikan suntikan vitamin.


Salah satu dari mereka gemetar saat melihat jarum suntik mulai mendekati lengannya. “Tidak! Jangan! Kami tidak sekolah karena tidak memiliki biaya.”


Nyonya Edelmar tidak peduli dan menyuntikkan vitamin ke tubuh pria itu. Ada teriakan ngeri di rumah kosong itu lalu menjadi sunyi dalam sekejap. Salah satu penculik yang disuntik akhirnya pingsan.


“Baru satu suntikan sudah pingsan? Kenapa begitu lemah? Tidak heran tubuh kalian kurus dan kurang gizi, mungkinkah takut bertemu dokter dan suntik vitamin?”


Nyonya Edelmar adalah dokter yang lurus dan serius saat mengobati pasiennya. Dia melirik Efrain yang sedang asyik bermain dengan ponsel Nyonya Edelmar, bermain game. Anak berusia kurang dari dua tahun itu tampaknya tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya.


“Oh, cucuku masih yang terbaik,” pujinya lega. Anak itu tidak takut saat diculik. Mungkin karena belum mengerti tentang orang-orang jahat.

__ADS_1


“…” Dua penculik yang masih sadarkan diri itu bertanya-tanya, kenapa wanita itu tidak menghubungi orang untuk meminta bantuan?


Mungkinkah ingin menyiksa mereka sampai mati dengan berbagai obat-obatan?


__ADS_2