Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Telah Jatuh Cinta


__ADS_3

Pada malam itu, Chezy tidak tidur nyenyak dan pagi harinya terlihat linglung dan kurang tidur. Dia masih ingin tahu apa alasan dirinya begitu tidak nyaman saat Dallas berpikir masih memiliki perasaan pada Sonya.


Dia pun membersihkan diri, sarapan lalu pergi bekerja di toko bunga seperti hari biasanya. Namun Kallen tidak ada kali ini dan mendapatkan info jika ibu Kallen memintanya untuk berkencan dengan anak sahabatnya.


Chezy tidak peduli tentang itu. Pada sore harinya, dia tidak langsung pulang, melainkan pergi ke apartemen menemui Marine dan Hadwin.


Bau percintaan masih terasa di ruangan dan Chezy sudah terbiasa dengan keduanya yang menabur cinta di mana-mana. Saat ini, Marine bahkan memakai kemeja Hadwin.


"Tumben kamu datang ke sini dengan linglung seperti itu. Apakah kamu tidak takut Drake mencelakai mu di jalan karena ceroboh?" Hadwin yang bertelanjang dada menuangkan segelas jus dingin untuk Chezy.


"Dallas sedang koma di mata mereka. Tidak ada gunanya menyerangku lagi." Chezy dengan murah hati meminum jus.


"Kamu tampaknya tidak bersemangat hari ini? Apakah ada masalah lain?"


"Yah ... Aku sedang bingung tidak jelas sejak semalam. Ini terkait Dallas dan Sonya."


"Kenapa kamu masih mengungkit masalah keduanya? Bukankah sudah berpisah dan tidak saling peduli?" Marine mengerutkan kening.


"Bagaimana jika Dallas masih peduli dengan hidup dan matinya?" Chezy ingin mabuk hari ini dan meminta sebotol anggur pada Hadwin.


Walaupun mereka belum tahu permasalahannya, mungkin Chezy tidak senang atau mungkin ragu untuk melanjutkan misi. Atau mungkin sesuatu yang lain. Jadi Hadwin mengeluarkan sebotol anggur mahal dari peti penyimpanan anggur di bawah ranjang.


Chezy mulai minum beberapa gelas kecil. Hari sudah mulai gelap, dia tidak peduli dengan Dallas yang mungkin menunggunya datang.


"Bisakah kamu cerita sekarang?" Marine melihatnya mulai mabuk, sedikit khawatir.

__ADS_1


Chezy menuangkan segelas anggur lagi dengan santai. Wajah sudah sedikit merah akibat efek alkohol.


"Miley menghubungiku malam kemarin. Dia mengunjungi Dallas bersama Arran. Saat membicarakan Sonya, Dallas tampak tidak dalam suasana hati yang baik. Dia tampak sedih."


"Dia berkata demikian? Lalu kami percaya begitu saja?" Marine tampak syok. Apakah ini masih Chezy yang dikenal nya, acuh tak acuh dan tidak mengenal apa yang namanya cinta lawan jenis?


"Miley tidak akan mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal. Apa lagi antara hubunganku dengan Dallas. Dia sendiri takut Dallas membalas dendam nantinya. Belum lagi, Dallas memang tidak suka saat membicarakan Sonya, suasana hatinya akan buruk dan bahkan enggan untuk bicara lagi. Bagaimana mungkin aku tidak bisa menebaknya dengan pasti," tutur Chezy pelan, menggoyangkan gelas kecil berisi anggur.


Marine dan Hadwin saling menatap untuk sementara waktu dan memiliki satu kesimpulan.


"Sayang, tahukah kamu? Tanpa disadari, kamu khawatir padanya, khawatir akan kembali pada mantan tunangannya. Kamu cemburu tentang itu. Kamu tinggal satu atap dengannya dan memiliki kamar dan tempat tidur bersama. Berapa malam yang kamu habiskan dengannya dengan gembira, tentu saja kamu bisa menghitungnya. Itu mudah disimpulkan. Chezy ... kamu telah jatuh cinta pada Dallas," ungkap Marine seperti embusan angin di telinga Chezy.


Gelas yang dipegang Chezy akhirnya terjatuh dan pecah di lantai. Dia tertegun. Jatuh cinta pada Dallas? Apakah dia benar-benar ... jatuh cinta padanya?


Kepala Chezy pusing saat ini. Merasa tidak mungkin.


Setelah itu, Chezy pergi ke kamar, tempat di mana dia tidur saat tinggal di apartemen. Walaupun sedikit sempoyongan, dia masih bisa berjalan tanpa menabrak benda apapun.


Marine dan Hadwin tidak percaya tentang ini. Chezy akhirnya jatuh cinta pada pria itu.


Tak lama, ponsel Chezy berbunyi. Marine melihat tas yang dibawa Chezy masih tergeletak di sofa. Dia mengambil ponsel wanita itu dan melihat siapa yang menelponnya.


"Ini Dallas," kata Marine seraya melihat Hadwin.


"Angkat teleponnya dan katakan saja."

__ADS_1


"Haruskah luruskan kesalahpahamannya?"


"Tentu saja. Kita adalah agen rahasia. Terlibat dalam emosi jangka panjang yang buruk akan memengaruhi misi," jelas Hadwin serius. Dia melihat ke arah pintu kamar Chezy sekilas. Wanita itu linglung sekarang.


Akhirnya Marine pun menjawab panggilan telepon dari Dallas. Sebelum dia bisa menyapa, Dallas sudah melontarkan kata-kata dingin.


"Kenapa tidak menelponku? Bahkan tidak membawa makanan ke tempatku! Kamu masih istriku sekarang, jadi cepatlah datang dan bawa makanan."


Marine menghela napas. "Ini bukan Chezy, tapi Marine," katanya.


Dallas terdiam sebentar di seberang telepon dan bicara lagi. "Di mana dia?"


"Mabuk. Dia dalam suasana hati yang buruk. Ini masih melibatkanmu," jawabnya.


"Karena aku?" Dallas merasa heran. "Ada apa denganku?"


"Seperti ini ..." Marine menceritakan lagi apa yang dikatakan Chezy sebelumnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dallas yang kini sedang dalam masa pemulihan kecil pun duduk di tempat tidur. Cedera tangannya tidak terlalu serius. Gips nya sudah dilepas. Secara keseluruhan, dia sehat. Tapi karena masih berpura-pura koma, tentu saja masih menggantung selang vitamin dan perban.


Dia menelpon Chezy tapi malah Marine yang menjawab. Belum lagi, Chezy mabuk saat ini dan karena dirinya?


Setelah mengetahui seluk beluk masalahnya, Dallas kesal dan mengutuk Miley dalam hati.

__ADS_1


"Jangan khawatir, aku akan datang ke sana diam-diam. Jaga dia sebelum aku kembali," katanya langsung mengakhiri percakapan.


__ADS_2