Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Tujuh Bulan


__ADS_3

Arran yang menjadi satu-satunya pria lajang saat ini, sangat ingin berteriak ke langit. Dia tidak cemburu pada mereka hingga ingin menemukan pacar. Lagi pula dia berniat untuk melajang selama beberapa waktu.


Untungnya, topik malam itu tidak tentang pasangan atau kehidupan percintaan, tapi mendiskusikan masalah pekerjaan.


Dallas meniup irisan daging sapi yang baru saja matang dan membiarkan wanita itu mencelupkannya sendiri ke dalam saus yang cukup pedas. Meski Dallas khawatir dengan makanan pedas yang disukai Chezy saat ini, tapi selama tidak berlebihan, semuanya baik-baik saja.


“Baru hamil muda tapi selera makanmu ternyata sangat besar.” Marine melihat Chezy makan seperti orang lapar, dia merasa cemburu.


“Kalau begitu kamu bisa makan banyak meski tidak hamil,” katanya.


“Tidak, berat badanku akan bertambah dan aku sedang malas olahraga.” Lalu Marine melirik Hadwin dan memutar bola matanya. “Hadwin pasti akan berkata jika aku sedikit lebih gemuk nanti,” cibirnya.


Hadwin sedikit tersedak nasi. “Kita bisa berolahraga di kamar sepanjang waktu untuk menurunkan berat badanmu,” timpalnya mengelak.


Marine memelototinya. “Kamu!” Dia sedikit malu.


Yang lain akhirnya tersenyum diam-diam. Karena semuanya sudah dewasa, tidak ada yang perlu disembunyikan meski kata-kata mereka sedikit vulgar.


Meski Dallas adakah orang yang jarang tertawa dan banyak bicara, dia masih memiliki sikap hangat di samping Chezy. Ini mungkin kali pertama baginya membawa beberapa orang ke rumah untuk makan-makan bersama.


Setelah barbeque dan minum bir, mereka mengantuk dan memilih untuk istirahat. Namun Miley dan Jessie tidka menginap. Jessie masih memiliki ibu yang kini sedang dalam masa pemulihan dan harus pulang agar tidak membuat ibunya khawatir. Jadi Miley mengantarnya kembali.


Sedangkan Marine, Hadwin dan Arran menginap malam itu.

__ADS_1


......................


Keesokan paginya.


Semua orang bangun lebih awal kecuali Chezy yang masih mengantuk. Karena kehamilannya, Dallas tidak mengizinkan dia untuk bangun terlalu awal. Marine dan Hadwin pamit untuk kembali ke hotel setelah sarapan. Dan Arran juga harus kembali ke rumah sakit untuk membantu dokter lain.


Ketika Dallas membuat bubur ayam, Chezy sudah bangun. Jam menunjukkan pukul sembilan pagi. Dia bangun terlambat lagi dan ini tidak sesuai dengan rutinitasnya selama masih berada di organisasi.


"Kenapa kamu tidak membangunkanku?" tanyanya kesal seraya menuruni anak tangga.


"Kamu sedang hamil. Lupakan saja. Datang dan makan," jawab Dallas seraya melepaskan celemek.


Seorang pria besar dengan tubuh atletis datang ke dapur dan membuat sarapan, mungkin orang mengira Dallas adalah koki tampan restoran bintang lima?


"Kenapa kamu tidak membiarkan pelayan yang melakukannya? Apakah kamu tidak berangkat kerja?"


Chezy terkekeh. Itu benar juga. Dia hanya bisa menikmati bubur ayam yang membuat perutnya keroncongan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu dengan cepat berlalu hingga lima bulan telah dilewati. Dallas semakin sibuk di perusahaan dan kadang pulang terlambat karena bekerja lembur. Dia selalu teringat dengan keadaan Chezy yang hamil besar di rumah.


Mengandung tiga anak, bukan hal yang senang. Usia kandungannya yang baru tujuh bulan seperti sudah berada di usia delapan bulan.

__ADS_1


Chezy tidak bisa berjalan lama dan terkadang akan kelelahan. Dia juga berhati-hati menaiki anak tangga.


Ketika Dallas kembali ke rumah, Chezy sedang duduk sambil makan kimchi pedas. Itu didatangkan langsung dari negara asalnya atas permintaan Chezy.


"Kamu kembali? Ini masih siang hari," kata Chezy seraya melirik jam dinding.


"Aku khawatir dengan kondisimu. Apakah anak kita nakal?"


Dallas duduk di sampingnya sambil menyentuh perut besar Chezy. Dia merasakan tendangan dari dalam perut wanita itu hingga Chezy sendiri sedikit mengerang.


Wanita itu tersenyum dan makan sepotong kimchi lagi. "Dia menyapamu," katanya.


"Kenapa dia sering menendang perutmu? Apakah itu provokasi? Pasti baji*gan yang sengaja membuatku marah," ucap Dallas tidak sungguh-sungguh.


Chezy sedikit lebih gemuk saat ini. Dia makan banyak dan sesekali akan berjalan-jalan di sekitar taman untuk memperkuat kakinya. Rambut panjangnya diikat longgar. Meski penampilannya sedikit lebih berisi, Dallas tidak pernah mengeluh. Justru membiarkannya makan lebih banyak agar nutrisi tercukupi.


Beberapa bulan lalu, mereka sudah melakukan pemeriksaan ke rumah sakit kandungan tentang jenis kelamin bayi. Dan kekhawatiran Dallas akhirnya menjadi kenyataan. Semua anak dalam perut Chezy berjenis kelamin laki-laki.


Hal ini membuat Dallas sakit kepala hingga nafsu makannya turun. Dia hanya berharap satu anak perempuan lahir sehingga istrinya tidak perlu hamil lagi di masa depan. Tapi ... Kali ini haruskah dia menyerah?


"Ada apa? Kenapa ekspresi mu begitu jelek ketiak kembali?" Nada bicara Chezy sedikit tidak menyenangkan.


Dallas segera menggelengkan kepala dan mencium perut besar wanita itu. "Tentu saja tidak, aku hanya memikirkan tiga anak kita yang akan lahir nanti."

__ADS_1


"Huh, aku tahu kamu tidak senang karena semuanya anak laki-laki?" cibir Chezy.


Dallas hanya tersenyum. Mengiyakan semuanya. Jangan buat marah wanita hamil, dia akan terkena sial nanti.


__ADS_2