Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Kehidupan Triplet E, Efrain Alston (Extra 8)


__ADS_3

Efrain mungkin jarang menggunakan kamera khusus untuk mengambil foto pemandangan atau sejenisnya. Di sendiri jarang menggunakan kamera ponsel untuk mengambil foto diri sendiri. Kecuali bermain video call dengan adik perempuannya yang dimanja dalam keluarga.


Melihat Clowy yang cantik dengan gaunnya, dia tanpa sadar ingin mengambil beberapa gambar.


"Jangan khawatir, hasilnya tidak akan mengecewakan," jawabnya positif.


Clowy segera pergi ke tempat yang cocok untuk mengambil gambar. Pencahayaan sinar matahari hari ini cukup bagus dan Efrain mengatur kontras kamera lebih dulu.


Lalu beberapa bidikan diambil. Clowy mengambil beberapa gaya elegan dan terlihat lebih alami. Efrain mengambil foto yang pas beberapa kali. Barulah saat itu Clowy terlihat bosan.


"Sudah, aku tidak mau lagi. Hey, harusnya aku yang mengambil fotomu untuk diunggah ke media. Pasti namamu akan meledak saat itu juga," canda wanita itu seraya melihat beberapa foto yang diambil Efrain.


Dia terkejut. Ternyata Efrain sangat tahu tentang dunia fotografi. Bahkan semua hasil jepretannya terlihat indah. Clowy sedikit narsis tentang dirinya sendiri yang terlihat lebih cantik di kamera.


Ini benar-benar curang!


Setelah mengambil beberapa foto yang bagus. Efrain mengajaknya ke suatu tempat. Dia juga telah menyiapkan beberapa peralatan melukis.


"Kamu ingin melukis langsung di alam?" tebak Clowy.


"Ya."


Mobil yang dikendarai Efrain berhenti di tepi jalan sepi. Dia mengeluarkan semua peralatan melukis dan mencari tempat yang bagus untuk melukis pemandangan.


Saat ini, mereka berada di sebuah bukit hijau. Di depan mereka, pemandangan kota terlihat sangat indah. Gedung-gedung menjulang tinggi dan ladang bunga milik sebuah perusahaan yang tertentu juga mekar sempurna.


Pria itu mulai melukis lagi.


"..." Clowy yang melihat ini lagi-lagi memutar bola matanya. Di hati pria itu, melukis adalah segalanya.


Tapi tak lama kemudian, lukisan yang sedang kerjakan Efrain sedikit berbeda dari aslinya. Ini bukan hanya pemandangan kota di depannya tapi ....


Clowy membelalak. "Kamu ... Kamu ... Kamu melukisku?" tanyanya merasa luar biasa.


Di lembar kertas lukis itu, sosok Clowy yang memakai bando berada di sisi dengan pemandangan kota di belakangnya.

__ADS_1


Wanita dalam lukisan itu tersenyum indah. Jelas bahwa sosok yang dilukisnya adalah Clowy. Efrain sepertinya memiliki daya ingat luar biasa hingga bisa melukis tanpa melihat foto atau orangnya secara langsung.


Wajah Clowy sedikit memerah. "Kamu ... Bagaimana kamu bisa melukisku seperti itu?" tanyanya bingung.


"Tidak bisakah? Menurutku ini cantik," jawabnya.


Dalam lukisan itu, sosok Clowy menegang kamera.


"Yah, itu cantik. Bisakah aku membelinya? Aku ingin menyimpannya di galeri rumahku."


"Aku akan memberikannya padamu. Tidak perlu ada yang yang dikeluarkan."


"Jangan bercanda. Kamu pasti ada maunya," kata wanita itu curiga. Dia tahu Efrain adalah seorang kapitalis borjuis, tidak kekurangan uang tapi tidak mau rugi juga.


Tidak ada lukisan gratis yang diberikannya kecuali untuk gurunya sendiri—Tuan Kutt atau seniornya—Lozkava.


Efrain terkekeh dan sosoknya saat tersenyum bahkan lebih menggoda. "Memang," gumamnya.


Setelah selesai melukis, keduanya kembali ke ruang seni Efrain untuk menyimpan lukisannya terlebih dahulu. Clowy mengajaknya untuk makan malam sebagai rasa terima kasih.


Namun Clowy tidak tahu menahu tentang itu dan jarang menanyakan identitas pihak lain. Baginya, bekerja sama dalam pekerjaan adalah yang paling penting.


Tapi malam ini, Clowy sedikit tidak bersemangat dan sesekali akan melirik ke arah tertentu.


"Ada apa denganmu?" tanya Efrain seraya memotong steak daging sapi.


"Aku diawasi orangtuaku saat ini." Clowy merasa tercekik. "Mereka ingin aku segera mencari pria untuk menikah. Tapi aku masih ingin menikmati hidup bebasku. Hanya saja orangtuaku sudah gelisah. Mereka tahu aku akan makan malam denganmu dan mengira kamu adalah pacarku," jawabnya tidak berdaya.


"Jadi? Apa yang membuatmu gelisah?" Efrain tidak terkejut sama sekali.


"Aku khawatir mereka salah paham."


"Oh? Maksudmu, tidak bisakah kamu menjadi pacarmu?" Efrain menatapnya.


Clowy membelalakkan mata, lalu menurunkan nada bicaranya. "Kita sudah berteman cukup lama. Tidak bisakah kita pura-pura pacaran di depan orang tuaku? Bantu aku kali ini."

__ADS_1


Gerakan Efrain memotong steak daging sapi terhenti sejenak. Dia menatap Clowy yang berdandan malam ini dan matanya sedalam lautan. Orang lain tidak bisa menebak pikirannya.


"Clowy, aku serius. Bagaimana jika kamu menjadi pacarku?" tanyanya.


"Hah?" Clowy tertegun dan keduanya saling menatap saat ini. "Kamu ... menjadi pacarku? Kamu yakin?"


"Kenapa tidak?"


"Tapi kenapa?"


"Hanya karena aku sudah menyukaimu sejak pertama kali bertemu."


"Apa??!"


Clowy terkejut dan wajahnya panas saat ini. Dia memikirkan berapa lama berteman dengan pria ini dan ... dia sungguh tidak menyangka jika Efrain menyukainya sejak lama.


Tanpa diduga, Efrain sudah bangkit dan berjalan ke arah di mana ayah dan ibu Clowy berada. Clowy terkejut dan ingin menghentikannya.


Meski Clowy bukan berasal dari keluarga bangsawan terkenal, kehidupannya tidak bisa disebut miskin.


"Halo, Paman dan Bibi, namaku Efrain Alston, pacar Clowy," sapa pria itu pada sepasang suami istri yang pura-pura memesan makanan.


"...??!" Ayah dan ibu Clowy tercengang. Ini bukan adegan yang diharapkan mereka.


Clowy sendiri sedikit malu saat ini dan menatap orang tuanya dengan gugup. Tapi orangtuanya terlihat senang dan tidak menolak keberadaan Efrain.


"Nak, akhirnya kamu setuju menikahi putri kami. Kami bisa lega," kata Ibu Clowy.


"Benar." Suaminya juga mengangguk.


"..." Clowy melongo. Sejak kapan Ayah dan Ibu memiliki koneksi dengan Efrain? Kenapa dia tidak tahu sama sekali?


Clowy merasa ditipu oleh mereka saat ini. Apakah semua ini sudah direncanakan? Batinnya.


...****************...

__ADS_1


NB: Besok adalah update terakhir untuk novel ini.


__ADS_2