Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Tamu Malam Itu Ternyata Adalah ...


__ADS_3

Pihak lain di seberang telepon akhirnya tidak menunda lebih banyak waktu. "Tentu saja jika kamu ingin istrimu aman, permintaanku hanya satu. Menikahlah dengan Sonya."


"Mimpi!" Dallas berteriak marah. "Apa hubunganmu dengan keluarga Marweth?!"


"Tidak ada. Hanya bisnis saling menguntungkan di masa lalu. Tamu Malam harusnya tidak memeriksa hal sepele seperti ini sebelumnya," jelas pihak lain di seberang telepon.


Dallas menggenggam ponsel sedikit bertenaga. Jika dia benar-benar impulsif, ponsel bisa dihancurkan hanya dengan genggamannya saja.


"Siapa yang memintamu untuk melakukan hal ini?" tanya Dallas yang sudah berwajah hitam.


"Tidak ada. Aku hanya merasa jika kamu mencintai istrimu dan memiliki cara untuk mengganggumu. Selama kamu mengakui bahwa anak dalam perut Sonya adalah milikmu dan menikah dengannya, istrimu akan baik-baik saja. Tidak apa-apa jika Sonya menjadi istri kedua. Keluarga kecilmu pasti akan lebih hidup."


Dallas melihat tim Miley yang sedang melacak sinyal dari nomor telepon yang digunakan oleh pihak lain. Miley lalu mengangguk dan memberikan tanda 'oke'.


"Aku akan memikirkannya. Tapi ingat, lebih baik kamu tidak menyakiti istriku! Jika kamu berani macam-macam, bukan hanya keluarga Marweth yang berakhir, tapi juga sarangmu!" Dallas menggertakkan gigi dan segera mengakhiri panggilan. Dia tidak peduli dengan umpatan pihak lain.


"Bagaimana?" tanyanya pada Miley.


"Terlacak, lokasi pertama ada di gurun. Orang ini sengaja memalsukan lokasinya tapi tidak terlalu ketat. Lokasi kedua tercatat di perbatasan ibu kota. Kemungkinan besar ada tempat tersembunyi di ibu kota yang menjadi wilayah mereka," jelasnya.


"Aku tahu." Dallas segera bangkit dari duduknya dan berniat untuk pergi.


"Ke mana kamu akan pergi? Jangan impulsif. Apa yang diminta pihak lain?"


"Orang itu ingin aku menikahi Sonya dan mengakui anak di perutnya." Dallas mencibir.


"Menikahi wanita selingkuh itu? Lalu apa pilihanmu?"


"Tentu saja tidak mungkin. Tapi aku punya rencanaku sendiri."


Dallas yakin jika Chezy tidak akan selemah itu untuk ketakutan di tangan penjahat. Dia hanya berharap wanita itu baik-baik aja saja.


"Tidakkah kamu ingin menggunakan kekuatan militer kali ini? Kelompok pembunuh berantai itu memiliki hubungan dengan keluarga Marweth. Ini sungguh di luar dugaan," jelas Miley sedikit terkejut, bahkan tidak memikirkan ini sebelumnya.


"Ada orang dalam ikut berpartisipasi," tebaknya.


"Siapa yang kamu curigai?" Miley menyipitkan mata.

__ADS_1


Dallas memiliki seseorang yang dicurigai serakah mengingat perkataan Chezy saat dirinya sakit terakhir kali. Sebelum Dallas menjawab, smartphone nya berbunyi lagi. Tapi kali ini bukan nomor tadi, melainkan nomor lain. Dia mengerutkan kening, lalu menjawabnya.


"Siapa?" tanyanya malas dan dingin.


"Apakah ini Dallas? Aku Marine, teman Chezy." Pihak di seberang telepon sedikit bernada khawatir.


Dallas tidak memiliki ekspresi apapun saat ini. "Ada apa?"


"Tahukah kamu bahwa Chezy diculik?"


"Ya. Orang yang menculiknya sudah menghubungiku," jawab Dallas langsung mengembuskan napas dingin. "Istriku bukan orang biasa bukan? Kamu harus tahu lebih baik."


Tidak ada balasan dari pihak lain. Marine terdiam sejenak. Lalu berkata dengan sungguh-sungguh.


"Dengar, tuan Dallas, aku mendukung hubunganmu dengan Chezy secara sukarela dan berharap kalian tidak bercerai setelah perjanjian berakhir. Saat ini Chezy diculik, tapi ini bukan masalah besar. Intinya, jangan terpengaruh oleh pihak lain. Chezy kami tidak selembut mantan tunanganmu."


Dallas juga tahu itu. Chezy hanya kucing liar yang suka mencakar orang saat kesal.


"Apa rencanamu?" tanyanya.


Dallas bahkan lebih kesal. Tapi dia tidak menunjukkan ekspresi kekesalannya saat ini.


Lalu Dallas menerima pesan dari penculik jika dirinya memiliki waktu satu hari untuk memikirkan segalanya. Pihak lain ingin Dallas mengumumkan pada semua orang jika anak yang dikandung Sonya adalah miliknya.


Dallas menyembunyikan kekejaman di matanya. "Keluarga Marweth ... Kalian yang meminta ini," gumamnya.


Miley tidak banyak bertanya. Semakin dia mengganggu Dallas yang marah, keberuntungannya akan hilang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah tempat yang sunyi dan cahaya remang-remang, Chezy membuka matanya perlahan. Dia melirik ke sisi lain di mana Kallen masih belum sadarkan diri.


Tangan dan kaki keduanya diikat cukup erat menghuni tali tambang. Chezy mengerutkan kening. Sejak dia diculik setelah mengalami kecelakaan, dirinya pura-pura pingsan agar pihak lain tidak curiga.


Dia mendengarkan percakapan seorang pria di telepon yang memaksa Dallas menikahi Sonya. Sepertinya penculik ini merupakan salah satu pembunuh berantai yang memiliki hubungan dengan Gaines.


Chezy tidak menyangka akan diculik dengan cara ini.

__ADS_1


"Di mana aku?" tanyanya linglung, pura-pura abru saja bangun. "Kenapa tanganku diikat seperti ini?"


Drake yang menjaga tempat itu mencibir padanya. "Tentu saja ini adalah tempat yang akan menguburmu hidup-hidup," jawabnya dengan suara serak.


Chezy sedikit pucat. Darah yang mengering di wajahnya sedikit menakutkan. Dia masih memiliki luka yang belum dibersihkan akibat membentur pintu mobil.


"Si-siapa kamu?" tanyanya takut-takut.


"Kamu tidak perlu tahu siapa aku. Tapi suamimu menyinggung bosku, jadi jangan salahkan aku untuk membunuhmu di sini. Tunggu sampai besok, ketika suamimu menikahi mantan tunangan dan mengakui anak di perutnya, kamu bukanlah apa-apa, hanya debu yang mudah dilupakan," jelas Drake langsung tertawa senang. "Lebih baik, kamu memiliki kata-kata terakhir untuk suamimu besok dan mengirim restu pernikahan," imbuhnya.


Chezy tidak menjawab. Dia hanya linglung dan merasa tidak percaya. Tapi kedua tangannya yang terikat di belakang punggung sibuk untuk mempelajari simpul tali.


Tapi dia tampak lemah dan terluka di mata Drake—salah satu pembunuh berantai yang pernah melukai Hadwin sebelumnya.


Kebetulan sekali, pikirnya.


Saat ini Chezy masih kecanduan berakting. "Tidak, ini tidak mungkin. Dallas sangat mencintaiku. Dia pasti akan menyelamatkanku. Dia pasti akan datang padaku."


"Naif! Ketika itu tiba, aku akan meminta dia datang ke sini setelah menikahi Sonya dan menyaksikan tempat ini meledak di depan matanya. Hari pernikahan terburuknya dengan Sonya akan menjadi hari kematian istrinya sendiri, ini pasti sangat menyenangkan."


Drake langsung tertawa dan suaranya menggema di ruangan remang-remang tersebut.


Chezy tampak ketakutan. "Tidak! Ini pasti tidak mungkin. Tolong, tolong jangan sakiti suamiku. Aku tidak ingin dia bersedih karena ini. Apa keluhanmu dengan Dallas? Dan apa hubunganmu dengan keluarga Marweth?"


Drake cukup murah hati. Dia mencubit dagu Chezy cukup keras hingga wanita itu sedikit meringis. "Biar kuberitahu sebuah rahasia. Suami adalah Tamu Malam yang suka membuat dan menjual senjata rahasia militer. Dia telah menyinggung bos berulang kali. Sekarang, waktunya untuk balas dendam," jelasnya.


Melihat Chezy yang tampak tidak percaya dan terkejut, Drake bahkan lebih senang. "Lihat, kamu bahkan ditipu olehnya. Kamu hanya wanita kecil yang tidak memiliki nilai guna. Kenapa dia harus mempertahankanmu di sisinya. Jangan khawatir, setelah kamu mati, Dallas perlahan akan melupakanmu."


Setelah berkata demikian, Drake meninggalkan ruangan tersebut dan meminta anak buahnya untuk berjaga-jaga.


Chezy yang melihatnya menutup pintu pun segera menunduk dan pikirannya sedikit tidak terduga. "Dallas ternyata adalah Tamu Malam? Ternyata dia?" gumamnya datar.


Tamu Malam yang dia goda setelah membunuh Danius ternyata adalah ... Dallas!


...****************...


NB: Bagi pembaca lama harap diperhatikan bahwa bab satu dan bab dua sudah berubah total, serta telah Author revisi pada tanggal 6 Maret. Silakan baca ulang agar paham. Bab tiga mengalami perbaikan kecil. Sisanya tidak berubah. Terima kasih karena masih setia membaca novel ini, mohon dukungannya di masa depan.

__ADS_1


__ADS_2