
Dallas melihat layar ponselnya. Ini sudah waktunya makan siang. Tatapannya menyapa semua orang yang ada di ruang rapat. Ekspresinya tidak seramah sebelumnya dan nadanya tidak selembut saat bicara dengan istrinya.
“Rapat ditunda. Perbaiki beberapa poin presentasi dan ulangi nanti,” katanya segera bangkit dari duduknya.
Di luar ruangan, Asisten Jill yang menunggunya terkejut.
“Bos, sudah selesai? Sangat cepat?” tanyanya bingung. Menurutnya, rapat akan selesai pukul dua siang setelah istirahat makan siang.
“Pulanglah dulu dan tidurkan anak-anak nakal itu,” jawab Dallas malas. “Sisanya diserahkan padamu.”
“…” Mungkinkah nyonya rumah menelepon lagi? Batinnya.
Dallas meninggalkan perusahaan dan segera pulang. Dia tiba kurang lebih seperempat jam. Melihat Dallas kembali, Butler Sun menghela napas. Suara tangisan masih terdengar, tapi tidak sekeras tadi. Ketiga anak itu sedikit tenang, namun tidak bisa tidur siang.
Saat pergi ke kamar tidur anak-anak. Dallas melihat Chezy sedang bercerita pada ketiganya sambil memegang mainan.
“Kamu akhirnya di sini,” ucap Chezy.
“Ya.” Dallas mendekati anak-anak dan menatap tajam mereka.
“…” Si kembar tiga sedikit takut dengan tatapan ayahnya yang seperti akan memakan mereka.
“Kalian benar-benar nakal dan menyusahkan istriku. Lihat, bagaimana aku akan membereskan kalian hari ini!” Dallas kesal. Seandainya ada anak perempuan, dia pasti tidak akan keberatan.
Chezy segera melemparnya dengan boneka ikan hiu kecil, memelototi pria itu. “Bicaralah yang baik dengan anak-anak!”
Dallas tersenyum, tidak marah padanya. Tanpa diduga, anak-anak justru tertawa senang.
Pria itu akhirnya melepaskan jas licinnya dan naik ke tempat tidur untuk menemani mereka.
__ADS_1
“Ayah di sini, kalian harus tidur siang sekarang,” bujuknya lembut.
Ketiganya merapatkan diri ke sisi Dallas dan mulai tertidur.
“…” Dallas mulai sakit kepala saat ini. Dia tak bisa bergerak bebas saat ini, khawatir membangunkan ketiganya. Dia melihat Chezy tersenyum padanya.
Jelas Chezy lega saat ini dan perutnya keroncongan. “Aku akan makan siang dulu, kamu di sini untuk sementara waktu.”
Wanita itu keluar kamar tapi tidak menutup pintu. Dallas menggertakkan gigi, penuh kebencian konyol di hatinya. Sepertinya dia mulai menyesal memiliki anak sekarang?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya, Chezy dan Dallas sibuk mengemasi beberapa pakaian dan kebutuhan ketiga anaknya. Hari ini mereka akan berangkat ke Negara K. Dallas sudah mengatur pekerjaan dan akan melakukan rapat jarak jauh. Beberapa dokumen yang perlu ditandatangani hanya perlu mengirim berkas elektroniknya ke email.
"Semuanya sudah siap," kata Chezy.
Beberapa koper khususnya untuk pakaian anak-anak juga telah dibawa keluar rumah. Dallas memasukkan semuanya ke mobil dan Asisten Jill mengantar mereka ke bandara.
Namun karena belum ada landasan khusus, Dallas malah menyewa tempat kosong di bandara internasional. Ini juga menghabiskan banyak uang.
Kelimanya segera memasuki pesawat dan mengatur barang sebelum akhirnya meninggalkan Negara A.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keluarga Edelmar.
Kakek Edelmar mendapat kabar jika pesawat pribadi Dallas sudah tiba di bandara kerajaan. Dia meminta Cade untuk datang dan menjemput mereka.
Selang satu jam kemudian, Chezy dan Dallas tiba di rumah Edelmar bersama tiga anak kembarnya yang kini ingin berlarian di rumah.
__ADS_1
"Jangan nakal, tetap sama Ibu," kata Chezy seraya meraih Efrain yang tampak ceria.
Egan dibawa oleh Dallas seraya membawa salah satu koper. Sisanya dibawa oleh pelayan. Sedangkan Edrick ada di tangan Cade.
Melihat suasana rumah menjadi lebih hidup setelah keberadaan si kembar, Kakek Edelmar akhirnya bisa tertawa bahagia.
"Cicitku sangat tampan. Datang dan peluk Kakek," katanya sangat antusias.
Efrain tidak mau datang ke Kakek Edelmar dan justru malah pergi ke halaman belakang dengan caranya tersendiri. Egan bahkan tidak peduli dan pergi ke Nyonya Edelmar.
"..." Kakek Edelmar merasa diasingkan saat ini.
Untungnya masih ada Edrick yang menatapnya dengan bingung. Lalu datang padanya untuk bermain. Akhirnya Kakek Edelmar bisa memulihkan perasaan diasingkan oleh dua cicitnya tadi.
Chezy membawa beberapa barang yang tersisa dari mobil. "Bu, aku akan merepotkanmu selama beberapa hari terakhir."
"Kamu, Nak! Akan lebih baik jika tinggal di sini selama sebulan lagi. Ibu masih ingin bermain dengan ketiganya," kata Nyonya Edelmar tidak rela.
"Yah, aku masih suka rumahku di Negara A." Chezy berkata jujur.
"Huh, anak perempuan yang sudah menikah lebih suka rumah hangat suaminya." Nyonya Edelmar terkekeh, hanya bercanda.
"Di mana Ayah?" Dallas akhirnya bertanya setelah membawa barang-barang ke kamar yang telah disiapkan.
"Dia mungkin berada di halaman belakang dan mengurus taman bunganya saat ini. Ups! Ibu lupa, Efrain lari ke sana dan mungkin akan mencabut bunga."
Nyonya Edelmar segera menggendong Egan dan pergi ke halaman belakang. Chezy dan Dallas juga pergi ke sana untuk mencari tahu.
Saat tiba di halaman belakang, beberapa bunga sudah berserakan di tanah berumput bahkan beberapa pot telah roboh.
__ADS_1
Terdengar teriakan marah Tuan Edelmar di antara tumbuhan bunga yang cukup tinggi.
"Siapa yang berani mengacau kebun bungaku?! Apakah tidak takut kupotong gaji?!" Akhirnya Tuan Edelmar menampakkan kepalanya di antara tumbuhan bunga dan keluar dengan marah.