Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Keluarga Alston Hanya Raja Bisnis


__ADS_3

Keesokan harinya, Dallas membawa Chezy ke lantai tiga yang tampak sepi dan sedikit terasing. Lantai tiga ternyata hanya memiliki dua ruangan saja. Yang pertama adalah ruang kerja Dallas saat sedang mengerjakan sesuatu. Sedangkan pintu yang satunya lagi dipenuhi dengan keamanan tingkat tinggi.


Saat Chezy mengetahuinya, ada kejutan lagi dan lagi. "Apakah kamu membuat senjata di sini?" tanyanya bingung.


"Tidak. Aku biasanya menggunakan ruangan ini hanya untuk merakit senjatanya secara acak. Sedangkan semuanya dilakukan di ruang bawah tanah," jelasnya.


"Kenapa aku bahkan tidak merasakan ada ruang bawah tanah?" gumam Chezy.


Dallas tidak berkata banyak. "Aku akan menunjukkannya padamu setelah sembuh nanti."


Dia membawa wanita itu ke salah satu ruang kerjanya. Keamanan pintu memang tidak diragukan lagi.


Saat memasuki ruangan, Chezy akhirnya bisa melihat beberapa senjata kosong dan beberapa di antaranya belum dirakit. Cahayanya juga lebih redup daripada ruangan lain.


Dallas mendorong kursi roda ke salah satu meja. Dia mengambil sebuah senjata laras panjang rakitan terbaru yang masih setengah jadi.


"Suara benda jatuh yang kamu dengar waktu itu ada di sini. Aku tak sengaja menjatuhkan sekotak barang di atas meja."


"Rupanya kamu sangat pandai bersembunyi. Seharusnya kamu memiliki gelar di ketentaraan kan?"


"Aku tidak bekerja di tentara. Aku bekerja di bagian serikat senjata. Kebetulan berhubungan dengan kemiliteran. Jadi ada sedikit kerja sama dengan mereka. Saat itulah aku mengenal Miley," tutur Dallas datar.


Dia tidak menjelaskan terlalu banyak tentang pekerjaannya. Setelah melihat lantai tiga, Chezy tidak terlalu penasaran lagi. Dia dengan patuh dibawa turun ke lantai dua oleh Dallas.


Karena Chezy sudah tahu, Dallas tidak akan menyembunyikan diri lagi jika ingin datang ke lantai tiga.


"Kamu tetaplah di sini untuk pemulihan." Dallas membujuknya. "Setelah tahu identitas masing-masing, apakah kamu masih akan bermain kucing-kucingan dengan berpura-pura tinggal di apartemen dengan kedua temanmu?"


"Aku masih harus menyelidiki banyak hal. Tinggal dengan mereka lebih baik. Awalnya ... menjadi istri kontrakmu sungguh di luar rencana. Jika seandainya kita tidak bertemu di bandara, mungkin situasinya berbeda," jelas Chezy.


Dallas duduk di tepian tempat tidur, menghadap dirinya. "Sekarang, apakah kamu tidak mau mempertimbangkan untuk menjadi istriku secara nyata?"

__ADS_1


"Kamu jatuh cinta padaku?"


"Bukankah aku sudah mengatakannya malam itu?"


Chezy terdiam untuk sementara waktu. Tapi dia menghela napas pada akhirnya. "Pekerjaanku berbahaya selama ini. Aku telah terlatih sejak kecil di organisasi agen rahasia. Bahkan aku juga jarang pulang. Orang-orang di Negara K bahkan mungkin tidak mengenal anak perempuan keluarga Edelmar."


"Seperti apa keluarga mu?"


Chezy tersenyum. "Kamu akan tahu jika saatnya tiba. Yang jelas, bahkan jika kamu mencari tahu, itu tidak akan berhasil. Hanya kakek dan ayahmu saja yang tahu karena keduanya pernah bertemu dengan ayah dan kakekku. Apa? Kamu ingin menikahiku karena identitas? Aku ingat, kamu memandang rendah statusku sebelumnya," tuturnya penuh perhitungan.


Dallas tidak berkata lagi. Dia benar-benar memandang rendah dirinya saat itu karena tidak menganggapnya berpendidikan. Tapi dia juga jatuh cinta sebelum tahu identitas nya.


"Aku—" Dia sangat ingin menjelaskan sesuatu.


"Lupakan saja untuk saat ini. Lebih baik kamu pikirkan sendiri, apakah identitas mu sendiri sudah cocok untukku atau tidak." Chezy malas bicara dengannya tentang status tinggi atau rendah. "Dallas, kamu harus tahu ... Di mata keluargaku, status keluarga Alston hanya raja bisnis kecil. Ayahmu pensiun dari tentara terlalu awal dan kakekmu tidak mengabdikan dirinya di bidang militer terlalu lama. Keluarga Alston berkembang dalam bisnis yang mengakar di mana-mana. Tapi keluarga ku tidak. Negara K adalah sistem kerajaan ...."


Chezy tidak menjelaskan lebih jauh. Dia akhirnya meninggalkan kamar dan pergi ke balkon untuk menghirup udara segar.


Sedangkan Dallas masih mencerna semua kata-kata yang dilontarkan wanita itu. Negara K memang masih memiliki sistem kerajaan, bukan pemerintah bebas seperti Negara A. Dengan kata lain, mungkinkah identitas keluarga Edelmar ada hubungannya dengan keluarga kerajaan?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada sore harinya, Dallas pergi ke rumah keluarga besar Alston dan bertemu Kakek Alston. Keduanya bicara empat mata di ruang belajar tentang hubungannya dengan Chezy di masa depan.


Kakek Alston terbatuk sedikit. "Kenapa kamu datang ke sini alih-alih merawat istrimu?"


"Kakek, aku ingin menikahi Chezy secara sungguh-sungguh dan mengubah status suami-istri kontrak menjadi pasangan sah," kata Dallas tanpa basa-basi.


"Apa??!" Kakek Alston terkejut. Tubuhnya sedikit gemetar. "Katakan padaku, apakah pernikahanmu dengannya adalah kontrak?"


"Aku yang memaksa dia pada awalnya. Semuanya untuk menghindari pernikahan dengan Sonya." Sikap Dallas tidak sombong di mata lelaki tua itu. "Aku tidak tahu akan ada hari jatuh cinta padanya."

__ADS_1


Akhirnya Kakek Alston tak bisa menahan diri untuk melemparkan cangkir teh yang dipegangnya ke arah Dallas. Tapi sengaja melesat. Cangkir teh itu pecah setelah menyentuh lantai. Dia mencoba untuk menekan amarah di hatinya.


"Tak tahu malu!"


Kakek Alston tahu bahwa kedua adalah pernikahan kontrak. Bahkan Chezy sendiri bercerita padanya sejak saling mengenali sejak datang ke rumah Alston. Dia hanya sedang berpura-pura terkejut.


Dallas tidak berkata apa-apa. Wajar jika kakeknya marah. Tampaknya, Kakek Alston juga tidak bisa melawan keluarga Edelmar.


"Bagaimana aku bisa menjelaskan ini pada mereka? Jika mereka tahu bahwa putri kesayangan mereka dipermainkan olehmu, apa kamu pikir keluarga Alston akan hidup tenang?" Kakek Alston melihat cucunya semakin diam, amarah di hatinya sedikit mereda.


Pada akhirnya Kakek Alston melambaikan tangan tidak peduli. "Tidak masalah untuk ayah dan kakeknya, aku masih memiliki sedikit persahabatan dengan mereka. Tapi mungkin berbeda dengan saudaranya. Bagaimana menurutmu reaksi kakaknya jika tahu ini?"


"Kakak Chezy, siapa dia?"


Kakek Alston mendengkus, "Kamu tidak perlu tahu siapa dia. Tapi yang pasti dia tidak akan senang. Dia juga cukup kejam, sedikit lebih tua darimu. Aku khawatir kamu akan menjadi objek percobaannya di masa depan," jelasnya.


Tapi langkah yang diambil cucunya ini salah. Melakukan perjanjian pernikahan kontrak, ini menodai Chezy.


"Karena kamu telah memilih jalan ini, maka tuntaskan sampai akhir. Sisanya, kakek dan ayahmu akan mengurus ini. Ingatlah untuk memiliki hubungan yang baik dengan Chezy. Jika kamu sampai menyakitinya, Kakek tidak akan selesai denganmu!"


Dallas mengangguk patuh. Dia akhirnya meninggalkan ruang belajar.


Setelah Dallas pergi, Kakek Alston diam-diam mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Hei, kawan lama! Cucuku menculik cucumu. Tidakkah kamu senang sekarang?!"


"Apa? Cucumu yang mana? Apakah itu cucumu yang gagal mempertahankan pertunangannya?" Suara pria tua terdengar dari ujung telepon.


"Benar. Siapa lagi jika bukan Dallas?! Dia mulai tunduk pada cucumu. Aku rasa gen keluarga mu semuanya bisa menundukkan orang. Benar-benar keturunan kerajaan yang baik!"


Terdengar tawa dari seberang telepon. Kakek Alston langsung berwajah gelap dan menutup panggilan secara spontan. Tapi hatinya sedikit lega.

__ADS_1


Jika bukan untuk mengajari cucunya menjadi pria yang benar, dia tidak perlu berpura-pura marah. Melihat cangkir teh di lantai sudah menjadi pecahan sampah, dia bahkan merasa sakit hati.


"Sejak awal aku harusnya menggunakan cangkir murah untuk dipecahkan," gumamnya.


__ADS_2