Pernikahan Kontrak Agen Rahasia

Pernikahan Kontrak Agen Rahasia
Menerima Tantangan


__ADS_3

Chezy sendiri bahkan terkejut. Dallas rupanya sangat membenci pengkhianatan Sonya padanya.


Melihat ekspresi Sonya yang berubah-ubah sepanjang waktu, Chezy bahkan lebih bahagia. Semakin terangsang pihak lain maka Gaines akan bertindak lebih cepat. Chezy menantikannya.


Jadi, Chezy sengaja bersikap agak manja di samping Dallas. "Apakah kamu suka rubah? Aku akan memakai kostum rubah lain kali," godanya sedikit bernada tinggi agar Sonya mendengarnya.


"Ya, aku suka rubah sepertimu. Pakai itu di tempat tidur untuk bermain lain kali. Aku akan menarik ekor dan menggigit telingamu," goda balik Dallas ikut dalam permainannya.


Chezy tersenyum malu.


Di belakang, Sonya diam-diam mengepalkan tangannya sebentar. Dia ingin muntah darah. Jala*g itu pasti sengaja mengatakannya!


Dia belum pernah menderita kerugian seperti ini. Dallas sangat tampan, Gaines juga luar biasa. Sonya lebih suka Dallas karena lebih muda. Sifatnya juga dingin dan terasing sehingga tidak perlu memusingkan wanita mana pun yang akan mendekatinya.


Tapi Gaines lebih aktif dan bergairah. Sonya tahu jika kedua bersaudara itu berlawanan sifat dan sikap tapi kecakapan keduanya sama.


Keluarga Marweth memintanya menikah dengan Dallas, bukan tanpa alasan. Dallas adalah pewaris keluarga Alston dan dia bisa menjadi nyonya rumah setelah menikah.


"Sonya, bibi benar-benar minta maaf tentang ini," kata Nyonya Alston.


Sonya melihat Nyonya Alston agak bingung. Dia tidak memikirkan hal lain selain berpikir jika Nyonya Alston pasti mengkhawatirkannya saat ini. Lagi pula, Sonya sudah seperti anak sendiri di keluarga Alston.


"Tidak apa-apa bibi, selama Dallas senang." Dia menggigit bibir bawahnya dengan lembut.


"Anak baik." Nyonya Alston tersenyum, menekan rasa penasaran di hatinya.


Diskusi para tamu tidak berlangsung lama karena khawatir akan menyinggung pihak lain. Tapi para wanita muda sangat penasaran dengan Chezy dan diam-diam mulai membuat rencana untuk mempermalukannya. Lagi pula, sebagian dari mereka adalah teman Sonya.

__ADS_1


Di sisi lain, Chezy dan Dallas menyapa Kakek Alston yang duduk di sofa empuk pribadinya. Ada Tuan Alston di samping Kakek Alston. Sikap keduanya tidak dingin atau ramah tapi lebih ke formal.


"Karena kalian berdua sudah di sini, maka duduk dan mengobrolah." Kakek Alston memperhatikan jika cucunya sedikit tidak senang karena menghadiri acara ini. Namun sebagai pewaris, Dallas memang harus muncul.


Semua tamu menikmati semua makanan yang tersaji di meja yang telah disediakan. Alunan musik lembut membuat suasana menjadi lebih harmonis. Hingga giliran acara bakat yang menghibur para tamu telah tiba, satu persatu putri keluarga bangsawan naik ke panggung dan menunjukkan keahliannya.


Kebanyakan dari mereka menunjukkan bakat piano dan biola.


Hingga saat Sonya tampil bermain piano dan memainkan musik paling sulit dimainkan di Negara A, semua tamu memujinya.


Chezy berada di samping Dallas, menikmati acara tersebut meski dia tidak bersemangat sama sekali.


Sonya bermain sangat anggun di atas panggung, duduk menghadap piano dan memainkan tuts nya dengan lihai. Senyumnya seperti angin musim semi yang menyegarkan. Bahkan para tamu pria terpesona oleh hal itu.


"Memang keluarga Marweth yang membesarkan putri luar biasa seperti Sonya. Kenapa tuan muda kedua Alston tidak menyukainya?" bisik tamu yang menegang segelas wine.


"Mungkin seleranya berbeda."


"Mungkin tubuhnya. Dia lebih cantik dari Sonya. Tapi cantik saja tidak cukup."


"Benar."


Setelah Sonya memainkan piano tanpa ada kesalahan sedikit pun, tepuk tangan meriah menggema di ruangan tersebut. Chezy juga bertepuk tangan dan memujinya karena mampu memainkan lagu yang cukup sulit baginya.


"Dia luar biasa bukan? Aku tak bisa membayangkannya," bisik Chezy pada Dallas.


Pria di sampingnya hanya mengerutkan kening. "Lebih baik kamu pikirkan dirimu sendiri. Jangan mempermalukanku."

__ADS_1


"Oh, jangan khawatir. Demi tinggal di apartemenku selama satu bulan. Apa yang tidak bisa kulakukan?" Chezy mencibir.


Tak lama kemudian, beberapa teman sebaya Sonya menghampiri Chezy dengan membawa segelas anggur. Mereka tersenyum mencemooh tapi masih berpura-pura ramah di depan banyak tamu.


"Oh, ini istri tuan muda kedua yang cantik. Kami telah menampilkan bakat sebagai wanita bangsawan yang terpelajar. Bagaimana dengan Nyonya Muda, apakah ingin menampilkan bakat piano nya juga?" Salah satu dari mereka tertawa rendah, berpura-pura tidak tahu bahwa Chezy hanyalah gadis biasa dari Negara K.


"Benar, sudah datang ke sini seharusnya bisa menampilkan sesuatu untuk kami. Setidaknya itu bisa dianggap layak untuk tuan muda kedua sebagai pewaris."


Semua tamu tertuju pada Chezy dan Dallas yang berdiri di pinggiran. Chezy sama sekali tidak gugup tapi berpura-pura polos saat menghadapi mereka. Ditatap banyak orang, dia kurang nyaman.


Dia sempat melirik Dallas sebentar tapi pria itu lebih santai, meminum segelas anggur mahalnya. Tampaknya Dallas sedang menunggu pertunjukan bagus.


Chezy akhirnya tersenyum pada antek-antek Sonya yang kesombongannya setinggi langit. "Lagu apa yang ingin kalian dengar?" tanyanya malah memberikan kesempatan untuk mereka memilih.


Bahkan Dallas tak bisa tidak meliriknya. Mungkin dia juga tidak menyangka jika Chezy akan menggali lubang lebih dalam.


Salah satu dari wanita bangsawan akhirnya memikirkan lagu yang harusnya sulit untuk dimainkan.


"Jika Nyonya Muda Alston mampu, tolong mainkan musik piano dari lagu Beethoven, Fur Elise."


"Hanya itu? Versi mudah atau sulit?" Chezy menaikkan sebelah alisnya. Dia pikir mereka akan memintanya memainkan musik terkenal dunia lainnya yang lebih sulit.


Wanita yang baru saja menyarankan itu menggertakkan giginya. "Jika bisa, tolong versi sulit."


"Okay, tidak masalah."


Chezy melepaskan tangannya dari lengan Dallas dan naik ke atas panggung. Dia sempat berpapasan dengan Sonya. Chezy tersenyum padanya.

__ADS_1


Sonya tidak merasa akan kalah kali ini. Lagi yang dia mainkan lebih sulit dibandingkan lagu yang akan dimainkan oleh Chezy.


Dallas sendiri penasaran. Apakah wanita itu mampu memainkannya?


__ADS_2