
Memasuki musim semi, Edrick dan Marissa resmi bertunangan. Diana dan Alex sering terlihat bersama akhir-akhir ini dan mengira jika keduanya sedang jatuh cinta.
Bahkan saat beberapa laki-laki ingin berpacaran dengan Diana, Alex akan mengusir mereka dan menberikan tatapan tajam pada lawannya. Hal ini membuat orang-orang di kampus mempercayai rumor jika Diana dan Alex sudah menjadi pasangan kekasih.
Diana mendengar semua gosip itu dan segera mencari Alex di perpustakaan. "Alex, apakah kamu menyukaiku?" tanyanya.
Alex yang sedang membaca buku tentang pemeliharaan bunga hias pun tertegun. Dia terkejut melihat Diana datang padanya untuk menanyakan ini. Untuk sementara waktu, dia ragu.
"Kamu menyukaiku?" tanya gadis itu lagi.
"Ya, ini sudah lama. Tapi kamu tidak perlu merasa terbebani. Aku menyukaimu namun tidak berharap kamu akan membalasnya." Alex tersenyum seperti biasanya. Dia sangat ramah dan tenang.
Sikapnya seperti Kallen saat masih muda dulu. Alex tahu jika dulu ayahnya menyukai ibunya Diana namun cintanya bertepuk sebelah tangan. Ayahnya mencintai Chezy diam-diam dan pergi ke Negara J untuk menenangkan diri.
Mungkin apa yang dilakukan Alex saat ini seperti Kallen di masa lalu.
"Lalu kenapa kamu mengusir semua laki-laki yang ingin menjadi pacarku?"
"Karena mereka tidak layak untuk gadis yang baik dan cantik sepertimu. Kamu berhak mendapatkan yang terbaik. Ayah dan ibumu pasti berpikir demikian." Alex menjawab dan menutup bukunya.
"Lalu ... Lalu menurutmu, siapa yang terbaik?" Diana menatap Alex, mengigit bibir bawahnya karena ragu.
"Siapapun itu, yang jelas pasti bukan aku," jawab Alex santai.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak baik untukku? Apakah kamu merendahkan dirimu sendiri?"
"Diana, jika kamu bersamaku, kamu mungkin akan bosan. Aku menjaga toko bunga yang diwariskan ayahku. Dan setiap hari aku hanya berada di toko untuk mengurus bunga. Kamu penuh energi dan masa depan yang cerah. Sangat disayangkan jika berada di sisiku seperti bunga segar yang tinggal di lingkungan berdebu."
Alex bukan orang picik. Dia selalu menstabilkan pikiran dan emosinya. Diana sangat cantik dan keluarganya luar biasa. Jika bersamanya, bukankah itu menyia-nyiakan masa depannya?
Tapi Diana terlihat tidak puas. "Kenapa kamu berpikir seperti itu? Aku jelas sangat menyukai bunga-bunga yang kamu pelihara. Aku sering datang ke tokomu untuk berbincang denganmu. Tidakkah kamu memperhatikan jika aku sangat menyukaimu? Aku sama sekali tidak merasa tinggal di toko bunga sangat membosankan. Aku merasa lebih segar saat melihat bunga-bunga di tokomu!"
"Diana—" Alex tercengang karena pengakuannya.
Tanpa diduga, Diana meraih kerah kemeja laki-laki itu dan mencium bibirnya. Adegan itu sangat ambigu dan sangat jarang bagi gadis-gadis untuk mengambil inisiatif.
Alex terlihat malu setelah dicium olehnya.
Melihat mata malu-malu gadis itu, serigala di hati Alex seperti terbangun.
"Oke, mari pacaran," jawabnya.
Dia tidak lagi ragu dan meraih kepala belakang Diana lalu menekan bibirnya lagi. Keduanya berciuman untuk kedua kalinya.
Untungnya tidak ada orang lain di perpustakaan saat ini sehingga apa yang keduanya lakukan menjadi rahasia.
Tapi perpustakaan menjadi saksi jika keduanya mulai berpacaran hari itu ....
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di pangkalan militer, Egan dengan seragam militernya terlihat tampan dan menguarkan aura pemimpin yang kuat. Dia telah menjadi kapten saat ini. Dan dalam beberapa tahun ke depan, dia mungkin bisa menjadi mayor karena kejeniusan dan kepintarannya dalam strategi militer.
Egan baru saja selesai melatih pasukan di bawah komandonya. Tapi salah satu dari anak buahnya pingsan.
"Lapor Kapten! Pemimpin regu jatuh pingsan!" Salah satu tentara melapor.
Egan yang hendak kembali ke tempatnya mengerutkan kening. Dia menghampiri seorang gadis berambut sebahu pingsan. Wajahnya pucat dan sepertinya kelelahan sejak lama.
Egan segera membopongnya ke unit perawatan untuk pengecekan lebih lanjut.
Gadis itu bernama Jennifer Wiz, anak perancang senjata api militer—Miley Wiz. Usianya dengan Diana tidak beda jauh. Tapi sejak kecil, Jennifer telah dilatih oleh Miley tentang ilmu ketentaraan dan akhirnya menjadi tentara untuk membela negara.
Egan dan Jennifer berkenalan sejak kecil karena persahabatan orang tua dan menjadi akrab diam-diam. Setahun yang lalu, Egan tak sengaja merenggut mahkotanya tapi gadis itu tidak keberatan. Meski begitu, Egan tidak ingin menjadi pria yang melalaikan tanggung jawab dan akan bertanggung jawab untuknya.
"Apakah dia baik-baik saja?" tanyanya pada dokter militer yang memeriksa Jennifer.
"Dia dehidrasi dan perutnya kosong. Kemungkinan dia belum maka sejak pagi tadi," jawab dokter militer.
"Belum makan?" Egan sepertinya ingat jika Jennifer tidak pernah lalai di pangkalan. "Kalau begitu terima kasih. Aku akan mengurus sisanya."
Dokter militer itu adalah seorang wanita dan tampak berdecap untuknya. "Kapten Egan memiliki bunga yang mekar di kepalanya," godanya sebelum meninggal tempat itu.
__ADS_1
Egan tidak marah atau menyangkalnya.