
Dallas menghela napas. Dia sudah bicara dengan ibunya tentang masalah ini dan ibunya tidak akan keberatan lagi. Nyonya Alston hanya ingin Dallas hidup bahagia dengan caranya sendiri, selama tidak tersesat terlalu jauh.
Sekarang Dallas adalah satu-satunya putra utama dalam keluarga. Beberapa sepupu memiliki kehidupannya tersendiri dan tidak akan berani bersaing untuk posisi pewaris.
Sesampainya di rumah tua keluarga Alston, Dallas dan Chezy menyapa orang rumah. Kakek Alston juga ada di rumah dan sedang bersantai sambil membaca koran. Ketika melihat Chezy datang, dia jelas senang.
“Kakek, apakah ayah dan ibu ada di rumah?” tanya Dallas.
Kakek Alston menyipitkan mata. Melihat ekspresi tidak sabar Dallas, dia sepertinya sudah menebak jika kehamilan Chezy sudah sampai ke telinga cucunya.
“Keduanya ada di ruang keluarga dan mungkin menonton TV,” jawab pria tua itu malas.
Tak lama setelah itu, Nyonya Alston dan Tuan Alston datang setelah mendapatkan laporan dari pelayan.
“Ada apa mencari kami? Apakah ada masalah dengan perusahaan atau keluarga lain membuat keributan?” Nyonya Alston mengerutkan kening. Dia akhirnya melihat seorang wanita berpakaian modis yang ada di samping putranya. Wajahnya menjadi pucat.
Bukankah putranya bersama dengan anak keluarga Edelmar?
Bagaimana bisa menggandeng wanita kaya lainnya?
Bahkan membawanya ke rumah. Apakah putranya ini bingung?
“Dallas! Siapa wanita itu? Bukankah kamu masih bersama Chezy?” tanyanya sedikit marah.
__ADS_1
Keluarga Edelmar tidak bisa disinggung begitu saja. Tapi Dallas ….
Dallas mengabaikan pertanyaan ibunya dan bertanya balik. “Bu, apa saja yang tidak boleh dimakan dan boleh dimakan oleh wanita hamil?”
“Apa?!” Nyonya Alston bahkan tak bisa berpikir untuk sementara waktu. Berpikir jika putranya menghamili wanita lain, dia bahkan lebih marah.
“Kamu menghamili wanita di sampingmu dan memintamu untuk bertanggung jawab? Lalu apakah Chezy tahu? Ibu sudah merestuimu dengan Chezy tapi bukan dengan wanita lain begitu saja? Apa lagi yang kurang?” teriaknya.
Dallas mengerutkan kening. Dia akhirnya menyadari jika ibunya tidak mengenali Chezy yang berdandan lebih cantik daripada hari-hari biasanya. Mungkin riasan Chezy sedikit berubah daripada saat pergi ke jamuan makan malam keluarga bangsawan sebelumnya.
Kakek Alston bahkan ingin menampar mulutnya sendiri. Menantunya ini bahkan tidak memiliki mata yang jelas dibandingkan dirinya yang sudah tua.
Akhirnya Dallas menghela napas dan merangkul Chezy. “Bu, apakah kamu salah paham akan sesuatu? Ini jelas Chezy, istriku. Bagaimana bisa menjadi wanita lain?”
“Hah? Chezy?” Nyonya Alston kembali bingung saat ini dan memperhatikan wanita itu lebih dekat.
“…” Suara ini memang milik Chezy, batin Nyonya Alston. Dia akhirnya sadar jika wanita cantik berpakaian modis di depannya adalah menantunya yang pernah dia anggap miskin dan tidak berpendidikan.
Ternyata, setelah kembali dengan identitas nona tertua keluarga Edelmar, Chezy menampilkan sosok aslinya yang anggun dan penuh cahaya. Nyonya Alston malu untuk sementara waktu. Memikirkan apa yang telah dia lakukan di masa lalu, ada sedikit penyesalan.
Nyonya Alston menghela napas. “Aku telah menganiayamu selama beberapa bulan terakhir. Aku yang tidak memiliki mata dan pikiran yang baik. Aku harap kamu mau memaafkan kesalahan bodohku sebelumnya,” katanya sedikit gemetar.
“Tidak apa-apa. Semuanya sudah berakhir. Aku hanya sedang menjalankan tugas organisasi. Seberapa buruknya pihak lain, aku harus mentolerirnya dan berpura-pura tidak mendengar.”
__ADS_1
Sikap Chezy yang baik dan sama sekali tidak mengambil hati buruknya di masa lalu, Nyonya Alston menghela napas. Lalu dia ingat apa yang baru saja ditanyakan putranya. Dia menatap Chezy dan menebak sesuatu.
“Apakah kamu hamil?”
“Ya, baru lebih dari satu bulan.”
Nyonya Alston menjadi lebih khawatir dibandingkan putranya. “Lalu apakah ada gejala lain? Pusing, mual atau lain sebagainya?”
Chezy menggelengkan kepala. Dia sama sekali tidak memiliki perasaan itu. Mungkin ini sedikit lebih baik?
“Ayo, jangan hanya berdiri. Duduklah dan bicara perlahan. Kamu sedang hamil sekarang dan banyak yang harus diperhatikan nanti.” Nyonya Alston mengabaikan Dallas dan membawa Chezy ke ruang keluarga untuk mengobrol sebagai menantu dan ibu mertua.
“…” Dallas dan Tuan Alston yang tidak dianggap hanya saling melirik dan akhirnya cemberut.
Dallas mengabaikan ayahnya dan menatap Kakek Alston. “Apakah Kakek sudah tahu tentang kehamilan Chezy?”
“Humph! Tentu saja aku sudah tahu sejak Chesa datang ke rumah sakit untuk menjenguk Chezy dan membawanya kembali ke Negara K hari itu.” Kakek Alston sedikit sombong.
Chesa adalah nama ibu Chezy. Kakek Alston sudah akrab dengannya.
Dallas sedikit tertekan. “Lalu kenapa Kakek tidak langsung memberitahuku sebelumnya?”
“Kenapa begitu terburu-buru? Apakah kamu mau pergi menyusulnya ke Negara K dengan tubuh lemahmu saat itu?” cibir pria tua itu berhasil membungkam putra dan cucunya.
__ADS_1
Dallas dan Tuan Alston menatap Kakek Alston dengan sedikit kebencian di hatinya. Lalu pergi untuk bicara sebagai ayah dan anak.
“…” Kakek Alston yang ditinggal sendiri hanya menggerakkan sudut mulutnya. Dasar cucu dan putra! Batinnya.