Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)

Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)
Penyerangan


__ADS_3

Happy reading....


Selepas ba'da magrib, Rika menyiapkan makanan malam, sedangkan Mela pergi ke mushola bersama dengan Adi. Sebab Mela juga mau mengajar ngaji.


Wanita itu terduduk melamun di meja makan, tangannya menopang dagu memikirkan tentang kedatangan kedua orang tuanya tadi siang, yang membuat kekacauan di rumah suaminya.


Entah sampai kapan Rika pun tidak tahu, Mama dan Papanya akan terus meminta dirinya untuk bercerai dengan Adi. Padahal dia sangat mencintai suaminya.


"Apakah aku harus memiliki keturunan dulu bersama dengan mas Adi, barulah mama dan papa akan menerima kami? Tapi aku sangat takut dengan ancaman papa, kalau dia akan melakukan sesuatu hal yang membuat Mas Adi rugi?" gumam Rika dengan nada yang cemas.


Tapi di satu sisi dia juga heran, sebab dirinya sama sekali belum mengandung. Padahal mereka menikah sudah 2 bulan.


"Assalamualaikum," ucap Adi saat masuk ke dalam rumah, tapi tidak ada sahutan sama sekali.


Dia heran ke mana istrinya? Kemudian pria itu berjalan ke arah kamar, dan ternyata Rika tidak ada di sana. Lalu Adi berjalan ke arah dapur dan melihat sang istri tengah melamun di meja makan.


Melihat itu Adi pun tersenyum, kemudian dia berjalan mendekat ke arah Rika lalu mendekapnya dari belakang.


"Astaghfirullahaladzim!" kaget Rika saat menoleh ke samping ternyata itu adalah sang suami.


"Ya Allah Mas! Kamu ngagetin aku aja deh."

__ADS_1


Adi tersenyum saat melihat keterkejutan di wajah sang istri, kemudian dia mengecup pipi Rika dengan lembut.


"Makanya jangan suka melamun sendirian. Kalau kamu di rumah ngelamun, entar kalau ada apa-apa gimana?" ujar Adi sambil melepaskan pelukannya, kemudian dia duduk di samping Rika dan menggenggam tangannya.


Adi dapat melihat raut kecemasan dan juga ketakutan di wajah sang istri, dan dia juga sangat yakin jika itu tidak jauh dari kedatangan orang tuanya tadi siang.


"Ada apa, sayang? Kenapa kamu terlihat khawatir begitu? Kamu kepikiran dengan kedatangan mama dan papamu tadi siang? Jangan terlalu dipikirkan! Aku yakin kok, papa kamu tidak akan melakukan apapun sama kita. Tidak ada orang tua yang tega melakukan kejahatan kepada anaknya, dan tidak ada orang tua yang ingin menyakiti putrinya. Apalagi kamu ini kan adalah Putri pertama dan juga terakhir? Mana mungkin orang tuamu tega membuatmu menderita?" Adi mencoba menenangkan sang istri.


Rika tersenyum dan dia menganggukkan kepalanya. Rika tidak ingin membuat suaminya semakin cemas, padahal jauh di dalam lubuk hati Rika dia sudah sangat hafal dengan karakter sang papa.


Dan dia sangat yakin, jika Papanya pasti akan melakukan hal yang menjadi ancaman. Sebab biasanya apa yang dikatakan oleh papa Renal pasti akan diwujudkan, sebab pria itu sedikit keras kepala seperti dirinya.


'Ya, aku juga berharap seperti itu. Semoga Papa tidak membuat hal yang merugikan Mas Adi.' batin Rika


Wanita itu pun mengangguk, kemudian dia mulai mengisi piring dengan nasi dan lauk pauk, lalu menyerahkannya kepada Adi. Kemudian mereka pun makan malam bersama tanpa Mela.


.


.


Pagi hari Adi sudah siap, dia akan ke ladang. Karena hari ini Adi Rencananya akan panen kacang tanah, dan dia akan menjualnya ke pasar.

__ADS_1


"Pagi sekali Mas berangkatnya? Tumben?" tanya Rika.


"Iya nih sayang, soalnya aku mau panen kacang tanah. Lumayan kan buat dijual ke pasar," jawab Adi.


"Ya sudah, tunggu sebentar! Aku bekelin lauk dulu ya buat makan siang kamu." Kemudian Rika beranjak keluar sambil membawa rantang mengisi nasi dan juga lauk pauk untuk suaminya.


Beberapa ibu-ibu yang sedang membeli sarapan pun memperhatikan apa yang Rika lakukan. "Wah! Mbak Rika ini benar-benar istri yang cekatan ya? Mas Adi sangat beruntung memiliki Mbak Rika. Selain cantik, juga pintar dalam mengurus suami!" Puji salah satu ibu-ibu yang sedang membeli sarapan di sana.


"Iya Bu, alhamdulillah. Saya hanya menjalankan tugas saja sebagai seorang istri, karena kan melayani suami itu pahalanya surga," jawab Rika sambil tersenyum manis.


Setelah membuatkan sarapan untuk suaminya, Rika pun masuk ke dalam dan dia memberikannya kepada Adi.


"Maaf ya Mas, aku tidak bisa ikut ke ladang lagi. Soalnya sekarang jualan lumayan ramai, jadi nanti Mela keteteran kalau aku tidak temani," ujar Rika sambil mencium tangan sang suami.


"Tidak apa-apa sayang, kalau gitu Mas berangkat dulu ya." Adi mengecup kening, pipi, hidung dan terakhir bibir milik Rika membuat wanita itu tersipu malu.


Setelahnya Adi pun berangkat ke ladang, dia juga menyapa ibu-ibu yang sedang membeli sarapan depan rumahnya.


Setelah menempuh perjalanan 30 menit, pria itu pun sampai di tempat tujuan. Dia langsung memarkirkan sepedanya di bawah pohon pisang, lalu berjalan ke arah Saung yang ada di tengah sawah.


Seketika tatapannya mengarah kepada padi dan juga sayur-mayur yang ditanamnya.

__ADS_1


"Astaghfirullahaladzim! Kenapa jadi begini?!" gumam Adi dengan wajah yang kaget.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2