Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)

Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)
Siapa Pelakunya?


__ADS_3

Happy reading....


Adi sangat kaget saat melihat sawah serta kebunnya mati seperti disiram oleh cairan yang keras.


Pria itu pun menjadi panik dan juga cemas, kemudian dia mengelilingi sawahnya dan seketika lutut Adi terasa lemas.


"Siapa yang melakukan ini? Siapa yang tega membuat semua tanaman dan juga sayuranku menjadi mati?" gumam Adi yang frustasi.


Kemudian dia teringat dengan ancaman mertuanya semalam. "Apa ini ulah Papa Renal? Tapi kenapa dia sampai setega itu? Jika benar, berarti ancamannya tidak main-main?" gumam Adi sambil menatap ke arah tanamannya yang mati.


Dia pun mengelilinginya siapa tahu ada yang masih bisa untuk diselamatkan, dan ternyata masih ada kacang tanah, sebab tanaman itu buahnya tertanam di bawah tanah jadi masih bisa untuk diselamatkan.


Tapi yang Adi sayang kan adalah padi, sebab seharusnya satu bulan lagi dia akan panen. Tapi sepertinya usaha Adi harus terhambat dan dia harus membuang semua padinya.


.


.


Di sisi lain, seorang pria tengah menerima telepon di balkon kamar.


"Jadi kau sudah membuat semua tanamannya mati?" tanya pria yang masih menggunakan jubah mandi.


"Sudah Tuan," jawab seseorang di seberang telepon.


"Bagus. Terus pantau dan juga kasih kabar kepadaku! Aku ingin dia semakin menderita. Kalau bisa kau rusak juga sepedanya!" titah pria itu pada seseorang di seberang telepon.

__ADS_1


Setelahnya telepon pun terputus.


Pria tersebut tersenyum menyeringai memikirkan kekhawatiran dan juga kepanikan Adi. Dia sangat yakin jika pria itu saat ini tengah uring-uringan karena semua tanamannya mati.


"Lihat saja! Aku akan membuat hidupmu menderita pria miskin dan kampungan!" gumam pria itu dengan tawa jahatnya.


.


.


Tepat jam 10.00 pagi Adi kembali ke rumah dengan wajah yang lesu, dan Mela serta Rika baru saja selesai membereskan dagangannya merasa heran.


Mela memberikan kode kepada kakak iparnya dengan satu alis yang terangkat menatap ke arah Adi, dan Rika yang mengerti kode itu pun hanya mengangkat kedua bahunya saja karena dia pun tidak tahu.


Wanita itu pun mengangguk.


Lalu Rika pun masuk ke dalam rumah dan dia melihat Adi tengah terduduk lemas di meja makan. Wanita itu pun mengambilkan air putih lalu memberinya kepada Adi.


"Minum dulu Mas," ucap lembut Rika.


Dia dapat melihat masalah yang begitu besar dalam diri Adi, sebab Rika tidak pernah melihat Adi seprustasi itu.


"Terima kasih sayang," jawab Adi, kemudian menegak air putih tersebut hingga tandas.


Lalu Rika menggenggam tangannya dan mengusapnya dengan lembut, membuat Adi menatap ke arah dirinya. Begitupun dengan Rika, dia melihat ke arah suaminya dengan tatapan yang begitu lekat, mencari tahu apa yang menjadi masalah yang dirasakan suaminya saat ini.

__ADS_1


"Bicaralah Mas! Apa yang membuatmu sedih seperti ini. Aku ini teman hidupmu, berbagi senang dan juga susah. Jadi apapun yang terjadi dalam hidup kita, maka kita harus membaginya bukan begitu?" ujar Rika menatap penuh cinta ke arah Adi.


Terlihat pria itu menghela nafasnya dengan kasar, kemudian dia menatap ke arah sang istri. Adi ingin mengatakan tapi dia merasa ragu.


Adi takut jika nanti Rika akan berpikir jika itu ulah dari Papanya. Padahal belum tentu itu adalah ulah dari papa Renal, dan Adi tidak ingin membuat wanita itu semakin marah kepada sang papa.


"Ada apa, Mas? Bicaralah! Jangan menutupi apapun dariku!" pinta Rika dengan tatapan memohon.


"Tidak ada apa-apa, sayang. Hanya ada masalah di ladang saja," jawab Adi sambil tersenyum manis.


Namun Rika tidak bisa dibohongi, tatapan suaminya mengatakan jika telah terjadi sesuatu yang besar.


"Aku tahu kok, telah terjadi sesuatu kan? Kenapa kamu enggan untuk membicarakannya denganku? Ayolah Mas! Kita ini suami istri, masa kamu menyembunyikan hal seperti itu dariku?" Rika mencoba untuk membuat Adi jujur, karena mereka itu suami istri. Jadi tidak ada yang ditutupi satu sama lain.


Adi menatap ke arah istrinya. Dia melihat Rika benar-benar ingin tahu, kemudian pria itu pun mengusap wajahnya dengan kasar, membuat Rika semakin yakin jika telah terjadi sesuatu yang mengguncang perasaan pria tersebut.


"Sebenarnya telah terjadi sesuatu di ladang. Saat aku tadi sampai di sana, tiba-tiba saja semua tanaman mati. Dari mulai padi dan juga sayur mayur, yang tersisa hanyalah kacang tanah, sebab buahnya tertanam di tanah. Jadi dia tidak terkena racun tersebut," ujar Adi dengan nada yang lesu.


"Apa! Mati! Kok bisa sih Mas? Siapa yang melakukan itu?" tanya Rika dengan wajah yang sangat kaget.


Adi menggelengkan kepalanya dengan lemah. "Entahlah sayang. Mas pun tidak tahu siapa pelakunya, tapi ..." Adi menggantungkan ucapannya.


"Tapi apa, Mas?" tanya Rika yang seakan tidak sabar mendengar kelanjutan dari suaminya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2