
Happy reading.....
Malam ini sesuai dengan yang direncanakan Adi, jika resepsi pernikahan antara Mela dan juga Revan akan diadakan di sebuah hotel yang mewah, yang tak lain adalah hotel milik Adi.
Penjagaan juga lumayan ketat di sana, karena Adi memang memerintahkan beberapa anak buahnya untuk berjaga sebab ia tidak ingin ada hal buruk terjadi.
Acara itu berlangsung dengan sangat meriah dan juga lancar, tentu saja menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Adi. Apalagi saat melihat adiknya tengah tersenyum di atas pelaminan.
"Lihatlah sayang! Mela begitu sangat cantik ya. Aku sampai iri, coba dulu pernikahan kita seperti itu, pasti akan menjadi sebuah kenangan yang indah," ucap Rika dengan nada sendu.
Adi yang mendengar hal itu pun tercubit sakit, di mana pernikahan mereka hanya mengadakan ijab qobul sederhana tanpa mengadakan resepsi yang mewah.
"Maafkan aku ya, ini semua gara-gara aku. Jika saja aku mengungkapkan identitasku, mungkin kamu akan merasakan bagaimana rasanya menjadi pengantin di atas pelaminan. Tapi kamu tidak usah khawatir, karena aku akan memberikan kejutan untukmu."
"Kejutan apa, Mas?" tanya Rika dengan penasaran.
"Bukan kejutan jika diungkapkan dari awal, kamu hanya perlu bersabar saja, nanti saat kejutannya tiba, kamu akan tahu sendiri sayang," ucap Adi sambil mengecup tangan Rika.
Wanita itu menekuk wajahnya, membuat Adi seketika terkekeh. Lalu satu tangan pria itu mengusap perut Rika yang membuncit.
Kemudian ada tamu yang datang, yang tak lain adalah sekretaris Adi yaitu Angel. Dia berjalan dengan langkah gemulai, bahkan gaunnya begitu sangat ketat ngepres di body.
"Selamat malam Pak Adi," sapa Angel.
Rika menatap sekilas dengan alis terangkat sambil menatap ke arah Angel.
"Malam Terima kasih sudah datang ke pernikahan adik saya," jawab Adi tanpa tersenyum sedikitpun ke arah Angel.
"Sama-sama Pak," jawab Angel dengan sedikit nada yang manja.
Rika yang mendengar nada bicara dari wanita itu pun merasa jijik. Dimana dia merasa jika Angel mempunyai perasaan kepada suaminya, dan hal itu tentu saja tidak akan dibiarkan oleh Rika.
Kemudian dia merangkul lengan Adi dengan manja di hadapan Angel, membuat wanita itu menatapnya dengan kesal, karena Angel belum tahu siapa Rika.
__ADS_1
"Sayang, wanita itu siapa?" Tanya Rika sambil menatap ke arah Angel, namun kepalanya bersender di pundak kekar Adi.
"Oh ... ini Angel sekertaris aku. Angel kenalin, Ini Rika, dia istri saya." Adi memperkenalkan dua wanita tersebut.
"Oh, sekretaris. Halo, nama saya Rika, saya istrinya Mas Adi." Rika beranjak dari duduknya kemudian mengulurkan tangan ke arah Angel.
Angel tersenyum canggung kemudian dia menjawab uluran tangan Rika. "Saya Angel." Kemudian tatapan wanita itu mengarah kepada perut Rika yang sedang membuncit.
'Apakah wanita itu sedang hamil?' tanya Angel memberanikan diri.
Mendengar itu Rika mengangguk kecil sambil mengusap perutnya. "Iya, sebentar lagi kami akan mempunyai anak," jawab Rika.
"Saya turut senang, kalau begitu saya ke sana dulu ya Bu, Pah." Angel pergi dari sana setelah berpamitan kepada Adi dan Rika.
Kemudian dia mengambil air dan duduk di salah satu kursi sambil menatap lekat ke arah pasangan suami istri itu. Namun mengetahui jika Rika hamil, tentu saja tidak membuat Angel gentar untuk mendekati Adi.
'Wanita itu tidak terlalu cantik, masih cantik kan juga diriku. Dan aku sangat yakin, pak Adi pasti akan bertekuk lutut di hadapanku dan dia pasti akan meninggalkan wanita itu demi aku.' batin Angel sambil tersenyum menyeringai.
.
.
Wanita itu sedang membersihkan dirinya di kamar mandi, sementara Revan sedang membuka baju untuk bergantian membersihkan diri.
Tak lama pintu kamar mandi pun terbuka, nampaklah Mela keluar dengan jubah handuk yang masih menempel di tubuhnya dengan rambut yang digulung kain handuk.
Dia berjalan ke arah cermin untuk melaksanakan ritual malamnya, yaitu memakai Skin Care. Dan tiba-tiba saja sebuah tangan melingkar di perut Mela, membuat wanita itu tersentak kaget.
"Mas, ngagetin aja sih. Udah sana mandi! Ini udah malam, pasti kamu gerah kan," ucap Mela sambil tersenyum malu.
Bohong jika saat ini dia merasa tidak deg-degan, karena jantungnya sedang berdebar dengan keras memikirkan aksi panas yang akan dilakukan oleh dia dan juga Revan.
"Baiklah aku akan mandi, setelah itu kita akan berolahraga," goda Revan sambil mengedipkan matanya.
__ADS_1
Mela hanya menunduk saja, dia tidak kuasa untuk menatap kedua manik milik suaminya. Lalu Revan melepaskan pelukan itu, namun sebelum itu dia mencium pipi Mela, membuat wanita tersebut membulatkan matanya.
"Setelah pipi, akan ada yang lainnya," goda Revan kembali, kemudian dia langsung masuk ke dalam kamar mandi diikuti oleh tatapan tajam dan juga pipi yang merona malu dari sang istri.
Setelah memastikan Revan masuk ke dalam kamar mandi, Mela terduduk di kursi sambil memegangi dadanya yang saat ini tengah berdebar, karena untuk pertama kalinya seorang pria mencium pipinya.
"Astaga! Pipiku sudah tidak suci lagi. Lama-lama bukan hanya pipiku, tapi ..." Mela menggantungkan ucapannya sambil menggigit bibir bawah.
Kemudian dia menggelengkan kepalanya saat memikirkan hal-hal yang akan terjadi pada suami istri.
"Astaga Mela! Otakmu ini perlu direndam sama Rinso. Aduh, kenapa aku jadi deg-degan ya? Padahal ini seharusnya menjadi hal biasa bagi suami istri, tapi ini kan yang pertama bagiku. Aduh, gimana dong? Kok aku jadi malu ya," gerutu Mella sambil menutup kedua wajahnya dengan telapak tangan.
15 menit sudah Revan keluar dari kamar mandi, kemudian dia berjalan ke arah ranjang di mana saat ini Mela sedang duduk sambil memakai selimut.
'Aduh! Aku deg-degan banget, apa aku harus buka selimutnya tapi aku malu.' batin Mela sambil meremas sprei.
"Sayang aku--"
"Aku udah siap kok, kalau kamu meminta hak kamu malam ini." Mela memotong ucapan Revan, kemudian dia membuka selimut itu, membuat Revan seketika menatapnya dengan mata membulat.
Bagaimana tidak? Saat ini Mela tengah mengenakan lengrie berwarna merah menyala, sangat kontras dengan kulit putihnya. Dan Revan tentu saja pria yang sangat normal, melihat itu dia menatap dengan liar ke arah istrinya.
"Kamu benar-benar sudah siap my wife?" tanya Revan dengan suara berat, sambil mengedipkan matanya.
"Bukankah siap gak siap, semua pasti akan terjadi? Aku mungkin tidak sepandai wanita-wanita pada umumnya untuk melayani kamu, karena ini yang pertama bagiku, jadi--"
Ucapan Mela terhenti saat tiba-tiba saja Revan mendekat dan menempelkan jari telunjuk di bibir wanita tersebut.
"Ini juga yang pertama untukku sayang, jadi jika aku tidak terlalu bisa memuaskanmu, harus dimaklumi ya!" goda Revan.
Pipi Mela semakin bersemu merah saat mendengar kata-kata dari Revan.
Wajah mereka semakin mendekat, Mela yang melihat itu pun memejamkan matanya. Dia sudah pasrah jika Revan akan melakukannya malam ini, sebab wanita itu akan menyerahkan segalanya kepada pria yang sekarang bergelar menjadi suaminya.
__ADS_1
Namun saat mereka baru saja melakukan pemanasan bibir beberapa detik, tiba-tiba lampu di kamar itu pun padam. Kemudian kaca dari kamar hotel mereka pecah, membuat Mela seketika histeris dan langsung memeluk tubuh Revan.
BERSAMBUNG.....