Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)

Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)
HAMIL


__ADS_3

Happy reading....


Keadaan Rika masih sama, dan pagi ini dia berencana untuk pergi ke mantri berobat. Dan setelah sampai di sana, Mantri bahkan menanyakan kapan terakhir kali Rika datang bulan.


Wanita itu mengingat dan ternyata dia sudah telat datang bulan. "Harusnya dua minggu yang lalu," jawab Rika.


"Kalau gitu bisa dipastikan jika ibu sedang hamil. Nanti bisa cek ke bidan saja ya," ucap Mantri tersebut, karena dia seorang laki-laki dan tidak berani memeriksa wanita hamil.


Rika mengangguk, dan setelah keluar dari ruangan Mantri itu. Adi langsung memeluk istrinya, dia begitu amat sangat bahagia saat mendengar jika wanita itu tengah mengandung benihnya.


"Sayang, terima kasih ya. Akhirnya impian kita terwujud, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua," ucap Adi.


"Iya Mas, alhamdulillah aku juga senang. Kalau gitu kita pulang yuk! Kita harus sampaikan kabar bahagia ini kepada Mela."


Adi menganggukkan kepalanya, kemudian mereka mulai menaiki sepeda dia pun membawanya dengan perlahan, karena takut terjadi apa-apa dengan istri dan juga calon anak mereka.


Saat sampai di rumah, wajah Adi terlihat berbinar bahagia dan itu membuat Mela merasa heran saat melayani pembeli.


"Kenapa Mas? Wajah kamu kok berbinar kayak gitu? Kayak habis dapet undian aja," ledek Mela sambil membungkus nasi uduk pesanan dari pembelinya.

__ADS_1


"Gimana Mas nggak seneng Dek, sebentar lagi kamu akan menjadi tante," ujar Adi dengan gembira.


Mela yang sedang membungkus makanan seketika menghentikan gerakannya, kemudian dia menatap ke arah Rika yang saat ini mengangguk sambil tersenyum.


"Mbak Rika sedang hamil!" seru Mela dengan bahagia.


Rika dan Adi menganggukkan kepalanya bersamaan, dan melihat itu seketika Mela langsung memeluk tubuh Rika. Dia begitu senang karena mendengar kabar bahagia tersebut, sebab rumahnya akan terasa ramai oleh tangisan bayi.


"Yey! Akhirnya sebentar lagi aku jadi Aunty!" seru Mella.


"Ya sudah, sekarang kamu masuk ya sayang. Kamu kan lagi hamil, jadi nggak boleh capek-capek," ujar Adi dan dibalas anggukan oleh Rika.


Hari ini Adi tidak ke ladang, karena dia ingin mengurus Rita sampai keadaan wanita itu lebih baik. Sebab melihat dari wajahnya masih pucat, dan dia takut jika nanti terjadi apa-apa dengan istrinya.


"Tapi Mas, kalau kamu tidak ke ladang, nanti ladangnya siapa yang ngurus?" tanya Rika saat mereka duduk di ruang tv, sementara Adi mengupas buah dan menyuapi istrinya.


"Kan ada Pak Joko, aku sudah menyuruhnya untuk bekerja," jawab Adi.


Dahi Rika mengkerut heran saat mendengar jawaban dari pria itu. Dia baru saja mendapatkan musibah dan mengakibatkan kerugian yang amat sangat besar, tapi Rika merasa heran dari mana pria itu bisa membayar seorang buruh.

__ADS_1


Sementara Adi terkekeh saat melihat wajah bingung sang istri, karena baginya terlihat begitu lucu. "Kamu kenapa melihat aku seperti itu?"


"Aku bingung aja Mas, kamu kan baru saja mendapatkan kerugian yang besar, tapi kenapa kamu bisa bayar buruh? Sudah pastikan bayarannya mahal Mas. Lagi pula harus modal lagi kan untuk padi dan juga tanaman yang lain?" tanya Rika dengan wajah bertanya-tanya.


Adi yang mendengar itu pun mengusap kepala istrinya, kemudian dia pun menjawab, "Mas masih ada simpanan, jadi tidak usah khawatir. Kan selama ini Mas bekerja, jadi tidak mungkin tidak mempunyai tabungan bukan?"


Mendengar itu Rika menganggukkan kepalanya dengan setuju..Apa yang dikatakan Adi memang benar, tidak mungkin jika pria itu tidak mempunyai tabungan dari hasil kerjanya.


Akhirnya tidak ada pertanyaan lagi dari Rika untuk Adi,bsampai wanita itu pun tertidur pulas di atas karpet, membuat Adi seketika mengusap lembut kepala sang istri.


'Jika Mas mengatakan dari mana uang itu, kamu pasti tidak akan percaya sayang. Kamu tenang saja! Mas akan membiayai hidup kamu dan juga anak kita, dan Mas tidak akan pernah membiarkan kalian menderita. Walaupun kita hidup sederhana, tapi mas akan selalu melimpahkan kebahagiaan kepada kalian.' batin Adi


Kemudian dia pamit kepada Mela dan menitipkan Rika, karena Adi harus bertemu seseorang untuk membicarakan sesuatu.


"Emangnya Mas Adi mau ke mana?" tanya Mela sambil membereskan dagangannya.


"Mau bertemu dengan teman, untuk membicarakan kerjaan. Kamu bisa kan jaga mbakmu dulu?"


"Iya. Iya. Udah sana gih! Biar aku yang jaga Mbak Rika."

__ADS_1


Adi mengangguk, kemudian dia keluar dari rumah untuk bertemu dengan seseorang. Dia mengendarai sepedanya hingga akhirnya Adi sampai di sebuah gubuk yang ada di tepi jalan, di mana seseorang dengan pakaian hitam sudah menunggu dirinya.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2