Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)

Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)
Mereka Robot


__ADS_3

Happy reading.....


Adi tengah memeriksa berkas yang ia minta pada sekretarisnya, karena sudah lama sekali pria itu tidak masuk ke dalam kantor. Dan tentu saja banyak karyawan yang sangat kaget saat melihat kedatangan pria tersebut.


Biasanya Adi 2 bulan sekali akan ke kota, akan tetapi sudah hampir setahun dia tidak pergi ke kantornya.


"Permisi Tuan, kita ada meeting nanti jam 01.00 siang bersama dengan perusahaan MX Group," ucap Vano saat masuk ke dalam ruangan Adi.


"Kamu atur saja," jawab Adi tanpa melihat ke arah Vano sedikitpun, karena dia tengah fokus pada berkas yang saat ini berada dalam genggamannya.


Saat Vano sudah keluar, tiba-tiba tak lama masuklah seorang wanita berpakaian cantik dan seksi, dia tak lain adalah sekretaris dari Adi.


"Selamat siang Pak," ucap wanita itu dengan nada sedikit manja, kemudian dia membawa berkas untuk meeting nanti siang.


"Taruh aja di atas meja!" jawab Adi dengan datar tanpa melihat ke arah wanita itu.


Wanita itu pun tersenyum, kemudian dia pura-pura menyenggol pulpen yang ada di samping meja dan menjatuhkannya.


"Ya ampun! Maaf Pak, biar saya ambil," ucap wanita tersebut, kemudian dia berjongkok mengambil pulpen itu sehingga kancing yang terbuka menampilkan belahan kacamata kudanya yang montok dan padat.


Adi hanya menatap sekilas, kemudian dia kembali fokus ke berkas yang sedang ditelitinya saat ini. Pria itu sama sekali tak berminat. Sebab bagi Adi, punya Rika lebih montok dan jumbo.


"Apa Anda butuh sesuatu lagi, Pak?" Tanya wanita itu.


Adi menggelengkan kepalanya, kemudian dia mengibaskan tangan menyuruh wanita itu untuk keluar dari ruangannya. Mengerti dengan titah Adi, wanita yang bernama Angel keluar dari ruangan tersebut dengan wajah ditekuk.


Niat hati dia ingin menggoda Adi, tapi pria itu tidak meliriknya sama sekali. 'Kenapa sih Tuan Adi tidak melirik aku? Apa aku kurang cantik dan seksi?' batin Angel.


Saat dia akan membuka pintu ruangan kerja milik Adi, tiba-tiba terhenti oleh ucapan seseorang.


"Jika kau masuk besok untuk bekerja, pakailah baju yang sopan! Kancingkan baju kemejamu serta pakai rok jangan sebatas boko0ngmu! Di sini kantor, bukan klub malam," ucap Adi tanpa menoleh ke arah Angel sedikitpun.


Mendengar itu Angel tersentak kaget, dia pikir Adi suka dengan pakaiannya tapi ternyata tidak.


"Maaf Pak, saya akan berpakaian sesuai dengan apa yang Bapak mau besok. Kalau begitu saya permisi dulu," ujar Angel kemudian dia keluar dari ruangan Adi.


"Sial! Gagal deh aku untuk merayu Pak Adi. Padahal aku berharap dia suka dengan penampilanku." gerutu Angel dengan kesal sambil menghentakkan kakinya.


Sementara Adi hanya menghela nafas saja dengan kasar. Dia cuma tidak ingin ada fitnah di kantor itu, melihat karyawannya memakai pakaian tanpa bahan. Ditambah Adi juga tidak mau jika nanti Rika ke kantornya malah berpikiran yang tidak-tidak, terlebih Angel adalah sekretarisnya.


Tiba-tiba ponsel Adi berdering, dan itu ternyata dari anak buahnya yang tak lain adalah pengawal Rika yang bernama M.


Seketika mata Adi membulat saat mendengar penuturan dari pengawal istrinya, jika saat ini Rika dan Mela tengah pingsan. Pria itu pun segera membereskan berkas dan bergegas keluar dari ruangan dengan perasaan dan raut wajah yang panik.


"Vano, kamu handle meeting dulu ya! Saya harus pulang, kamu urus bersama dengan Angel!" titah Adi.


"Baik Tuan," jawab Vano, kemudian Adi pun masuk ke dalam lift dan ternyata di lift itu ada Angel yang akan turun ke lantai bawah.


Wanita itu tersenyum karena dia bisa satu lift dengan Adi. "Pak, untuk meeting nanti siang kita--"

__ADS_1


"Kamu pergi bersama Vano dulu ya! Saya tidak bisa, sebab saya harus pulang karena saat ini istri saya sedang membutuhkan saya." potong Adi.


Mata Angel membulat kaget saat mendengar jika Adi sudah mempunyai istri. "BaikbPak," jawab Angel dengan lirih.


Dia pikir Adi belum mempunyai istri, tapi ternyata pria itu sudah menikah. Akan tetapi Angel tidak gentar, dia ingin melihat bagaimana istrinya Adi, setelah itu Angel akan memutuskan apakah dia akan terus mengejar pria tersebut atau tidak.


'Tidak peduli maupun Pak Adi sudah menikah atau belum. Yang penting aku harus mendapatkannya! Jarang-jarang kan ada pria setampan dan sekaya dia.' batin Angel.


.


.


Sesampainya Adi di rumah, dia melihat dokter baru saja selesai memeriksa keadaan Mela dan Rika, kebetulan mereka ditidurkan di kamar yang sama.


Melihat suaminya pulang, Rika langsung memeluk tubuh Adi. Dan pria itu hanya mengusap kepalanya saja dengan lembut.


"Ada apa, sayang? Kenapa kamu pingsan? Bersamaan lagi sama Mela?" bingung Adi.


Rika menunjuk ke arah keempat pengawal yang ditunjuk Adi untuk menjaganya dan Mela, membuat pria itu menatapnya dengan heran.


"Kenapa sama mereka?" tanya Adi.


"Mas, tadi mereka itu nyelamatin aku, tapi ... kenapa mereka tidak ada darahnya?" tanya Rika dengan wajah yang masih terlihat sangat syok.


Adi menatap ke arah keempat pengawal yang sedang menundukkan kepalanya, kemudian dia melihat ke arah tangan salah satu pengawal Rika yang terluka, dan benar memang tidak ada darah di sana.


"Iya Mas, mereka itu manusia atau bukan sih? Biasanya kan manusia ada darahnya," Timpal Mela.


"Mereka jelas tidak akan mempunyai darah ataupun mempunyai detak jantung," ujar Adi.


"Hah! Kenapa? Kok bisa?" tanya Mela dan juga Rika bersamaan, membuat Adi terkekeh.


"Tunggu deh Mas! Kemarin itu aku melihat mereka tidak tidur semalaman, dan ngejagain aku. Iiih serem, kayak diliatin sama hantu." adu Mela sambil bergidik ngeri.


Mendengar pengaduan dari adiknya Adi hanya terkekeh saja, kemudian dia pun menjawab, "Jelas mereka tidak akan tidur, mereka juga tidak akan makan minum atau mengeluarkan darah. Sebab mereka bukan manusia, tapi mereka adalah robot."


"Apa! Robot!" kaget Rika dan Mela bersamaan, dan Adi langsung menganggukan kepalanya.


Dia menjelaskan jika Adi mempunyai pabrik untuk membuat manusia robot, jadi 80% di rumahnya bukanlah pelayan asli, akan tetapi robot buatannya dan hanya ada 20% manusia di sana.


Mela dan Rika menganga saat mendengar penuturan pria itu, mereka tidak menyangka jika Adi benar-benar sangat kaya dan juga jenius, bisa membuat manusia robot yang benar-benar mirip. Bahkan saat pengawalnya berkata pun seperti manusia pada dasarnya, sangat lancar.


"Tunggu deh! Mas nggak lagi bercanda kan?" tanya Rika memastikan.


"Apa kamu melihat wajah mas sedang bercanda, sayang?" Rika menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah, karena kalian sekarang sudah tahu, jadi tidak usah takut jika melihat mereka tidak makan, minum ataupun tidak tidur. Sebab mereka dirancang memang khusus untuk menjaga kamu dan juga Mela," jelas Adi.


.

__ADS_1


.


Hari yang ditunggu pun telah tiba, di mana saat ini acara pernikahan Mela dan Revan akan dilakukan. Semua persiapan sudah disiapkan oleh Adi, dari mulai catering dan lain-lain.


Dia juga sudah menyewa Hotel ternama untuk acara resepsi pernikahan adiknya, dan mobil yang sudah ditunggu pun telah tiba, di mana rombongan dari keluarga ibu Tia datang. Sebab tidak ada dari desa yang datang kecuali keluarganya.


Wanita itu sangat terkejut saat melihat rumah mewah dan megah milik Mela dan juga Adi. Ibu Tia pikir, mungkin saja Mela ataupun Adi menyewa rumah itu untuk acara pernikahan. Dan saat mereka masuk ke dalam langsung disambut oleh Rika.


"Selamat datang Bu Tia, Revan. Ayo masuk!" ajak Rika. "Sebentar lagi ijab qobul akan dimulai."


Memang sehari sebelum acara itu, Revan mengajak ibunya untuk nginap di salah satu hotel yang ada di kota, karena jika mereka langsung dari rumah tentu saja akan memakan waktu dan pastinya akan sangat lelah.


"Iya, terima kasih Nak."


Di sana sudah ada Mela yang sedang duduk menunggu Revan. Ada Adi dan beberapa rekan bisnis, terlihat juga banyak pelayan yang mondar-mandir menyiapkan ini dan itu di acara tersebut.


'Mas Adi bisa menyewa rumah semegah ini?' batin Revan bertanya-tanya.


"Halo selamat datang di kediaman kami, terima kasih karena sudah datang ke sini," ucap Adi sambil mengulurkan tangannya ke arah Bu Tia.


"Hah! Kediaman!" kaget Revan dan juga Bu Tia serempak.


"Nanti saja penjelasannya, silakan duduk! Mari kita mulai Ijab kabulnya," ucap Adi dan Revan langsung duduk di samping Mela, di mana dia sangat terpukau dengan kecantikan wanita itu.


Rasanya jantung Revan seakan ingin copot dari tempatnya saat dia menjabat tangan penghulu untuk mengucapkan ijab qobul, ditambah Mela yang saat ini duduk di sampingnya, membuat Revan benar-benar bertambah gugup.


"Mas, kamu pasti bisa," bisik Mela sambil menggenggam tangan Revan.


Pria itu menganggukan kepalanya, kemudian dengan satu kali tarikan nafas Revan sudah bisa mempersunting mela menjadi istrinya.


Saat mereka sedang meminta restu kepada kedua keluarga, kini tibalah Revan dan juga Mela meminta restu kepada Adi dan juga Rika.


"Revan, Mela ini adalah adikku satu-satunya. Dia adalah harta yang paling berharga di dalam hidupku, jadi aku mohon kepadamu, jaga Mela. Jangan sampai kamu menyakitinya! Jika sampai itu terjadi, maka aku tidak akan segan-segan memberikan pelajaran kepadamu! Kamu adalah suaminya, maka tugasmu adalah menjaga, menyayangi dan mencintai Mela," ucap Adi sambil menepuk pundak Revan


"Iya Mas, saya berjanji akan menjaga Mela. Karena saya sangat mencintainya, bahkan saya rela mengorbankan nyawa untuk bersama dengan Mela," jawab Revan.


Adi menganggukkan kepalanya, dan setelah acara meminta Restu mereka pun naik ke atas pelaminan untuk menyambut ucapan selamat dari para tamu undangan yang datang dari kalangan bisnis Adi.


"Sayang, ini benar-benar rumah kamu?" bisik Revan saat mereka sedang duduk di atas kursi.


"Bukan. Ini adalah rumah kedua orang tuaku. Aku juga baru tahu kalau ternyata aku dan Mas Adi itu dari kalangan berada," jawab Mela sambil menatap ke arah foto kedua orang tuanya yang terpajang di dinding.


"Apakah itu orang tuamu?" tanya Revan.


"Iya, mereka adalah orang tuaku. Tapi sayangnya mereka sudah tiada karena menyelamatkanku dalam sebuah kecelakaan," ujar Mela dengan tatapan yang sedih


Revan yang melihat itu pun segera menggenggam tangan sang istri. "Kamu tenang saja ya! Sekarang sudah ada aku yang akan menjagamu! Tentunya aku tidak akan menyakitimu, karena cintaku tulus. Aku tidak peduli mau kamu orang miskin ataupun orang kaya, bagiku kamu tetaplah ratu di hati ini," ujar Revan sambil menunjuk dadanya, membuat Mela seketika tersipu malu namun hatinya berbunga-bunga.


Sementara Adi dari kejauhan hanya tersenyum melihat kebahagiaan sang adiknya. Dia berharap tidak akan ada prahara lagi dalam keluarganya, karena jujur saja Adi merasa takut jika musuh dari papanya masih membuat ulah dan akan mencelakakan keluarganya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2