
Happy reading...
"Begini Mas ... apakah Dimas itu punya kekasih?" tanya Rika dengan tatapan penasaran, karena dia sudah tidak sabar ingin segera mendapat jawaban dari suaminya.
Adi menatap heran ke arah sang istri saat mendengar pertanyaan dari Rika. "Memangnya kenapa, sayang? Kok tiba-tiba kamu nanya kayak gitu?"
"Nggak apa-apa sih, Mas. Cuma aku mau tahu aja, soalnya ..." Rika menggantung ucapannya, dia merasa ragu untuk mengatakan apa yang dilihatnya bersama dengan Mela.
Dan keterdiamannya membuat Adi merasa penasaran.
"Sayang? Ayo dong bicara! Katanya nggak bakal ada yang disembunyiin lagi?"
"Gini lho Mas. Aku tuh mau nanya, apakah Tuan Dimas punya kekasih? Soalnya aku melihat tanda kepemilikan di lehernya. Tidak mungkin kan kalau itu digigit semut atau nyamuk, kecuali nyamuk nakal." kekeh Rika.
Adi hanya membulatkan mulutnya saja saat mendengar pertanyaan dari sang istri. Dia paham pasti Rika merasa penasaran dengan tanda itu.
"Memangnya kenapa sih, kamu sampai penasaran kayak gitu?"
__ADS_1
"Ya tidak apa-apa sih, Mas. Cuma ya ... kita kan harus melindungi Mela, terutama perasaannya. Kalau memang Tuan Dimas mempunyai kekasih wasiat itu bisa dibatalkan bukan? Tidak mungkin kita menikahkan Mela dengan seorang pria yang sudah memiliki kekasih," jelas Rika.
Kemudian Rika menjelaskan asumsinya kepada Adi, di mana Rika juga sangat takut jika nanti Dimas mempunyai kekasih. Dan malah menghianati Mela dan menyakiti wanita itu. Ditambah pernikahan mereka juga tanpa Cinta, dan karena sebuah keterpaksaan.
Terdengar helaan nafas yang begitu berat dari Adi. Sejujurnya dia juga tidak setuju saat Revan menitipkan sang adik kepada Dimas, karena dia sangat mengetahui tabiatnya Dimas seperti apa? Akan tetapi, dibalik sifat Dimas yang suka celep celup sana-sini, dia adalah pribadi yang baik.
"Aku akan memberitahukan tentang Dimas sama kamu, tapi kamu jangan kaget ya!"
Jantung Rika seketika berdebar saat mendengar Adi berkata seperti itu. Dia merasa akan ada kabar yang tidak baik yang akan disampaikan oleh suaminyam
"Memangnya apa itu, Mas?"
Lalu Adi menjelaskan perihal Dimas yang sering celup sana dan celup sini, bermain wanita dan selalu masuk ke klub malam untuk mencari kesenangan.
Mendengar kenyataan yang baru saja diberitahukan oleh Adi, tentu saja membuat Rika sangat syok. Dia tidak menyangka jika Dimas seorang pria yang sering bermain wanita.
"Kamu nggak bercanda kan, Mas?" tanya Rika masih dengan raut wajah yang kaget.
__ADS_1
"Buat apa aku berbohong, sayang? Apa yang kau katakan itu memang benar. Tapi walaupun Dimas seperti itu, dia pribadi yang baik. Aku mengenalnya luar dalam, jadi aku sudah tahu sifat buruknya seperti apa dan sifat baiknya seperti apa."
Rika terdiam, dia tidak tahu harus komen apa. zdan wanita itu juga bingung penjelasan apa yang akan dia ucapkan kepada Mela. Apa Iya dia harus mengatakan semua tentang kebenaran tersebut? Yang pastinya akan melukai hati Mela.
Bagaimana perasaan wanita itu saat dia mengetahui jika calon suaminya adalah pecinta ****? Pasti Mela akan hancur.
"Sayang?" panggil Adi, namun tidak ada jawaban dari Rika. Karena wanita itu masih melamun kemudian Adi menepuk pundak Rika hingga membuat wanita itu tersentak kaget.
"Kamu kenapa melamun? Maaf jika ucapanku membuat kamu syok, tapi memang itu kenyataanya."
"Tidak Mas, hanya saja ...."
"Hanya kenapa, sayang?"
"Ah, tidak apa-apa Mas. Aku memang hanya sedikit kaget saja. Kalau gitu aku mau ke kamarnya Noah dulu ya, sepertinya dia haus." Rika kemudian pamit keluar dari kamar.
Akan tetapi Adi melihat ada kejanggalan dari sifat sang istri, di mana Adi merasa ada yang disembunyikan oleh Rika. Dia ingin bertanya kembali, tapi seketika pikirannya ingat tentang berkas yang ada di ruangannya yang ditaruh oleh Dimas.
__ADS_1
Adi berjalan menuju ruang kerjanya, dia membuka laci di mana terdapat map berwarna hijau kemudian pria itu duduk di kursi lalu membuka berkas tersebut.
BERSAMBUNG....