Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)

Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)
Keterlaluan


__ADS_3

Happy reading....


Adi terdiam, dia seakan ragu untuk mengatakan asumsinya kepada Rika, dan itu semakin membuat istrinya menjadi penasaran.


"Mas, kok malah diam sih? Tapi apa?" desak Rika.


"Tidak apa-apa sayang, mungkin ada orang yang tidak menyukaiku. Sudahlah, aku mau ke rumahnya Pak Joko dulu buat meminta bantuan, karena padi juga harus dicabut dan dibuang. Setelah itu menanam lagi yang baru," ujar Adi.


Kemudian dia pergi keluar dari rumah untuk menuju rumah Pak Joko, di mana buruh tani itu selalu siap jika ada yang menyuruhnya bekerja.


Rika menatap ke arah punggung suami yang semakin menjauh. Hatinya merasa miris dan juga sedih saat melihat raut Adi yang begitu sangat kecewa.


"Siapa yang membuat tanaman Mas Adi hancur dan juga mati? Siapa yang melakukan kejahatan sekeji itu?" Rika bertanya pada dirinya sendiri.


Hingga setelah beberapa saat mata wanita itu membulat kaget, saat mengingat satu nama yaitu Sang papa.

__ADS_1


Ksmudian kepalanya menggeleng, "Tidak! Masa iya sih Papa benar-benar setega itu menghancurkan tanaman dan juga sayurannya Mas Adi? Aku tahu Papa dan Mama marah, tapi apa mereka tidak berpikir jika apa yang mereka lakukan ini sangat keterlaluan?" Rika meremas kepalanya sendiri, merasa frustasi dengan masalah yang dihadapinya sekarang.


Dia masih percaya dan juga tidak, jika yang melakukannya adalah sang papa. Tapi di sisi lain mereka juga sangat hafal watak papahnya seperti apa. Jadi ada kemungkinan jika yang melakukan itu adalah orang tuanya sendiri.


"Jika benar Papa yang melakukan ini semua_ dia benar-benar keterlaluan. Apa Papa tidak berpikir bahwa aku adalah istrinya Mas Adi? Dan kalau sampai Papa melakukan hal ini, sudah pasti aku akan menderita. Papa tidak main-main rupanya dengan ucapannya? Dia ingin membuat aku meninggalkan Mas Adi, tapi tidak itu tidak akan pernah terjadi!" gumam Rika sambil menggeleng dengan cepat.


.


.


Di dalam karung juga ada kacang tanah yang dipanen, kemudian dia membawanya ke rumah.


Sedangkan Mela dan Rika tengah duduk di ruang tamu dengan harap-harap cemas, sebab sudah jam segitu Adi masih juga belum pulang. Tidak biasanya pria tersebut telat untuk sampai rumah.


"Mbak, apa benar orang tua Mbak yang melakukan itu semua? Tapi kenapa mereka sejahat itu? Aku heran deh, ada orang tua yang ingin melihat anaknya menderita? Bukannya senang melihat anaknya bahagia, tapi ini malah sebaliknya?" Mella tidak habis pikir dengan kedua orang tua Rika.

__ADS_1


Mendengar ucapan dari Mela, Rika merasa tak enak, kemudian dia pun berkata, "Maafkan orang tua Mbak ya, jika memang mereka yang melakukan itu. Mba juga tidak tahu mereka bisa senekat Itu," ujar Rika dengan tatapan yang sendu.


Mela merasa tak enak, kemudian dia menggenggam tangan Rika. "Tidak apa-apa Mbak, itu mungkin ujian untuk rumah tangga kamu dan juga Mas Adi. Kalian itu harus berpegang teguh pada pendirian kalian, dan jangan pernah membiarkan badai Slsekuat apapun mengguncang rumah tangga kalian! Karena kekuatan cinta itu lebih kuat dari apapun," jelas Mela.


Rika yang mendengar penuturan sang adik pun segera memeluk tubuh wanita itu. Dia benar-benar bersyukur karena memiliki Mela di dalam hidupnya.


Tak lama Adi pun pulang, kemudian dia membawa satu buah karung kedalam rumah.


"Mas, itu di dalam karung apaan?" tanya Mela pada Adi.


"Ini kacang tanah, Dek, yang bisa mas selamatkan selain yang lain. Ya sudah, kalau gitu Mas mau mandi dulu ya. Oh ya, nanti kamu rebus dan Jual seperti biasa," ujar Adi.


Mela mengangguk, sementara itu Rika berjalan ke kamar menyiapkan keperluan Adi. Dia melihat wajah suaminya yang sedikit murung.


'Kasihan Mas Adi. Dia pasti sangat terpukul sebab padi kan 1 bulan lagi akan panen. Aku benar-benar harus bicara dengan papa, dia sudah keterlaluan kepada Mas Adi!' batin Rika.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2