Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)

Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)
Firasat


__ADS_3

Happy reading....


Revan mengendarai mobilnya dengan santai, dia sambil bersiul menyanyikan lagu yang sedang diputar di radio. Hatinya begitu sangat bahagia, karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah.


Impiannya sebagai seorang laki-laki dan suami tentu saja adalah menjadi orang yang sempurna, yang tak lain adalah seorang ayah. Di mana sebentar lagi ada seorang anak kecil yang akan terlahir ke dunia dengan wajah yang begitu lucu nan imut.


"Aku rasanya sudah tidak sabar. Anakku nanti boy atau girl ya? Tapi apapun itu, mau boy ataupun girl, yang penting mereka sehat. Dan pastinya wajahnya harus mirip denganku," kekeh Revan sambil menyetir mobil.


Rasanya dia sudah tidak sabar sekali ingin melihat wajah anaknya nanti, di mana dia sudah tidak sabar ingin membeli semua perlengkapan anaknya.


Hingga saat mobil masuk ke jalan tol yang sedikit lenggang, dia melajukan kecepatan mobilnya, karena hari ini rencananya Revan akan keluar kota ditugaskan oleh Adi untuk memantau sebuah proyek yang ada di Bekasi.


Mobil melaju membelah jalanan tol, namun pria itu tidak menyadari jika di belakangnya ada satu buah mobil yang terus saja mengikuti dirinya.


"Halo Bos, kami baru mendapatkan data kalau orang yang diikuti oleh kami, adalah adik ipar dari tuan Adi," ucap seorang pria yang sedang duduk di kursi samping kemudi


"Habisi dia!" titah seorang pria di seberang telepon.


"Baik bos." Setelah itu telepon pun terputus.


"Bagaimana? Apa kita akan menghabisinya?" tanya pria yang berambut panjang yang sedang menyetir mobil.

__ADS_1


"Iya, tabrak mobilnya!" titah pria berambut cepak.


Pria yang di sebelahnya pun menginjak pedal gas dengan kecepatan tinggi, kemudian dia menabrak belakang mobil Revan hingga membuat pria itu terlonjak kaget.


"AAAGH!" jerit Revan, kemudian dia menengok ke arah belakang dan melihat seorang mobil yang tengah menabraknya.


Pria itu pun kehilangan keseimbangan, hingga dia mencoba untuk menyeimbangkan mobilnya agar tidak menabrak pembatas jalan, karena pinggirannya adalah jurang.


Namun naas tidak bisa dihindari, mobil Revan menerobos pembatas jalan, hingga membuat mobilnya terpenting beberapa kali dan menyebabkan beberapa mobil juga kena imbasnya. Dan saat mobil Revan berhenti, sudah dalam posisi terbalik.


Darah bercucuran di sekujur tubuh Revan, saat kaca-kaca mobil menusuk kulitnya. Dia meringis merasakan sakit di sekujur tubuhnya, tatapannya mulai buram namun ingatannya seketika mengarah kepada Mela.


"Mela sayang, maafkan mas yang tak bisa menemanimu lagi. Rasanya mas sudah tidak kuat. Semoga kamu dan juga anak kita selalu dalam lindunganNya," gumam Revan dengan suara setengah lirih.


.


.


PRANG!


Sebuah foto pernikahan Mela serta Revan yang terpajang di dinding kamar seketika jatuh, padahal di sana tidak ada angin sama sekali.

__ADS_1


Mella yang sedang membaca majalah kehamilan terlonjak kaget, kemudian dia menatap ke arah fotonya dan juga Revan.


"Astaghfirullahaladzim! Ada apa ini, ya Allah? Kenapa tiba-tiba saja fotoku dan juga Mas Revan jatuh? Padahal di sini tidak ada angin?" bingung Mela


Dia mencoba untuk memunguti pecahan kaca itu, namun tidak sengaja jarinya tertusuk hingga mengeluarkan cairan merah. Wanita itu pun langsung menghisapnya.


"Awwhh!" ringis Mela, tapi entah kenapa perasaannya mendadak merasa tak enak.


Mela memegangi jantungnya yang tiba-tiba saja berdetak kencang, dan seketika pikirannya tertuju kepada Revan.


"Ya Allah, ada apa ini? Kenapa perasaanku tiba-tiba tidak enak kepada Mas Revan? Di manapun dia berada, jagalah suamiku ya Allah. Jangan biarkan sesuatu yang buruk terjadi kepadanya," gumam Mela dengan lirih.


"Nona muda, biar kami saja yang membereskan," ucap pengawal A, dan Mela hanya menganggukan kepalanya


Sementara pengawal B mengambil kotak P3K dan mengobati luka yang ada di tangan Mela. Akan tetapi tatapan wanita itu lurus ke arah depan, di mana dia merasa gelisah dan seketika terpikirkan kepada Revan.


Wanita tersebut mengambil ponselnya dan mencoba menelepon Revan, karena entah kenapa Mela tiba-tiba saja merindukan suaminya dan dia ingin Revan berada di sisinya.


"Ada apa ini, ya Allah? Kenapa tiba-tiba saja aku merindukan Mas Revan? Padahal belum ada sejam dia keluar dari rumah ini, tapi kenapa ponselnya malah tidak aktif? Ada apa ini?" cemas Mela.


Kemudian dia berjalan keluar dari kamar untuk menemui Rika, karena jujur saja Mela takut jika terjadi apa-apa pada suaminya. Mungkin dengan menemui Rika dia akan sedikit lebih tenang akan perasaannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


Jangan lupa mampir di karya Baru Author ya😘Judulnya. MEMBELI RAHIM ADIKKU. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian DisanašŸ¤—Karena Author nanti akan mengadakan GIVEAWAY di Novel Itu😘


__ADS_2