Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)

Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)
Pernikahan Mela


__ADS_3

Happy reading....


Adi pulang dengan pikiran yang kalut, di mana ia Dimas dan juga Vano masih belum menemukan solusinya tentang siapa pria yang ada di dalam foto tersebut.


Adi bahkan sempat bertanya kepada Vano, apakah dia mempunyai saudara kembar atau tidak? Dan Vano mengatakan hika dia adalah anak kedua, sedangkan anak pertama, kakaknya, sudah menikah dan sekarang tinggal di Belanda bersama dengan istri dan anaknya.


Pria tersebut masuk tanpa menyapa Rika, Bu Tia dan juga kedua mertuanya di ruang keluarga. Dia sama sekali tidak melihat keberadaan Rika di sana.


"Sayang, itu suami kamu kenapa? Sepertinya dia lagi banyak pikiran?" tanya tante Cantika pada Rika.


"Mama benar, sepertinya Mas Adi lagi ada masalah. Aku ke kamar dulu ya Mah, titip Noah sebentar!"


Rika bangkit, kemudian dia pergi menuju kamar dan saat sampai di sana, wanita itu melihat Adi sedang membuka kemejanya. Kemudian dia membantu sang suami membuat Adi tersentak kaget.


"Ada apa, Mas? Kamu sedang ada masalah ya sampai tidak menyapa aku, Mama, bu Tia sama Mela di ruangan keluarga?" tanya Rika sambil menatap lekat ke arah suaminya.


"Astagfirullah! Iya Sayang, maaf, tadi aku pikirannya lagi kacau. Aku sampai nggak ngelihat kalian di ruang keluarga, maafin ya," ujar Adi sambil menangkup kedua pipi Rika.


"Tidak apa-apa, sekarang kamu mandi dulu. Nanti aku buatin wedang jahe atau kamu mau kopi?"


"Wedang jahe aja, sayang."


"Ya udah, kalau gitu kamu mandi dulu ya! Nanti aku buatin." Adi mengangguk, kemudian dia berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara Rika menuju lantai bawah untuk membuatkan wedang jahe kesukaan suaminya, dan saat sampai di sana Mela mendekat ke arah Rika, karena dia penasaran dengan apa yang terjadi kepada Adi.


"Mbak, tadi Mas Adi kenapa?" tanya Mela kepada Rika yang sedang membuatkan wedang jahe untuk suaminya.


"Mbak juga nggak tahu, Dek. Soalnya mas Adi belum cerita. Tadi Mbak suruh mandi dulu, kasihan, tapi sepertinya sih ada masalah yang cukup berat ya."


"Nanti kalau ada apa-apa bilang sama aku ya Mbak!" pinta Mela.


"Ya, udah kamu nggak usah khawatir."


.

__ADS_1


.


Jam menunjukkan pukul 22.00 malam, Noah tidur ditemani oleh Bu Tia dan juga tante Cantika, karena mereka tidak bisa jauh-jauh dari cucunya.


Sementara Rika tidur di kamarnya, sedangkan Noah ada kamar sendiri yang berada di sebelah kamarnya.


Dia melihat ke arah Adi yang baru saja akan tertidur, kemudian Rika menarik selimut dan menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.


"Sayang, kamu bicara deh sama aku! Kamu lagi ada masalah ya?" tanya Rika


"Nggak ada, sayang. Masalah apa sih?" Jawab Adi sambil mengusap kepala sang istri.


Akan tetapi Rika tidak percaya, sebab ia tahu melihat dari gelagat suaminya ada sesuatu hal yang sedang sembunyikan.


"Jangan bohong deh! Kamu kan bilang kalau nggak boleh ada yang ditutupi, masa sekarang mau bohong?" Rika menyemayunkan bibirnya sambil memainkan jari telunjuknya di dada bidang milik Adi.


Merasa geli pria itu pun menangkap tangan Rika kemudian mengecupnya dengan lembut. "Hanya soal pekerjaan saja, tidak ada yang lebih. Tidak usah khawatir! Aku hanya sedang mencari tahu tentang kecelakaan Revan saja."


Adi tidak ingin terlalu membicarakan hal yang nantinya akan membuat Rika kepikiran, karena dia takut kalau nanti akan berimbas pada putranya juga, di mana Rika akan stress dan malah asinya semakin sedikit.


Melihat itu Rika mencubit pinggang Adi, sehingga membuat pria tersebut terkekeh.


"Kamu telat. Tadi udah aku pompa buat minum Noah nanti malam."


"Masa nggak ada setetes pun, sayang?" Adi mencoba untuk bernegosiasi.


"Ini bukan belanjaan yang bisa di nego ya, Mas. Udah ah, aku mau tidur. Capek tahu nggak seharian ngurusin Noah!" Rika menguap, pertanda Jika dia memang sudah benar-benar mengantuk dan kelelahan.


Adi yang melihat sang istri kelelahan pun merasa tak tega, kemudian dia mengecup kening Rika membawanya dalam dekapan sambil membelai rambut sang istri dengan lembut, hingga Rika tertidur dengan nyenyak menyelam ke alami mimpi.


.


.


Masa iddah Mela telah selesai.

__ADS_1


Saat ini di kediaman Adi sudah ramai oleh beberapa rekan bisnis, ada keluarga dari Rika dan juga Adi untuk menghadiri pernikahan Mela dan juga Dimas.


Terlihat penghulu juga sudah datang di sana, dan Adi sedang menunggu sahabatnya. Tak lama pria yang ditunggu pun telah tiba, di mana saat ini Dimas sudah siap dengan jas berwarna hitam, dipadu kemeja putih, tak lupa peci yang bertengger di kepalanya membuat pria itu terlihat tampan.


"Wah! Kalau melihat lo berpakaian seperti ini, sedikit kelihatan alim." kekeh Adi dan langsung mendapat pukulan di lengannya.


Tapi seketika alis pria itu bertaut heran saat melihat Dimas datang sendirian, tidak bersama dengan kedua orang tuanya.


"Tunggu dulu! Di mana kedua orang tua lo? Kok nggak datang? Kenapa lo datang sendirian?" tanya Adi dengan bingung.


Dimas hanya mengangkat kedua bahunya saja, "Biarkanlah. Mau datang atau tidak, pernikahan ini akan tetap berlangsung," jawab Dimas dengan cuek.


"Tapi lo udah kabarin orang tua lo kan, kalau lo bakalan nikah sama adek gue?"


"Udah seminggu yang lalu gue kabarin, tapi ya begitulah ..." Dimas mengangkat kedua bahunya, kemudian dia berjalan untuk duduk di samping penghulu.


Tak lama Mela datang memakai kebaya putih, terlihat perutnya mulai membuncit, membuat beberapa tamu memandangnya dengan heran. Akan tetapi sebagian dari mereka juga sudah tahu jika Mela menikah dengan Revan dan pria itu kecelakaan.


Dimas menatap ke arah Meka yang saat ini berjalan ke arahnya. Dia tidak menyangka, jika akan menikahi wanita hamil, di mana benihnya tak pernah ia simpan di dalam rahim wanita tersebut.


Ada raut kesedihan di wajah Dimas saat mengingat ke dua orang tuanya tidak ada di sana, padahal itu adalah pernikahannya walaupun bukan kemauannya.


"Baiklah, bisa kita mulai acaranya?" tanya penghulu.


"Iya Pak, bisa," jawab Dimas.


Kemudian penghulu mulai menjabat tangan Dimas, dan mengucapkan Ijab. Namun saat Dimas akan menjawab ijab qobul itu, tiba-tiba suara seseorang menghentikannya.


"Tunggu dulu!" ucap orang tersebut.


Semua mata seketika tertuju kepada arah sumber suara, begitu pula dengan Dimas, Mela dan juga Adi. Namun seketika netra Dimas membulat kaget saat melihat kedua orang tuanya yang datang.


"Mamah! Papah!" kaget Dimas dengan suara lirih, akan tetapi masih terdengar oleh Mela yang duduk di sebelahnya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


Aduuh kira² ortunya Dimas bisa nerima gak ya keadaan Mela yabg udah bunting?


__ADS_2