Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)

Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)
Sebuah Kotak


__ADS_3

Happy reading....


"Assalamualaikum," ucap Rika saat sampai di dalam rumah.


"Waalaikumsalam" jawab Adi dan Mela yang sedang mengikat kacang tanah untuk dijual besok.


Tanpa menoleh ke arah kedua orang itu, Rika masuk ke dalam kamar sebab Ia tidak mau jika suaminya mengetahui dan melihat wajah sembabnya.


Adi merasa heran sebab dari suaranya Rika saja dia sudah bisa menyimpulkan, jika wanita itu habis menangis. Kemudian dia pun beranjak dari duduknya lalu masuk ke dalam kamar menyusul sang istri.


Terlihat Rika sedang membaringkan tubuhnya sambil membelakangi pintu, lalu Adi duduk di belakang tubuh istrinya dan memegang pundak Rika dengan lembut.


"Kamu kenapa, Dek?" tanya Adi.


Rika memejamkan matanya, namun air mata terus saja mengalir. "Tidak apa-apa Mas, aku hanya lelah saja," jawab Rika.


Namun Adi tidak percaya, dia membalik tubuh Rika dengan paksa dan melihat wajah sembab istrinya.

__ADS_1


"Kamu kenapa menangis?" tanya Adi, "Apa ada masalah?"


"Tidak apa-apa Mas, tadi aku di jalan kelilipan jadinya perih banget," bohong Rika.


Namun Adi tidak bisa dibohongi, kemudian dia pun bertanya, "Mas tahu kamu sedang berbohong. Jujurlah Sayang! Bukankah kamu yang mengatakan, jika di antara kita tidak boleh ada yang disembunyikan?"


Mendengar itu air mata semakin deras mengalir di kedua mata indah milik Rika, kemudian wanita itu bangkit dan langsung memeluk tubuh suaminya. Dia menangis dalam dekapan pria tersebut.


"Maafkan mama dan papa aku Mas. Maafkan mereka yang telah membuatmu rugi. Maafkan mereka yang telah membuatmu sedih. Maafkanlah mereka," ucap Rika sambil menangis dengan suara yang purau.


"Apapun itu, Mas sudah memaafkan mereka. Jika memang papa dan juga mamamu yang melakukan ini semua. Tapi Mas masih ragu, jika mereka yang melakukannya. Walaupun kemarin papamu sempat mengancam, tapi kita belum menemukan buktinya bukan?"


"Tapi Mas, aku sangat yakin kalau mama dan papa yang melakukan itu. Aku tadi menelpon mama," jawab Rika dengan air mata yang kembali menetes.


Adi yang mendengar itu pun tersenyum, kemudian dia langsung memeluk tubuh istrinya.


"Jika memang benar papamu yang melakukannya, Mas sudah memaafkan sayang. Mungkin ini memang ujian cinta kita. Banyak yang ingin memisahkan kita, tapi selagi kita masih bisa bertahan, selagi kekuatan cinta kita besar, bisa mengalahkan segalanya. Bisa mengalahkan semua ego dari orang tua kamu. Kita hanya perlu membuktikan bahwa kita mampu bertahan menerjang badai, sekuat apapun itu," jelas Adi.

__ADS_1


Rika semakin mengeratkan pelukannya, dia benar-benar beruntung memiliki suami seperti Adi. Bahkan pria itu tidak marah walaupun dia tahu jika Adi sangat sedih.


"Terima kasih ya Mas, aku benar-benar beruntung memiliki suami sepertimu. Kita buktikan kepada dunia, bahwa kekuatan cinta kita abadi. Dan kita harus membuktikannya, jika tidak ada yang memisahkan kita selain maut."


Adi menganggukan kepalanya, dia juga mengatakan jika pria itu berencana akan menanam kembali sayur-sayuran beserta padi. Adi juga akan menyewa seseorang untuk menjaga ladangnya agar tidak kecolongan lagi.


"Tapi, apa itu tidak menambah biaya, Mas?" tanya Rika dengan tatapan yang sendu.


"Menambah biaya itu pasti sayang, tapi Mas masih ada tabungan kok. Kamu tenang aja," jawab Adi.


Rika menganggukkan kepalanya, kemudian Adi meminta istrinya untuk segera istirahat karena hari juga sudah mulai malam.


Tepat jam 00.00 malam, Adi terbangun. Dia membuka lemari dan mengambil kotak kecil di balik lemari tersebut yang tertutup oleh baju, sehingga tidak terlihat oleh siapapun termasuk juga Rika.


Pria itu tersenyum sambil melirik ke arah istrinya yang sedang tertidur dengan lelap. Dia memegang sebuah kotak berada di tangannya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2