Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)

Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)
Tinggal Bersama


__ADS_3

Hapy reading......


Kedua orang tuanya Dimas berjalan mendekat Mereka menatap ke arah wanita yang saat ini tengah duduk di samping putranya yaitu Mela.


Sementara Mela hanya bisa menundukkan kepalanya saat ia mengetahui jika yang datang adalah kedua mertuanya. Jujur saja Mela sangat takut jika orang tua Dimas akan mencobanya karena telah hamil


"Maaf Mama dan papa terlambat, silakan lanjutkan kembali akadnya," ucap Papa Harun.


Dimas tidak menjawab, kemudian dia meneruskan acara ijab qobul tersebut. Sementara tatapan tante Indri sedari tadi terus saja menatap ke arah perut Mela yang membuncit.


Hal itu tidak lepas dari tatapan Rika, bu Tia serta tante Cantika. Ketiga wanita itu tahu jika sejak tadi tante Indri terus saja menatap ke arah Mela.


Setelah acara Ijab Qobul selesai, semua tamu undangan dipersilakan untuk menikmati hidangan, karena acara itu pun tidak mewah, sebab Adi ingin menjaga nama baik sang adik.


Setelah para tamu sudah pulang, kini tinggallah keluarga Adi, Rika dan juga keluarganya Dimas.


Tante Indri yang sudah gatal pun akhirnya mengangkat bicara, "Maaf jika saya boleh bertanya, kenapa calon mempelai wanitanya hamil? Dimas, apa kamu telah melakukan hal yang tidak-tidak kepadanya?" tanya Tante Indri sambil menatap garang ke arah putranya.


Dia berpikir mungkin saja Dimaslah melakukan hal yang tidak senonoh kepada Mela, sebab dia sangat tahu peringai putranya seperti apa. Dan pemikiran tante Indri tak jauh beda dengan Om Harun.


"Tidak Tante, Om. Maaf jika sebelumnya pernikahan ini mungkin terkesan mendadak, tapi--"


"Biar gue saja yang menjelaskan," ujar Dimas.


"Mungkin anak yang dikandungnya bukanlah anakku, aku menikahinya juga bukan karena cinta."


Tante Indri dan juga Om Harun saling melirik satu sama lain. Mereka sama sekali tidak paham dengan jawaban dari Dimas.


"Maksud kamu apa? Bicara itu yang jelas," ujar Om Harun.


Dimas yang hendak mengangkat bicara seketika ditahan oleh Adi. Dia tidak mau jika pria itu terkena masalah. Karena walau bagaimanapun, Mela adalah adiknya dan dia yang harus menjelaskannya kepada kedua orang tua Dimas. Terlebih juga mereka memang sudah sangat mengenal baik satu sama lain.


"Begini Tante, Om ..." akhirnya Adi menjelaskan tentang semua yang terjadi dan tentang pernikahan Dimas serta Mela.

__ADS_1


Terkejut. Tentu saja orang tua dari Dimas sangat terkejut saat mendengar sebuah kenyataan yang tak pernah mereka sangka sebelumnya.


Mereka pikir jika Dimas yang sudah melakukan itu terhadap Mela, hingga wanita tersebut hamil. Akan tetapi ternyata tidak. Namun, tante Indri seketika menatap lekat ke arah Mela, sementara wanita itu hanya menundukkan kepalanya saja.


"Om, Tante, maaf jika saya menyela. Saya tahu mungkin Om dan Tante tidak mau menerima Mela, karena dia hamil bukan dari keluarganya Om maupun Tante. Tapi tidak ada wanita yang mau ditinggal oleh suaminya. Jika bukan karena wasiat dari Revan, mungkin saja mereka juga tidak akan menikah," jelas Rika.


Dia sengaja berkata seperti itu, karena Rika tidak mau jika kedua orang tua Dimas malah berpikiran yang tidak tidak tentang Mela. Dia tidak ingin jika nanti Tante Indri ataupun Om Harun menganggap Mela sebagai janda gatal atau semacamnya.


"Iya, kami paham. Tapi ..." Tante Indri menggantung ucapannya, kemudian dia menatap ke arah Dimas. "Tidak apa-apa, saya bisa menerima keadaan Mela, karena tidak ada yang ingin ditinggal oleh suaminya dalam keadaan hamil. Dan saya berharap Mela akan bertahan dengan Dimas, karena melihat dari sikap Putra saya yang sedikit preman, maka ..." Tante Indri tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.


Dia seakan ragu untuk mengungkapkan kebiasaan buruk Dimas, takut jika nanti Mela akan syok dan malah meninggalkan putranya.


Selama ini Tante Indri maupun Om Harun sudah berusaha menjodohkan Dimas dengan wanita manapun, akan tetapi dia selalu menolak. Bahkan Dimas selalu saja membantah ucapan mereka hingga keduanya angkat tangan.


Namun impian mereka akhirnya terwujud, karena Dimas sudah menikah walaupun bukan dengan wanita pilihan dari Om Harun dan juga tante Indri.


"Saya bahagia, karena Dimas sudah menikah dengan Mela. Setidaknya dia sudah menempuh hidup yang baru dan impian kami terwujud. Tapi di sini saya ingin menegaskan, bahwa kamu Mela, harus siap dengan segala kekurangannya Dimas. Saya tidak mau menjelaskan apa itu, karena lambat laun kamu juga pasti akan mengetahuinya," jelas Om Harun.


Tiada yang membuat Adi lega, selain keluarga Dimas yang menerima keadaan adiknya. Begitu pula dengan Mela, dia akhirnya mengangkat wajah dan menatap kedua mertuanya.


Tante Indri mendekat ke arah Mela, kemudian dia menggenggam tangan wanita hamil itu. "Jangan panggil kami om dan tante. Panggil kami Mamah dan papa! Karena kamu sekarang sudah menjadi menantu dan juga putri kami."


Mela langsung memeluk tubuh tante Indri, dia benar-benar bersyukur karena keluarga dari Dimas menerima kekurangannya.


"Terima kasih ya Mah, Pah."


"Sama-sama sayang."


.


.


Setelah pernikahan tadi pagi, malam ini Dimas mengajak Mela untuk tinggal di rumahnya. Kebetulan dia tidak tinggal di rumah orang tuanya, karena Dimas lebih suka hidup mandiri ditambah dia tidak cocok dengan mama dan Papanya.

__ADS_1


"Bro, gue titip adek gue ya. Jangan sakitin dia! Kalau sampai itu terjadi, kepala lo jadi taruhannya. Lo tahu dia adalah adik gue satu-satunya, jadi jaga dia! Walaupun lo tidak mencintainya, tapi jangan pernah lo menyakitinya secara fisik. Kalau batin gue tidak bisa menjamin, karena kalian yang menjalani. Tapi gue mohon sebisa mungkin jangan menyakiti batinnya," ucap Adi sambil menepuk pundak Dimas.


"Lo tenang aja! Gue akan menjaganya. Walaupun memang gue tidak mencintainya, tapi lo tahulah sikap gue seperti apa. Ya udah, kalau gitu gue pamit bawa Mela ya untuk tinggal di rumah gue," jawab Dimas sambil menatap ke arah sahabatnya.


Adi mengangguk, dia menatap sendu ke arah mobil yang semakin melaju meninggalkan kediamannya. Sejujurnya Adi sangat sedih karena baru pertama kali Mela jauh darinya, walaupun mereka masih bisa bertemu. Akan tetapi Adi merasa seperti ada yang hilang di dalam hidupnya.


.


.


"Kau tidurlah di kamar tamu! Kita tidak tidur sekamar, karena kau tahu pernikahan ini tidak dasar karena cinta. Dan aku tidak ingin memberikan harapan apapun kepadamu," ujar Dimas saat mereka sampai di kediamannya.


Mela mengangguk, "Iya terima kasih," jawab Mella dengan singkat.


Kemudian Dimas meminta pelayan untuk membantu Mela membereskan pakaiannya di kamar tamu, sementara dia langsung masuk ke kamarnya yang berada di lantai atas sementara Mela berada di lantai bawah.


Pria itu sengaja tidak memberikan kamar di lantai 2, sebab Dimas takut dan juga khawatir tentang keadaan Mela yang sedang hamil jika harus naik tangga, lift di rumahnya juga sedang rusak dan belum perbaiki.


"Ini adalah awal hidup baruku, semoga saja aku bisa menerima kehidupan ini.Mas Revan, semoga kamu bahagia di atas sana, karena keinginanmu sudah tercapai.' batin Mela sambil menatap ke arah foto Revan yang berada di ponselnya.


Dimas membersihkan diri, setelah itu dia bersiap-siap untuk pergi ke klub malam, karena Dimas tidak mau jika harus melakukan malam pertama bersama dengan Mela.


Dia lebih suka menghindar daripada harus menyakiti Mela dengan menolaknya.


Saat pria itu menuruni tangga, dia berpapasan dengan Mela yang baru saja keluar kamar untuk mengambil air minum di dapur.


"Kamu mau ke mana, Kak?" Tanya Mela dengan penasaran.


"Aku mau ke mana, itu bukan urusan kamu. Anggap saja Ini rumahmu, tapi jangan mencampuri urusanku!" jawab Dimas dengan dingin, kemudian dia melanjutkan langkahnya.


Mela hanya menatap kepergian pria itu. Dia tahu ke mana Dimas akan pergi, dan Mela hanya bisa menghela nafas dengan pelan.


'Ya Allah, semoga aku kuat dengan kebiasaannya Kak Dimas yang selalu bermain wanita. Asalkan dia tidak bermain di hadapanku. Walaupun itu membuatku sakit, karena walau bagaimanapun dia sudah menjadi suamiku,' batin Mela.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


Halo All, Autjo hanya ingin mengabarkan. Novel ini akan berpacu kepada kisah cinta Mela dan juga Dimas ya😘 Getapi masih ada Adi dan juga Rika yang akan Arthor selipkan dalam cerita ini. Namun kita akan fokus kepada kedua pengantin baru itu dulu.


__ADS_2