Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)

Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)
Bab 90


__ADS_3

Happy reading ......


Sudah sangat malam akan tetapi Dimas belum juga pulang. Mela benar-benar sangat khawatir sampai dia tidak bisa tidur, karena wanita itu memikirkan keadaan suaminya.


"Ya Allah .. ke mana sih Kak Dimas udah jam 02.00 pagi gini masih juga belum pulang?" ucap lirih Mela.


Dia kembali tertidur hingga jam 05.00 pagi, wanita itu keluar dari kamar untuk mengambil air hangat karena itu biasa Mela lakukan Saat bangun tidur.


Namun saat wanita itu baru saja keluar dari kamar tiba-tiba dia berpapasan dengan Dimas yang baru saja pulang. Melihat hal tersebut tentu saja Mela sangat bahagia.


"Alhamdulillah ... akhirnya Kakak pulang juga, semalaman ke mana?" 5anya Mela dengan khawatir.


"Apa sih! Awas ... minggir! Aku lelah," jawab Dimas dengan jutek sambil menyingkirkan tubuh Mela dengan tangannya.


"Aku buatin kopi ya Kak? Atau Kakak mau aku sediain air hangat buat mandi? Atau mau aku pijitin, atau--"

__ADS_1


"Cukup! Berisik tau nggak sih! Urus aja urusanmu sendiri nggak usah ngurusin diriku!" bentak Dimas.


Mela tersentak saat mendengar bentakan itu, akan tetapi dia mengerti perasaan Dimas saat ini. Saat pria itu akan menaiki tangga Mela memegang lengannya.


"Kak, aku tahu kok perasaan kamu saat ini, tapi--"


"Tau apa kamu tentang perasaanku, hah! Sudahlah jangan urusi hidupku. Jangan ganggu aku, paham!" bentak Dimas lagi-lagi, dan dia menghempaskan tangan Mela.


Kemudian pria itu melanjutkan langkahnya menuju lantai atas, tante Indri yang baru saja keluar dari kamar mencegah Mela saat wanita tersebut akan mengejar Dimas.


Mela pun menurut, dia akhirnya pergi ke meja makan, walaupun sejujurnya dia ingin sekali berada di sisi Dimas saat pria itu sedang terpuruk.


Tepat jam 08.00 pagi tiba, Dimas sudah siap dengan setelan kantornya. Dia menuruni tangga hendak menuju meja makan untuk meminum kopi pria itu sudah sangat ketagihan dengan kopi buatan Mela.


Namun seketika tatapannya terpaku saat melihat kedua orang tuanya yang masih berada di sana. "Untuk apa kalian masih di sini?" tanya Dimas dengan dingin.

__ADS_1


"Memangnya kenapa? Ini adalah rumah Putra kami. Lagi pula ada yang ingin Papa dan Mama bicarakan sama kamu Dimas," jawab Om Harun.


"Tidak perlu ada lagi yang dibicarakan. Bukankah kemarin sudah sangat jelas apa yang ingin kalian bicarakan lagi." Pria itu berkata dengan nada yang sarkas


"Ini sangat penting, Mama dan Papa tidak akan pulang sampai kami berbicara dengan kamu."


Dimas menatap ke arah kedua orang tuanya. "Mau kalian apa sih sebenarnya? Aku tidak punya banyak waktu aku sibuk."


"Seperti yang papa bilang tadi, kami akan tetap di sini sebelum kami bicara sama kamu."


Mendengar itu Dimas akhirnya mengajak mereka untuk ke ruang keluarga, tidak lupa tante Indri juga mengajak Mela. Akan tetapi Dimas tidak perduli walaupun sejujurnya dia merasa penasaran.


Sedangkan Mela berharap tidak akan ada lagi perdebatan. Dia juga berharap jika Dimas memaafkan kesalahan kedua orang tuanya, karena walau bagaimanapun seburuk-buruknya orang tua mereka tetaplah yang mendidik kita dan membesarkan kita.


"To the point saja, apa yang mau kalian bicarakan?" tanya Dimas dengan raut wajah yang dingin.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2