Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)

Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)
Sisi Lain Adi


__ADS_3

Happy reading.... R1


Saat Galang melihat ke arah samping, ternyata di sana sudah ada Adi. Pria itu sedang menatapnya dengan tajam, karena ia sangat marah sebab Galang memaksa Rika untuk masuk ke dalam mobil.


"Berani kau menendangku pria miskin!" geram Galang dengan marah.


"Kenapa aku tidak berani? Bahkan aku bisa menghabisimu! Kau sudah berani menyentuh istriku, dan kau sudah berani menggendongnya dan memaksa dirinya!" Tangan Adi terkepal dengan kuat, sorot matanya tajam bagaikan elang yang siapa mangsa korbannya.


Papa Renal melihat sisi lain dari Adi, kemudian dia tersenyum sinis. "Pria miskin, melarat. Terserah aku. Aku yang meminta Galang untuk menggendongnya. Dan asal kau tahu ya! Aku tidak pernah setuju dengan pernikahan kalian, dan aku akan membawa putriku pulang untuk menggugurkan kandungannya!"


Mendengar itu Adi melangkah mendekat ke arah Papa Renal. Matanya memancarkan kemarahan, ingin sekali dia langsung menghabisi pria yang berada di hadapannya, namun Adi menahan emosinya, karena ia tahu papa Renal adalah mertuanya.


"Apakah ini sifat seorang ayah yang tega membunuh cucunya sendiri? Anda ingin menghabisi darah daging Anda sendiri, Tuan Renal!" ucap Adi dengan nada yang begitu tajam.


Papa Renal yang merasa di pojokan merasa geram, kemudian dia mengangkat tangannya dan hendak menonjok Adi, namun ditahan oleh pria itu.


"Saya tidak akan pernah mengizinkan Anda untuk menggugurkan anak dalam kandungan Rika. Karena siapa saja yang berani menghabisi keluarga saya, maka saya juga akan bisa menghabisi orang yang sudah berani mengusik hidup saya!" geram Adi sambil menghempaskan tangan mertuanya.


"Ciih!" Papa Renal meludah ke samping saat melihat keberanian dari Adi. Yang ada di pikirannya saat ini adalah, Adi sengaja menghamili Rika karena ingin menguasai hartanya.


Dia menggunakan kehamilan sang istri dan nanti akan meminta harta gono gini dari Papa Renal, setidaknya itu yang ada di pikiran pria tersebut.


"Jangan pernah mimpi kau bisa untuk mendapatkan Rika dan menguasai harta keluargaku!" geram Papa Renal dengan rahang yang mengeras, bahkan urat di lehernya terlihat begitu jelas.


Rika langsung berjalan dan memeluk tubuh Adi sambil menangis, dan melihat itu Adi khawatir jika istrinya stress, lalu dia melihat ke arah Mela yang sedang berjalan gontai bahkan kepalanya terluka.

__ADS_1


Tangannya terkepal dengan serot mata yang tajam ke arah Papa Renal, karena sudah berani melukai adik kesayangannya.


"Berani Anda melukai adik saya,bTuan Renal yang terhormat!" teriak Adi tidak terima.


Kemudian dia melayangkan satu buah tonjokan ke arah mertuanya.


Rika yang melihat itu pun menahan tangan Adi sambil menggelengkan kepalanya. "Jangan Mas! Aku mohon!" pinta Rika.


"Jika bukan karena istriku, kalian akan membayar semuanya! Lebih baik sekarang kalian pergi dari sini! Tinggalkan tempat ini!" teriak Adi sambil menunjuk Jalan Raya.


Papa Renal tidak terima karena dihajar oleh Adi, sehingga pria itu pun hendak membalas namun Rika menghentikan dengan menahan tangannya. Akan tetapi Papa Renal sudah dikuasai oleh emosi, sehingga dia mendorong tubuh Rika hingga membuat wanita itu hampir saja terjatuh jika Adi tidak menahannya.


"Aaakh!" ringis Rika sambil memegangi perutnya yang terasa keram.


"Sayang, kamu tidak apa-apa?" ucap Adi dengan cemas.


Melihat itu Adi segera memanggil Mela dan membawa Rika untuk masuk ke dalam, dan Mela menagngguk lalu membawa kakak iparnya untuk masuk ke dalam rumah.


Kini tinggallah Adi, Galang dan juga Papa Renal di teras. "Jika terjadi apa-apa dengan anak dan juga istri saya, saya tidak akan pernah memaafkan kalian! Walaupun Anda adalah mertua saya, tapi Anda tidak mencontohkan yang baik, malah ingin menghabisi cucu Anda sendiri. Kalau Anda berpikiran saya ingin menguasai harta dari keluarga Tuan Renal yang terhormat, maka pemikiran Anda itu salah besar! Jangankan berpikir seperti itu, bahkan untuk menjilatnya saja aku tidak sudi!" ujar Adi dengan telak.


"Berani kamu melawanku pria miskin!" geram Papa Renal sambil menarik kerah baju Adi.


Pria itu terdiam, sorot matanya tajam, dingin bak beruang kutub. Sorot mata yang tak pernah dilihat oleh Papa Renal sebelumnya.


Galang yang melihat itu pun memegang tangan pria tersebut dan mengajaknya untuk pulang, sebab Ia tidak mau menjadi amukan warga di sana.

__ADS_1


"Kau ingat ya! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian. Kau hanyalah pria miskin dan juga melarat yang hanya mengincar harta anakku, paham!" geram papa Renal saat akan masuk ke dalam mobil.


Adi melihat semua warga tengah berkumpul, namun dia tidak memperdulikan itu. Saat ini yang ada di pikirannya adalah keselamatan istri dan juga anaknya. Kemudian dia masuk ke dalam dan melihat Rika sedang meminum teh hangat buatan Mela.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Adi kepada Mela dan Rika.


"Tidak apa-apa, Mas," jawab Mela.


Adi melihat luka di kepala sang adik, kemudian dia langsung mengambil kotak P3K dan mengobatinya.


Pria itu tidak banyak bicara, dia diam dan bergelut dengan pikirannya sendiri. Entah kenapa Adi tidak menyangka jika Papa Renal bisa sejahat dan sesadis itu, bahkan rela mengorbankan cucu kandungnya sendiri hanya untuk ambisinya.


"Mas, maafkan papah ya," ucap Rika sambil menggenggam tangan Adi.


"Hei Sayang, kenapa kamu harus minta maaf? Aku hanya tidak habis pikir saja. Apakah kita harus menjadi kaya dulu agar orang tuamu tidak terus mencaci maki dirimu? Kalau mereka menghina diriku bahkan merendahkanku, bagiku tidak masalah, asalkan jangan kamu yang kena sasarannya. Apalagi sampai harus menggugurkan kandunganmu. Aku tidak akan pernah memaafkan jika mereka berani melakukan itu!" jawab Adi sambil mengecup tangan Rika.


Wanita itu langsung memeluk tubuh Adi, dia juga tidak menyangka jika Papanya bisa senekad itu bahkan tidak mempunyai hati untuk menggugurkan cucunya sendiri.


Rika pikir Papanya hanya menggertak tidak ingin mempunyai cucu dari Adi, tapi ternyata sang papa malah berani datang secara langsung dan meminta Rika untuk menggugurkan kandungannya.


Tentu saja Rika menolak. Bagaimana mungkin bisa dia menghilangkan nyawa anaknya sendiri, yang selama ini ia nanti bersama dengan Adi. Seorang ibu tidak akan pernah tega untuk menghabisi anaknya, kecuali jika hati Ibunya sudah dirasuki iblis.


"Kamu tenang saja ya! Mas tidak akan pernah membiarkan mereka menyakiti kita lagi. Tidak pernah Mas sangka, di dunia ini ada yang lebih kejam daripada iblis," ucap Adi dengan lirih sambil mengecup pucuk kepala Rika.


Tadi Adi sedang berada di ladang dan dia mendapatkan laporan dari seseorang jika Papa Renal datang ke rumahnya bersama dengan seorang pria, dan itu membuat Adi benar-benar sangat cemas. Akhirnya dia pun segera pulang menaiki motor salah satu warga desa di sana yang kebetulan lewat.

__ADS_1


"Mela, kau istirahatlah. Kepalamu pasti sangat terasa sakit, dan kamu juga sayang. Kalian istirahat saja ya! Aku mau mandi dulu," ujar Adi dan langsung dibalas anggukan oleh Rika dan Mela.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2