
Happy reading.....
Hati Dimas seketika mencelos sakit saat melihat siapa wanita itu. Ingatannya seketika tertuju kepada beberapa tahun yang lalu, di mana saat dirinya kuliah wanita itu menjadi cinta Pertamanya.
Akan tetapi, setelah mereka berpacaran selama 2 tahun wanita tersebut selingkuh bersama teman seangkatannya, dan itu membuat Dimas benar-benar merasa terluka.
"Heh! Malah bengong. Mau nggak? Cakep lho wanitanya."
"Sorry ya ... gue ada urusan mendadak. Kalau gitu gue duluan." Dimas seketika pergi dari sana meninggalkan kebingungan pada teman-temannya.
"Kenapa sih itu anak?"
Teman yang lain hanya mengangkat baunya saja dengan cuek, "Mungkin memang dia banyak urusan, wajarlah ... pengusaha."
Wanita yang tadi ditawari oleh temannya kepada Dimas, mendekat, kemudian dia meneguk satu gelas bir sampai tandas.
"Mana teman kalian? Katanya mau ke sini? Gue penasaran," ucap wanita itu yang bernama Natasha.
"Tadi udah ke sini, lo keasikan joget dianya pergi, katanya masih banyak urusan."
"Yaah ..m sayang banget dong. Padahal gue pengen ketemu. Kata kalian kan dia jago di ranjang, gue jadi penasaran seberapa jago?* Natasha menaik turunkan alisnya.
"Ya udah, kalau gitu lo sama gue aja yuk!"
__ADS_1
Wanita itu mengetuk jari telunjuknya di dagu, memikirkan pertimbangan apakah dia harus tidur bersama pria yang berada di hadapannya atau tidak.
"Udah nggak usah banyak mikir, ayo!"
"Okelah."
.
.
Dimas mengendarai mobilnya dengan tatapan kosong, sedari tadi dia terus aja membuang nafas dengan kasar, seolah sedang mengeluarkan sebuah unek-unek yang begitu mengganjal di hati pria tersebut.
"Setelah sekian tahun, kenapa harus bertemu lagi? Hati ini masih sangat sakit karenanya dia membuat hatiku terluka begitu sangat dalam. Kenapa sekarang kau kembali hah?" teriak Dimas sambil memukul setir.
Tak pernah ia sangka jika dirinya akan kembali bertemu dengan sang mantan, di mana wanita itu yang sudah membuat hidup Dimas berubah 180 derajat.
Akan tetapi, saat dirinya dikhianati oleh Natasha, seketika Dimas berubah. Dia sering bermain wanita meminum minuman keras, bahkan dia masuk ke dalam kalangan mafia.
"Sebenarnya apa rencanamu Tuhan? Tidakkah kau puas membuat hidupku hancur, hah? Kenapa!" Lagi-lagi Dimas hanya bisa berteriak
Setelah mobil sampai di rumah dia masuk begitu saja, berpapasan dengan Mela yang baru saja mengambil air dari dapur.
"Kak, kamu sudah pulang?" sapa Mela
__ADS_1
Akan tetapi Dimas tidak perduli, dia melewati wanita tersebut begitu saja, naik ke lantai atas lalu masuk ke dalam kamar sambil membanting pintu, membuat melas sedikit terlonjak kaget
"Astaghfirullahaladzim! Kak Dimas kenapa sih pulang-pulang kok marah-marah? Tadi juga wajahnya kayak tegang banget, apa dia lagi ada masalah ya?" gumam Mela yang merasa khawatir.
Namun seketika wanita itu pun tidak perduli, dia masuk ke dalam kamar dan hendak melanjutkan tidurnya karena jam juga sudah menunjukkan pukul 12.00 malam.
Namun sampai jam 01.30 dini hari, Mela masih belum bisa memejamkan matanya. Dia sudah mencoba akan tetapi perasaannya merasa gundah memikirkan kondisi Dimas.
"Apa aku lihat keadaannya Kak Dimas aja ya? Barangkali mungkin dia sudah tidur," lirih Mela.
Kemudian dia bangkit dari tempat tidur berjalan keluar menaiki tangga secara perlahan, wanita itu ingin mengetuk pintu kamar Dimas tapi Mela merasa ragu.
Dia membuka pintu tersebut secara perlahan, dan melihat kamar tersebut hanya remang-remang saja. Namun tatapan Mela langsung mengarah keranjang, akan tetapi tidak mendapati keberadaan Dimas.
'Kak Dimas ke mana, kok nggak ada di kamar? Apa dia pergi lagi?' batin Mela bertanya-tanya.
Wanita itu hendak pergi dari sana, namun terdengar suara dari balkon, seperti suara seseorang yang sedang merancau.
"Kenapa kau balik lagi ke dalam hidupku? Kenapa? Apa kau tidak puas membuat hati ini terluka, Natasha? Kenapa kau harus kembali lagi, Natasha? Aku sangat membencimu!" rancau Dimas sambil berteriak.
DEGH!
Jantung Meka berdetak kencang saat mendengar nama seorang wanita yang terlontar dari mulut Dimas saat pria itu tidak sadar.
__ADS_1
'Natasha? Siapa dia? Kenapa Kak Dimas sampai merancau namanya?' batin Mela penasaran
BERSAMBUNG.....