
Happy reading ....
Seketika Dimas menghentikan makannya, dia menatap kearah orang yang saat ini sedang tersenyum penuh kerinduan kepada pria itu.
"Untuk apa kamu ke sini?" tanya Dimas dengan dingin.
"Kamu itu dari dulu tidak pernah berubah, selalu saja bersikap dingin. Tapi aku suka," ucap seorang wanita yang tak lain adalah Natasha.
Dia sengaja pergi ke kantornya Dimas, karena wanita tersebut sangat merindukan pria itu. Ditambah sudah beberapa tahun mereka tidak bertemu.
Mendengar ucapan dari Natasha, Dimas malah tersenyum miring. "Rindu katamu? Ckck! Sebaiknya aku pergi dari sini, aku sibuk."
Akan tetapi bukannya pergi, Natasha malah mendekat lalu duduk di pangkuan Dimas. Dia menatap manja ke arah pria itu, namun Dimas malang membuang pandangannya.
"Ayolah ... aku tahu kau belum bisa melupakan ku," ucap Natasha dengan nada yang manja.
Dimas langsung terbangun, akan tetapi Natasha masih bergelayut manja di tubuh kekar pria itu.
"Lepas sebelum aku berbuat kasar!" ancam Dimas.
__ADS_1
"Oh ya? Ayolah sayang, aku tahu kok kamu belum bisa melupakan ku. Di hati kamu masih ada namaku bukan? Kamu tidak bisa membohongi nya," ucap Natasha dengan pedenya.
Dimas malah terkekeh saat mendengar kepercayaan diri Natasha yang begitu tinggi. "Apa kamu bilang? Aku belum melupakanmu? Kau itu jika bermimpi jangan terlalu tinggi! Seperti jelangkung saja, datang tidak diundang ke sini. Jadi sebaiknya kau pergi pun tidak ku antar."
Natasha cukup terkejut dengan jawaban Dimas yang begitu dingin, dan menolak dirinya. Selama ini dia masih mempunyai rasa pada pria itu, walaupun natasha menyelimuti Dimas.
Dia hanyalah wanita yang suka dengan kebebasan, jadi tidak suka dia kekang. Itu sebabnya dulu Natasha berselingkuh dari Dimas, karena saat dia berpacaran dengan pria tersebut Dimas terlalu over protective.
Saat Dimas mencoba melepaskan pelukannya Natasha di tubuhnya, tiba-tiba saja pintu ruangannya terbuka, dan ternyata yang masuk adalah Mela.
Kedua netra wanita itu membulat kaget, tatapannya kosong saat melihat adegan yang tak ingin dia lihat.
"Maaf jika aku mengganggu, aku hanya ingin mengantarkan makan siang untuk kamu Kak," ucap Mela dengan nada yang datar, kemudian dia menaruh rantang di atas meja.
Sementara Natasha menatap ke arah Dimas dan Mela bergantian, sebab Ia tidak tahu siapa wanita tersebut.
'Siapa wanita hamil ini?' batin Natasha.
"Sayang, dia siapa?"
__ADS_1
"Stop panggil aku sayang Natasha! Sebaiknya kau pergi dari sini sekarang!"
Mella bertambah terkejut saat dia mengetahui jika wanita yang tengah memeluk suaminya adalah mantan pacarnya, yaitu Natasha, yang semalam dipanggil namanya oleh Dimas dalam keadaan tak sadar.
Entah kenapa hati Mela merasa sakit seperti sesuatu yang teriris perih, walau dia tidak mencintai Dimas, akan tetapi saat mendengar pria itu menyebut nama wanita lain ditambah saat ini wanita tersebut ada di kantor suaminya dan sedang memeluk tubuhnya, membuat Mela merasakan sebuah aliran yang panas di dalam hatinya.
Matanya mengembun hendak menangis, akan tetapi Mela mencoba untuk menahannya.
"Maaf Kak, aku harus segera pulang," jawab Mela sambil menggigit bibir bawahnya, karena dia menahan air mata yang siap tumpah membasahi pipi.
"Tunggu Mela! Aku bisa jelaskan ini."
Mela tersenyum, kemudian dia menatap ke arah Dimas dan Natasha bergantian. "Tidak perlu meminta maaf, aku mengerti kok. Kalau begitu aku pulang dulu."
Mela melepaskan tangan Dimas yang sedang bertengger di lengannya, dia mencoba untuk mengikhlaskan pria itu bersama dengan wanita lain, karena Mela tahu bahwa Dimas menikahinya bukan karena cinta.
Dia juga tidak ingin memaksa pria itu untuk bertahan dengannya, dan Mela membebaskan perasaan Dimas. Karena wanita itu tidak ingin mengekangnya Dimas, menikahinya saja sudah sangat bersyukur apalagi jika harus mencintainya, itu hal yang tidak mungkin.
Saat Mela akan pergi dari sana dengan air mata yang sudah tidak bisa ya tahan lagi, seketika tubuhnya menabrak seseorang, membuat wanita itu mendongkak. Namun tiba-tiba saja netra wanita hamil tersebut membulat saat melihat orang yang baru saja bertabrakan dengannya.
__ADS_1
"Mas Adi!" kaget Mela, begitu pula dengan Dimas.Tapi tidak dengan Natasha, sebab ia tak mengenal Adi.
BERSAMBUNG.....