Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)

Prem Kee Shakti (Kekuatan Cinta)
Masalah Ikan Lele


__ADS_3

Happy reading....


Sementara di tempat lain tepatnya di sebuah kantor yang mewah, kedua pria yang berbeda umur tengah duduk.


"Bagaimana? Apa kau sudah menjalankan rencanamu?" tanya seseorang yang tak lain adalah Papa Renal dan juga Galang.


"Sudah Om, aku sudah membuat semua tanaman pria itu hancur. Dan aku yakin, dia pasti akan mengalami kerugian yang sangat besar. Apalagi pria miskin seperti itu tidak akan bisa mendapatkan modal kembali," jawab Galang sambil tersenyum sinis.


Iya, kehancuran dari semua tanamannya Adi adalah ulah dari Galang, dan itu pun tak luput dari persetujuannya Papa Renal selaku orang tua dari Rika. Sebab Ia ingin membuat Adi sengsara, dan Rika tidak betah tinggal bersama suaminya dan akan kembali ke rumah.


Sebab Papa Renal yakin, jika Rika pasti akan kembali memohon dan di sanalah dia akan memulai rencananya.


"Tapi Om, apa Om yakin jika di Rika akan meninggalkan pria miskin itu?" tanya Galang memastikan sambil meminum kopinya.


Papa Renal menepuk pundak Galang. "Tenang saja, dia pasti akan kembali ke rumah dan memohon biaya untuk suaminya. Pokoknya apapun itu, kita harus menghancurkan pria miskin tersebut, agar Rika tidak betah tinggal dengannya dan dia meninggalkan dirinya," jawab Papa Renal sambil tersenyum sinis.


Keduanya akhirnya membicarakan bisnis dan membicarakan rencana selanjutnya untuk menghancurkan hubungan antara Rika dan juga Adi.


Galang tidak perduli walaupun Rika sudah mempunyai suami, karena pertama kali dia bertemu dengan wanita itu Galang sudah sangat mencintainya.


'Aku pasti akan mendapatkanmu Rika. Aku akan menyingkirkan pria miskin itu! Jika dia masih ngotot untuk bertahan denganmu, maka aku tidak akan pernah membiarkan orang lain untuk menghalangi Cinta kita.' batin Galang.


.

__ADS_1


.


Saat ini Rika baru saja selesai memeriksakan kandungannya kepada bidan, dan perkiraan dari bidan jika saat ini Rika tengah mengandung dengan usia 4 Minggu.


Kabar tersebut tentu saja begitu menggembirakan bagi Mela dan juga Adi, karena rumah itu akan terasa ramai, jika sebentar lagi bayi yang ada dalam kandungan Rika akan terlahir ke dunia.


Hari-hari dijalani oleh mereka dengan penuh rasa syukur. Mela juga tidak membiarkan Rika untuk bekerja dan juga kelelahan. Dia hanya meminta wanita itu untuk duduk sambil melayani para pembeli, walaupun sebenarnya Mela sudah melarang tetapi Rika memaksa.


Malam ini semua sudah berkumpul di ruang TV untuk makan malam, kebetulan Mela dan juga Rika memasak pecak lele dan dan juga capcay yang dicampur bakso. Karena itu adalah makanan kesukaannya Mela.


"Mbak, kenapa makanannya hanya dilihat saja?" tanya Mela dengan alis terangkat satu.


"Sejujurnya aku tidak suka lele," jawab Rika dengan jujur


Rika menatap ke arah suami dan juga adik iparnya, kemudian dia pun tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya.


"Sejujurnya saat aku kuliah dulu, aku blusukan ke desa untuk mengerjakan sebuah tugas dari kampus. Dan aku melihat sebuah empang lele, namun di empang itu ada biasa yang disebut ******. Bayangkan saja, lele makan ****** terus kita memakan lelenya ... Hueek!" Seketika Rika menjadi mual.


Mela dan juga Adi yang mendengar itu menghentikan kunyahannya, kemudian mereka saling melirik satu sama lain, dan seketika kedua orang itu langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perut mereka.


Sementara Rika hanya menggaruk kepalanya saja yang tidak gatal. Dia merasa heran dengan tingkah suami dan juga adik iparnya.


Setelah beberapa saat keduanya pun kembali ke ruang tv, dan langsung meminum air putih di gelas hingga tandas.

__ADS_1


"Kalian kenapa sih? Kok tiba-tiba muntah? Benar kan apa kata aku, pasti lelenya tidak enak," ujar Rika sambil memanyunkan bibirnya.


Kemudian Adi mengelap mulutnya dengan tisu, lalu dia pun menjawab, "Sayang, bukan lelenya yang tidak enak. Tapi kejujuran kamu yang membuat kami seketika menjadi mual."


Mendengar itu Rika mengerutkan dahinya. "Memangnya ada yang salah dengan kejujuranku? Kan aku bicara fakta, makanya aku tidak suka lele, karena aku pikir---"


"Cukup Mbak! Jangan diteruskan, perutku menjadi mual lagi," ujar Mela sambil menyetop ucapan Rika.


Dia membayangkan lele itu memakan kotoran manusia, setelah itu manusia memakan lele tersebut. Siapa saja yang mengingatnya tentu saja akan merasa mual, apalagi mereka sedang makan.


"Sayang, lele ini sangat bersih dan dia dikelola dari peternakan, bukan dari empang yang ada jambannya," jelas Adi namun selera makannya sudah hilang.


"Ya aku tidak tahu sayang, yang pasti aku tidak suka lele. Mau dia dari peternakan ataupun dari empang, ataupun dari sungai dan dari laut, aku tetap tidak suka," jelas Rika sambil memakan nasi dengan capcay dan juga tempe goreng.


"Benar apa yang dikatakan Mbak Rika, dan sepertinya Mas, aku juga mulai sekarang tidak suka dengan daging lele. Padahal itu adalah makanan kesukaanku, tapi setelah mendengar penjelasan dari Mbak Rika, kayaknya otakku sudah tercuci dan berpikir jika semua lele pasti memakan hal yang sama. Uweeek!" Mela menutup mulutnya saat lagi-lagi dia merasakan mual saat mengingat hal yang menjijikan itu.


Sementara Rika merasa heran saat melihat tingkah adik iparnya. "Ya ampun Dek, di sini kakak yang hamil tapi kamu yang mual-mual? Apa Iya sindromnya orang hamil lari ke adik ipar? Bukannya ke suaminya ya?"


Adi dan juga Mela menatap satu sama lain, kemudian mereka menghela nafasnya sambil memutar bola matanya saat mendengar penuturan dari Rika.


'Astaga! Istriku ini memang polos atau pura-pura polos?' batin Adi yang tidak kuat dengan tingkah sang istri yang begitu menggemaskan.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2