Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Red Rose-Cinta Di Tiga Negara
Cinta tak Bertuan


__ADS_3

"Kak, apa kakak baik-baik saja?" tanya Sisi setelah pergi cukup jauh dari Jhonathan dan Yijia.


"Aku baik-baik saja, aku akan mengantar mu pulang."


"Kakak mau kemana?"


"Aku akan pergi ke Rumah sakit"


"Menjenguk Kak Andrew?"


"Iya"


"Oh baiklah"


"*A*ku harus membuat Kak Jhon juga pergi ke Rumah sakit" batin Sisi.


....


" * St Thomas 'Hospital * "


* Kamar Andrew dirawat*


Setelah mengantar Sisi kembali ke rumah, Willona pun pergi ke Rumah sakit untuk bertemu Andrew.


"Bagaimana keadaan mu?"


"Aku baik-baik saja, kenapa wajah mu terlihat murung?" tanya Andrew pada Willona yang sedang duduk di pinggir kasur nya.


"Tidak apa-apa, hari ini aku bertemu Jhonathan." ucap Willona pelan, terlihat jelas wajah-nya sangat sedih.


"Ternyata meski sudah bertahun-tahun rasa sakit-nya masih terasa."


"Tolong lupakanlah Jhon, sudah waktunya untuk mu segera melupakan-nya. Sekarang dia bersama Yijia, dia gadis yang baik, aku tidak ingin masa lalu mempengaruhi masa depan kita. Ini bukan hanya untuk Yijia tapi untuk dirimu sendiri, agar kau tidak harus merasa sakit lagi ketika bertemu dengan nya."


"Aku tau, selama ini aku sudah berusaha melupakan nya. Kenapa aku kembali, karena aku pikir, aku bisa tanpa Jhon. Tapi ternyata tetap saja dia selalu mempengaruhi hati ku."


"Kamu adalah gadis yang baik, hati mu selalu tulus, ketika tiba saat nya akan ada seseorang yang bisa membuat mu melepaskan nya dengan ikhlas Will"


"And... maaf kan aku, karena aku dulu kamu dan Jhon harus bertengkar," wajah Willona terlihat sangat kalut, ia benar-benar tertekan dan merasa frustasi.


"Kenapa kamu berkata seperti itu, ini bukan salah mu, keadaan lah yang memaksa."


"Sudahlah, berhenti bersedih, yang berlalu biarkan lah berlalu, yang harus kita perhatikan sekarang adalah masa kini, semoga akan ada cahaya baru dalam hidup mu."


"Andrew terimakasih sudah menemaniku, dulu aku terlalu penakut menghadapi kenyataan hingga lari, tapi sekarang aku sudah berbeda, jika ada masalah aku akan hadapi. Tidak perduli itu Jhonathan atau apa pun." ucap Willona penuh semangat, Andrew senang melihat Willona sekarang, dia lebih optimis.


"Oh ia mengenai masalah 3 tahun yang lalu itu, jika akhirnya nanti kebenaran-nya terungkap, apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku juga tidak yakin, tapi apa itu mungkin?"


"Menurut Thomas seperti nya ada orang dalam yang melakukan nya"


"Apa maksud mu?"


"Masalah nya masih belum jelas, aku juga belum yakin"


"Aku akan meminta Thomas untuk mengabari aku, jika ada perkembangan nya. Aku ingin tau siapa yang begitu tega membuat hal ini terjadi."


"Jika hal ini terungkap bagaimana?"


"Apa maksud mu sebenar nya?"


"Jika ternyata terbukti, tidak terjadi apa-apa antara kita, kau mau bagaimana?"


"Memang nya bagaimana?" tanya Willona merasa heranan.


"Saat itu pertunangan mu dan Jhonathan batal, kalau ini..."


"Entah lah, aku rasa tidak ada jalan untuk kembali, bukan kah sudah kamu katakan, untuk aku melepas-kan Jhonathan, dan gadis bernama Yijia itu, aku tidak ingin berebut dengan nya, jadi aku akan mengikhlas kan nya."


"Apa benar?, hey siapa tadi yang datang-datang kemari dengan wajah ditekuk?" ledek Andrew.


"Andrew berhenti ngeledikin aku." ucap Willona seraya memukul-mukul pelan dada Andrew.


"Aww dada ku-dada ku." jerit Andrew seolah-olah kesakitan, padahal sudah jelas itu hanya pura-pura.


"Berhenti bersandiwara, kamu ini yah! kenapa tidak jadi aktor saja?"


"Ini sakit tau"


"Bohong, sekalipun aku benar-benar memukul mu dengan sekuat tenaga, juga tidak akan membuat mu kesakitan." protes Willona


"Kamu ini, kenapa tidak percaya begitu sih pada ku? memang-nya aku pembohong?"


"Iya kamu pembohong! kamu selalu mengerjai diriku."


"Ah baiklah-baiklah jika Tuan Putri tidak percaya pada hamba lagi, maka hamba tidak bisa berbuat apa-apa lagi."


"Huh berhenti ber-akting, sebaik nya kamu masuk grup teater saja sana."


"Tapi aku kan masih sakit," rengek Andrew seperti seekor anak anjing yang terlantar minta di pungut.


"Hey hey lihat dirimu itu, sangat jelek, berhenti-berhenti"


"Hu..hu..hu... Nona sangat jahat padaku"


"Uh anak manis, jangan merajuk oke?"


Akhir nya Willona juga ikut-ikutan Andrew ber-akting, membuat beberapa suster jaga yang kebetulan lewat menjadi tersenyum-senyum melihat tingkah kekanak kanakan Andrew.


"Hey apa mereka pasangan? manis sekali." bisik seorang suster pada suster lainnya


"Iya yah, aku jadi iri, mereka sangat serasi." sahut suster lain nya.


Sementara itu Jhonathan yang baru tiba disana dan mendengar perkataan suster-suster.


Ia tampak tidak senang mendengar nya, para suster itu terus membicarakan tentang Andrew dan Willona yang terlihat sangat serasi.

__ADS_1


>> "30 menit sebelum nya"


Jhonathan sedang mengemudi di jalan untuk kembali ke kantor nya


"Cring ..." sebuah panggilan masuk ke ponsel Jhonathan, dengan sigap Jhonathan memasang earphone ke telinga-nya dan menerima panggilan itu.


"Hallo Kak Jhon?"


Terdengar suara yang tidak asing, suara yang begitu manis dan manja menggelitik ditelinga Jhonathan.


"Ah ada apa Sisi?"


"Kak Jhon sedang ada dimana? bisa kah Kakak pergi menyusul Kak Willona? dia pergi ke Rumah sakit setelah mengantar aku, aku merasa sangat khawatir, setelah berbicara dengan Kak Jhon tadi, dia terlihat tidak begitu sehat."


" Apa? apa dia sakit? baiklah aku akan ke sana, rumah sakit mana?." mendengar Willona sakit, entah mengapa Jhonathan menjadi begitu cemas, hingga melupakan ego nya yang selama ini seperti mahkota bagi nya.


"Seperti-nya St Thomas 'Hospital, karena itu Rumah sakit yang cukup bagus menurut Kak Willona selama ini, dia pasti kesana."


"Baiklah, aku akan segera menyusulnya kesana."


"Tut..tut.." Jhonathan buru-buru memutus panggilan tersebut, dan segera memutar balik arah mobil nya menuju Rumah sakit yang di katakan Sisi di telpon.


Mobil Jhonathan melaju dengan sangat cepat, Jhonathan yang sekarang tampak begitu cemas, hingga tidak terlalu memperhatikan hal-hal disekitar nya, ia hanya fokus pada stir dan berharap segera sampai tujuan.


"semoga tidak terjadi apa-apa dengan mu w?Willona, kenapa kamu berpura-pura tidak apa-apa tadi di depan ku?kenapa kau begitu keras kepala" batin Jhonathan


......


Sekarang ia tampak menyesal karena mendengar kan kata-kata Sisi, untuk menyusul Willona ke Rumah sakit.


"Sial, aku tidak harus nya kemari, sakit apa nya, dia hanya ingin menghibur kekasih-nya saja" gumam Jhonathan


Ia sangat kesal melihat Willona dan Andrew yang sedang tertawa gembira.


"Padahal aku sudah bertekad untuk melupakan nya, tapi kenapa hati ku merasa sangat sakit? tunangan ku dan teman ku menghianatiku, harus nya aku tidak terlibat apa-apa lagi dengan mereka." Jhonathan seraya melayangkan tinju nya pada tembok


"Ah sebaiknya aku pergi"


Jhonathan kemudian pergi, namun tidak disangka ia justru berpapasan dengan Airin.


Airin hanya memasang wajah datar dan dingin, ia juga tidak ingin menyapa Jhonathan, dan berlalu pergi begitu saja.


"Apa dunia ini terlalu kecil, hingga harus berpapasan dengan Jhon disini?" pikir Airin, ia tampak kesal ketika melihat Jhonathan.


"Apa ia kesini juga untuk menemui Andrew?" gumam Airin, kemudian segera pergi ke kamar Andrew, dan Jhonathan pun segera pergi dari Rumah sakit.


"Loh Willona juga disini?" tanya Airin setibanya di dalam kamar Andrew dirawat.


"Eh kak Airin"


"Apa Jhonathan tadi menemui kalian?"


"Eh apa! Jhonathan? tidak, dia tidak kemari"


"Apa Kakak bertemu dia tadi?" tanya Andrew ikut penasaran.


"Itu mungkin saja, tapi pasti karena ada aku disini, dia jadi tidak masuk," ucap Willona sedih.


"Ah sudah lah, mungkin dia punya urusan sendiri, lupakan lah untuk apa membicarakan nya lagi."


"Benar yang dikata-kan Kak Airin, sudah lah Willona tidak usah mengungkit dia lagi, bukan kah kamu sudah berjanji pada ku." Andrew seraya menggenggam tangan Willona.


"Iya baiklah"


"Jadi Kak Airin ada apa?" tanya Andrew


"Tidak ada, aku hanya datang untuk menjenguk."


"Terimakasih karena sudah datang, Kak Airin memang yang terbaik."


"Terimakasih Andre, bagaimana dengan luka mu?"


"Sudah membaik, kata Dokter tadi pagi, 3 hari lagi aku sudah boleh keluar dari Rumah sakit."


"Benarkah? bagus lah, aku senang mendengar nya."


"Oh iya, aku dengar dari Roy kamu akan segera pulang ke Korea?"


"Apa? kenapa? aku kan baru kembali, kenapa tiba-tiba kamu akan kembali ke Korea Andrew?" Willona terlihat sangat kaget mendengar nya, bagaimana pun Andrew adalah teman baik nya.


"Ah iya, sama seperti mu yang kembali ke Inggris untuk pulang, aku juga akan pulang ke Korea, bagaimana pun aku sudah lama tidak bertemu dengan Ibu."


"Apa kamu akan kembali lagi ke Inggris nanti nya?"


"Entah lah aku belum tau."


"Ayolah Andrew"


"Tenang-lah, kamu kan sudah besar, ada atau tidak nya diriku itu tidak membuat perbedaan. Lagi pula disini masih ada Roy dan Kak Airin, mereka juga akan menjaga mu." ucap Andrew seraya mengusap lembut pipi Willona.


"Uh baiklah, bagaimanapun juga ini adalah kehendak mu, aku tidak punya hak untuk menentang nya, tapi ingat jangan pernah melupakan aku."


"Hey apa itu wasiat?"


"Ayolah Andrew, aku serius."


"Iya iya bawel, memang-nya selama ini aku pernah melupakan mu?"


"Emh... tidak sih."


"Nah itu benar-kan, kamu jangan khawatir aku masih akan berada disini untuk beberapa hari kedepan, jadi kamu masih aku beri kesempatan untuk berbuat baik pada ku." goda Andrew dengan riang.


"Andrew bisa tidak sih kamu ngomong yang serius."


"Sudah-sudah, Andrew memang selalu seperti itu." ucap Airin seraya menggeleng-gelengkan kepala nya.


 

__ADS_1


*


 


"19:00"


"*Kediaman Keluarga Besar Zohran"


Setibanya Jhonathan di kediaman utama keluarga Zohran, ia langsung pergi menemui sang Kakek.


"Kakek aku datang." sapa Jhonathan ramah pada Kakek. walau pun sang Kakek sudah tua namun tetap terlihat begitu berwibawa.


"Oh Jhon kau sudah datang, cepat-lah kemari."


"Kakek." peluk Jhonathan


"Lihat paman dan sepupu mu juga ada disini, beri salam pada mereka."


"Baik"


Jhonathan pun pergi menghampiri Paman dan Sepupu nya, Alexander.


Setelah cukup berbasa basi dengan mereka, Jhonathan akhirnya duduk bersama Ayah nya.


"Ada apa Ayah mengumpulkan kami disini? apa ada yang penting?" tanya Ayah Jhonathan, Adam Zohran.


"Langsung saja, aku akan bicara terus terang." ucap Kakek tenang.


"Beberapa hari yang lalu, Keluarga Marcus datang dan menawarkan perjodohan, aku ingin tau siapa dari kaliar yang bersedia?"


"Kalian tau keuntungan dari perjodohan ini? bukan hanya dari nilai saham Aesly atau Willow saja yang akan naik, tapi keluarga kita juga akan semakin kuat."


"Apa punya saran Kakek, bagaimana jika Alexander saja? bagaimana pun ada banyak rumor yang mengatakan dia "gay", karena sampai sekarang tidak pernah punya teman dekat perempuan, dengan begitu satu tepuk dua lalat mati." jelas Jhonathan


"Yah bagaimanapun sepupu benar, tapi bukan karena aku "gay", dan bukan karena tidak tertarik hubungan pertemanan dengan wanita, hanya saja aku ini tipekal setia."


"Jadi apa kau punya kekasih?"


"Tidak"


"Lalu?"


"Aku akan menerima tawaran Kakek"


"Bagus, anak pintar." puji Kakek


"Kalau begitu sudah di tentukan" ucap Adam


"Bagaimana menurut mu Roland?" tanya Kakek pada Ayah Alexander, Roland Zohran.


"Karena Alexander sudah setuju, aku tidak masalah, lagi pula aku juga ingin segera punya cucu." jawab Roland seraya tersenyum sumringah


"Bagus-bagus, kalau begitu kita akan segera menghubungi keluarga Marcus."


"Kakek aku punya satu permintaan." ucap Alexander


"Oh apa itu?"


"Bagaimana jika menetap-kan tanggal pernikahan ku bersama dengan Kakak sepupu?"


"Apa?"


"Aku dengar Kakak sepupu menyembunyikan seorang gadis di resort pribadi-nya, jadi aku ingin tau apa Kakak berencana untuk membawa-nya masuk ke keluarga Zohran?"


"Jhonathan?" tanya Kakek


"Ya Kakek, aku mungkin menyukai-nya, tapi masuk keluarga Zohran, aku tidak yakin Kakek akan...." Jhonathan bingung harus bagaimana menjelas-kan pada Kakek nya.


"Bagus-bagus, aku senang ha..ha..haa, aku pikir kau akan terus memikir-kan Nona Muda dari keluarga Julius itu. Untung-nya tidak, yah keluarga Julius sebenar-nya adalah keluarga yang cukup besar dan berpengaruh, sayang-nya keluarga kita tidak berjodoh dengan mereka."


"Terimakasih atas pengertian Kakek."


"Bawa gadis itu kemari, nanti akan Kakek pertimbang-kan."


"Baik"


"Jhon, kamu belum menceritakan masalah ini dengan Ayah, apa tidak ada yang perlu kau sampaikan pada Ayah mu ini?" kini giliran Ayah Jhonathan yang meminta penjelasan padanya.


"Maaf Ayah, akan ku jelas-kan nanti."


"Hm...urusan Ayah dan anak bisa kalian bicara-kan berdua, sekarang mari kita pergi ke ruang makan, makan malam pasti sudah siap." ajak Kakek


"Baik Ayah" jawab amAdam dan Roland berbarengan.


"Baik Kakek" jawab Jhonathan dan Alexander hampir berbarengan.


....


Setelah makan malam selesai, Alexander dan Ayah-nya pamit pergi duluan.


"Ayah akan disini bersama Kakek." ucap Ayah Jhonathan


"Baiklah, kalau begitu aku pergi duluan."


"Hati-hati di jalan."


"Iya,Ayah."


"Kakek, aku pergi dulu." pamit Jhonathan pada Kakek nya


"Ya Jhon, hati-hati di jalan."


Setelah berpamitan dengan Ayah dan Kakek nya, Jhonathan pun pergi.


Malam itu Jhonathan pergi ke resort pribadi-nya, menemui Yijia untuk membicarakanmasalah pernikahan.


.....

__ADS_1


"*Resort Pribadi Jhonathan"


__ADS_2