Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Red Rose-Cinta Di Tiga Negara
Hari H


__ADS_3

**


Akhirnya!


Hari yang telah dinanti-natikan telah tiba, pagi hari cerah bersemi, sinar matahari menyinari seluruh hati mereka yang sedang berbunga-bunga.


Andrew tengah bersiap-siap mengenakan kemeja putih dan jas pengantin berwarna hitam, ia terlihat sangat percaya diri, wajahnya selalu tersenyum, tanpa sedikitpun mempelihatkan keraguan.


Di sisi lain gedung pernikahan. Yijia terlihat sangat cantik, menggunakan gaun pengantin berwarna putih. Wajahnya berseri, cantik menawan bak seorang Ratu, senyum menawan merekah di bibir merah cerinya.


Suasana pernikahan yang begitu hangat, meriah dan terkesan jauh dari kata glamour.


Cukup sederhana, menurut pandangan orang-orang yang berada di kalangan atas, namun sangat mewah dilihat dari kalangan orang biasa.


Rasa kekeluargaan yang begitu kental dan hangat, menyambut hari bahagia, bersatunya dua keluarga.


Dari depan pintu gedung pernikahan, terlihat jelas Jhonathan Zohran sedang berjalan masuk, diikuti Alexander Zohran dan sang Istri Maharani Zohran, Putri tunggal keluarga Marcus.


Tiba gilirannya, Roy dan sang Istri Airin beserta anak-anak mereka, juga telah memasuki aula gedung pernikahan.


Kemudian, Tuan Julius dan Nyonya Julius, Morgan Julius dan Istrinya, Ana Julius.


Tidak berselang lama setelahnya, Lisa, Rania, Steve, dan Kriss. Lalu serentetan orang-orang penting lainnya, yang berasal dari kalangan Pejabat, Mentri dan Pengusaha yang cukup berpengaruh. Semua tamu undangan telah tiba, namun sosok pengantin, yang menjadi sorotan utama pesta belum juga memperlihatkan batang hidungnya.


Lin Yi-Jixu berjalan memasuki aula utama, bersama Kakek dan Ayahnya, Lin Yi-Jui.


Di samping kiri, Tuan Kim Min-Woo dan Nyonya Song Ji-Hyo. Ayah, Ibu dari mempelai pria, juga telah bersiap memasuki aula pernikahan.


"Apa kamu sudah siap?"


"Haaahh" Andrew membuang nafas berat, seakan ada datu besar yang menindih bahunya.


"Ada apa?"


"Begini, Sekertaris Ma. Aku jadi sangat gugup, awalnya aku pikir semua akan baik-baik saya, tapi ternyata setelah hampir mendekati waktunya, pikiranku jadi tidak karuan, jantungku berpacu sangat cepat. Aku tidak menyangka bahwa menikah akan segugup ini, aku jadi takut dan cemas tidak beralasan." keluh Andrew


"Tenanglah, Tuan muda sudah berlatih cukup keras untuk hari ini, saya yakin semua akan berjalan dengan baik-baik saja."


"Aku, Aku harap juga begitu. Tapi...."


Belum sempat Andrew menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba ponselnya berdering.

__ADS_1


"Sayang, ada apa?"


"He... he... aku hanya khawatir, Oppa akan pingsan karena pasti sedang gugup."


"Kamu tau?"


"Iya, tadi Jixu yang mengataknnya padaku. Oppa, sayangku semangat ya, aku menantikan Oppa disini, menjemputku dengan ikatan suci pernikahan, aku berharap bisa bersama Oppa sampai menua dan hingga akhir menutup mata. Tolong jangan kecewakan aku, Oppa, cinta terakhir di hidupku."


Mendengar perkataan Yijia di telpon, membuat Andrew seperti tersihir, hati Andrew tiba-tiba meluap-luap bahagia, keraguan yang sempat melanda, redup seketika.


"Sayang, tunggu aku." jawab Andrew, lalu mematikan ponselnya. Senyum penuh percaya diri kembali mengembang di bibirnya, rasa percaya dirinya telah kembali, dengan semangat membara.


"Ayo, Sekertaris Ma." ajak Andrew seraya melangkahkan kakinya, berjalan menuju aula gedung pernikahan.


"Selamat berbahagia."


"Selamat atas pernikahannya."


"Selamat memulai hidup baru."


Serentetan ucap selamat datang menghampiri, bersamaan datangnya sang mempelai pria ke dalam aula.


Andrew tersenyum bahagia, tangannya ia lambaikan ke atas, dimana sang pengantin wanita sedang memperhatikannya dari lantai atas.


Semua orang yang hadir, menyaksikan proses ijab qabul itu menjadi terharu, kebahagiaan menyelimuti semua orang.


Setelah proses ijab qabul berjalan dengan lancar. Tibalah saatnya pengantin wanitanya berjalan menurini anak tangga satu persatu, diikuti beberapa orang gadis yang membantu mengangkat bagian belakang gaun pengantin yang dikenakan.


Andrew menjadi tegang, menantikan datangnya sang mempelai wanitanya. Matanya seperti tidak berkedip, mengikuti setiap langkah kecil Yijia, degup jantung nya semakin kencang, dan semakin keras tatkala wanita yang kini telah sah menjadi Istrinya itu, berdiri tepat di hadapannya. Saling menatap satu sama lain, hingga akhirnya Andrew memberanikan diri berjalan mendekat.


Satu tangannya ia angkat dan di letakkan di atas kepala Yijia, satu tangannya lagi ia angkat setengah dada, dengan melengkungkan jari-jari tangannya. Yijia segera menundukkan kepalanya, dan dengan seksama mendengarkan lantunan do'a yang keluar dari mulut Andrew.


*Flashback


1 Jam sebelum pesta pernikahan


Ting....


Sebuah E-Mail baru masuk ke ponsel Yijia, E-Mail yang telah dinanti-nanti Yijia akhirnya datang.


*Assalamu'alaikum wr.wb

__ADS_1


Salam rindu untuk Syifa.


Juga Syifa, ada salam untukmu dari Ibu. Selamat atas pernikahannya, semoga menjadi keluarga yang sakinnah, mawaddah, warohmah.


Kami turut berbahagia atas pernikahanmu, maaf, hanya do'a yang bisa kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, semoga Syifa dan Suami di berikan kebahagiaan, dan kelak mendapat keturunan yang saleh, salehah. Aamiin


Tidak banyak kata yang bisa ku tulis, mengingat status Syifa sekarang yang akan segera menjadi Istri orang lain, takutnya akan menimbulkan fitnah. Dan sesungguhnya, sejahat-jahat fitnah itu, lebih kejam daripada pembunuhan.


Sebagai hadiah pernikahan, aku akan memberikan tahukan, satu do'a untuk Suami, Syifa. ***** ****** ****** ******


Ingat untuk memintanya, menghafal do'a itu. Dan katakan padanya, do'a tersebut di baca ketika telah selesai ijab qabul, dan berhadapan dengan Syifa*.


Dan seterusnya, Yusuf memberitahukan banyak hal tentang pernikahan pada Yijia. Tentang tata cara pelafalan do'a dan kewajiban-kewajiban berumah tangga yang umum.


Banyak hal yang di tulus Yusuf, membuat Yijia tidak hentinya mengembangkan senyumnya.


Begitu baik Yusuf, meskipun cintanya tidak terbalas, tapi tidak sedikit pun ia menyinggung tentang perasaan-nya itu.


Setelah selesai membaca E-Mail dari Yusuf, Yijia segera mengirim pesannya pada Andrew.


*Flashback Off


Selesai membacakan do'a, Andrew segera mengecup kening Yijia perlahan dan dalam. Tiba giliran Yijia yang membalas dengan mencium punggung tangan kanan Andrew, sebagai pertanda cinta dan penghormatan yang suci dari seorang Istri.


"Sekarang kau adalah milik-ku, selamanya." ucap Andrew seraya memandang teduh wajah sang Istri, senyum bahagia terukir indah di wajahnya.


"Dan Suamiku, adalah milik-ku, duniaku yang tidak bisa di tukar dengan apapun."


Yijia menjatuhkan tubuhnya dalam pelukan hangat sang Suami, air mata yang ia tahan-tahan dari tadi akhirnya lolos dari dinding yang ia bangun dan jatuh membasahi pipinya.


"Sayang, jangan menangis."


"Aku cinta padamu, aku benar-benar cinta pada Suamiku."


"Aku tau, aku juga mencintaimu sayang."


Setelah selesai dengan proses ijab qabul, Yijia dan Andrew kembali berpisah, mengganti pakaian pengantin mereka dengan pakaian khas Korea.


Begitu juga para tamu undangan, mereka di giring menuju taman bunga yang berada di samping gedung. Pesta pernikahan bertema outdoor, dengan dihiasi bunga-bungan cantik dan menggoda.


__ADS_1


😳: Hai, maaf pemilihan kata-katanya berantakan. Sebenarnya Ly ga bisa lanjutin lagi, otak dah heng karena ga ada pengalaman soal pernikahan(Jomblo ngenes🤕) makanya ga up kemaren😳mohon di maafkan ya


Happy reading💐


__ADS_2