
**
*1 Bulan Kemudian....
*Seoul, Korea Selatan
*Kediaman Keluarga Besar Lin
"Kekek... lihat, apa ini cantik?"
"Cantik sayang, apa ini gaun pengantin yang baru saja dikirim oleh calon mertua mu?"
"Iya, Kek. Kata Ibu, kain dari gaun ini sudah turun temurun. Dulu pernah dikenakan Nenek dan Ibunya Jae-woo, lalu diubah dan dipercantik lagi, agar bisa kukenakan di hari pernikahan kami nanti, dan agar tidak ketinggalan zaman."
"Apa kamu senang sayang?"
"Aku sangat senang Kek, aku mencintai Jae-woo, dan keluarganya juga sangat baik. Aku merasa beruntung bisa memiliknya di hidupku."
"Baguslah, Kakek senang mendengarnya."
"Iya Kek. Tapi, apa Kakek juga bahagia dengan rencana pernikahanku dengan Jae-woo?"
"Kakek bahagia, jika kau bahagia sayang. Kakek akan selalu mendukung dirimu, apapun keputusanmu nanti."
"Terimakasih Kek, aku sangat bahagia bisa bersama Kakek."
"Yi, ada yang ingin bertemu denganmu."
"Oh, Jixu? siapa yang ingin bertemu denganku?"
"Turunlah ke bawah, dan lihatlah sendiri siapa yang datang berkunjung."
"Baiklah, aku jadi penasaran. Kakek, aku ke bawah dulu, nanti kita bicara lagi."
"Baiklah sayang, pergilah." jawab Kakek seraya tersenyum ramah
Yijia pun pergi, berjalan mengikuti Jixu yang sudah lebih dulu di depannya.
"Jixu, apa kamu marah?"
"Tidak, kenapa aku harus marah?"
"Karena aku lebih dulu menikah, dan kamu belum." goda Yijia
"Dasar nakal, kamu hanya ingin membuat aku marah kan? awas saja nanti kalau kamu sudah menikah, akan aku bongkar semua kelakuan burukmu pada Jae-woo."
"Oh, coba saja, siapa takut!" tantang Yijia
"Aku adukan pada Jae-woo, bahwa Istrinya ini suka ngupil dan buang gas di sembarang tempat."
__ADS_1
"Ih Jixu jail, senang banget ya." ucap Yijia seraya mencubit punggung Jixu
Tanpa terasa kini Yijia dan Jixu tengah berada di ruang tamu, dimana tamu mereka sedang menunggu.
"Yijia!" seru dua orang wanita bersamaan, membuat yang di panggi tersentak kaget.
"Lisa, Rania!" seru Yijia seraya menghamburkan diri kedalam pelukan dua orang sahabatnya itu
"Aku sangat merindukan kalian, hiks... hiks...."
"Kami juga sangat merindukan, Yi."
"Terimakasih, aku senang bisa bertemu dengan kalian lagi. Oh iya... beberapa waktu yang lalu aku pergi ke Inggris, aku ingin menemui kalian, tapi ternyata kalian sedang tidak berada disana."
"Iya, sudah beberapa bulan ini kami di Inggris. Oh... Kami dengar dari Jixu, bahwa kamu akan segera menikah, selamat ya Yijia sayang. Akhirnya yang ditunggu-tunggu terjadi juga, dan yang lebih mengejutkannya lagi kamu akan menikah dengan Andrew, itu benar-benar diluar dugaan."
"Ya begitulah, rencana Tuhan benar-benar tidak bisa di prediksi. Ternyata jodohku, adalah Andrew."
"Kamu pantas mendapatkan semua kebahagiaan yang ada Yi, setelah apa yang terjadi padamu selama ini, akhirnya warna warni pelangi akan menghiasi harimu kembali." ucap Lisa bersungguh-sungguh
"Kami turut senang dengan semua berita gembira ini Yi, semoga kalian akan selalu berbahagia, selamanya." ucap Rania dengan mata berkaca-kaca, di sudut matanya terlihat genangan kecil menyerupai sebuah danau, rasa bahagia dan terharu menyelimuti hatinya.
"Terimakasih Lisa, Rania. Kalian adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki di dalam hidup ini, aku tidak akan pernah melupakan kalian."
"Uhuk... maaf mengganggu reuni kalian, tapi apakan Nona Yijia tidak merindukan kami? apa tidakkah Nona Yijia yang cantik ingin memberikan kami pelukan yang hangat?" ucap Kriss seraya merangkul bahu Steve
"Steve, Kriss... Aku senang melihat kalian baik-baik saja. Tapi maaf, pelukanku sekarang hanya boleh di miliki calon suamiku saja."
"Aku hanya bercanda Yijia, aku juga tidak mengharapkan pelukan darimu, karena sekarang Istriku sedang hamil. Aku tidak ingin membuat wanita yang sensitive ini, cemburu dan marah." Kriss mengelus perlahan perut Istri tercintanya
"Kamu tidak terkejut Yi?" tanya Rania tiba-tiba
"Terkejut? untuk apa?"
"Lisa dan Kriss sudah menikah, apa kamu tau itu?"
"Iya aku tau, waktu itu di Inggris aku bertemu dengan Kak Roy, dan mengetahui bahwa kau dan Steve sedang berpacaran. Kak Roy menceritakan semuanya padaku, bahkan kedai kopi milik kalian sendiri, aku juga sudah tahu."
"Oh begitu, apa kamu juga sudah tahu kalau...."
"Kalau apa?"
"Aku tidak enak mengatakannya, tapi aku sangat penasaran apakah kamu sudah tahu tentang Jhonathan...."
"Seorang duda?"
"Kamu sudah tahu!?"
"Iya, aku tahu. Tapi, itu semua tidak mengubah apapun, hatiku masih tetap sama, aku memilih Andrew yang dengan tulus mencintai-ku."
"Baguslah, aku merasa lega mendengarnya."
"Dan kamu Ra! kapan menikah dengan Steve?" goda Yijia, awalnya wajahnya terlihat serius, namun akhirnya ia tersenyum lebar karena berhasil mengerjai Rania dan Steve.
__ADS_1
"Steve, kapan kita menikah?" tanya Rania seraya memeluk lengan kiri Steve, dengan manja.
"Sayang, apa kamu ingin menikah?"
"Iya sayang, aku ingin menikah."
"Apakah perlu kita menikah sekarang?"
"Hei, apa benar ini Steve si Pangeran kulkas kita dulu Lis? apa kabelnya rusak ya?" ucap Yijia seraya merangkul Lisa, yang berada di dekatnya.
"Inilah kekuatan cinta, Yi. Bahkan seseorang pun rela ber-ubah, demi orang yang dia cinta." jawab Lisa seraya tersenyum simpul
"Ber-ubah jadi Poweranger?" celetuk Jixu, membuat Yijia dan yang lain tertawa terbahak-bahak.
"Astaga Jixu."
"Jixu, kalau iri, bilang dong." goda Kriss
"Siapa yang iri?"
"Si J-O-M-B-O." jawab Kriss penuh penekanan disetiap katanya
"Dasar budak cinta!" cibir Jixu
"Itu lebih baik, daripada budak setan."
"Sudahlah, berhenti berdebat. Ayo semuanya silahkan duduk dulu, he... he...."
"Dasar Tuan rumah pelupa, seharusnya dari tadi mempersilahkan kami duduk." goda Rania
"Iya, Rania bawel. Oh iya, pernikahan ku dan Andrew 3 hari lagi, kalian semua bisa datangkan?"
"Tentu saja kami akan datang, bagaimana bisa kami melewatkan momentum bahagia kalian, Yi."
"Terimakasih semua nya, aku harap semuanya akan berjalan dengan lancar, dan tidak ada hambatan apapun lagi."
"Kami juga berharap begitu Yi, semoga mimpi mu membangun rumah tangga yang bahagia bersama Andrew, bisa tercapai."
"Aamiin, terimakasih untuk doa dan dukungan dari kalian semua."
"Oh iya, aku juga ingin minta tolong." sambung Yijia
"Minta tolong apa?" tanya Kriss heran
"Tolong carikan juga sepupuku ini pasangan, aku merasa kasihan melihatnya terus kesepian."
"Tentu Yi, kamu tenang saja, kami akan memilihkan pasangan terbaik diantara yang terbaik untuk Jixu."
"Kalian bercanda? aku ini jomblo bahagia, tidak perlu pasanga." jawab Jixu sombong
"Jomblo bahagia apa? nanti malam pasti nangis tuh."
"Yi, kamu sangat senang mengejek sepupu ini yah?"
__ADS_1
"Iya, Tuan J-O-M-B-O."