
(Episode Spesial "Petaka Pengantin Baru(1)")
.....
Keesokan harinya, Jhonathan dan Willona telah kembali ke Inggris. Kedatangan mereka langsung di sambut hangat oleh Thomas, yang sudah menunggu keduanya dari pagi buta.
Thomas merasa sangat bingung, harus memulai pembicaraan dari mana, cepat ataupun lambat, ia tetap harus memberitau Jhonathan tentang keadaan Yijia yang sebenarnya.
"Hai Thom, maaf membuatmu lama menunggu." sapa Willona ramah
"Tidak apa-apa. Ayo pergi, aku sudah menyiapkan mobil untuk menjemput kalian."
"Iya"
Jhonathan dan Willona berjalan mengekor di belakang Thomas, yang menggiring mereka keparkiran mobil.
"Ayo pergi, aku sudah sangat merindukan Ayahku." ucap Willona riang
"Baik Nyonya muda Zohran." jawab Thomas, ia sangat senang melihat Willona yang tampak bersemangat. Thomas segera membawa mobil yang mereka kendarai, melaju, memacu di jalanan raya.
"He... sekarang nama belakangku adalah 'Zohran' sama seperti Suamiku."
"Selamat atas pernikahan kalian, semoga berbahagia."
"Terimakasih Thom. Tapi, menurutku sebaiknya dari sekarang, kamu juga harus mulai mencari pasangan. Apa kamu mau bantuanku?" ucap Jhonathan, berlagak seperti sedang berpikir, tapi sebenarnya ia hanya ingin menggoda Thomas.
"Ha... ha... masalah itu sebaiknya kita bicarakan nanti." jawab Thomas kikuk, ia paling malas jika mengungkit masalah pernikahan. Semenjak kepergian Selena, cinta masa kecil Thomas, ia seakan menutup diri dari yang namanya cinta.
"Selena... apa kamu bahagia disana? Maaf, selama kamu hidup, kita selalu bersikaf seperti orang yang tidak pernah kenal. Aku terlambat memperjuangkan dirimu, sekarang aku hanya bisa menyesalinya. Selena-ku yang dulu, ceria dan lemah lembut, berubah hanya karena cinta yang tidak terbalas. Lihatlah Selena... Jhonathan, pria yang kau cinta, kini telah berbahagia bersama Kakak-mu, tolong... do'a kan mereka dari sana."
"Thom, ada apa? kenapa kamu melamun?"
"Thom, perhatikan jalan... fokus pada mengemudimu." ucap Jhonathan khawatir
"Ah... iya, maaf."
"Ada apa? kamu sedang dalam masalah ya?"
"Tidak apa-apa. Aku hanya teringat, tadi Ayahmu, memintaku menyampaikan pesan Presdir Kim padamu."
"Oh, Presdir Kim? Ayahnya Andrew?" tanya Willona sedikit bingung
"Iya."
"Apa pesannya?"
"Kita sampai" ucap Thomas, tanpa menjawab pertanyaan Willoba, ia segera turun dari mobil dan membereskan barang bawaan Willona. Jhonathan yang menangkap hal mencurigakan dari sikaf Thomas itu, mulai menyadari ada sesuatu yang di sembunyikan Thomas.
"Ayah!" seru Willona seraya berlari kepelukan sang Ayah, yang berdiri di depan rumah bersama seluruh keluarga, menyambut hangat kadatang ke dua pengantin baru itu.
"Sayang, bagaimana keadaan mu?"
"Aku baik Ayah, aku sangat senang... aku bahagia."
"Iya sayang, Ayah juga senang kalau kamu senang seperti ini." ucap Tuan Julius seraya mengecup pelan kening Putrinya
__ADS_1
"Andaisaja Sisi masih hidup, apakah dia akan bahagia melihat Kakaknya menikah dengan pria yang dia cintai."
"Mah..." kini giliran Nyonya Julius yang mendapat pelukan hangat dari Willona, membuat semua orang tersenyum haru melihatnya.
"Seorang anak perempuan, ketika dia menikah, maka dia bukan lagi milik orang tuanya. Tugasnya sekarang, adalah melayani dan menemani Suaminya dengan baik, bukan untuk menjadi sorang pembantu, tapi untuk menjadi pendamping hidup. Berbahagia-lah sayang, dan jangan menyusahkan Suami-mu."
"Iya Mah, aku mengerti. Mamah adalah panutanku, aku ingin menjadi Istri yang baik seperti Mamah."
"Lalu aku bagaimana?" ucap Morgan seraya membentangkan kedua belah tangannya, melihat hal itu Willona segera memeluknya.
"Kakak-ku yang tampan dan baik hati, aku merindukanmu."
"Benarkah, lalu dimana oleh-olehku?"
"Ada, nanti akan kuberikan."
"Wah, terimakasih Adik manis."
"Ya sudah, tidak baik berlama-lama di luar. Ayo, kita masuk ke dalam." ajak Nyonya Julius
"Ayo!" seru Willona riang dan penuh semangat
Setelah Willona dan keluarganya masuk ke dalam rumah, Jhonathan segera memanggil Thomas untuk berbicara.
"Ada apa?"
"Presdir Kim menelpon, beliau bilang Andrew kecelakaan beberapa bulan yang lalu...."
"Apa!? bagaimana keadaannya sekarang?"
"Aku tidak tau, akan ada hal seperti ini. Bagaimanapun kesalah pahaman antara aku dan Andrew telah selesai, aku telah kembali pada Willona. Tapi... apa aku pantas di sebut sahabat, aku tidak mempercayai ucapan sahabatku sendiri, dan selama bertahun-tahun aku menganggapnya musuh."
"Jhon...."
"Hmm?"
"Yijia... dia...menghilang."
"Apa!?" Jhonathan membelalakan matanya lebar-lebar, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Kenapa baru sekarang, kamu memberi tau?"
"Aku tidak ingin mengganggu bulan madu-mu dengan Willona, maaf." jawab lirih Thomas
"Bagaimana mungkin? siapa yang membawanya pergi, apa dia diculik dari Rumah sakit."
Bak jatuh, tertimpa tangga jua. Belum pulih dari keterkejutannya tentang keadaan Andrew, sekarang justru datang berita buruk lainnya. Jhonathan hampir saja jatuh, seluruh tubuhnya melemah seperti tidak bertenaga, beruntung ia masih bisa mengendalikan dirinya, dan menahan tubuhnya tetap berdiri.
"Sepertinya Yijia sudah sadar, dia hanya tidak ingin memberitau kita semua. Aku juga baru mengetahui hal ini setelah pihak Rumah sakit menelpon, memintaku mengambil kembali uang bulanan yang ku kirim untuk biaya rawat Yijia. Aku lantas menanyakan ini semua pada dokter, dan ya... Yijia sadar, tepat di hari pernikahanmu dan Willona."
"Dia pasti terluka karena diriku, hatinya pasti hancur meski dia mengatakan tidak apa-apa padaku saat itu." ucap Jhonathan, seperti mengingat sesuatu yang telah lalu.
"Lalu, dimana dia sekarang?"
"Aku belum bisa menemukannya, maaf."
__ADS_1
"Dia bersembunyi? coba tanyakan pada teman-temannya. Terutama gadis bernama Lisa itu, dia sangat dekat dengan Yijia."
Belum sempat Thomas menjawab, Jhonathan buru-buru mengambil kunci mobil dari tangan Thomas. Ia segera mengemudikan mobil itu dan pergi meninggalkan kediaman keluarga besar Julius.
"Jhon...." Thomas berusaha menghentikan Jhonathan, namun semua sia-sia, Jhonathan tidak menggubris perkataan Thomas, bahkan mendengar pun tidak.
"Ada apa Thom?" tanya Willona yang baru saja keluar, menghampiri Thomas.
"Dimana Jhon?"
"Dia pergi"
"Kemana?"
"Katanya ada urusan mendadak, kamu tenang saja dia pasti akan segera kembali."
"Kamu bohong, dia pasti pergi menjenguk Yijia kan? dia terus saja memikirkan wanita itu, dia pasti sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya." ucap Willona penuh kebencian
"Tidak Wi, Jhon benar-benar ada urusan mendadak."
"Apa Jhon pergi menemui Yijia?"
"Ah Tuan besar"
"Aku tau, Yujia telah siuman. Beberapa minggu yang lau, aku bertemu dengannyadi Rumah sakit.
Sayang, tidak perlu marah, sekarang Jhonathan adalah Suami mu, dia pasti tidak akan berani macam-macam. Lagi pula, kalian berutang nyawa pada Yijia, wajar jika Jhon mengkhawatirkan-nya." ucap Tuan Julius bijaksana, mencoba memberikan pengertian pada Willona yang sedang marah.
"Tapi, aku tidak suka jika dia terus memikirkan wanita itu, Ayah...."
Dukh....
Willona jatuh pingsan, tidak sadarkan diri. Darah segar mengalir keluar dari kedua hidungnya, matanya terpejam dan tubuhnya terkulai lemah.
"Willona!?"
"Nyonya muda...."
....
"Yi! Yi! tolong keluarlah sebentar" panggil Jhonathan, ia berteriak cukup keras di depan pintu rumah Lisa. Tepat setelah itu, Motor Kriss datang besama Lisa.
"Lisa! dimana Yijia?" bentak Jhonathan
"Ah sia*! Jhonathan telah kembali, bagaimana ini? dia menyeramkan."
"Aku... tidak tau."
"Bohong, kamu pasti tau! katakan padaku, dimana dia?"
Jhonathan Saenz (B-ART TALENT MANAJEMEN)
*my inspirasi visual Jhonathan Zohran😍
__ADS_1