
.
.
.
.
Andrew dan Yijia kembali ke dalam pesta, pasangan baru itu di sambut hangat oleh semua orang. Tuan Kim buru-buru menghampiri mereka, dengan senyum bahagia yang tidak kunjung luntur.
"Sayang, selamat." Tuan Kim dengan cepat memeluk Yijia dan Andrew, secara bergantian.
"Ayah, terimakasih." seulas senyum haru merekah di bibir Yijia, dengan mata berkaca-kaca ia menatap lembut Tuan Kim, yang kini telah resmi menjadi Ayah mertuanya.
"Iya, sayang. Ayah harap, kamu dan Jae-woo bisa berbahagia selamanya."
"Ayah, aku janji, aku pasti akan membahagiakan Istriku. Tidak akan ku biarkan ada air mata di hidupnya, setetes pun tidak akan ku lepaskan. Dialah wanitaku, cinta pertama dan terakhir di hidupku." ucap Andrew tulus, terlihat kejujuran di setiap katanya, menunjukan bahwa ia serius dan bisa di percaya akan janjinya.
"Ayah senang mendengarnya, jadilah Suami yang baik Jae-woo, jangan kecewakan Ayah dan Ibumu."
"Iya, Ayah.
"Jae-woo, selamat sayang." ucap Nyonya Kim seraya memeluk erat Andrew, lalu berganti dengan memeluk Yijia.
"Sayang, mulai sekarang aku adalah Ibumu, dan kamu adalah Putriku."
"Iya Ibu, terimakasih." jawab Yijia haru
"Iya sayang, Ibu harap kamu akan menjadi Istri yang baik buat Jae-woo, menemaninya hingga tua dan menutup mata bersama."
"Iya Ibu, hiks... hiks...."
"Sayang jangan menangis, apa kamu tidak ingin menua bersamaku?" goda Andrew
"Mana mungkin, bukan seperti itu maksudku."
"Sayang, jangan menggoda Istrimu seperti itu. Tenangkan dirimu Yijia sayang, Suamimu hanya bercanda. Kami semua tau, kalian berdua saling mencintai, jadi pasti akan selalu bersama hingga tua nanti."
"Iya Ibu." Yijia kembali membenamkan dirinya dalam pelukan sang Ibu mertua.
"Sayang, jangan lerlalu lama memeluk Ibu. Bagaimana kalau kamu memelukku saja? aku juga ingin di peluk." rengek Andrew, membuat beberapa orang yang mendengar nya tersenyum dan tertawa.
"Yijia." panggil Kakeknya, suara nya yang begitu berwibawa, dan terkesan ramah, membuat Yijia merasa tenang.
"Kakek" setelah melihat Kakeknya yang berada tepat di belakangnya, Yijia segera menghamburkan diri ke dalam pelukan sang Kakek.
"Selamat berbahagia, Sayang." ucap Kakek seraya mengelus pelan ujung kepala Yijia.
"Terimakasih Kakek."
"Iya, sayang."
.....
Setelah melewati hari yang panjang.
Pesta pernikahan Yijia dan Andrew pun selesai.
"Sayang, pergilah bersama Istrimu. Kami disini selalu mendo'a kan yang terbaik untuk kalian, semoga setelah pulang dari bulan madu kalian, segera ada kabar baik." ucap Nyonya Kim seraya mengelus perut Yijia, mengisyaratkan bahwa ia berharap agar Yijia dan Andrew segera mempunyai anak.
"Ibu, bagaimana Ibu bisa berdoa seperti itu? aku tidak ingin membagi cinta Istriku, untuk saat ini. Karena setelah mempunyai anak, dia pasti akan lebih mencintainya di bandingkan diriku." protes Andrew
"Sudah, jangan bertengkar. Hamil atau tidak, kita tunggu saja nanti, kita lihat bagaimana kehebatan Jae-woo dalam membobol gawang dengan sekali tendangan." ucap Tuan Kim, yang segera disambut tawa ricuh dari semua orang.
"Itu benar, aku jadi semakin bersemangat menantikan hasilnya." ucap Kakek Yijia
"Ayah dan Kakek tenang saja, jangan meremehkan kemampuanku. Meskipun belum berpengalaman, tapi aku yakin bisa em...." belum sempat Andrew menyelesaikan ucapannya, mulutnya sudah terlebih dulu di tutup Yijia dengan tangannya.
"Oppa, jangan sombong dulu. Ayah dan Kakek hanya ingin menggoda Oppa, jangan serius seperti itu.
__ADS_1
"Ha... ha... sayang, Istrimu benar. Sebaiknya kalian segera pergi sekarang, nanti keburu pagi, jadi tidak bisa menikmati Festival tengah malamnya." ucap Nyonya Kim lembut
"Siap Amma."
"Ayah, Kakek, semua nya, aku dan Yijia pergi dulu."
"Iya, selamat berbulan madu...."
"Kakek, Paman, Bibi, dan Jixu. Terimakasih atas dukungannya, aku akan pergi sekarang."
"Iya sayang, pergilah. Selamat bersenang-senang ya, dan hati-hati di jalan."
"Baik Kakek."
Setelah berpamitan pada semua orang. Pada malam itu jua, Yijia dan Andrew pun berangkat ke Nami Island, Gangwon-do, Korea Selatan, untuk berbulan madu.
"Sayangku." ucap Andrew seraya membuka pintu mobil untuk Yijia
"Terimakasih."
Setelah Yijia masuk ke dalam mobil, Andrew pun segera mengikutinya masuk ke mobil dan duduk di sampingnya.
\*
Nami Island
Nami Island atau Namiseom adalah pulau mungil nan indah berbentuk bulan separo yang berada di wilayah Chuncheon-si, provinsi Gangwon-do, Korea Selatan, 63 km jauhnya dari kota Seoul.
Yijia dan Andrew telah tiba di pulau Nami.
Seperti yang telah diatur oleh Nyonya Kim, ke dua pengantin baru itu menginap di Resort.
*W Jiiwoo Resort
"Oppa"
"Hm?
"Serius?"
Tanpa membalas pertanyaan Andrew, Yijia segera menganggukkan kepalanya.
"Berikan aku ciuman jika itu benar."
Cup....
"Emh...."
"Oppa, jangan nakal."
"Istriku, aku tidak nakal." rengek manja Andrew
"Ehm.... ah.... Oppa, tangan Oppa pegang apa? em....."
"Aku hanya memegang milikku, sayang. Kau milikku sekarang."
Yijia mendorong pelan tubuh Andrew, melepas pelukan mesra penuh gairah mereka.
Wajahnya memerah, melihat wajah Andrew yang begitu tampan saat itu di mata nya.
"Kenapa? mau lagi?"
"Aku sudah lelah Oppa, kita baru saja sampai disini. Ayo beristirahat dulu."
"Tapi aku tidak lelah, aku ingin segera memakanmu, sayang." ucap Andrew dengan seringai nakal di wajahnya. Ia mulai menggendong tubuh Istrinya dengan gaya bridal style, dan membawanya ke atas tempat tidur.
"Oppa nakal, aku masih ingin melihat Festival tengah malam di sini."
__ADS_1
"Hm? jadi Festival itu lebih penting dari diriku?"
"Bukan seperti itu. Tapi Oppa sudah janji, sebagai kado pernikahan akan membawaku melihat Festival tengah malam di pulau Nami."
"Baiklah, aku mengalah. Tapi hanya untuk malam ini, nanti pagi aku tagih kamu."
"Baiklah-baiklah, ayo bersiap. Sebentar lagi tengah malam, aku ingin segera sampai disana dan tidak terlewat satupun.
"Iya Putri, ini gunakan mantelmu."
"Terimakasih"
"Ayo pergi."
"Wah, pemandangan malam hari di sini memang sangat indah"
"Tidak seindah bidadariku."
"Oppa!"
"Iya sayang?
"Tidak ada, aku hanya ingin memanggil saja."
.....
Hanya dibutuhkan waktu 5 menit dari W Jiiwoo Resort, Yijia dan Andrew telah berada di pulau Nami.
"Oppa, ini... Festival tengah malamnya benar-benar cantik."
"Ini tidak sepadan dengan waktu yang kita habiskan bersama. Untuk datang kesini, aku mengorbankan kesempatan untuk mencetak goal."
"Oppa masih saja berpikiran mesum, he... he...."
"Kalau aku tidak mesum, apa mungkin Istriku mau memulainya lebih dulu?"
"...."
"Hufh... beri aku ciuman."
Cup....
"Aku ingin ciuman, bukan kecupan."
"Oppa...."
"Baiklah, aku tidak akan memaksa. Tapi...." Andrew menggantung kalimatnya, dan langsung menarik pinggang Istrinya agar menempel pada tubuhnya. Ia mulai mendekatkan wajahnya dan perlahan menautkan bibirnya dengan bibir merah ceri, milik Istrinya itu.
Yijia melingkarkan tangannya di leher Andrew, yang memeluk erat tubuhnya. Tanpa adanya perlawanan, Yijia membiarkan sang Suami, bermain liar dengan lidahnya.
Ciuman yang panas dan bergairah, yang semakin menggila dengan menyerebaknya hawa dingin di tengah malam pulau Nami.
Seakan dunia hanya milik mereka berdua. *H*oneymoon yang romantis bak Drakor! membuat ke dua insan manusia yang sedang dimabuk cinta itu, lupa bahwa dunia bukan hanya di huni oleh mereka.
Festival tengah malam di pulau Nami, seperti magnet tersendiri bagi orang-orang, sehingga mereka tidak terlalu memperdulikan kedua Suami Istri yang sedang berciuma.
.
.
💐
Say hai kembali dengan RedRose Season 2😶
Semoga suka😆
__ADS_1
Jangan lupa Like,Rate⭐⭐⭐⭐⭐, dan Vote
*Tip juga boleh💎