Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Red Rose-Cinta Di Tiga Negara
Mantan


__ADS_3

"Yijia kembali ke Korea?"


"Benar. Karena Kakek sedang sakit, makanya kami meminta Yijia untuk kembali ke Korea dan merawat Kakek. Tapi ternyata setelah Yi kembali, Kakek justru semakin sehat, itu sangat melegakan bagi kami."


"Karena Kakek sudah membaik, maka Yijia pun memutuskan untuk bekerja."


"Oh begitu, sayang sekali Yi sekarang sedang pergi ke Inggris karena pekerjaan, padahal aku sangat ingin bertemu dengannya lagi, aku benar-benar merindukannya." keluh Rania, sedikit kecewa.


"Kalau begitu bersabarlah, ini sudah satu bulan lebih, mungkin beberapa hari lagi dia akan kembali."


"Ah itu bagus, aku tidak sabar untuk bertemu dengannya lagi." ucap Lisa antusias, diikuti Rania yang segera memeluknya.


"Semoga Yi cepat kembali, aku benar-benar merindukannya."


"Iya Ra, aku pun juga begitu. Bagaimana penampilan Yijia sekarang ya? apa dia akan terkejut atau bahagia ketika bertemu kita nanti?"


"Hei sudah-sudah, kalian para wanita sangat antusias sekali. Nanti saja pikirkan lagi, sekarang sebaiknya kalian makan dulu, nanti makanannya mendingin dan tidak enak lagi di makan."


"Iya sayang, jangan marah dong."


"Aku tidak marah, sayang. Aku hanya mengingatkanmu, ditambah sekarang kamu sedang hamil, aku tidak ingin ada sesuatu terjadi pada dirimu dan calon anak kita."


"Iya, maaf."


"Aduh manisnya, jadi iri." goda Rania


"Ayo menikah, sayang." ucap Steve datar


"Hah!?" Rania membulatkan matanya lebar, tidak percaya apakah perkataan Steve itu serius atau hanya candaan.


"Iya, ayolah kalian menikah saja." ucap Lisa seraya merangkul pundak Rania


"Lanjutkan, aku menonton saja." ucap Jixu datar, ia merasa kesal hanya menjadi obat nyamuk dari ke 2 pasangan itu.


"Astaga, kasihan... jomblo tersakiti." goda Kriss, ketika melihat ekspresi Jixu yang kesal.


"Fine!"


 


*


 


*Inggris

__ADS_1


*Kedai Kopi BC (Bio Coffee)


Tempat Yijia dulu bekerja, dimana suka dan duka pernah ia jalani. Menjadi saksi bisu kebahagiaan dan kesedihan, yang dirasakan Yijia.


"Kak Roy!" seru Yijia ketika memasuki kedai kopi, ia melihat Roy tengah berdiri diantara meja para pelanggannya.


Roy yang merasa namanya di panggil seseorang, segera menoleh keasal suara. Betapa terkejutnya ia, ketika melihat orang yang memanggil namanya itu adalah Yijia.


"Yijia!" pekik Roy setengah berteriak. Ia segera berjalan menghampiri Yijia, namun ditengah-tengah jalan, ia justru berhenti dan terdiam diri layaknya patung.


"Yijia kembali? aku bersalah padanya, apa aku pantas menemuinya sekarang?"


"Kak Roy, apa kabar?" sapa Yijia ramah. Karena Roy tidak menggubris ucapannya, maka Yijia langsung menghampirinya.


"Yijia? ini benar dirimu?" tanya Roy sedikit tidak percaya


"Ha... ha... tentu saja aku Yijia, memangnya hantu?" goda Yijia, seraya tersenyum sumringah.


"Ah Yi, disaat seperti ini kamu masih bisa tersenyum dan bercanda?"


"Tentu saja, kita tidak sedang dalam berkabung, Kak Roy."


"Astaga, kamu sudah banyak berubah Yi. Kamu sekarang sepertinya lebih bebas, dan suka bercanda."


"Beberapa tahun ini, banyak hal yang terjadi di kehidupanku, membawa banyak perubahan besar. Aku pikir, aku tidak bisa selamanya terus berada di masa lalu, bertambahnya usia, membuat pikiranku lebih dewasa dan bisa memilih dengan lebih cermat."


"Terimakasih Kak. Oh iya, bagaimana kabar Kak Airin dan anak-anak kalian?"


"Mereka baik. Lalu bagaimana denga kabarmu juga?"


"Ah... mungkin Kak Roy sudah tau, kalau Andrew telah kehilangan ingatannya?" tanya Yijia sedikit ragu, yang segera dibalas anggukan kecil dari Roy


"Aku tahu, lalu... apakah ada hubungannya dengan pertanyaanku barusan?" tanya Roy heran, ia merasa bingung dengan maksud Yijia yang menanyakan keadaan Andrew padanya.


"Kini aku dan Andrew telah berpacaran." jawab Yijia, dengan senyum yang merekah dibibirnya.


"Apa? oh itu bagus, syukurlah. Kenapa tidak dari dulu saja?" kekeh Roy


"Aku merasa sangat bahagia, Kak. Meskipun Andrew kehilangan ingatannya, tapi dia tidak melupakanku dari hatinya."


"Aku juga merasa begitu. Ketulusan hati Andrew padamu, benar-benar membuatku iri. Kau benar-benar tertanam, berakar kuat di hatinya, sehingga tidak ada satu orang pun bisa menggantikan."


"Benar, aku bangga padanya. Tapi, aku terkadang juga merasa sedih, karena dulu tidak bisa melihat cinta tulus dari Andrew. Aku terlalu di butakan oleh hasrat, berpikir cintaku pada Jhonathan akan berakhir semanis madu, namun nyatanya berakhir dengan duka dan luka."


"Aku mengerti Yi, tapi...." Roy menggantung ucapannya, matanya terbelalak kaget. Saat itu ia melihat seorang pria yang tidak asing lagi baginya, masuk ke dalam kedai kopi, dan berjalan kearahnya dan Yijia.

__ADS_1


Yijia menatap heran, mimik wajah Roy yang berubah seketika. Ia pun menoleh mengikuti arah pandangan Roy, matanya berhasil menangkap sosok tinggi, besar dan kekar yang berhasil mengejutkan Roy itu.


"Jhon, kamu telat" tukas Yijia


Seketika Roy mengerjapkan matanya, ia akhirnya tersadar dari keterkejutannya, menyadari Yijia yang sama sekali tidak terpengaruh dengan kehadiran Jhonathan.


"Maaf membuatmu menunggu, tadi aku ada banyak pekerjaan di perusahaan." jawab Jhonathan santai


"Baiklah-baiklah, lagi pula hanya sebentar." ucap Yijia, yang hanya di balas dengan senyum simpul dari Jhonathan


"Hai Roy, apa kabar?" sapa ramah Jhonathan, sambil menepuk perlahan bahu Roy.


"Aku baik Jhon. Apa kalian janjian disini?" tanya Roy tanpa basa-basi


"Ya, ada yang ingin kami bicarakan." jawab Yijia


"Oh baiklah, silahkan cari tempat duduk kalian sendiri, aku akan meminta Angel untuk membuatkan kopi dan mengantarnya langsung ke meja kalian." ucap Roy, lalu berjalan pergi. Namun segera di cegat Yijia dengan sebuah lontaran pertanyaan, yang hanya bisa di jawab oleh Roy sendiri.


"Siapa Angel, apa dia Barista baru? dimana Kriss dan yang lainnya? dartadi aku tidak melihat Lisa ataupun Rania?" tanya Yijia mulai khawatir


"Yah, begitulah Yi. Mereka sudah mengundurkan diri dari kedai ini, dan memulai bisnis mereka sendiri."


"Oh benarkah? lalu dimana mereka sekarang?"


"Mereka bersama-sama membuka kedai kopi sendiri di tempat Kriss. Tapi, aku dengar sudah beberapa bulan ini kedainya tutup, dan entah kemana orangnya." ucap Roy ragu-ragu


"Mereka pergi? kenapa?"


"Entahlah, mungkin ada hubungannya dengan kehamilan Lisa."


"Lisa hamil?" Yijia membulatkan matanya, membentuk lingkaran sempurna. Ia sangat terkejut, karena sahabatnya kini tengah hamil, dan itu artinya Lisa pastilah sudah menikah.


"Iya Yi, kenapa, apa kau merasa kecolongan? maka segeralah, ajak Andrew menikah." goda Roy


Tanpa Roy sadari, wajah Jhonathan berubah mnghitam, matanya menggelap, dengan kedua tangannya yang terkepal. Ingin sekali rasanya Jhonathan memarahi Roy, namun itu segera ia urungkan, mengingat statusnya sekarang, hanyalah seseorang dari masa lalu Yijia. Sebagai seorang mantan, ia tidak berhak untuk marah.


"Tahan-tahan... jangan sampai kau kelepasan Jhon! ingat statusmu sekarang, bahkan untuk cemburu pun kau tidak berhak." pikir Jhonathan


"Dengan siapa! Lisa... siapa Ayah dari anak Lisa?" tanya Yijia gelagapan


"Lisa sudah menikah?" tambah Yijia lagi, merasa pertanyaan-nya itu masih belum lengkap.


"Kriss" jawab Roy singkat


"Kriss? lalu bagaimana dengan Steve?"

__ADS_1


"Yang aku dengar, sekarang ini Steve sedang menjalin hubungan dengan Rania."


__ADS_2