Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Red Rose-Cinta Di Tiga Negara
RR2 The Last Episode


__ADS_3

Red Rose Season2 : Akhir Kisah ⚘⚘⚘


.


.


"Tapi aku juga belum mandi dari tadi pagi Oppa." ucap Yijia tanpa dosa. Wajahnya yang baru bangun tidur terlihat lucu dengan rambut yang masih acak-acakan, membuat Andrew semakin bersemangat menggoda Istrinya. Ia menggendong tubuh wanita itu dengan gaya bridal style , lalu membawa nya ke dalam kamar mandi.


"Kalau begitu kita mandi bersama saja." Andrew meletakkan tubuh Istrinya ke dalam bathtub, mengisinya dengan air, lalu sabun dan wewangian lainnnya. Ia juga melepaskan seluruh pakaian nya, hingga tidak ada sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya.


Dengan tenang Yijia menantikan suami nya masuk ke dalam bathtub. Ia sebenarnya juga senang, bisa mandi bersama suami nya. Sebuah kesenangan tersendiri, ketika bisa mandi bersama, saling memakai kan sampo dan menggosokkan sabun ke kulit lawan.


"Sayang, kamu sedang apa? Suka sekali ya melihat tubuh ku?" Andrew yang sudah masuk ke dalam bathub segera menempelkan pelukannya di tubuh sang Istri. Bagi Andrew, mandi bersama dengan seseorang yang di cinta bisa menjadi obat mujarab penghilang lelah setelah berkerja seharian. Hanya berada di dekat wanita nya, sudah membuat dirinya merasa tenang dan tenteram.


"Aku suka Suami ku tanpa baju, tapi hanya aku yang boleh melihat, dan tidak boleh untuk di perlihatkan pada wanita lain. Jika tidak...."


Cup! Sebuah ciuman mendarat di bibir Yijia, menghentikan wanita itu menyelesaikan kalimatnya. Andrew dengan penuh semangat bergerilya, menyentuh setiap senti dari tubuh Istrinya, yang kini juga tidak memakai sehelai kain pun. Tidak ada yang terlewat dari tangan Andrew, semua adalah miliknya, dan dengan rakus ia mulai melancarkan aksi nya. Ciuman itu semakin panas, dan menggairahkan ketika tangan lebar itu mulai menyentuh daerah-daerah sensitif wanita nya. Air hangat di bathtub kalah panas dengan Suami Istri yang sedang bercumbu mesra itu. Semakin lama, semakin jelas suara rintihan, dan juga erangan yang kuat.


.


.


**


SYDNEY, AUSTRALIA.


"Mah, biarkan Kak April bersama Kak Thom. Sungguh, aku tidak apa-apa. Melihat kedua orang yang ku sayang, akhirnya bisa bersama, itu adalah sebuah kebahagiaan."


Plak! Satu tamparan keras mendarat di pipi kanan gadis cantik berambut pirang dan mata biru itu. Ia mengusap perlahan pipi nya, sakit, namun ia tidak berniat membalas.


"Apa kamu bodoh?! Kalian akan segera menikah, lalu mengapa tiba-tiba kamu bisa berbicara seperti ini? Apa wanita itu yang meminta mu mengatakan nya?" hardik Nyonya Rey pada putri bungsu nya itu. Ia sangat geram padanya, karena ia sudah susah payah membantu gadis itu untuk mendapatkan pria idamanan nya, namun justru putri nya menyerah dengan mudah, dan berencana melepas pria itu untuk wanita lain.


"Tidak Ibu, hanya saja cinta tidak pernah bisa dipaksa kan. Aku tulus padanya, dan aku merasa... selama dia bahagia, maka aku pasti juga akan merasa bahagia untuk nya. Aku tidak ingin dia bersedih hati, karena terpaksa bersama ku." jelas Lili perlahan dan penuh pengertian.


"Lili sayang, apa kamu sadar dengan apa yang barusaja kamu katakan itu?" Tuan Rey menahan kedua bahu gadis kecil nan manis nya. Tatapan maya nya yang sendu, dan tenang membuat Tuan Rey tidak tega untuk menanyai nya lebih banyak lagi.

__ADS_1


"Hm... baiklah. Jika itu kemauan mu, maka kita akan batalkan pernikahan kalian. Tapi, ingat! Dikemudian hari, jangan sampai kamu menyesal."


Tuan Rey dan Istrinya pun pergi. Menemui Thomas dan Aprilia yang berada di ruang tamu, Tuan Rey yang sebenarnya tidak terlalu menyukai keputusan putri nya, memilih diam dan membiarkan Istrinya yang mewakili dirinya untuk berbicara.


"Lili tidak ingin menikah dengan mu. Pernikahan batal! Kalian boleh pergi sekarang." ucap Nyonya Rey datar, juga terkesan dingin.


Thomas dan Aprilia saling memandang satu sama lain. Mereka merasa aneh, jelas ada sesuatu yang salah pada Lili. Tapi, mengenyampingkan hal itu, Thomas justru merasa senang karena tidak harus menikah dengan wanita yang tidak ia cintai. Tanpa basa basi lagi, ia segera membawa Aprilia pergi. Pulang ke London, kota kelahiran mereka.


"Selamat tinggal Kak Thomas. Semoga Kakak dan Kak Aprilia bahagia."


.


.


*


LONDON, INGGRIS.


Sesampai nya mereka di Inggris. Aprilia disambut dengan hangat oleh teman-teman nya dan keluarga besar Zohran. Meskipun menyayangkan pembatalan pernikahan Thomas dan putri keluarga J.Tamani, namun mereka merasa tenang dan tidak terlalu mempersalahkan nya, karena kebahagiaan Thomas lah yang lebih penting.


\*


SEOUL, KOREA SELATAN.


2 TAHUN KEMUDIAN


"Papa...."


Suara riang seorang gadis kecil, berusia satu tahun. Berlari ke dalam pelukan sang Ayah, yang baru saja keluar dari mobil.


"Mina sayang"


Pria itu segera memeluk buah hatinya, dan mengangkat tubuh kecil anak itu kedalam gendongan nya. Rasa lelah setelah bekerja seharian, langsung lenyap seketika melihat tawa sang buah hati, yang setiap hari dengan penuh semangat menyambut kedatangan nya.


"Oppa, jika sudah bersama Mina, akan langsung lupa pada ku ya." Sang Istri tercinta, yang merasa terabaikan oleh suami dan anak nya kini ikut memeluk kedua orang terkasihnya itu.

__ADS_1


Seperti itu lah, pemandangan senja-keluarga bahagia. Harmonis dan romantis.


"Bagaimana mungkin, aku melupakan mu, sayang? Kau selamanya adalah bidadari ku." Pria itu mengecup kening sang Istri, dengan putri kecil nya yang masih setia berada di dalam gendongan nya.


"Terimakasih, telah memberi malaikat kecil yang manis untuk ku, sayang. Dan, aku harap si tampan yang sedang berada di dalam perut mu, juga akan selalu baik-baik saja, dan sehat. Si jagoan papa, akan menjadi kebanggaan terbesar, dan pelengkap keluarga kita." kini tangan kanan pria itu mengelus perut sang Istri, yang telah membuncit besar.


"Papa, kapan adik kecil akan keluar dari perut Mama?" gadis kecil nan polos itu bertanya pada sang Ayah, dengan tangan kecil nya menyentuh setiap senti dari wajah Ayah nya.


Hap tangan kecil itu masuk ke dalam mulut sang Ayah, yang sudah gemas dengan imut nya sang putri tercinta. Gadis kecil itu mengerutkan dahi nya, yang mana sama sekali tidak menampakan kerutan. Ia berusaha mengeluarkan tangan nya dari mulut Ayah nya, dengan tangan satu nya menyentuh bibir sang Ayah, dan mencoba membuka nya dengan sedikit kekuatan kecil nya.


Pria itu bertahan. Berusaha keras menahan tawa, geli karena sentuhan-sentuhan putri kecil nya. Ia tidak ingin kalah, dan terus mengerjai anak sulung nya itu.


"Dasar Oppa, masa anak sendiri dikerjai"


"Huh... bilang saja kamu iri"


Akhirnya keluar juga tangan kecil, si malaikat, karena sang Ayah yang tidak sengaja membuka mulut untuk berbicara dengan Istri nya.


Tawa gadis kecil imut akhirnya lepas, ia sangat senang melihat wajah kecewa sang Ayah karena kebebasan tangan kecil nya.


Wajah imut, kecil nan lugu. Menjadi cucu satu-satunya keluarga Kim, membuatnya sangat disayang oleh semua orang.


Kulit putih bersih, wajahnya yang putih kemerah-merahan, hidung nya mancung, bibir merah cery, dan mata sipit nya, menjadi ciri khas bagi Kim Mina, yang mana Ayah dan Ibu nya, adalah orang Korea.


"Kembalikan cucu kecil ku" ucap seorang wanita paruh baya tiba-tiba, bersamaan dengan itu, ia segera mengambil alih, menggendong cucu perempuan nya. Gadis kecil, kesayangan keluarga Kim. Kim Mina.


Putri kecil dari Lin Yi-Jia dan Kim Jae-woo. Kim Mina, si gadis kecil lucu dan imut.


~End~


Selesai sudah kisah cinta Lin Yijia, sampai disini.⚘


Terimakasih untuk support nya


Epilog--->>

__ADS_1


__ADS_2