
"Hahaha....aku bercanda, ayo mandi sana, aku sudah siapkan air hangat dikamar mandi" Sari tertawa melihat wajah Yijia yang terlihat seperti orang bodoh, karena diajak mandi kesungai. Ia segera menarik lengan Yijia agar segera bangun dari kasur dan mengantar Yijia sampai kedepan pintu kamar mandi.
"Besok saja ya mandi disungainya, hahaa"
"Iya Bi" jawab Yijia, kemudian ia segera masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya.
Setelah berada didalam kamar mandi, Yijia diam mematung, ia kaget dan merasa bingung harus bagaimana mandinya.
Kamar mandi sederhana dengan beberapa buah ember, gayung dan selang air serta beberapa peralatan mandi, seperti sabun dan shampo. Tidak seperti tempat tinggalnya dulu, kamar mandi modern dengan Bathtub dan Shower .
"Syifa ada apa? kenapa aku belum mendengar suara air mengalir, apa kamu ketiduran lagi? Ha..haa..haa" Sari tertawa kembali, ia dapat menebak bahwa Yijia pasti masih kebingungan di dalam kamar mandi
"Bibi" Yijia membuka pintu kamar mandi, dan memandang Bibinya, wajahnya terlihat memelas.
"Sini aku jelaskan" Sari ikut masuk kedalam kamar mandi
"Syifa, ini adalah colokan air, mesin air yang ada disumur nanti akan menyedot air disumur secara otomatis, jadi nanti airnya akan keluar dari selang ini. Kamu taruh selangnya kedalam ember yang paling besar itu, lalu disana ada ember sedang yang berisi air panas yang sudah aku siapkan tadi, lalu kamu campurkan keduanya biar airnya tidak terlalu dingin. Terakhir gayung, selanjutnya terserah kamu mau berendam di ember juga tidak apa-apa, ha..haa.."
"Ini handuknya ya, semangat mandinya" setelah menjelaskan semuanya, Sari keluar dari kamar mandi
"Oh iya, setelah selesai jangan lupa matikan mesin airnya ya, lepas saja colokannya"
"Iya Bi, terimakasih" Yijia menutup kembali pintu kamar mandinya.
"Iya" Sari lalu pergi kedapur, meninggalkan Yijia sendiri di kamar mandi.
....
Lima menit kemudian. Yijia selesai mandi, ia segera berpakaian dan pergi menemui Neneknya di dapur
"Nenek, ada yang bisa Syifa bantu?"
"Memangnya kamu bisa masak?" tanya Sari penasaran
"Bisa, tapi Bibi bantu sebutkan apa yang harus Syifa lakukan"
__ADS_1
"Udah, Syifa bantu do'a saja, biar aku saja yang masak, ha..ha.." Sari sangat senang dengan adanya kehadiran Yijia dirumah, ia sangat suka mengerjai Yijia, seperti mereka sudah kenal lama.
"Bibi, memang mirip seperti Ibu! selalu saja menggoda Syifa" gerutu Yijia
"Sudah-sudah, Syifa tunggu diluar saja, nanti setelah makanannya selesai dimasak, kita makan bersama-sama"
"Iya Nek" Yijia mengikuti perintah sang Nenek untuk menunggu diluar dapur.
Bukan hanya keluar dari dapur, Yijia bahkan berjalan keluar dari dalam rumah. Ia menatap sekelilingnya, hanya ada cahaya remang-remang dari lampu penerang jalan, namun saat memandang keatas langit, ada ribuan bahkan ratusan ribu bintang berkerlap kerlip menghiasi langit malam, membuat Yijia merasa sangat terpukau oleh keindahan dan kemegahan langit malam itu.
Sesuatu yang tidak dapat dilihat diperkotaan, karena diperkotaan ada banyak cahaya lampu berwarna warni menghiasi gedung-gedung pencakar langit. Sehingga agar dapat melihat bintang, datang kedaerah pegunungan atau pedesaan adalah pilihan yang tepat.
Suasana didesa pada malam hari sangat sepi, atau justru dapat dikatakan sangat tenang, hanya ada suara burung-burung yang beraktivitas pada malam hari, seperti burung hantu, juga kelelawar dan yang tidak pernah tertinggal, jangkrik!
"Tenang dan damai, benar-benar sesuatu yang aku butuhkan, yang paling penting adalah aku punya keluarga ku disini, bersama mereka aku sangat bahagia." gumam Yijia, ia duduk bawah pohon kecapi yang berada di depan rumah dan terus menatap keatas langit.
"Ah ponselku tidak ada jaringan, untungnya sebelum kesini aku sudah memberi kabar pada Kakek di Korea"
"Semoga Kakek baik-baik saja disana"
"Bagaimana kabar teman-teman ya? aku jadi merindukan mereka, apa Jhonathan sudah pulang dari bulan madunya ya?"
"Apa yang akan selanjutnya aku lakukan ya? cari kerja? tapi kerja apa disini?"
"Seandainya ada Andrew, dia pasti selalu punya ide yang membantu. Bagaimana keadaan Andrew sekarang ya?"
"Hei Syifa, sedang apa kamu disana?kamu bicara sama hantu? ayo masuk, kita makan bersama" panggil Sari dari depan pintu rumah
"Ayo cepat, anak gadis jangan kelamaan diluar, takutnya nanti ada genderowo lewat malah jatuh cinta sama kamu, kan susah jadinya, ha...ha.."
"Iya Bibi, kenapa suka banget sih becandanya" Yijia akhirnya berdiri dan berjalan menghampiri Sari kedepan pintu.
"Anak baik, sini cepat masuk" Sari tersenyum ramah, tanpa membantah kata-kata Bibinya itu Yijia berjalan masuk kedalam rumah. Setelah Yijia masuk, Sari langsung mengunci rapat pintu rumah.
"Kamu ngapain disana tadi? bicara sama jangkrik, apa hantu?"
__ADS_1
"Ih Bibi, aku cuma bicara sama diriku sendiri"
"Oh jadi, apa yang kalian bicarakan? pasti tentang cowok ya?"
"Tidak-tidak, aku bilang aku sangat bahagia bisa bsrtemu Nenek dan Bibi" Yijia segera memeluk Sari dengan manja
"Uuh anak manis, Bibi dan Nenek juga bahagia bisa bertemu kamu"
"Oh iya apa kamu sudah punya pacar? jangan-jangan kamu sedang merindukannya ya?"
"Tidak ada" Yijia menggelengkan kepala berulang kali
"Yang benar nih? bagaimana kalau Bibi saja yang carikan kamu calon suami?"
"Ah tidak-tidak, aku tidak mau"
"Kenapa? benarkan pasti kamu sudah punya pacar"
"Tidak begitu"
"Sari, Syifa sampai kapan kalian disana, ayo cepat sini, nanti makanannya jadi dingin" panggil Nenek tiba-tiba
"Baik Nek" Yijia dan Sari pergi menghampiri Nenek Yijia, setelah sampai mereka segera mencuci tangan dikeran air dan lalu duduk bersila dilantai. Tidak seperti kebiasaan makan Yijia, yang makan diatas meja dan duduk dikursi, serta peralatan makan seperti sendok dan garpu, disini Yijia makan hanya pakai tangan saja, tanpa sendok atau garpu.
"Ayo makan" ajak Nenek, menaruh piring berisi nasi putih didepan Yijia dan Sari
"Terimakasih Nek"
"Iya, ini lauknya" Nenek meletakkan tumisan kacang dan tempe diatas piring berisi nasi, Yijia.
"Ini ikannya" tambah Nenek meletakkan sepotong ikan di atas piring Yijia
"Terimakasih Nek" Yijia merasa sangat terharu, matanya terlihat berkaca-kaca, ia sangat bersyukur dapat merasakan perhatian dari sang Nenek
"Iya sayang, makanlah dengan pelan ya"
__ADS_1
"Iya Nek"
"Syifa makan yang banyak ya? biar badannya sedikit berisi, kamu sekarang terlalu kurus. Lihat Bibi dong, kulit cantik dan berisi ha..ha.." Sari mengusap-usap perut besarnya