
Yijia berjalan mengikuti seorang pelayan yang akan menunjukkan kamarnya, tanpa menyadari dari arah belakangnya, ada seseorang yang sedang berjalan mengendap-ngendap mendekat ke arahnya.
"Dor"!
Teriak orang itu seraya menepuk ke dua pundak Yijia dari belakang. Suara lantang dan cukup keras itu berhasil mengagetkan Yijia,
"Hahaha... kamu kagetkan Yi?"
"Ishhh Jixu!" ucap Yijia kesal seraya memukul kasar, dada bidang pria muda yang di panggi Jixu itu.
"Aww sakit Yi, sudah cukup." rengek manja Jixu seraya meraih ke dua tangan Yijia, membuat Yijia terhenti dari aksi berutalnya memukul Jixu.
"Huh, biar tau rasa kamu"
"Ah... sudah lama tidak bertemu, kamu sekarang sudah jadi kucing nakal ya?" ledek Jixu
"Aku bukan kucing, tapi singa manis dan imut" ucap Yijia seraya memonyongkan bibir merah mudanya.
"Ah aku benar-benar merindukan singa nakal ini, gemasnya" Jixu memeluk erat Yijia. Seperti gayung bersambut, Yijia balas memeluk erat tubuh atletis Jixu.
"Kemana saja kamu selama ini SiNa?"
Setelah puas memeluk Yijia, Jixu mulai merenggangkan badannya dari Yijia. Namun kedua tangannya masih melingkar di pinggang Yijia.
"SiNa?"
"Singan Nakal-kan? ha...ha...."
"Huh dasar TiBa!"
"Apaan tuh?"
"Tikus Bau!" ucap Yijia seraya menutup hidungnya, seolah-olah sedang mencium bau tidak sedap.
"Huh dasar bebek jelek" Jixu seraya mencubit ke dua pipi Yijia.
"Aduh... sakit Jixu"
"Menyesal?"
"Huh tidak akan"
"Ck...dasar kepala batu!"
"Dasar otak otot"
"Jelek"
"Bau!"
"Yi... " ucap Jixu gemas, lalu langsung membopong tubuh Yijia diatas pundaknya yang kekar. Ia berjalan menuju sebuah kamar, melewati pelayan yang tadi akan mengantar Yijia ke kamarnya.
__ADS_1
"Wah Jixu, kamu kuat sekali, setelah lama tidak bertemu, kamu banyak berubah yah?" Kagum Yijia, ia tidak takut atau khawatir dengan kelakuan Jixu yang mengangkat tubuhnya di atas pundaknya itu.
"Tentusaja, aku ini sudah banyak berlatih Yi, tidak seperti dulu lagi. Mulai sekarang aku akan menjagamu, dan tidak akan ada seekor lalat pun yang bisa mengganggumu jika aku ada."
"Huh sombong sekali, sudah cepat turunkan aku."
"Tunggu, sebentar lagi sampai"
Jixu membawa Yijia masuk ke kamar dan menjatuhkan tubuh Yijia ke atas tempat tidur.
"Ini sudah malam, sebaiknya kamu bersihkan dirimu dulu sebelum tidur, sudah bau seperti kaos kaki yang di cuci tapi gak kering tuh badan." goda Jixu
"Iiih nyebelin, sudah pergi sana. Aku bisa mengurus diriku sendiri, selamat malam."
"Iya bawel, selamat malam juga"
Cup... "Mimpi indah" ucap Jixu seraya mengecup kening Yijia
"Aku kuluar sekarang, kalau ada apa-apa panggil aku saja"
"Iya"
Jixu pun keluar dari kamar Yijia, setelah menutup pintu kamar Yijia rapat-rapat, Jixu berjalan ke arah kamarnya berada, yang tidak begitu jauh dari kamar Yijia.
"Hufh hari yang panjang dan melelahkan, setelah 6 tahun berlalu, akhirnya aku kembali lagi kesini. Jika saja Ayah dan Ibu masih ada, pasti rasanya akan sangat membahagiakan." gumam Yijia, ia merebahkan tubuhnya sembarang di atas tempat tidur, dan dalam waktu singkat ia pun tertidur pulas.
Pelan-pelan pintu kamar Yijia mulai terbuka, Yijui, Paman Yijia, masuk ke dalam dan meletakkan sebuah foto yang ia bawa di atas meja kamar Yijia.
"Yijue, Putri-mu sekarang sudah besar, ia sudah menjadi gadis yang cantik dan cerdas. Jika saja engkau masih ada disini bersama kami...."
......
*Keesokan Harinya
"Selamat pagi"
Jixu masuk ke kamar Yijia tanpa mengetuk pintu, dan langsung duduk di pinggir tempat tidur Yijia.
"Huh dasar kucing pemalas, udah pagi begini masih belum bangun." Jixu seraya mencubit pipi kanan Yijia, cubitan itu berhasil membangunkan Yijia dari tidurnya.
"Ahhhhh... hoaammm" Yijia mulai meregangkan badannya dan mengucek-ngucek kedua matanya dengan tangan.
"Pagi" ucap Yijia, melihat Jixu yang sudah berada duduk di sampingnya.
"Hm... pagi, bagaimana tidurmu nyenyak?"
"Nyenyak, ya mungkin karena kemaren malam udah kecapekkan, jadi bisa tidur nyenyak banget, sampai lupa bersih-bersih. He...he...."
"Iya aku tau, ya sudah pergi mandi dulu saja sana. Aku tunggu di bawah, kita sarapan bersama."
"Siap bos"
__ADS_1
"Ya sudah, aku pergi duluan"
"Iya"
Setelah Jixu keluar, Yijia buru-buru pergi ke kamar mandi. Ia tau bukan hanya Jixu yang akan menunggunya, tapi Paman dan Kakek-nya juga.
10 menit kemudian, Yijia telah selesai mandi dan berpakaian, memakai sedikit riasan, bedak dan pewarna bibir yang di buat senatural mungkin.
Yijia berjalan menuruni anak tangga Villa dengan hati-hati, lalu pergi berjalan ke arah ruang makan, dan benar saja. Kakek, Paman dan Bibinya sudah ada disana, menunggunya.
"Selamat pagi Kakek, Paman, Bibi" sapa Yijia riang
"Selamat pagi sayang"
"Bagaimana tidurmu? apa nyaman?" tanya Bibinya Yijia, Ibunya Yijixu, Istri dari Yijui.
"Tentu Bi, aku tidur pulas sekali."
"Baguslah, ayo duduk sini, kita sarapan bersama."
"Iya" jawab Yijia, ia kemudian berjalan ke arah kursi kosong di samping Jixu. Jixu dengan senang hati membantu menarikkan kursi kosong itu dan mempersilahkan Yijia duduk di sampingnya.
"Terimakasih"
"Iya, ayo makan"
"Melihat kalian seperti ini sangat mengharukan. Kalian berdua sudah tumbuh dewasa sekarang, bukan anak kecil seperti dulu lagi, yang apabila bertemu langsung bertengkar."
"Tentusaja, tapi dulu walaupun kami sering bertengkar, Jixu juga tidak pernah meninggalkan Yi, Bibi. Jixu selalu menjaga Yi, jika sedang berada di luar rumah, padahal dia hanya lebih tua dariku 1 bulan, he...he...." Yijia tersenyum malu
"Ah begitu, kalian memang saudara yang baik. Jixu sekarang juga sudah dewasa, dia pasti akan semakin ketat menjaga sepupu kesayangannya ini dengan baik. Takutnya nanti justru tidak ada satu pun laki-laki yang berani mendekatimu, ha...ha...." goda Yijui pada Yijia
"Tidak-tidak Paman, justru aku yang takut, kalau-kalau Jixu tidak punya waktu menjagaku dan malah sibuk dengan pacarnya. Jixu sekarang sudah berdeba dari yang dulu, mungkin malahan sekarang ada banyak wanita yang berbaris mengantri untuk mendapatkan cintanya. Ha...ha...."
"Sudah-sudah, cukup. Jangan membahas hal yang tidak penting seperti itu lagi, aku belum ingin berpacaran, dan benar! aku tidak akan membiarkan seekor cacing liar manapun mendekati sepupu cantikku, tanpa izin dariku." ucap Jixu dengan angkuhnya.
"Ha...ha... jangan seperti itu Jixu, nanti sulit bagi Yijia untuk menemukan pasangan yang cocok"
"Huh... pasangan? kenapa hidupku hanya berputar-putar tentang pasangan? memangnya aku tidak bisa hidup di dunia ini tanpa adanya pasangan? ah... sudahlah! tanpa pasangan pun aku masih bisa hidup bahagia, bersama Kakek, dan seluruh keluargaku. Aku tidak membutuhkan pasangan atau apa pun itu, aku yakin, aku masih bisa merasakan bahagia menjalani hidip ini." Pikir Yijia
"Itu benar Jixu, bantulah Adik sepupumu ini, kenalkan dia pada teman-temanmu yang baik dan bisa dipercaya."
"Baik Kek, Kakek tenang saja. Aku ini Jixu, tidak mungkin membiarkan hal-hal yang buruk mendekati Yijia."
"Itu benar, ya sudah ayo habiskan sarapan kalian segera."
"Oh iya Jixu, sebaiknya hari ini kamu tidak perlu masuk kantor dulu, ajak Yijia jalan-jalan keluar saja."
"Wah bagus, aku memang ingin mengajak Yi jalan-jalan. Baiklah, terimakasih Ayah" jawab Jixu sumringah
"Terimakasih Paman"
__ADS_1
"Iya, sudah cepat selesaikan sarapan kalian, barulah boleh keluar jalan-jalan."
"Baik" jawab Yijia dan Jixu kompak