Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Red Rose-Cinta Di Tiga Negara
ZOHRAN


__ADS_3

\*


"Yi, apa kamu sudah siap?"


"Iya Oppa, aku sudah siaaap. Bagaimana penampilanku?" ucap Yijia, tubuhnya berputar-putar membuat gaun berwarna biru muda yang ia kenakan itu mengembang indah. Bak Cinderella yang meraih tangan sang Pangeran dan menggandengnya, Yijia menautkan tangannya kelengan Andrew.


"Kamu sangat cantik, Yi. Bahkan malam ini bulan pun akan redup, karena dirimu."


"Ihs... Oppa, aku jadi malu." rona bahagia di wajah Yijia tidak dapat ditutupi, ia begitu senang mendapat pujian dari Andrew.


"Kenapa malu? aku bicara apa adanya."


"Sungguh?"


"Iya, Tuan Putri."


"Terimakasih Oppa."


"Iya. Ayo jalan sekarang, nanti kita terlambat."


"Memangnya kita mau kemana?"


"Kita di undang makan malam, di kediaman utama keluarga 'Zohran', kau tau, itu adalah rumah milik Kalek-nya Jhonathan."


"Bagaimana ini? Kakek dan Paman pasti mengenaliku."


"Baik Oppa, ayo pergi."


Dengan bergandengan tangan, Yijia dan Andrew berjalan dengan sangat serasi. Setiap mata menatap kagum pada mereka, sebagian lagi menatap ke duanya dengan rasa iri.


.....


*Kediaman Utama Keluarga Besar Zohran


"Selamat malam."


"Malam Tuan muda, Jae-woo." jawab Kepala pelayan ramah. Ia segera mempersihlakan sang tamu dengan hormat, memasuki kediaman utama.


"Sudah hampir 3 tahun lebih, aku tidak pernah menginjakkan kaki-ku disini. Terakhir kali aku kesini, aku masih berstatus tunangan Jhonathan. Kini... setelah banyak hal yang terjadi, semua berubah. Aku yang sekarang, kembali ke rumah mewah ini, dengan status sebagai pasangan Andrew. Apakah semuanya akan jadi berbeda?"


"Selamat malam, Kakek!" seru Andrew saat melihat Kakek Jhonathan datang, menyambut kedatangan Andrew.


"Jae-woo...." belum sempat Kakek menyelesaikan ucapannya, ia sangat kaget ketika melihat orang yang datang bersama dengan Andrew adalah Yijia.


"Selamat malam." sapa Yijia ramah


Brukk....


Tiba-tiba Kakek memeluk Yijia, ia sangat senang dan bersyukur karena bisa bertemu dengan Yijia. Karena terakhir bertemu, Yijia masih terbaring tidak berdaya di Rumah sakit, setelah itu Yijia pergi tanpa pamit.


"Bagaimana kabarmu sayang?"


"Kakek... aku baik-baik saja. Kakek sendiri bagaimana?"


"Aku baik sayang. Senang bisa melihat mu kembali, setelah melewati waktu yang sangat panjang, akhirnya kita bertemu."


"Kakek sudah mengenal Yi?" tanya Andrew heran

__ADS_1


"Bagaimana bisa, Kakek mengenal Yi lebih dulu?"


"Ah Jae-woo, aku lupa kamu hilang ingatan."


"Kakek, makanannya sudah siap. Ayo kita ke ruang makan, nanti keburu dingin." ucap Jhonathan tiba-tiba, ia baru saja keluar dari ruang makan, dan langsung berjalan mendekati sang Kakek.


"Oh baiklah. Ayo Jae-woo, Yi."


Kakek berjalan di depan, mendahului Andrew dan Yijia yang mengekor di belskangnya.


Jhonathan melirik keduanya, dan mimik wajahnya berubah kesal, ketika melihat Yijia menggandeng tangan Andrew dengan mesra.


Ayah dan Ibu tiri Jhonathan, hanya bisa menyaksikan itu semua terjadi, tanpa berani beragumen apa pun. Mereka jelas tau, apa yang sedang terjadi.


"Jhonathan seorang Duda, apa Yijia mungkin... masih mencintainya?"


"Aku rasa jawaban-nya sudah jelas, Yijia datang kemari bersama Jae-woo. Tentu saja iru berarti dia memilih Jae-woo, dan lagi pula Yijia sudah banyak menderita karena Jhonathan."


"Sayang, kamu dulu juga seorang duda loh. Tapi aku masih tetap memilihmu, karena kamu sangat menggoda, dan aku rasa itu juga berlaku untuk anak sekaligus keponakanku itu. Dia masih muda, gagah perkasa dan sangat tampan."


"Aku berbeda dengan Jhonathan, karismaku sangat kuat saat itu, sedangkan dia... biasa-biasa saja."


"Astaga sayang, jangan begitu. Jhonathan adalah Putraku, menjelek-jelekannya berarti tidak mencintai diriku lagi."


"Tuan, Nyonya. Sampai kapan aku harus menjadi obat nyamuk kalian." keluh Thomas


"Hei Thomas, sebaiknya kamu ikut pergi ke ruang makan."


"Tuan dan Nyonya? tumben kamu bicara sangat formal hari ini, ada apa?"


"Ya sudah, ayo."


Ayah dan Ibu Jhonathan akhirnya berjalan ke ruang makan, diikuti Thomas yang dengan setia mengekor.


"Terimakasih atas undangan makan malamnya, Kek. Masakan di rumah Kakek selalu menjadi yang terbaik, setiap kali aku datang berkunjung."


"Ha... ha... kamu terlalu memuji Jae-woo. Tapi, jika ingin berterimakasih. Maka berterimakasih lah pada para koki, karena merekalah yang menyiapkan semua makan malam ini."


"Baiklah Kakek. Kakek memang orang yang selalu rendah hati, dan hangat."


"Jangan terlalu sungkan. Kamu dan Jhonathan adalah teman lama, kami sudah mengagapmu seperti keluarga sendiri."


"Aku sungguh merasa terhormat Kek."


"Kata-kata mu selalu manis, memang tidak salah, jika kamu seorang pembisnis besar."


"He...he... Kakek terlalu memuji."


....


Setelah makan malam yang hangat itu, Andrew dan Yijia berpamitan pulang.


"Kakek, Yi pergi dulu."


"Tunggu."


"Ada apa, Kek?"

__ADS_1


"Maaf tadi Kakek lupa bertanya padamu, kamu sekarang tinggal dimana?"


"Ah itu... aku tinggal di Korea, Kek. Tapi, karena sekarang aku bekerja di perusahaan Oppa Jae-woo, jadi aku mengikutinya ke Inggris, dan untuk saat ini aku tinggal di hotel."


"Tinggal di hotel bersama?"


"Iya."


"Kakek, biar aku luruskan. Begini, kami memang tinggal di hotel yang sama, tapi berbeda kamar. Tolong jangan salah paham." ucap Andrew seraya tersenyum canggung


"Ha... ha... iya, Kakek mengerti. Baguslah, Kakek lega mendengarnya."


"Yijia... Kakek minta maaf padamu, atas apa yang terjadi di masa lalu. Kakek harap kamu tidak marah ataupun membenci Kakek."


"Tidak Kek, Yi tidak pernah membenci Kakek. Apa yang terjadi di masa lalu, sudah Yi ikhlaskan, biarlah semuanya berlalu apa adanya."


"Terimakasih sayang, kamu selamanya adalah Cucu Kakek. Jika suatu hari nanti, kamu membutuhkan bantuan Kakek, maka datanglah. Sebisa mungkin Kakek, pasti akan membantumu. "


"Iya Kek, terimakasih untuk semua kasih sayang Kakek." ucap Yijia seraya memeluk Kakeknya Jhonathan.


"Sebenarnya ada cerita apa antara Yi dan Kakek? kejadian hebat seperti apa di masa lalu, yang membuat Kakek meminta maaf pada Yi. Aku sungguh ingin tau yang apa sebenarnya terjadi, tapi... bagaimana? jika aku bertanya secara langsung, apa Yi mau menjawabnya dengan jujur?"


"Baiklah Kek, kalau tidak ada apa-apa lagi, maka kami pergi dulu."


"Tentu, pergilah. Hati-hati di jalan."


"Iya Kakek."


Setelah berpamitan dengan seluruh anggota keluarga Zohran, Andrew dan Yijia pun akhirnya pergi.


"Kakek...."


"Ada apa Jhon? apa kamu menyesal sekarang?" suara Kakek yang begitu dingin dan datar, membuat Jhonathan merasa bersalah.


"Aku... maaf." jawab Jhonathan pelan


"Jadi ini alasanmu, mengundang Jae-woo makan malam bersama?"


"Aku hanya ingin mempertemukan Kakek dengan Yi."


"Terimakasih atas niat baikmu. Tapi, aku harap kamu tau batasan. Jangan pernah mengecewakan Yijia lagi, bermain-main dengan perasaan."


"Tidak Kek, aku janji tidak akan pernah melukai Yijia lagi."


"Aku pegang janjimu, jika nanti kau sampai melanggarnya. Kamu akan berurusan denganku."


"Baik, aku mengerti Kek."


"Sudahlah Ayah, Jhonathan juga sudah menyesali semua perbuatannya di masa lalu. Akan lebih baik jika kita menutup selamanya masa lalu itu, dan membiarkan masa depan yang cerah menyinarinya."


"Iya Ayah, tidak baik jika kita terus mengingat semua yang telah terjadi di masa lalu. Ayah mendengar sendiri tadi, Yijia sudah mengikhlaskannya."


"Itu hanya sebatas kata-kata, untuk menghiburku. Aku yakin dia pun masih mengingat luka itu, dan setiap kali mengungkitnya akan terasa sakit."


"Kakek, aku tau salah. Tolong maaf mu, aku mohon...."


"Sudah, pergilah." ucap Kakek, lalu pergi meninggalkan Jhonathan dan anggota keluarga yang lain.

__ADS_1


__ADS_2