Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Red Rose-Cinta Di Tiga Negara
Demi Kebahagiaan


__ADS_3

"Benar Yijia, bahkan jika kamu ingin menyembunyikan-nya dari seluruh dunia, kami siap membantu mu" Lisa ikut memeluk Yijia.


"Lisa jangan memeluk juga, nanti Yijia tidak bisa bernafas"


"Eh kok aku, kamu kan juga Ra"


"Kamu lepas dulu, baru aku bisa lepas," Rania yang terperangkan dalam pelukan Lisa dan Yijia.


"Oh iya-iya"


"Ih kamu sih, badan aku jadi pegelkan. Harus nya kalau mau pekul dari sebelah sana dong," gerutu Rania setelah Lisa menyingkir dari badan nya.


"Iya maaf, bawel."


"Ah sudahlah, aku maafkan!"


"Gitu dong," Lisa mencubil pipi chabi Rania.


"Iya, tapi jangan main cubit dong, takit tau" Rania mengusap-usap bekas cubitan Lisa di pipi-nya.


"Uuh manis nya. Cup cup sayang, anak manis jangan nangis ya?" ejek Lisa


"Iih apa sih Lisa, emang aku anak kecil?"


"Iya, persis anak kecil"


"Oh ia Yi, kamu mau minum?" Kini perhatian Lisa kembali tertuju pada Yijia, Yijia sedikit mengangguk menanggapi pertanyaan Lisa, tanda ia memang ingin minum. Lisa pergi ke pojokan kamar, dimana galon tempat air minum diletakkan, untuk mengambil segelas air.

__ADS_1


Lisa kembali menghampiri Yijia, membawa segelas air minum dan memberikan nya pada Yijia. Pelan-pelan Rania mencoba membantu Yijia mengubah posisi nya, agar dapat duduk bersandar, dengan bantal sebagai penopang punggung-nya. Setelah berhasil barulah Yijia mulai meminum air yang diberikan Lisa, dengan pelan.


Rania dan Lisa saling berpandangan, mereka merasa sangat sedih melihat Yijia yang harus mengalami semua kejadian berbahaya beberapa waktu lalu itu. Belum lagi perasaan nya sekarang, pasti sangat terluka melihat orang yang ia cintai menikah dengan orang lain dan bukan dirinya.


Takdir memang lucu, baru beberapa waktu lalu ia akan menikah dengan laki-laki yang dicintai, tiba-tiba batal dan sekarang laki-laki itu justru menikah dengan wanita lain.


....


Hari terus berlalu, kadang-kadang Thomas datang ke Rumah sakit menjenguk Yijia. Namun seperti yang sudah dijanjikan Lisa dan Rania, mereka tetap menyembunyikan kebenaran tentang keadaan Yijia yang sudah sadar dari Thomas. Bahkan ketika Rania dan Lisa pergi bekerja, Yijia memilih untuk tetap tidur, agar ketika Thomas atau salah satu anggota keluarga Zohran dan Julius datang, tidak ada yang tau kalau dia sudah sadar.


Rania dan Lisa cukup mendapat kepercayaan dari Thomas, sehingga Thomas mempercayakan Yijia pada mereka, setelah itu Thomas menjadi jarang ke Rumah sakit untuk memeriksa keadaan Yijia. Thomas meminta Lisa untuk mengirimi nya pesan pribadi setiap hari, sebagai laporan keadaan Yijia. Dan mengabarinya jika ada hal mendesak yang terjadi pada Yijia. Begitu juga keluarga Zohran dan Julius, tidak ada satu pun dari mereka yang datang menjenguk setelah pernikahan Jhonathan dan Willona hari itu.


Dokter kadang-kadang mengajak Yijia untuk terapi berjalan. Karena terlalu lama koma, kaki Yijia menjadi kaku, bahkan untuk berdiri pun ia sulit untuk mempertahankan tubuhnya, apa lagi untuk berjalan. Ditemani Lisa dan Rania yang selalu mendukung-nya.


Dalam beberapa minggu keadaan Yijia mulai membaik, ia sudah dapat berjalan dengan normal kembali.


Lisa dan Rania yang setia menemani Yijia, senang dapat melihat perkembangan kesehatan Yijia.


"Benarkah? itu bagus" Yijia tersenyum bahagia, bagaimanapun ia sangat senang dapat segera meninggalkan Rumah sakit. Terlalu lama disana, membuat Yijia merasa sangat bosan.


"Tentu, tapi apa kamu benar-benar akan pergi ke Indonesia, Yi?" terlihat raut wajah Lisa menjadi murung


"Iya Lisa, maaf yah? aku benar-benar sudah tahan berada disini terus. Meskipun berat untuk ku meninggalkan mu dan Rania disini" Yijia sangat menyesal harus mengatakan nya, tapi hatinya juga tidak terbuat dari baja, yang dapat menahan segala duka yang ia hadapi. Yijia juga merasa rapuh dan terluka, jika ia terus memaksakan diri untuk bertahan, ia mungkin akan kehikangan akal sehatnya.


"Kami mengerti Yi, kamu membutuh kan suasana baru untuk hidup baru mu"


"Jika itu demi kebahagiaan mu, kami pasti akan selalu mendukung setiap keputusan mu, Yi."

__ADS_1


Yijia memeluk Rania dan Lisa, ia sangat terharu terhadap kesetia kawanan mereka berdua, yang selalu menjaga dan menemani. Juga selalu mendukung keputusannya.


...


Setelah sekian lama di Rumah sakit tanpa kunjungan dari keluarga Julius. Akhirnya tiba hari dimana Yijia di kejutkan dengan kedatangan Tuan Julius yang begitu mendadak. Yijia tertangkap basah oleh Tuan Julis, sedang berjalan bersama Lisa di koridor, Rumah sakit. Tanpa bisa mengelak lagi, mau tidak mau Yijia terpaksa menyerah untuk menyembunyikan keadaannya.


"Ah Yijia! aku senang dapat melihat mu sadar kembali," Tuan Julius tersenyum, tanpa menaruh curiga. Karena tidak diberi kabar, bahwa Yijia sudah sadar.


"Iya, ini semua berkat bantuan para dokter dan do'a dari para teman-teman dan anda sekeluarga." Yijia tersenyum lembut kearah Tuan Julius


"Tapi... bolehkah saya meminta satu hal pada anda?" Yijia tampak ragu mengataksn nya


"Oh apakah itu? jika mungkin untuk menolong, aku pasti akan membantu mu" Tuan Julius terlihat begitu serius, ia penasaran dengan apa yang membuat Yijia terlihat begitu gelisah.


"Tolong untuk sementara ini, jangan memberitahukan Jhonathan dan Willona dulu. Jika Jhonathan tau, dia mungkin akan segera kemari karena rasa bersalahnya. Aku tidak ingin mengganggu bulan madu mereka."


Benar saja, setelah pernikahan Jhonathan dan Willona langsung pergi berbulan madu ke Hawai. Meskipun Inggris terkenal dengan tempat-tempat yang indah dan romantis nya, namun Willona tetap ingin pergi berbulan madu keluar negeri. Menurut Willona itu baru bulan madu yang sempurna tanpa gangguan dari orang-orang terdekat dan pekerjaan. Disana hanya akan ada Jhonathan dan dirinya, mereka dapat menghabiskan lebih banyak waktu bersama.


Sedangkan pekerjaan Jhonathan selama ia berbulan madu, diserahkan pada Thomas dan Adam Zohran. Membuat Thomas harus mengerjakan banyak pekerjaan.


"Benar, baiklah, untuk sementara waktu kita tidak usah mengganggu mereka dulu. Setelah mereka kembali barulah kita akan memberitahu mereka" Tuan Julius akhirnya memahami maksud baik dari Yijia. Walaupun sebenarnya maksud dari Yijia adalah ingin menghindari Jhonathan dan Willona. Ia mungkin tidak akan sanggup memberikan ucapan selamat pada kedua nya.


Hati yang sudah hancur berkeping-keping, bagaimana mungkin dapat disatukan kembali dengan begitu cepat.


"Terimakasih Tuan"


"Terimakasih kembali untuk mu, karena sudah memikirkan kebahagiaan mereka. Aku yakin suatu saat nanti kamu pasti akan dipertemukan dengan seseorang yang tepat, yang jauh lebih baik dari Jhonathan"

__ADS_1


"Gadis baik, untuk laki-laki yang baik"


"Terimakasih" Yijia memeluk Tuan Julius, Tuan Julius membalas pelukannya kemudian mengusap-usap pelan kepala Yijia.


__ADS_2