Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Red Rose-Cinta Di Tiga Negara
A man


__ADS_3

" Jae-Woo!" seru Jhonathan.


Jhonathan kemudian menyusul Andrew yang sudah berjalan sampai pintu belakang, untuk pergi.


"Berhenti memanggil ku seperti itu, "Jae-woo" yang dulu sudah tidak ada lagi." ucap Andrew ketus.


"Apa sebenar nya yang kau pikir kan, apa aku membuat mu kesal?"


"Aku hanya akan mengatakan ini sekali, jadi dengar kan baik-baik, berhenti mendekati Yijia." bentak Andrew, ia kini benar-benar kesal kepada Jhonathan yang terus-terusan berlagak bodoh.


"Apa hak mu melarang ku, apa kau sudah jadi pacar nya? ah..... sekali pun dia pacar mu, aku masih tetap bisa merebut nya dari mu." ucap Jhonathan dengan angkuh-nya seraya tersenyum sinis.


"Berhenti sekarang juga, jangan coba-coba mendekati Yijia. Aku tau kau tidak benar-benar menyukai dia, kau hanya ingin berebut dengan ku."


Emosi Andrew sudah sampai pada puncak nya, jika bukan karena ini masih di Kedai kopi, ia mungkin sudah menghajar Jhonathan habis-habisan.


"Memang nya kenapa jika aku tidak benar-benar menyukai nya?" tantang Jhonathan dengan angkuh.


"Apa? apa ini semua kau lakukan karena masih menyimpan dendam?"


"Karen dulu "Dia" lebih memilih menyukaiku kan?" tanya Andrew, sambil memicingkan mata-nya, menyelidik Jhonathan.


"Cukup Andrew, jangan mengungkit "Dia" lagi." ucap Jhonathan seraya menarik kerah baju yang di pakai Andrew, dengan emosi.


"Huh sepertinya aku benar."


Manejer Roy tiba-tiba datang dan melerai perdebatan antara Jhonathan dan Andrew.


"Cukup! jangan membuat keributan disini, kalian sudah sama-sama dewasa, mengapa masih harus menyelesaikan masalah dengan kekerasan seperti ini?" Manajer Roy


Tanpa berkata-kata Jhonathan pergi meninggalkan Roy dan Andrew.


"Andrew..."


"Aku tak berniat untuk menjelas kan apa pun." Acuh Andrew, ia berniat untuk pergi meninggal kan Roy.


"Ah dan ya, bukan kah kau yang membiar kan Jhonathan mendekati Yijia? kau tau Jhonathan masih membenci ku. Dia hanya ingin menjadi-kan Yijia sebagai alat untuk membuat ku marah." Andrew meninggi-kan suara nya, ia marah pada Manajer Roy, yang merupakan teman-nya itu.


"Aku tidak tau itu Andrew, bagaimana mungkin aku tau, kau menyukai Yijia. Jhonathan hanya meminta ku untuk mengenalkan nya dengan Yijia, sebagai teman aku senang karena akhir nya Jhonathan mau membuka hati nya lagi untuk seorang perempuan, tapi aku tidak mengira akan hal ini."


 "Aku benar-benar minta maaf Andrew, jika aku tau, aku tidak mungkin memperkenal-kan mereka, tapi aku rasa Jhonathan memang benar-benar menyukai Yijia."


"Kita lihat saja nanti, bagaimana Jhonathan selanjut-nya, akan aku bukti-kan dia tidak pantas mendapat kepercayaan Yijia."


"Andrew jangan seperti itu, kamu sendiri tau bagaimana tertekannya Jhonathan setelah kejadian itu."


"Ah terserah pada mu saja Roy, tapi ingat jika dia menyakiti Yijia, aku tidak akan mengampuni nya."

__ADS_1


"Andrew..."


"Tolong jangan seperti ini Andrew, sudah cukup."


"Ah maafkan aku Roy, aku jadi kasar terhadap mu."


Andrew sadar atas perkataan nya barusan, dapat merusak pertemanan-nya dengan Roy.


"Tidak apa-apa, aku kenal baik dirimu, kamu hanya tertekan saat ini."


"Ya"


....


 


"Disaat bersamaan , di lain tempat "


"Perkenal kan, nama saya Alexander, senang dapat bertemu dengan Nona cantik."


Seorang pemuda tampan menyodorkan tangan nya ke arah Yijia.


Yijia tersenyum dan meraih uluran tangan tangan itu, untuk bersalaman.


"Saya Lin Yijia, anda bisa memanggil saya Yijia, senang dapat bertemu anda." ucap Yijia ramah.


"Terimakasih"


"Maaf jika saya lancang bicara, tapi saya sungguh penasaran, apa kah Nona sudah berkeluarga? atau kekasih? akan tidak baik bagi saya berbicara dengan anda, jika anda sudah berkeluarga." ucap Alexander dengan lemah lembut.


"Tidak, untuk saat ini belum ada."


"Oh syukur lah, jadi boleh kah saya berteman dengan Nona Yi?"


"Tentu, lebih banyak teman lebih baik." jawab Yijia riang.


"Terimakasih." Alexander tersenyum ramah, memperlihatkan lesung pipi nya yang dalam, membuat tampilan wajahnya terlihat begitu manis.


"Kalau tidak ada apa-apa lagi, saya permisi mau kerja lagi, silahkan dinikmati kopi nya."


"Baiklah, selamat bekerja, semoga hari Nona secerah wajah Nona."


"Terimakasih"


.....


" Yijia." panggil Rania sambil berlari kecil, mengejar Yijia yang berjalan cukup jauh di depannya.

__ADS_1


Yijia diam di tempatnya, menunggu Rania yang mengejar-nya agar dapat menyusul.


"Ada apa?" tanya Yijia setelah Rania dapat menyusul nya.


"Yi, siapa laki-laki tampan tadi?" Rania penuh antusias.


"Ah, laki-laki tadi? dia Alexander, kata nya sih seperti itu."


"Benar kah? ah dia sangat tampan." histeris Rania.


Terlihat Rania seperti sedang berbunga-bunga ketika membicara kan Alexander.


"Oh ayolah Rania, kau ini bertingkah seolah-olah tidak pernah meliat laki-laki tampan saja." Yijia tak habis pikir melihat tingkah laku teman nya itu.


"Aduh Yi, laki laki tampan memang ada, contoh nya Barissta kita itu, tampan, hangat, humoris, tapi tidak menyangka entah dari mana datang nya rumor ini, katanya dia "Gay" bisik Rania.


"Berhenti bergosip, itu cuma rumor."


"Tapi itu cukup berdasar, kau tau aku sudah 2 tahun bekerja di sini, aku tak pernah mendengar bahwa Andrew pernah punya pacar, menurut ku itu cukup membukti kan bahwa dia "Gay." Rania dengan pasti.


"Apa yang kau bicara kan barusan?" ucap Andrew tiba- tiba, yang baru saja muncul dari samping Rania.


'"Akhhhhhhhhhh!" Rania kaget melihat Andrew yang tiba - tiba muncul.


"Andrew, kau hampir saja membuat ku jantungan." teriak Rania kesal.


"Apa yang barusan kamu kata kan tentang diriku?" tanya Andrew dingin.


"Eh itu...a..., ah aku ingat! aku masih ada yang harus di kerjakan, aku pergi dulu And, Yi ." Rania buru-buru pergi berlari, ia tidak mungkin mengatakan bahwa dia baru saja mengatai Andrew gay, Andrew pasti akan marah besar pada nya.


"Apa kau juga berpikir aku gay?" tanya Andrew pada Yijia, yang senyam senyum melihat tingkah Rania.


"Eh tentu tidak, itu hanya rumor." jawab Yijia segera, ia tidak ingin Andrew salah paham pada nya, bagaimana pun Andrew adalah teman baik bagi Yijia, tentu saja itu tidak berlaku pada Andrew yang sebenarnya menyukai Yijia.


"Oh bagus lah." puas Andrew


"Yah, tapi memang ada baik nya jika kau lurus kan masalah ini, lebih baik." jelas Yijia, memberi saran.


"Ya itu benar, jadi maukah kamu membantu ku?"


"Eh aku? apa hubungan nya?"


Yijia merasa sangat bingung dengan apa yang dikatakan Andrew, jelas sekali ini bukan masalah yang dapat di selesaikan oleh nya.


"Jadilah pacar ku, maka rumor itu akan terbantah kan." ucap Andrew seraya tersenyum lebar.


Yijia membulatkan mata nya, kaget dengan apa yang baru saja ia dengar, ia tidak menyangka akan mendengar hal itu dari Andrew.

__ADS_1


"Eh sepertinya ada yang salah, kenapa jadi seperti ini? apa aku salah dengar? apa aku bermimpi? Tuhan tolong selamatkan aku." Pikir Yijia.


__ADS_2