Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Red Rose-Cinta Di Tiga Negara
Pengorbanan


__ADS_3

Kehidupan Yijia terus berlanjut, hari-hari yang putih bersih dan cerah menantinya.


Yijia menjalani kesehariannya dengan giat bekerja dan belajar berbahasa Indonesia, agar dapat memenuhi keinginannya untuk pergi ke Indonesia. Kampung halaman sang ibu tercinta.


Sebelum pergi Yijia ingin menyiapkan dirinya sesiap mungkin agar ketika ia pergi maka tidak akan ada satu hal pun yang dapat menghambat nya. Tentu saja itu juga atas bantuan Thomas, karena sebelumnya Jhonathan pernah berjanji untuk membantu Yijia agar dapat bertemu keluarga mendiang ibunya. Menurut informasi yang didapat dari Thomas dulu, keluarga dari Ibu Yijia berada di ke Pulauan Kalimantan, Indonesia.


Tentu saja itu berarti bukan hanya bahasa Indonesia saja yang harus di pelajari Yijia, tapi juga bahasa daerah sana.


Lisa dan teman-teman Yijia hanya dapat mendukung keinginan Yijia itu untuk pergi je Indonesia, mereka berpikir mungkin itu memang yang terbaik untuknya. Tapi tentu saja hal ini di rahasiakan dari Roy ataupun Jhonathan, informasi itu didapat Yijia dari Thomas sewaktu masih berhubungan dengan Jhonathan dulu, setelah putus dengan Jhonathan, Yijia tidak mendapat informasi apa pun lagi dari Thomas.


Untuk meminta bantuan Thomas lagi tentu saja akan sulit, karena jika ingin merahasiakan rencana kepergian Yijia dari Jhonathan, itu berarti tidak boleh memberitahu kepada Thomas.


Memang Sesekali Jhonathan datang ke Kedai kopi, menyapa Yijia dan menanyakan kabar. Bersikap biasa, mengobrol dengan riang dan seolah tidak pernah terjadi apa-apa, layaknya seorang teman.


Tapi pahit ya pahit, hitam ya hitam. Racun tetap racun tidak akan pernah berubah jadi madu, walau terlihat tenang dan biasa, tapi hati tidak pernah dapat berbohong.


Perasaan Yijia tetap terluka, itu sebab nya Yijia berencana untuk pergi jauh dari Jhonathan, jika bisa maka untuk selamanya.


Dua hari sebelum hari-H Jhonathan dan Willona. Jhonathan mengajak Yijia untuk bertemu secara pribadi dengan Willona, tentu saja itu atas permintaan Willona sendiri.


Seakan tidak henti-hentinya menabur garam di atas luka Yijia, benar-benar bodoh meminta bertemu dengan seseorang yang pernah ia lukai.


"Willona benar-benar tidak tau malu, apa dia pikir orang lain akan bahagia bertemu dengan seseorang yang telah merebut kebagiaan nya"


Itulah yang Yijia pikirkan, dia sudah berusaha keras untuk menghindari Willona dengan segenap kemampuan nya. Tapi kini Jhonathan sendiri yang datang menjemput nya, ingin menolak pun ia segan, karena mungkin akan membuat Jhonathan berpikir bahwa Yijia masih belum memaafkan Willona.


.....


Setelah sampai di Resort Jhonathan, tempat mereka janji bertemu. Jhonathan dan Yijia dikagetkan dengan apa yang terjadi. Seluruh anak buah Jhonathan telah berhasil dilumpuhkan, banyak dari anak buah Jhonathan yang babak belur karena dipukuli dan ada juga yang terluka sangat parah.


Sementara Willona berhasil di culik dan sekarang tentu saja benar-benar dalam bahaya.


"Tuan Jhon, pria yang membawa Nona Willona mengatakan untuk Tuan segera menemuinya di sebuah gedung kosong, di bagian barat sungai Thames" salah seorang pelayan yang mengurus Resort Jhonathan, ia tetap dibiarkan selamat oleh orang yang menculik Willona, agar dapat menyampaikan pesannya.


"Baik aku akan segera kesana, aku ingin lihat apa mau mereka" Jhonathan berjalan dengan cepat ke arah mobilnya


"Jhon tunggu, biarkan aku ikut." Yijia mengejar Jhonathan dan ikut masuk ke dalam mobil.


"Tidak Yi ini terlalu berbahaya, sebaiknya kau tunggu disini saha."

__ADS_1


"Tidak, biarkan aku ikut Jhon"


Yijia bersihkeras ingin ikut bersama Jhonathan, sementara itu sudah tidak ada waktu lagi bagi Jhonathan untuk berdebat. Akhirnya mau tidak mau Jhonathan membawa Yijia pergi bersama nya.


Selama di perjalanan Jhonathan menghubungi Thomas, dan memintanya untuk pergi untuk menyusulnya ke gedung kosong, dibagian barat sungai Thames.


Sesampainya Jhonathan di sebuah gedung kosong yang terbengkalai, karena sudah tidak di gunakan lagi. Jhonathan meminta Yijia untuk tetap berada di dalam mobil dan menunggu Thomas datang, sementara itu Jhonathan pergi sendiri menuju parkir bawah tanah seperti petunjuk yang sengaja diberikan oleh para penculik Willona.


Tidak lama setelah kepergian Jhonathan, Thomas datang bersama beberapa anak buahnya, Yijia ikut bersama Thomas menyusul Jhonathan.


....


"Paman!"


Jhonathan kaget, ternyata orang yang berada dibalik kekacauan yang terjadi adalah paman nya sendiri, Roland Zohran.


"Jhon kau datang"


Roland tersenyum sinis, penuh ambisi dan kejahatan. Ia duduk dikursi dekat Willona dirantai, Willona terlihat yang tidak berdaya, pergelangan tangannya merah karena ia memaksa bergerak berharap untuk dapat terlepas.


"Lepas-kan Willona"


"Lepas? bagaimana mungkin"


"Apa mau paman?"


"Jhon kau tau, begitu banyak hal yang telah kau rebut dariku"


"Tidak hanya posisi Direktur Aesly"


"Tender kerjasama dengan Perusahaan Ouyang"


"Juga lelang, masih perlukah aku sebutkan?"


"Jadi hanya karena itu, paman melakukan semua ini?"


Jhonathan menatap tajam paman nya, yang hanya membalasnya dengan tatapan malas. Mengingat Willona yang masih berada ditangan-nya, tentu saja ia tidak perlu merasa takut pada Jhonathan.


Jhonathan tidak tau harus berbuat apa sekarang, jika ia melawan maka nyawa Willona berada dalam bahaya, tapi jika ia diam saja nyawa nya juga akan berada dalam bahaya. Ia hanya dapat menunggu bantuan dari Thomas.

__ADS_1


"Jhonathan jangan diam saja, capat katakan keputusan mu"


"Jika tidak"


"Baik, katakan apa mau paman dulu?"


"Mundur dari "Aesly" dan dari hak waris"


"Itu bukan keputusan ku, Kakek yang berhak memutuskan-nya"


"Tapi kau bisa bilang pada kakek, kau menyerah dan tidak ingin itu semua"


"Paman pikir kakek akan percaya?"


"Jika kau yang mengatakan nya, kenapa tidak mungkin"


Jhonathan terus berdebat dengan sana paman, agar dapat terus mengulur waktu, sampai kedatangan Thoman dan anak buahnya.


"Baik, sekarang lepaskan dulu Willona"


"Tidak, tanda tangani dulu surat perjanjian ini"


Seorang pria berbadan besar menghampiri Jhonathan membawa sebuah map berisikan surat perjanjian yang menyatakan bahwa Jhonathan akan mundur dari penerima hak warisan, dan jika dia melanggar, maka ia akan menerima sangsi hukuman.


Jhonathan menatap lekat surat itu, dia berpikir cukup keras sebelum akhirnya mau menandatangani surat itu.


Setelah Jhonathan menandatangani surat perjanjian itu, Roland segera memerintahkan anak buahnya mengambil kembali surat itu dan mengimpan-nya.


Willona akhirnya dilepaskan, ia terlalu lemah hingga tidak dapat berdiri. Willona tersungkur jatuh kelantai, pada saat yang bersamaan Thomas dan anak buahnya tiba, perkelahian sudah tidak dapat dihindari, Jhonathan yang mendapat bantuan akhirnya mau merebut kembali surat perjanjian yang sudah ia tandatangani.


Terjadi perkelahian yang sangat sengit, anak buah Jhonathan ataupun orang-orang dari Roland tidak ada yang mau mengalah, dan terus bertarung satu sama lain. Jhonathan berhasil meraih dan merebut surat perjanjian itu kembali dari tangan Roland.


Roland yang tidak terima mengacungkan senjata api nya kearah Jhonathan. Roland telah kalap, ia menembak beberapa kali dan untungnya Jhonathan berhasil mengelak.


Seluruh anak buah Jhonathan dan orang-orang dari Roland terhenti dari perkelahian karena mendengar suara tembakan, mereka memandang kearah Roland dan Jhonathan sedang bertarung sekarang. Menantikan salah satu dari kedua nya ada yang menang.


Roland diam sejenak dan mengambil aba-aba, kali ini ia mengacungkan pistol nya kearah Willona. Roland tau Jhonathan cukup gesit menghindari pelurunya, tapi bagaimana jika peluru itu ditujukan kepada Willona? menurut perkiraan Roland dapat dipastikan Jhonathan akan melindungi nya, dan tentu saja itu benar.


"Dor!" sebutir peluru dengan cepat meluncur kearah Willona, Jhonathan kaget dan buru-buru berlari kearah Willona dan membekapnya dalam pelukan-nya. Jhonathan membekap erat Willona dan menjadikan dirinya sendiri sebagai perisai, yang akan menerima peluru itu.

__ADS_1


Jhonathan mengorbankan dirinya sendiri untuk menyelamatkan Willona, calon istrinya. Wanita yang berhasil membuatnya mempertaruhkan segala hal untuk nya.


"DEZINGG!" terdengar suara sebutir peluru yang berhasil menembus kulit, darah segar memuncrat kemana-mana, ada banyak tetesan darah berserakan.


__ADS_2