
* Aesly *
" 07 .10 " Pagi"
Jhonathan sudah memasuki lobi kantornya, semua karyawan menunduk hormat dan memberi salam padanya, sementara jhonathan hanya tersenyum ramah seraya terus berjalan, sampai memasuki lift.
"Selamat pagi Direktur."
"Selamat pagi Direktur."
Sesampai-nya di depan ruang kerja, Jhonathan langsung menemui Thomas yang sedari tadi sudah menunggunya dengan gelisah, hingga melihat Jhonathan tiba, dengan cepat Thomas langsung menghampirinya.
"Ada apa?"
"Aku berhasil!"
"Oh apa?"
"3 tahun yang lalu."
"Oh ada apa dengan 3 tahun yang lalu?"
"Aku akhirnya menemukan saksi atas kasus 3 tahun lalu, ada orang yang sengaja menjebak Willona."
"Apa maksud mu sebenarnya?"
"Aku sudah menduga, setelah kembalinya Willona orang itu tidak akan bisa tenang, dan pasti akan melakukan kesalahan kecil."
"Intinya saja Thom."
"3 tahun lalu yang menjebak Willona adalah Selena!"
Bagai petir menyambar disiang bolong, Jhonathan benar-benar kaget dengan apa yang dikatakan Thomas, bagaimana bisa Sisi dengan teganya menjebak Kakaknya sendiri.
Sisi adalah adik Willona, siapa yang akan menyangka bahwa dia bisa dengan tega melakukan hal itu.
"Bicara yang benar Thom, jangan...." Jhonathan menggantung ucapannya, ia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang baru saja Thomas katakan.
"Aku serius, aku juga sudah mendapatkan rekaman Cctv di luar Hotel "Leonardo Royal City London."
"Jadi apa yang kamu dapat, bukankah hari itu Cctv disana rusak?"
"Tidak, ini Cctv dari gedung lain,"
"Lalu? cepat katakan semuanya secara jelas."
"Apa kamu ingat hari itu adalah bertepatan hari ulang tahun Andrew yang ke 22 tahun, Willona sudah mengajakmu untuk pergi ke "Lounge" di hotel "Leonardo Royal City London" bersama Airin dan Roy, kebetulan saat itu kamu sedang ada masalah mendadak di kantor hingga tidak bisa pergi, jadi kita berpikir hanya mereka berempat saja, tapi setelah aku memeriksa dekaman Cctv itu ternyata Selena juga disana."
"Apa hubungannya ini dengan Sisi?"
"Aku terus mengawasi Selena, hingga kemarin aku baru tau bahwa ada dua stap pekerja hotel yang tiba-tiba mengundukan diri pada saat malam 3 tahun yang lalu itu, ternyata dikirim pergi oleh Selena ke Desa Nelayan "Polperro",Cornnall."
"Apa?"
"Iya, kemarin selena mentrasfer uang kesana, dan aku sudah mengirim orang-orangku untuk menyelidiki mantan stap pekerja hotel itu, dan akhirnya berhasil mendapatkan mereka."
"Dimana mereka sekarang?"
"Sekarang mereka dalam perjalanan kemari,"
"Tidak, perintahkan mereka untuk langsung pergi ke Kediaman Tuan Julius."
__ADS_1
"Baik."
"Ayo kita kesana."
"Baik."
......
" * Kediaman Utama Keluarga Besar Julius * "
Semua orang bergegas keluar, mengetahui Jhonathan dan Thomas datang, dan telah berada di depan rumah, mereka bertanya-tanya bagaimana bisa Jhonathan datang kekediaman mereka lagi setelah 3 tahun lalu telah memutuskan hubungan.
Ayah dan Kakaknya Willona, Morgan. Yang akan segera berangkat bekerja pun ikut melongo, mereka tidak habis pikir mengapa Jhonathan masih berani menginjakkan kakinya di kediaman mereka, setelah dengan kasarnya membentak dan memarahi Willona dihadapan mereka.
Sisi dan Ibunya pun terlihat gelisah, kedatangan tiba-tiba Jhonathan membuat seisi rumah menjadi tegang dan cemas, Willona terlihat pucat, ia takut Ayahnya akan marah besar dan mengusir Jhonathan dengan kasar.
"Ada apa? apa kau masih berani menginjakkan kaki mu di sini?" Ayah Willona terlihat sangat marah, ia meraih kerah baju Jhonathan dengan berutal.
"Ayah maafkan aku." Jhonathan terlihat begitu sedih, ia sangatlah menyesal setelah melihat api kemarahan Ayah Willona.
"Ayah? apa kau pantas memanggilku seperti itu?"
"Pergi dari sini sekarang juga"
Dhuakk...
Morgan melayangkan tinjunya ke arah Jhonathan dan berhasil mengenai wajahnya, Jhonathan menyekat darah yang keluar dari ujung bibirnya dengan ibu jarinya. Willona bergegas berlari menghampiri Morgan dan menahan tangan Kakaknya itu agar tidak kembali memukul Jhonathan.
"Lepas Willona!"
"Tidak Kak, aku mohon jangan memukulinya lagi."
"Tunggu, aku kesini untuk menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi 3 tahun yang lalu." cegah Jhonathan, ia tidak ingin menunggu terlalu lama lagi, ia harus menjekaskan segalanya sekarang.
"Kau masih berani mengungkit masalah itu?"
"Ayah tolong beri Jhonathan kesempatan," pinta Willona, bagaimanapun ia ingin tau apa alasan sebenarnya Jhonathan datang. Dan terlebih lagi kejadian tabu 3 tahun lalu itu, benar-benar harus di selesaikan sampai ke akar-akarnya.
"Baik, aku beri 1 kesempatan untuk mu berbicara, setelah itu cepatlah pergi."
Jhonathan dan Thomas mengangguk, tanpa basa basi Thomas memutar rekaman Cctv yang ia dapat.
"Apa yang salah Kak Thom?" tanya Sisi, ia mulai khawatir melihat dirinya ternyata terekam di sana.
"Iya, aku yang mengajak Sisi kesana." imbuh Willona
"Sisi kau ada di sana saat itu, tapi dimana kamu saat kejadian itu?"
"Eh? apa Kakak Thom mencurigai diriku?"
"Jangan berbelit-belit, cepat pada intinya saja." teriak Ayah Willona tidak sabar.
"Om, yang aku tau, saat itu Selena lah yang menelpon, meminta bantuan Jhonathan untuk datang ke hotel menjemput Willona malam itu. Karena dia bilang sedang tidak enak badan, akhirnya setelah Jhonathan selesai dengan urusan kantor barulah ia pergi. Tapi, yang kita tidak ketahui adalah kenyataannya Selena pada malam itu jelas juga ada disana."
"Sisi, bukankah saat itu kita sedang bersama, kapan kamu menelpon Jhon?" tanya Willona bingung.
Sisi semakin cemas, dirinya sekarang benar-benar terpojok.
"Sisi berikan penjelasan mu mengenai dua orang ini." ucap Jhonathan dingin, seraya menarik dua mantan stap hotel yang bekerjasama dengan Sisi, kehadapan Sisi.
"K...ak...Jhon," Sisi benar-banar kaget, bagaimana bisa Jhonathan mendapatkan dua orang itu, padahal jelas ia telah mengirim mereka ketempat yang jauh.
__ADS_1
"Katakan pada mereka, sekarang juga!" bentak Jhonathan
"No...nona Se...lena lah yang membius Nona Willona dan Tuan Andrew," ucap salah satu mantan staf hotel itu, ia terus menundukkan kepalanya, ia tidak berani menatap langsung Sisi ataupun Willona.
"Jhonathan siapa mereka?" tanya Ayah Willona, ia mulai penasaran dengan semua yang terjadi.
"Mereka adalah mantan staf pekerja hotel, pada saat malam kejadian itu, mereka mengundurkan diri, dan sisi langsung mengirim mereka ke Desa Nelayan "Polperro" Cornnall."
"Sisi?"
"A...ayah, aku...aku" Sisi terlihat sangat gugup, seluruh badannya bergetar ketakutan
"Diam! lanjutkan Jhon."
Ayah Willona benar-benar kesal, tapi ia juga ingin tau kebenaran untuk segalanya, Jhonathan mengangguk dan memerintahkan kepada kedua mantan staf hotel itu agar mulai menceritakan semua kejadian itu.
"Saya yang bertugas mengatarkan minuman yang sudah dicampuri obat tidur oleh Nona Selena."
"Setelah Nona Willona dan Tuan Andrew tertidur, kami berdua membawa mereka ke kamar hotel yang sudah di pesan Nona Sisi atas nama Tuan Andrew."
"I...ini, hentikan!"
"Ini semua tidak benar." Sisi berteriak histeris
Plak...
Tamparan itu langsung mengenai pipi kanan Sisi, Ibunya sangat marah, ia tidak menyangka bahwa anaknya akan bisa melakukan hal seperti itu, bahkan pada Kakak kandungnya sendiri.
"Diam Sisi!"
Duk...
Sisi berlutut didepan Ibunya, meminta pengampunan.
"Lanjutkan," pinta Jhonathan kepada mantan staf pekerja itu, tanpa menghiraukan kedua Anak dan Ibu itu.
"Kemudian Tuan Roy dan Nona Airin yang juga tertidur, juga sama, kami membawa mereka ke kamar hotel yang terpisah dari Tuan Andrew dan Nona Willona, tapi sungguh itu hanya obat tidur, tidak ada apa pun yang terjadi. Untuk pakaian Tuan Andrew saya yang melepaskannya dan pakaian Nona Willona itu dilakukan sendiri oleh Nona Selena."
Semua orang kaget, dengan apa yang barusan mereka dengar, sungguh tidak dapat di percaya, seorang Adik dengan tega menjebak Kakaknya sendiri.
"Sisi apa pembelaan mu, katakan pada Ayah, Ayah akan membela mu, oke?" ucap Ayah Sisi prustasi, ia tidak dapat mempercayai semua itu, berharap Anaknya akan menyanggah semua tuduhan itu. Air matanya terus mengalir keluar, ia sungguh ingin mempercayai Putrinya tidak bersalah, namun kebenaran tetap kebenaran.
"A...ayah, hiks...hiks...." Sisi hanya bisa bungkam dan terus menangis.
"Jadi semua itu benar Sisi, apa salah ku padamu? hiks...hiks...." Willona benar-benar kecewa dengan Sisi, Adik yang selama ini begitu ia percaya, tega menjebaknya.
"Aku pikir, Kak Andrew sangat cocok dengan Kakak."
"Lalu apa kau pikir, kau cocok dengan Jhonathan?" bentak Willona
"Kakak" Sisi mendongakkan kepalanya memandang Willona yang berdiri di samping Ayahnya, dengan mata yang memerah.
"Semuanya boleh pergi sekarang, tinggalkan kami." pinta Ayah Willona
Semua orang bergegas pergi, Willona mengajak Ibunya untuk masuk kedalam rumah bersama Morgan, diikuti semua pelayan yang sedari tadi ikut berkerumun menyaksikannya.
Jhonathan dan Thomas juga pergi, Jhonathan merasa ini belum waktunya untuk berbicara dengan Willona, dia akan mencari kesempatan lain untuk dapat berbicara dengan Willona secara pribadi.
"Ayo kembali ke kantor"
"Baik"
__ADS_1