Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Red Rose-Cinta Di Tiga Negara
RR2 Hidup Indah BersamaMu


__ADS_3

**Red Rose Season2 : " TULUS"


.


.


**


LONDON, INGGRIS**


Beberapa bulan berlalu, hari berganti hari, jam, menit, detik terus berjalan. Banyak hal mulai ubah.


Hari ini, Yijia dan Andrew tiba, menginjakkan kaki kembali di tanah Britania Raya, Inggris.


Berjalan bergandengan tangan, memasuki aula pesta pernikahan. Yijia bersama Suami, menghampiri si pemilik acara, bintang utama dalam pesta itu.


"Selamat atas pernikahan mu" Yijia memeluk pengantin wanita nya, yang merupakan teman dekatnya dulu. Lama mereka berpelukan, melepas rindu yang menggunung. Terpisah jarak dan waktu, kini dipertemukan kembali di hari yang penuh kebahagiaan.


"Steve, selamat." kini giliran Andrew yang memeluk sang sahabat lama nya. Pertemanan mereka yang bermula dari sama-sama bekerja di kedai kopi Bio Coffee, hingga menjadi sahabat baik. Suka dan duka pernah mereka lewati bersama, saling menjaga rahasia pria satu sama lain.


"Terimakasih, And, Yi. Terimakasih karena sudah datang."


"Selamat Steve, Rania. Semoga kalian selalu bahagia." Seorang wanita muda datang, di sebelahnya sang Suami yang tengah menggendong bayi mereka.


"Lisa...." Pengantin wanita segera menghampiri sahabatnya itu, begitu juga Yijia. Mereka bertiga akhirnya saling berpelukan, setelah sekian lama terpisah, menjalani kehidupan masing-masing.


"Wah lihat ini, siapa ya?" Yijia segera meminta Kriss untuk meminjamkan nya, bayi kecil yang sedang berada di dalam gendongan Kriss.


Bayi kecil itu berpindah, ke dalam gendongan Yijia. Ia membawa bayi itu ke dekat Andrew, dan memperlihatkan betapa lucu nya bayi itu.


"Sayang, bersabarlah. Kita juga akan segera memiliki bayi kecil seperti ini." Andrew memeluk sang Istri dari belakang, menyentuh perut Istri nya yang masih ramping, karena memang belum ada janin di dalam nya.


"Uhuk... maaf loh And, aku juga bisa." Steve dengan santai nya, memasang wajah tanpa dosa, di depan semua orang ia tanpa ragu memberikan kecupan singkat di bibir sang wanita, yang kini memang telah resmi menjadi Istrinya.


"Ciye... yang sudah sah" goda Lisa, membuat wajah Rania semakin merona malu.


"Lisa, maaf sekali. Waktu itu, saat lahiran, belum sempat memberikan selamat secara langsung." Yijia merasa sangat bersalah, karena tidak ada di samping sang sahabat, ketika masa-masa sulit nya.


"Tidak apa-apa, Yi. Kamu tenang saja, ada Kriss bersama ku. Dengan bersama, kami bisa melewati semua itu." Lisa menatap hangat sang Suami. Di mata nya hanya ada cinta untuk suami dan anak mereka. Cinta yang begitu hangat, dan juga tulus.


"Baguslah, aku senang mendengarnya. Oh iya, nama jagoan kecil kita siapa?"


"Seva. Abhiseva!" jawab Lisa dengan penuh keyakinan, menatap wajah tampang jagoan nya.


.


.


.


Keesokan Harinya.


Masih di Inggris, acara pesta pernikahan super mewah nan meriah. Penyatuan dua keluarga besar, yang sangat berpengaruh pada saat ini di Inggris.

__ADS_1


Perdana Mentri Winston, menyambut hangat setiap kolega mereka yang datang. Begitu juga keluarga Zohran. Adam Zohran bersama Istrinya, dengan riang menyambut kedatangan setiap tamu.


Pesta pernikahan yang luar biasa, mengundang banyak sorot mata. Banyak orang ingin menyaksikan kemegahan acara dua keluarga besar itu. Bahkan Para media juga sudah mengantri, untuk mendapatkan berita.


"Selamat, Jhon." Tuan Julius, mantan mertua Jhonathan, Ayah dari Willona Julius. Ia menyalami pengantin pria itu dengan hangat, karena bagaimanapun, pria itu adalah laki-laki yang pernah di cintai oleh kedua anak gadis nya.


"Terimakasih, Ayah." Jhonathan tiba-tiba memeluk tubuh pria paruh baya itu, sungguh mata nya saat ini sedang berkaca-kaca. Ia benar-benar terharu, dan bersyukur atas kehadiran Tuan Julius, yang sudah ia anggap sebagai orang tua nya sendiri.


"Jangan cengeng, Jhon. Ingat, kau adalah laki-laki. Dan laki-laki sejati itu tidak menangis."


Mendengar hal itu membuat Jhonathan merasa lebih baik, ia tau Tuan Julius sangat peduli terhadap dirinya. Apalagi Tuan Julius juga termasuk ke dalam orang-orang yang menyarankan nya agar segera menikah, dan melupakan masa lalu.


Tidak sengaja melirik ke samping kanan nya, Tuan Julius menemukan sosok anak gadis nya berdiri disana, menempati bayangan seorang gadis yang ia kenal. Melalui gadis itu, ia bisa melihat sosok putri terkasih nya. Sosok Willona, pada diri Yijia.


Dengan membawa sejuta kerinduan, Tuan Julius berjalan menghampiri Yijia dan Andrew.


"Yijia sayang, apa kabar?" Pria paruh baya itu segera memeluk Yijia, yang menang sudah sangat ia rindukan. Apa lagi dengan melihatnya, ia bisa menemukan bayangan Willona di dalam diri itu.


"Saya baik. Tuan apa kabar?"


"Aku baik-baik saja, Yi." melepas pelukan nya, dan tersenyum sendu penuh kehangatan. Berganti menatap pria yang ada di samping Yijia, Tuan Julius merentangkan tangan nya, dan Grep, pria muda itu masuk ke dalam pelukan Tuan Julius.


"Lama tidak bertemu, anak nakal. Bagaimana kabar mu?" Tuan Julius menepuk-nepuk punggung Andrew.


Andrew adalah salah satu teman baik Willona, mereka dan Jhonathan, bertiga pernah menjadi sahabat baik, sebelum akhirnya kesalahpahaman datang, memberi jarak pada hubungan mereka.


Saat itu, status Willona adalah tunangan dari Jhonathan. Dan tiba-tiba tuduhan keji datang, mengatakan bahwa Willona telah berselingkuh dengan Andrew. Mulai hari itu, tidak ada lagi persahatan. Sampai akhirnya, Yijia muncul. Semakin membuat rumit hubungan mereka, karena cinta segi empat.


"Aku baik. Bagaimana dengan Tuan?"


Pertemuan kembali yang mengharu kan harus terhenti sampai disana, kini mereka kembali teralihkan pada sang mempelai pengantin wanita yang baru saja memasuki aula pesta.


Capella Winston berjalan dengan anggun, memasuki aula pesta. Kecantikan masa muda yang menyegarkan, menggunakan gaun pengantin putih dengan hiasan batu bulan, terlihat sederhana namun sangat elegan. Batu-batu cantik juga menghiasi tiara dan rambut nya, mulai dari batu merah delima, rubi dan berlian.


Jhonathan terlihat sangat terpukau, dengan kehadiran bidadari nya yang sangat cantik. Mengulurkan tangan nya, dengan penuh percaya diri membiarkan Capella meraih tangan nya dan menuntunnya berjalan bersama, menuju singgasana pengantin.


"Ayo kesana, dan berikan selamat pada mereka." ajakan Tuan Julius langsung di sambut anggukan dari Andrew. Mereka bertiga segera menghampiri pasangan pengantin baru itu.


"Selamat atas pernikahan mu, Jhon, Nona Ella." Tuan Julius menjabat tangan kedua mempelai secara bergantian. Lalu giliran Yijia dan Andrew.


"Selamat, Jhon, Nona Capella."


"Terimakasih sudah datang, Yijia." Mengukir seulas senyum disana, Jhonathan seolah tanpa beban.


"Yijia?! Jadi ini wanita yang dimaksud Kakek saat itu? Kenapa dia ada disini? Lalu, pria disamping nya?" Capella mulai dilanda rasa was-was, saat mengetahui wanita yang ada dihadapan nya saat ini adalah wanita yang pernah dicintai Jhonathan, atau mungkin masih dicintai. Wajar jika ia merasa takut dan cemas, apalagi rasa cinta Jhonathan masih belum pasti untuk nya.


"Capella, perkenalkan ini Yijia. Dan ini, Andrew, Suami nya. Kami dulu adalah teman baik." Jhonathan memperkenalkan satu persatu kedua tamu nya saat ini


"Suami?! Jadi wanita ini telah bersuami? Hufh... syukurlah." Akhirnya Capella dapat bernafas lega, karena ternyata wanita yang ia anggap sebagai saingan cinta nya itu tidak benar ada nya.


"Dulu? Lalu sekarang?" Capella terlihat ragu-ragu, berpikir bahwa mungkin kedua pria itu tidak lagi berteman karena adanya cinta segi tiga.


"Sekarang? Tentu saja kami... akan selamanya menjadi teman." Jhonathan dan Andrew berpelukan, dan tertawa bersama, penuh dengan kehangatan.

__ADS_1


"Yijia...." Seorang wanita menuntun putra semata wayang nya berjalan, di belakang mereka pria muda yang tampan, sedikit mirip dengan Jhonathan.


"Maharani...." Yijia segera menghampiri wanita cantik itu, dan memeluk nya.


"Sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabar mu?"


"Aku baik, Yi. Dan, perkenalkan, ini putra ku, Alfin."


"Wah tampan nya, ternyata kamu sudah mempunyai anak ya."


"Tentu saja anak ku tampan, Ayah nya kan juga tampan." Alexander dengan sombong nya, tanpa malu menyombongkan ketampanan dirinya.


"Dasar, tidak tau malu berbicara seperti itu. Kepercayaan dirimu besar sekali Tuan Alex." gerutu sang Istri, melihat tingkah konyol Suami nya. Berbeda hal nya dengan Alexander yang hanya tertawa, melihat mata maharani yang memelototi dirinya.


"Aduh manis nya. Sudah-sudah, yang menikah itu Jhonathan dan Nona Capella, sebaiknya tokoh piguran seperti kita jangan terlalu mencolok." Andrew dengan santay nya mengambil anak Alexander, dan membawa nya kedalam gendongan nya.


"Aduh, Andrew. Awas, nanti putra ku lecet."


Seketika semua orang yang mendengar keluhan Alexander pada Andrew, menjadi tertawa. Bagaimana mungkin Andrew bisa membuat putra teman nya menjadi lecet-lecet hanya karena menggendong nya.


"Tidak akan, aku jamin dia akan aman bersama ku. Oh iya, kami pinjam sebentar ya, hanya 1 Bulan. Kami ingin membawa nya ke Korea, tinggal bersama kami. Buat mancing-mancing Istriku, biar cepat hamil."


"Enak saja, memang nya anak ku umpan buat mancing ikan?"


Lagi-lagi perseteruan Alexander dan Andrew menjadi pemicu ledakan bom tawa semua orang. Pertengkaran kekanak-kanakan dua pria dewasa, yang sama-sama berstatus Suami itu tidak hentinya mengundang tawa.


"Alex, bagaimana kalau nanti aku punya anak perempuan, kita nikahkan mereka?"


"Perjodohan dini? Sudah, jangan bermimpi. Buat dulu tuh kecebong, kalau sudah ada baru kita pikirkan lagi."


"Kalian ini, ribut masalah anak terus. Apakah kami juga harus segera memiliki anak?" Jhonathan ikut menimpali, seraya melirik ke arah Capella yang mana wajah nya sudah memerah karena malu.


"Jangan, jangan, biarkan aku dan Yijia dulu. Kalian masih baru menikah, sebaiknya biarkan kami yang senior, yang mempunyai anak terlebih dulu."


Kini perdebatan itu ubah, menjadi tiga orang pria dewasa. Seperti anak kecil yang memperjuangkan permen manis, kesukaan mereka.


Sementara itu, mengabaikan perdebatan aneh Suami mereka, Yijia dan Maharani memilih untuk pergi menyapa para tamu undangan bersama Capella, mempelai pengantin wanita nya.


Dalam waktu yang singkat, ketiga nya menjadi akrab. Capella tidak lagi menganggap Yijia sebagai saingan cinta nya, karena memang itu tidak perlu. Ia bahkan bisa melihat bahwa betapa banyak rasa cinta yang di miliki Andrew pada Yijia, sehingga tidak mungkin mereka akan berpisah, karena Jhonathan. Ditambah sekarang Jhonathan sudah resmi menjadi Suami nya, dan pertemanan kedua pria itu begitu dalam, sehingga tidak akan mudah untuk di rusak.


.


.


.


.


******


*Bersambung


Jangan lupa Like, Rate⭐⭐⭐⭐⭐, Vote or Tip

__ADS_1


Terimakasih All😘


__ADS_2