Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Red Rose-Cinta Di Tiga Negara
RR2 ISTRI ORANG


__ADS_3

Red Rose Season2 : "Sulit Melepaskan Dirinya"


.


.


.


*


LONDON, INGGRIS.


Pagi itu, merupakan hari yang paling menyebalkan bagi seorang pria yang baru terjaga dari tidur nya. Bagaimana tidak? di pagi buta itu ponsel nya berdering, dan seorang pria dari seberang ujung telpon dengan riang memberitahu nya bahwa ia telah mendaftarkan perjodohan untuk nya.


"Dasar Jhonathan! Dia pikir aku ini tidak bisa mencari wanita sendiri? Dia benar-benar meremehkan diriku. Lihat saja, akan ku kasih pelajaran dia." geram Thomas, karena mimpi indah nya harus terusik, oleh perbuatan sahabat sekaligus atasan nya itu.


Thomas menatap wajah kusut dan rambut berantakan nya di depan cermin, mencari-cari jika ada sesuatu yang salah dari dirinya. Mengesampingkan fakta bahwa dirinya masih setia melajang selama 10 tahun, Thomas memilih acuh dan tidak ingin pusing dengan memikirkan nya. Tapi itu memang sedikit aneh, dibandingkan Jhonathan, ia lebih menarik dan muda. Hanya saja, karena bekas luka jahitan di kening nya, sedikit mempengaruhi pesona nya. Namun, meskipun begitu ia tetap terlihat tampan. Dan, mustahil jika tidak ada wanita yang tertarik pada nya.


Sepuluh tahun melajang, tanpa kasih dah sayang dari seseorang yang spesial, tidak membutakan pikiran Thomas untuk bersenang-senang dengan sembarang wanita, atau hanya untuk sekedar main-main dengan perasaan orang lain. Ia adalah laki-laki yang bertanggung jawab, dan bisa diandalkan. Begitu juga dengan kisah pilu, tragedi cinta nya di masa remaja, atau, justru mungkin itulah penyebab Thomas memilih melajang sampai sekarang.


Saat itu, Thomas baru ber-usia 17 tahun. Ia jatuh cinta dengan seorang gadis yang merupakan teman masa kecil nya, juga bersama dengan Jhonathan. Berbeda dengan nya, saat itu Jhonathan lebih banyak menghabiskan waktu dengan belajar, karena persaingan nya dan Alexander memang sudah di mulai sejak kecil.


Seiring waktu berjalan, kebersamaan Thomas besama gadis itu semakin sulit untuk dipisahkan. Hari demi hari, waktu terus berjalan, perasaan itu ibarat tunas kecil yang terus di pupuk, maka semakin hari, semakin besar lah ia.


Sampai suatu hari, kenyataan pahit terungkap. Gadis pujaan hati nya bertunangan dengan pria lain. Rencana pernikahan politik, dan saat itu ia tidak bisa apa-apa. Tidak ada harta, uang, ataupun kekuasaan yang bisa ia andal kan, untuk menggagalkan pertunangan itu. Hanya bisa menerima, dan berharap perjodohan dini itu akan berakhir dengan kegagalan.


Hingga akhir dari semua perjalanan cinta yang menyiksa hati, tepat beberapa tahun setelah pertunangan. Ketika itu Thomas baru saja menyelesaikan pendidikan nya di University College London (UCL), ia harus dihadapkan pada kenyataan, gadis yang ia cinta menikah dengan pria lain. Untuk itu, ia tidak ingin menyesalinya seumur hidup. Dengan mengumpulkan segenap keberanian nya, ia mengutarakan isi hatinya yang selama ini disimpan, perasaan nya yang selama ini dirasakan.


Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut gadis itu, namun sudah jelas bahwa meskipun ia juga mencintai Thomas, akan sangat terlambat bagi mereka untuk bersama, karena pernikahan sudah di selenggarakan. Ia telah resmi menjadi istri dari pria lain, begitu juga Thomas yang sudah resmi kehilangan wanita yang merupakan cinta pertama nya.


Setelah hari pengakuan itu, hubungan mereka benar-benar berakhir. Mereka tidak lagi berhubungan, ataupun sekedar untuk bertukar kabar. Itulah akhir dari cinta masa lalu Thomas, yang akan selama nya menjadi cerita cinta indah nan kelam.


Kini, Thomas tengah menghabiskan sarapan pagi nya, tentu saja ditemani dengan kesendirian. Sepi, se-sepi hatinya.


Setelah selesai sarapan, seperti biasa, ia pun bergegas pergi ke perusahaan. Bekerja dan terus bekerja dengan giat, tanpa mengenal kata lelah, dan bosan.


.


.

__ADS_1


.


Malam harinya, bukan nya beristirahat ia justru harus pergi ke tempat janji bertemu, dengan sorang wanita dari biro perjodohan. Sebenarnya ia malas, namun karena termakan bujukan Jhonathan, ia pun akhir nya mau menemui wanita yang dipilih kan sahabat nya itu.


"Thomas"


"Lili"


Saling berjabat tangan, melempar senyum satu sama lain. Setelah berkenakan, tidak ada satu pun dari mereka yang membuka suara kembali. Hening, suasana canggung itu benar-benar membuat hati tersiksa. Tidak tau hal apa yang harus dikatan, membuat Thomas harus berpikir keras untuk mencairkan suasana.


"Pesan makanan?"


"Ya" jawab gadis itu riang. Memanggil pelayan , mereka pun mulai memilih makanan. Hening! sial nya, setelah itu semua, suasana kembali canggung. Thomas menyerah, untuk pertama kalinya ia melakukan hal itu, tentu saja ia tidak tau apa yang harus dilakukan.


"Tuan Thomas...."


"Hm? Panggil saja aku Thomas, tidak perlu terlalu formal."


"Ah... iya. Sebenarnya, aku sangat mengagumi dirimu, Thomas." ucap Lili malu-malu. Ia sama sekali tidak berani memandang ke arah Thomas dengan benar, hanya bisa menundukkan kepala nya, dan diam-diam terkadang mencuri pandang pria dihadapan nya itu.


"Me... mengagumi ku? Kenapa, kapan dan apa?" Thomas tidak mengerti dengan maksud dari wanita itu, ia pikir mungkin saja itu hanyalah pujian palsu, karena mereka baru pertama kali bertemu. Sungguh tidak mungkin, jika wanita itu langsung mengagumi dirinya, bukan?


"Bagaimana kamu bisa tau? Apa Jhonathan yang mengatakan nya?"


Ya, kalau bukan dia memang siapa lagi? Tidak ada satu orang pun yang lebih mengenal Thomas, selain Jhonathan. Masa remaja yang mereka miliki, tentu bukan waktu yang sebentar untuk saling mengenal satu sama lain.


"Em, itu...."


"Dulu, Kakak ipar ku sering menceritakan tentang dirimu pada ku. Teman masa kecil nya, yang manis dan baik hati. Jadi, ketika aku melihat formulir yang diserahkan Kak Jhonathan ke biro jodoh, aku segera mengambil nya, dan meminta mereka mencocokkan diriku dengan mu. Dan, kebetulan sekali, teman ku adalah pemilik biro jodoh itu, sehingga tidak ada bantahan dengan keinginan egois ku itu." jelas Lili, meskipun hal itu cukup memalukan untuk diakui oleh seorang wanita. Namun, demi tidak menimbulkan kesalahpahaman antara Thomas dan dirinya, mau tidak mau ia terpaksa mengatakan yang sebenar nya.


Thomas dibuat melongo dengan nya, tanpa sadar mulut nya terbuka lebar mendengar penjelasan gadis cantik itu.


(*Uthor sebenar nya udah jenuh bilang cantik, tapi mau bilang jelek takut di bully🏳)


"Kakak... ipar?! Siapa?" Thomas terlihat sangat gugup ketika menanyakan hal itu, kekhawatiran terbesarnya adalah seseorang yang mungkin ia kenal, atau bahkan, seseorang yang sempat ada di relung hati nya.


"Kakak April"


Deg! Tiba-tiba saja ada perasaan aneh yang menghantam dada Thomas. Sakit, tapi tidak terlihat. Jantung nya memompa dengan cepat, naik turun tidak beraturan. Sesak, sungguh sejak, seperti ada sesuatu yang mengganjal di dalam sana. Jauh, dilubuk hatinya yang terdalam.

__ADS_1


Thomas diam, otak nya sedang mencerna baik-baik apa yang harus ia lakukan atau apa yang ia katakan, jika ternyata Lili juga mengetahui kenyataan tentang cinta nya yang bertepuk sebelah tangan. Tubuh Thomas mulai gemetar, ia mengepal kuat-kuat tangan nya, dan se-bisa mungkin berusaha untuk tetap terlihat tenang.


"Kau pasti mengenal Kak Aprilia, kan? Dulu, saat kami sedang jalan bersama, dia sering bercerita tentang teman-teman nya, dan juga dirimu. Oh iya, makanan kesukaan mu, dan hal-hal lainnya tentang dirimu, semua nya aku tau." Gadis itu berbicara dengan riang, seperti ia telah mengenal baik diri Thomas. Tanpa malu, ia bahkan memperlihatkan ponsel nya. Foto dirinya dan wanita yang ia panggil Kakak, terpajang disana. Sungguh kedekatan yang membuat iri, mereka terlihat akrab di dalam foto itu, tersenyum dan saling merangkul.


"Ba...bagaimana, keadaan nya? Bagaimana keadaan April?" tanya Thomas gugup. Tidak memperdulikan kata-kata Lili sebelum nya, yang ingin ia ketahui hanyalah keadaan wanita dari masa lalu nya itu.


"Eh? Kak April?" Lili diam sejenak, berpikir tentang cara atau lebih tepatnya kata apa yang sesuai untuk dikatakan pada Thomas.


Thomas dapat melihat raut wajah kebingungan Lili, membuat nya bertanya-tanya 'Apakah sesulit itu jawaban nya, atau apakah sesuatu yang buruk telah terjadi diantara mereka?' semakin lama jawaban itu di gantung, semakin besar rasa curiga Thomas.


"Apakah April baik-baik saja? Mengapa aku merasa ada sesuatu yang salah, yang terjadi pada nya. Oh Tuhan... semoga dia baik-baik saja. Sungguh, selama beberapa tahun ini, aku memang sangat merindukan nya, tapi tidak jua benci akan jarak, karena inilah yang terbaik. Tapi mengapa, aku merasa gelisah? Aku takut dia tidak bahagia dengan pernikahan nya, atau dia tersiksa."


.


.


.


**


KALIMANTAN SELATAN, INDONESIA.


Pria muda dan tampan, diam mematung di depan sebuah rumah besar nan megah. Ia telah seharian penuh, menempuh perjalan selama ber jam-jam di atas motor nya. Sampailah ia di depan rumah besar itu sekarang, namun sungguh tidak ia duga. Terlebih dulu, sesorang yang ia kenal telah berdiri tapat di depannya.


Wanita itu tersenyum ramah kepada nya,


menyapa dan memberi salam dengan lembut. Bukannya merasa senang bertemu dengan seseorang yang telah ia rindukan, pria itu justru merasa sedih, seakan ada jarum kecil tidak kasat mata, yang menancap di dada nya. Apalagi dilihat sosok pria yang berdiri di samping wanita itu, pria yang terlihat sangat mesra dengan nya.


Ingin rasanya ia lari dan bersembunyi, tidak ingin dilihat betapa menyedihkan dirinya saat ini, oleh wanita yang ia suka. Namun apa daya, takdir mempertemukan mereka sekarang. Seseorang yang membuat hatinya terluka, tapi tidak bisa ia benci. Ia mundur beberapa langkah, mencoba menenangkan diri, sebisa mungkin agar terlihat baik-baik saja.


Sebuah senyum getir terbit di bibirnya, meskipun sedikit, ia berusaha untuk terlihat se-natural mungkin.


"Assalamualaikum. Syifa."


*Bersambung


😁: Benar kan bertemu? Tapi, kelanjutan nya besok😂


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungan, dengan kasih ❤, ⭐⭐⭐⭐⭐, Vote🌷

__ADS_1


Terimakasih😗


__ADS_2