Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Red Rose-Cinta Di Tiga Negara
Ingatan Andrew


__ADS_3

 


**


 


 


*Tiga Tahun Yang Lalu*


 


* Seoul, Korea Selatan.


"Hufh... Seoul! aku pulang"


Seorang pria dewasa berjalan keluar dari Bandar Udara Internasional Incheon, Seoul, Korea Selatan. Dengan langkah gontai, pria tampan dengan kulit seputih salju dan bibir merah seksi ini berjalan menuju pintu utama Bandara Udara Incheon. Setiap langkahnya terasa sangat berat, seperti ada sesuatu yang tertinggal dari dirinya, layaknya sebuah boneka yang lemah tanpa jiwa, si Tuan.


Kekosongan hatinya, membuat setiap hembusan nafasnya terdengar begitu berat. raga yang terpisah dari jiwa, begitulah cinta, ketika perpisahan membuka kenyataan bahwa cinta tidak harus memiliki.


"Jae-woo!" seru seorang pria paruh baya, ketika melihat kemunculan Andrew di depan pintu keluar Bandara Incheon.


Andrew yang mendengar seruan itu, menoleh ke asal suara yang begitu familir ditelinganya. Andrew menghentikan langkahnya, diam membisu seribu bahasa, tubuhnya mulai bergetar, air matanya perlahan mulai mengalir keluar.


"Ayah...." pekik pilu Andrew, ia masih tetap berdiam diri seolah kakinya tidak bisa digerakkan. Perlahan Ayahnya, Kim Min-woo. Mulai berjalan mendekat ke arah Andrew berdiri sekarang.


"Jae-woo, kau pulang." ucap Ayahnya Andrew seraya memeluknya


"Ayah, maafkan aku...." lirih Andrew


"Maafkan Ayah juga, Ayah harusnya mempercayai mu dan bukannya ikut menyalahkan mu. Setelah lama kau tidak kembali, Ayah dan Ibumu benar-benar merindukanmu, kami sangat kehilangan dirimu."


"Ayah, tolong lupakan itu semua, biarlah apa yang terjadi di masa lalu menjadi pelajaran berharga untuk diriku. Willona juga sudah kembali ke keluarganya sekarang, dia adalah saksi hidup kejadian malam itu, untuk kesalahan yang sama sekali tidak aku perbuat. Sedangkan Jhonathan, dalam waktu dekat ini mungkin akan segera melangsungkan pernikahan dengan wanita lain."


"Benarkah? kalau begitu baguslah, Ayah senang mendengar semuanya sudah baik-baik saja sekarang."


"Ya begitulah Ayah, oh iya kenapa Ayah bisa ada disini? apakah Ayah ada urusan penting?"


"Tidak, Ayah sengaja datang kesini untuk menjemputmu."


"Bagaimana Ayah bisa tau? kalau aku akan kembali hari ini?"


"Aku yang memberitahunya tadi malam, bahwa akan ada tamu penting yang akan mengunjunginya." seorang pria paruh baya lainnya datang menghampiri Andrew dan Ayahnya, dari dalam Bandara Incheon.


"Paman!" Andrew kaget melihat sosok paruh baya itu ternyata adalah Pamannya sendiri.


"Song Kyuhyun!" seru Ayahnya Andrew kaget, karena selama ini Ayah dan Pamannya Andrew terlibat perselisihan cukup rumit, yang menjadi awal dari semua perselihan itu adalah di usirnya Andrew dari keluarga besar.


"Maaf Kakak ipar, sebenarnya aku tidak bermaksud untuk ikut campur dalam urusan keluargamu, hanya saja Ji-hyo sangat merindukan Jae-woo. Itulah sebabnya aku pergi ke Inggris, untuk membujuk Jae-woo agar mau pulang. Namun aku tidak menyangka, bahwa ternyata Kakak akan jatuh sakit, jadi aku mengatakan segalanya pada Jae-woo, maka barulah dia mau pulang kesini."


" Iya Ayah, bagaimana dengan Ibu? aku dengar Ibu sedang sakit, tolong bawa aku menemui Ibu."


"Baiklah, ayo ikut bersama Ayah. Kyuhyun, kamu ikutlah. Sudah lama tidak bertemu, mungkin Kakakmu juga sangat merindukanu."


"Terimakasih Kakak ipar" ucap Kyuhyun sopan, karena mau bagaimanapun, Min-woo adalah Suami dari Kakak tercintanya, Song Ji-hyo.


.....


*Kediaman Keluarga Besar Kim Min-woo


Kim Min-woo dan Song Ji-hyo adalah Ayah dan Ibu dari Kim Jae-woo, yang tidak lain adalah Andrew. Song Kyuhyun adalah Paman Andrew, dari pihak Ibu.


"Ibu...." Andrew memeluk Ibunya dengan erat, pertemuan pertama setelah berpisah selama beberapa tahun, membuat Andrew begitu merindukan Ibunya.


"Jae-woo ku sayang, Ibu sangat senang akhirnya kamu pulang. Ibu sangat merindukan dirimu sayang, kamu adalah belahan jiwa Ibu, tolong tetaplah bersama Ibu, jangan tinggalkan Ibu lagi, hiks...hiks...."


"Ibu... jangan menangis, aku janji tidak akan pernah meninggalkan Ibu lagi, mulai dari sekarang aku akan selalu berada di sisi Ibu."

__ADS_1


"Hiks... Ibu senang mendengarnya, semoga apa yang kamu katakan itu benar, sayang."


"Ibu adalah satu-satunya wanita yang paling kucinta, tidak ada satu pun di dunia ini yang bisa menggantikanmu."


"Bagaimana bisa aku mengecewakan Ibuku, sedang aku sudah berjanji akan selalu bersamamu."


"Jae-woo, apa kau tidak akan kembali ke Inggris lagi?"


"Tidak Ayah, di sinilah rumahku, tempatku ssharusnya berada. Inggris? aku sudah tidak punya alasan apa-apa lagi untuk tetap tinggal di sana, semuanya, tidak ada yang bisa aku pertahankan."


"Bagus, itu berarti kau bisa membantu Ayah di perusahaan. Mulai besok datanglah ke kantor bersama Ayah, dan belajar mengurus perusahaan dengan baik, kau Anak Ayah satu-satunya, masa depan perusahaan ada di tanganmu."


"Ayah, jangan berlebihan begitu. Ayah masih muda dan sehat-sehat saja sekarang, tidak perlu buru-buru seperti itu."


Tuk...


"Dasar anak bodoh" Tuan Kim menjitak kepala Andrew, ia kesal karena sikap kekanak-kanakkan Andrew.


"Ayah aku hanya bercanda, sudah lama tidak bertemu, Ayah masih tetap saja suka menjitak kepalaku."


"Sudahlah sayang, jangan marah seperti itu, Jae-woo baru saja kembali."


"Iya-iya, teruslah membelanya. Jae-woo, sekarang sebaiknya kau istirahat dulu ke kamar, Ayah sudah memerintahkan Bibi Nanba untuk merapihkan kembali kamarmu."


"Baiklah Ayah, Ibu, aku akan ke kamar sekarang."


"Iya, selamat beristirahat sayang."


*


*Keesokan Harinya


Sinar mentari pagi yang hangat menorobos masuk ke dalam kamar yang bertema Crozet Magma itu, Andew yang sejak pagi buta sudah terbangun dari tidur, memulai paginya dengan berolahraga.


"Jae-woo, sampai kapan kau akan terus tidur?" teriak Tuan Kim dari balik pintu kamar Andrew.


"Aku sudah bangun Ayah." gerutu Andrew seraya membuka pintu


"Siap komandan."


Setelah mandi dan berganti pakayan, sarapan pagi bersama keluarga, Andrew pergi ke perusahaan bersama Ayahnya.


...


* Perusahaan


"Ayah, aku akan pergi ke MiniMarket di seberang jalan dulu." ucap Andrew, ketika mobil yang memba dirinya dan Ayahnya berhenti di depan gedung perusahaan.


"Oh, untuk apa? apa kau memerlukan sesuatu? biarkan Sekertaris Ma yang membelikannya."


"Tidak perlu, aku bisa sendiri Ayah."


"Bailah kalau begitu, pergilah."


"Ya, tidak akan lama."


Andrew bergegas pergi ke MiniMarket, seberang jalan.


Lima menit kemudian, Andrew berlari kembali menuju perusahaaan Ayahnya, namun sesuatu tidak terduga terjadi. Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabrak Andrew, tubuh Andrew terpental jauh, darah segar berhamburan di jalanan.


Sekertaris Ma yang menunggu Andrew kembali, di depan gedung, melihat semua kejadian itu. Dengan segera ia berlari menghampiri Andrew yang tidak sadarkan diri, untungnya Andrew masih bernafas, meski tubuhnya sangat lemah.


"Tuan muda, Tuan muda, sadarlah."


Seorang pengguna jalan menawarkan diri untuk menolong membawa Andrew ke Rumah Sakit dengan mobilnya, yang langsung disetujui oleh Sekertaris Ma.


Akhirnya Andrew di bawa ke Rumah Sakit oleh Sekertaris Ma dengan bantuan beberapa orang lainnya, yang merasa kasihan pada Andrew yang terkulai lemah.

__ADS_1


Sekertaris Ma buru-buru menelpon Ayahnya Andrew, untuk memberitahukan keadaan Andrew sekarang.


"Presdir... Tuan muda Jae-woo mengalami kecelakaan, sekarang saya dalam perjalanan membawa Tuan muda ke Rumah Sakit." ucap Sekertaris Ma dari seberang telpon


"Apa? bagaimana mungkin! bukankah tadi Jae-woo...."


"Presdir, saat menyeberang kembali dari MiniMarket tadi, Tuan muda tidak sengaja tertabrak mobil, sekarang kondisi Tuan muda berada dalam bahaya. Saya sedang menuju Rumah Sakit Seoul, Anda bisa menyusul kami kesana."


"Baiklah, aku akan segera kesana. Kamu urus dulu Jae-woo baik-baik."


"Baik Presdir"


.....


* Rumah Sakit Seoul, Seoul, Korea Selatan.


Sekertaris Ma berjalan mondar mandir di depan ruang operasi, kekhawatiran besar terlihat jelas di wajahnya.


Tuan Kim tiba bersama Istrinya yang berada di kursi roda, mereka juga terlihat sangat khawatir dan panik.


"Bagaimana?"


"Belum ada kabar, para Dokter masih berada di dalam, tidak ada satu pun dari mereka yang keluar."


"Baiklah, kita tunggu dulu saja."


1 Jam kemudian....


Seorang Dokter berjalan keluar ruang operasi diikuti oleh beberapa Dokter lainnya.


"Bagaimana keadaan anak saya Dok?


"Tuan dan Nyonya tenang saja, operasinya berjalan dengan lancar. Kami akan segera memindahkannya ke ruang rawat, saya mohon untuk kerjasama Anda semua."


"Syukurlah kalau begitu, terimakasih banyak Dok."


"Sama-sama Tuan, saya permisi sekarang. Nanti saya akan kembali dan menjelaskan semuanya pada Anda."


"Baiklah."


Sekertaris Ma akhirnya dapat merasa lega, mendengar Andrew sudah baik-baik saja sekarang.


"Sekertaris Ma, terimakasih sudah membantu membawa Jae-woo tepat waktu kemari." ucap Nyonya Kim lembut


"Tidak perlu sungkan Nyonya, memang sudah menjadi tugasku membantu Tuan muda."


"Ya sudah, kamu bisa kembali ke perusahaan sekarang, Sekertaris Kim. Aku mempercayakan semuanya padamu."


"Baik Presdir"


merasa tersanjung karena mendapat kepercayaan dari Tuannya selama ini, dengan penuh semangat Sekertaris Kim bergegas kembali ke perusahaan. Untuk mengatur kembali jadwal rapat yang seharusnya dihadiri oleh Tuannya.


\*


* 2 Hari Kemudian


"Bagaimana Dok?"


"Tuan, maaf. Sepertinya Tuan muda Jae-woo mengalami "Hilang ingatan" atau yang sering disebut sebagai "Amnesia."


"Lalu bagaimana sekarang? apakah dia bisa sembuh?"


"Untuk hal ini saya tidak bisa memastikan, tapi ini bukanlah permanen, saya rasa masih ada harapan bagi Tuan muda untuk nengingat kembali semua memorinya yang telah hilang. Saya harap Anda semua bisa bersabar dan selalu memberikan dukungan untuk Tuan muda."


"Baiklah jika memang Dokter berkata begitu, tapi apakah tidak akan berefek samping pada kondisi Jae-woo?"


"Untuk sekarang, dia pasti masih merasa bingung dengan dirinya sendiri. Jadi pelan-pelan tolong bimbing dia, beri tau dia tentang kenangan-kenangan di masa lalunya, tapi juga tolong untuk tidak terlalu memaksakannya."

__ADS_1


"Baik, saya mengerti. Terimakasih Dok atas penjelasannya."


\*\*


__ADS_2