Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Red Rose-Cinta Di Tiga Negara
Penyesalan


__ADS_3

"Tidak, sekalipun aku tau, aku juga tidak akan memberi tau diri mu."


"Tolong, bagaimana pun aku dan Yijia akan segera menikah, jika tidak diselesaikan maka..."


"Menikah?" potong Lisa buru-buru


"Apa anda mengigau? anda sendiri sudah membatal-kan pernikahan itu."


"Benar Jhon, apa kau lupa? pernikahan mu sudah dibatalkan" Roy ikut membenar-kan


"Apa? tapi aku sama sekali belum membatal-kan nya." Jhonathan kaget mendengar-nya


"Kakek mu sudah mengumum kan semua-nya saat berada di Kapal pesiar."


"Kata-nya ini semua juga atas kemauan mu sendiri. Saat itu Yijia juga membenar-kan semua nya, dia mendengar sendiri apa yang kamu ucapkan pada Kakek saat itu."


Kini Jhonathan sadar dengan keadaan yang sedang terjadi, ternyata omongan Kakek saat itu bukan omong kosong, itu bukan gertakan biasa.


Yijia juga sudah mendengar semua nya, lalu apa lagi yang ia harapkan? maaf dari Yijia? itu pasti tidak mudah, ia bukan hanya menyakiti hati Yijia, tapi juga ini seperti penghinaan besar bagi setiap wanita manapun.


Jhonathan benar-benar merasa bersalah, ia menyesal telah mengatakan itu semua saat di Kapal pesiar, ia sungguh tidak menyangkan akan terjadi hal seperti ini. Karena merasa khawatir pada Willona, ia melupakan Yijia.


Jhonathan kini ingat bahwa dia telah mengacuh-kan Yijia yang saat itu juga terjatuh di kolam renang, orang-orang jelas akan menertawakan dan bergosip tentang diri-nya. Bukan hanya itu saja, ia bahkan tidak menanya-kan kabarnya setelah itu, dan hanya fokus pada Willona. Yijia benar-benar hancur saat ini.


Tidak terasa air mata Jhonathan menetes, ia sungguh menyesal atas semua tindakan-nya, padahal jelas dia sendirilah yang meminta Yijia untuk percaya pada cinta-nya, tapi justru harus berakhir seperti ini.


"Jhon tenangkan diri mu, aku pasti akan membantu mu untuk menemukan Yijia."


"Terimakasih Roy."


"Oh iya, apa kau sudah menelpon nya?"


"Sudah berulang kali aku mencoba menelpon-nya, tapi sepertinya ponsel nya tidak aktif."


"Lisa?"


"Aku tidak tau Manajer." jawab Lisa acuh


"Ya sudah, jika kau mengetahui keberadaan Yijia nanti, tolong segera kabari aku."


"Aku tidak bisa janji Manajer, maaf."


Lisa pun pergi begitu saja, meninggalkan Roy dan Jhonathan.


"Ck anak itu."

__ADS_1


"Sudahlah Roy, bagaimanapun dia adalah teman Yijia, wajar jika dia marah pada ku."


"Yah kau benar, dia cukup lama berteman dengan Yijia, Yijia pasti sudah menceritakan semua pada-nya."


"Kalau begitu, bagaimana kalau kau terus awasi gerang gerik-nya."


"Ah itu ide bagus, tenang-lah aku pasti akan mengawasi-nya."


.....


"Hey Lisa kamu hebat sekali, kamu benar-benar berani berkata seperti itu pada Tuan Jhonathan."


"Memang-nya mau bagaimana lagi, tadi aku benar-benar kesal padanya, dia berpura-pura seolah-olah mengkhawatir kan Yijia."


Rania dan Lisa duduk di pojokan Kedai seraya melirik ke arah Roy dan Jhonathan yang sedang sibuk berbicara.


"Bagaimana Yijia?" bisik Rania, sepelan mungkin.


"Dia baik-baik saja, kau tau mata-nya terlihat sembab, ada lingkaran hitam di ke dua matanya, terlihat seperti mata panda saja, aku yakin dia sangat sedih dan terus menangis."


"Hays kasihan sekali Yijia, nanti aku ikut ke rumah mu yah? aku juga ingin menghibur-nya."


"Iya-iya, tapi ingat jangan sampai ada yang tau, ini hanya kita berdua saja yang boleh tau."


"Sip, tenang saja, kalau sama aku pasti aman, gak akan bocor deh."


....


"Hey Tuan Muda, untuk apa anda mencari Yijia lagi. Anda sudah menyakiti perasaan-nya, sebaik-nya anda berhenti saja."


"Kamu siapa?"


"Aku Kriss, teman baru Yijia. Aku dengar dari Lisa anda telah mempermainkan perasaan Yijia yah? apa ada laki-laki seperti itu?"


"Jaga ucapan mu, kau orang luar, mana mungkin mengerti?"


"Aku ini juga laki-laki, tapi aku selalu menghormati seorang wanita, bagiku setiap wanita sama terhormat-nya seperti Ibu ku sendiri."


Jhonathan kesal terhadap Kriss, tapi yang dikatakan Kriss memang benar. Jhonathan seperti tidak menghormati Yijia, dan bukan itu saja, dia juga tidak menghormati hubungan mereka.


"Cukuk Kriss, ada apa dengan kalian semua hari ini?" Roy marah melihat reaksi Kriss pada Jhonathan.


"Roy, dia ini siapa?"


"Dia Barissta baru ku, dia yang menggantikan Andrew sekarang."

__ADS_1


"Oh iya, aku pernah melihatnya beberapa kali."


"Yah seperti itulah."


Jhonathan memandang sinis Kriss, begitu juga Kriss. Melihat hal itu Roy meminta kepada Kriss untuk pergi kembali ketempat bagian kerja-nya, ia tidak ingin Kriss atau Jhonathan sampai bertengkar saat ini.


Setelah Kriss pergi, Jhonathan menghempaskan tubuh-nya ke kursi, dia merasa benar-benar lelah saat itu, bukan cuma fisik tapi juga hati-nya. Perasaan bersalah dan penyesalan nya terus bergelayut di dalam benak-nya.


"Harusnya saat itu aku tidak mengenalkan mu dengan Yijia, Jhon. Jika tau akan terjadi seperti ini. kau bahkan tidak menyadari perasaan mu sendiri, jelas kau masih mencintai Willona, tapi malah masih memaksa bersama Yijia. Dah akhirnya justru seperti ini. Bukan hanya Yijia yang terluka, tapi kau sendiri, Willona dan Andrew." Pikir Roy


\*


* "Rumah Lisa"


Rania tiba di rumah Lisa pada malam hari, ia dan Lisa sengaja janjian pada malam hari. Lebih lama sedikit dari pada jam pulang kerja-nya, dan tidak langsung pergi bersama-sama ke rumah Lisa, agar tidak menimbul-kan kecurigaan Roy.


"Yi bagaimana keadaan mu sekarang?"


"Aku baik-baik saja Ra, terimakasih sudah mengkhawatirkan diriku."


"Syukurlah, katanya akan ada pelangi setelah badai reda, jadi kamu harus bersabar."


"Dengan semua dukungan dari kalian, aku akan baik-baik saja."


"Yijia kita ini memang kuat."


"Benar, semangat terus Yi, kami akan terus mendukung mu."


"Iya-iya, terimakasih Lisa, Rania."


"Dan Lisa, terimakasih sudah mengijin kan aku tinggal dksini, aku tidak tau lagi harus pergi kemana."


"Sudahlah Yi, kita ini berteman, kau dapat tinggal disini sampai kapanpun kau mau."


"Maaf sudah merepotkan mu yah? setelah perasaan ku pulih , aku akan segera memikirkan mau pergi kemana."


"Tidak perlu buru-buru Yi, sudah ku bilang tinggal-lah selama kau mau."


"Tidak Lisa, aku tidak ingin menusah-kan mu terus."


"Baiklah, untuk sekarang jangan pikirkan itu dulu, ayo kita makan saja."


"Iya, kebetulan tadi di jalan aku membeli benerapa ayam goreng, ayo makan." ajak Rania penuh semangat.


"Iya, ayo."

__ADS_1


Rania membuka bungkusan yang tadi ia bawa, dan Lisa mengambil beberapa makanan lain-nya untuk mereka makan.


Dengan keberadaan dan dukungan dari ke dua sahabat-nya itu Yijia merasa sedikit lega, ia merasa tenang karena masih ada orang-orang yang paduli terhadap-nya.


__ADS_2