Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Red Rose-Cinta Di Tiga Negara
Sedingin Es


__ADS_3

  *


 


"Yijia, sekarang kita mau kemana lagi?"


"Kita makan dulu yuk? aku sudah sangat lapar nih, dari tadi main terus." ucap Yijia seraya memegangi perutnya


"Oh iya, ya sudah aku ajak kamu makan, kamu mau makan apa nih?"


"Emh... aku ingin makan mie saos kacang hitam, Jajangmyeon. Sudah lama tidak makan itu, aku jadi merindukannya."


"Mie kacang hitam ya? ya sudah... ayo aku bawa kamu ketempat kita biasa makan dulu."


"Asik, kamu masih ingat ya, dulu waktu pulang sekolah selalu saja makan jajangmyeon-mie saos kacang hitam di seberang jalan Gangnam."



"Huh masih ingat ya? tapi kali ini aku akan mengajak kamu ke tempat yang berbeda."


"Loh kenapa?tadi katanya ketempat biasa?"


"Tunggu aja, nanti kamu juga akan tau. Duduk yang manis ya adik cantik."


"Iya aja deh."


.....


Sesampainya di restoran Jajangmyeon, Yijia kaget bahwa ternyata nama dari restoran Jajangmyeon itu adalah "Jajangyeon YiYi (Yijia-Yijixu)". Yijia segera masuk kedalam restoran dengan sangat senang, Jixu berjalan di belakangnya seraya menggeleng-gelengkan kepala, melihat tingkah lucu Yijia yang melompat-lompat senang dan segera memasuki restoran.


"Yi, pelan-pelan!" seru Jixu, namun sama sekali tidak digubris oleh Yijia.


"Wah tempatnya bagus sekali, Jixu ayo cepat, dasar lambat."


"Dasar kucing kecil, kalau masalah makanan sangat cepat, dasar tidak sabaran." Jixu mempercepat jalannya, dan segera menghampiri Yijia.


Kedatangan Jixu ke dalam restoran, disambut hangat oleh seorang pelayan wanita, yang sudah cukup tua.


"Jixu, selamat datang." sapa wanita tua itu ramah


"Bibi Ann, apa kabar? sudah lama tidak bertemu!" seru Yijia penuh semangat.


"Ah... Nona...." Bibi Ann terlihat kebingungan, mendengar seorang wanita muda yang baru ia temui menyapanya dan yang lebih mengherankan wanita muda itu tau namanya.


"Bibi mungkin lupa, ini Yijia. Apa Bibi ingat, dulu aku dan dia sering ke tempat Bibi." ucap Jixu ramah


"Ah iya, maaf Bibi sudah tua, jadi tidak langsung mengenalimu sayang. Kemana saja kamu beberapa tahun bekakangan ini? Bibi sudah lama tidak melihatmu, sampai-sampai melupakan wajah cantik mu."

__ADS_1


"Bibi... aku di Indonesia, jalan-jalan, he...he...."


"Benarkah? apa menyenangkan?"


"Iya Bibi, aku sangat bersenang-senang."


"Oh iya Bi, dia kesini karena sangat ingin makan Jajangmyeon buatan Bibi lagi."


"Benar Bi, aku sangat merindukan Jajangmyeon buatan Bibi."


"Oh baiklah, akan segera Bibi buatkan, kalian duduk dulu."


"Iya Bi, terimakasih."


Bibi Ann pun pergi, Yijia dan Jixu pergi mencari tempat duduk yang kosong dan duduk disana sambil menunggu Bibi Ann, kembali membawa Jajangmyeon pesanan mereka.


"Jixu, ada apa dengan kedai Jajangmyeon Bibi Ann dulu?"


"Bukankah restoran ini lebih baik dan besar?"


"Pasti ada sesuatu yang terjadikan? ceritakan padaku."


"Suami Bibi Ann terlilit hutang judi, dan kedai Bibi Ann akhirnya terpaksa harus di jual demi bisa membebaskan Suaminya dari hutang itu."


"Jadi?"


"Aku membangun restoran ini untuknya, dengan gajih pertamaku yang aku peroleh dari bekerja di perusahaan Ayah. Lalu Bibi Ann, karena sangat berterimakasih padaku, dia akhirnya menamai restoran ini dengan namaku. Awalnya aku menolak tapi pada akhirnya aku justru menyetujuinya dan meminta menambahkan namamu juga, dan jadilah seperti sekarang ini."


"Tidak, Suami Bibi Ann telah tiada. Sudahlah Yi, tidak perlu mengungkit hal itu lagi, jika sampai Bibi Ann mendengarnya, dia pasti akan sedih."


" Ya baiklah"


Ketika Yijia dan Jixu sedang asik mengobrol, tiba-tiba salah satu pengunjung wanita di restoran mulai berteriak histeris, dan buru-buru berlari kedepan pintu masuk restoran.


"Tuan muda" sapanya ramah, namun tidak ada jawaban dari orang yang ia panggil "Tuan muda" itu."


2 orang pria tampan masuk ke dalam restoran, salah satunya berjalan dengan acuh tanpa memperdulikan setiap mata yang memperhatikannya. Pria lainnya berjalan mengekor di belakang pria pertama, ia terlihat begitu ramah dan sopan.


"Tuan muda Kim" panggil wanita itu lagi


"Berhenti memanggil ku, kau ini berisik sekali. Sekertaris Ma, tolong usir wanita ini dari hadapanku, sekarang!"


"Baik Tuan muda" ucap Sekertaris Ma sopan


"Nona Lee Kwang-Soo, mohon maaf, tapi Anda harus pergi sekarang." Sekertaris Ma seraya menyeret paksa Nona Lee keluar dari restoran. Tidak terima diperlakukan dengan buruk oleh Sekertaris Ma, wanita itu menghempaskan tangan Sekertaris Ma dengan kesal.


"Lepaskan!"

__ADS_1


"Tuan muda Jae-woo, tolong dengarkan aku. Aku hanya ingin berteman denganmu." ucapnya seraya memaksa masuk kembali kedalam restoran, namun usahanya gagal. Pintu masuk restoran di jaga oleh Sekertaris Ma, ia tidak membiarkan wanita itu masuk kembali dan mengganggu sang Tuan.


"Nona Lee, sebaiknya Anda pergi. Jangan sampai saya memanggil petugas keamanan kemari dan menyeret Anda pergi dengan paksa."


"Huh dasar sialan!" ucap wanita itu kesal, ia akhirnya pergi dengan perasaan kecewa.


Sekertaris Ma kembali masuk ke dalam


restorant, dan melapor pada sang Tuan, yang sudah menunggunya dengan wajah datar.


"Bagaimana?"


"Nona Lee sudah pergi Tuan, Anda bisa makan dengan tenang."


"Baguslah, akhirnya wanita menyebalkan itu pergi."


"Pesankan aku Jajangmyeon"


"Baik"


Sementara itu Yijia dan Jixu yang berada di meja paling belakang, hanya menjadi penonton setia. Mereka enggan ikut campur, dan memilih diam. Begitu juga dengan para pengunjung-pengunjung lainnya, yang terus menikmati makanan mereka tanpa memberikan tanggapan.Bagi mereka itu adalah tontonan yang menarik, dan sangat jarang ada.


"Jixu...."


"Dia Kim Jae-woo, Tuan muda Grup Yesang. Orangnya memang dingin dan sedikit angkuh, hari dimana kau kembali... kau bertemu dia di kamar Kakek kan?"


"Ah iya, kamu benar. Aku memang bertemu dengannya di kamar Kakek, tapi dia...."


"Kenapa? apa kamu jatuh cinta pada pandangan pertama padanya?"


"Jixu, bukan seperti itu"


"Lalu? apa kamu penasaran? bagaimana kalau kita kesana dan mencoba berbicara padanya."


"Kamu jangan bercanda, bukankah kamu sendiri yang mengatakan kalau dia itu angkuh dan dingin?"


"Ha ...ha... yah memang seperti itu lah, dia baru 3 tahun belakangan ini kembali ke Korea. Tapi dia sangat hebat, seluruh orang memujinya karena sangat kompeten dalam dunia bisnis. Kata Ayah, dia adalah pewaris satu-satunya Grup Yesang, dan itu sebabnya ada banyak wanita dari kalangan atas yang mengetahui latar belakangnya menjadi tergila-gila dan berharap bisa menjadi Istrinya. Tapi kau lihat sendiri, tidak ada satu pun wanita yang bisa mendekatinya. Es kutub utara yang berjalan itu, benar-benar sulit dihadapi, hanya Sekertaris Ma yang bisa tetap terus berada di sisinya."


"Hm seperti itu ya? aneh."


"Aneh? kenapa?"


"Entahlah, aku ragu mau mengatakannya, tapi dia benar-benar mirif dengan seseorang yang ku kenal."


"Siapa? apa aku juga mengenalnya?"


"Tidak, tapi seingatku orang itu juga kembali ke Korea, 3 tahun yang lalu. Apa ini hanya sebuah kebetulan, atau memang dia? tapi mengapa dia bersikap seolah-olah tidak mengenaliku?" keluh Yijia

__ADS_1


"Siapa? katakan padaku."


"Tuan muda itu, dia sangat mirif dengan temanku Andrew."


__ADS_2