Red Rose-Cinta Di Tiga Negara

Red Rose-Cinta Di Tiga Negara
Oppa! I Love You


__ADS_3

 


*


 


*Kediaman Keluarga Besar Lin


Sinar kekilauan hangat menyapa tubuh putih Yijia perlahan, yang tengah asik membentangkan tangannya, menyambut datangnya sang Mentari pagi.


Yijia tersenyum cerah, merasakan setiap kehangatan mentari yang mulai menerobos masuk ke dalam kulitnya.


"Selamat pagi dunia!" seru Yijia


"Pagi...." jawab Jixu dari bawah balkon kamar Yijia yang berada di tingkat satu, Jixu tersenyum melihat Yijia yang menoleh kearahnya dengan kaget.


"Pagi Jixu!"


"Pagi Yi, kau kelihatan sangat bersemangat sekali, apa ada yang spesial hari ini?"


"Tidak ada, aku hanya merasa Mentari pagi, hari ini sangat hangat dan nyaman. Membuat pikiran dan hatiku menjadi sangat bersemangat."


"Benarkah? baguslah kalau begitu. Oh ya... apa kau ingin pergi berolahraga denganku?"


"Ah maaf, aku tidak bisa. Pagi ini aku harus ikut Tuan muda, melakukan perjalanan bisnis."


"Oh ya? selamat, baru 2 hari bekerja sudah harus pergi-pergi, ha...ha... semangat Yi, semoga perjalannya berjalan lancar."


"He... he... terimakasih Jixu atas sindiranmu, tapi ini cukup menyenangkan."


"Oh... bisa seperti itu, kenapa? apa karena kau akan pergi bersama Tuan muda Jae-woo?"


"Jixuuuu... bukan seperti itu."


Meskipun menyangkal ucapa Jixu, namun rona di wajah Yijia tidak bisa ditutupi. Ia bersemu merah, menahan senyum simpulnya.


"Ayolah, jujur saja. Kamu bukan perempuan pertama di dunia ini, yang jatuh cinta pada Tuan Es." goda Jixu


"Sudah ah... aku ingin siap-siap dulu." ucap Yijia seraya berjalan masuk ke dalam kamarnya, mencoba lari dari Jixu yang super benar itu.


"Ayolah, akui saja Yi! kau memang sudah jatuh cinta padanya!" teriak Jixu, membuat semua orang dapat mendengar ia yang sedang menggoda Yijia.


"Jatuh cinta dengan siapa?"


"Eh, Kakek? Kakek dari mana, kenapa berjalan seorang diri. Tubuh Kakek masih lemah, sebaiknya aku mengantar Kakek ke dalam." tawar Jixu, mencoba memberi bantuan pada sang Kakek.


"Tidak apa Jixu, Kakek memang ingin berjalan-jalan sendiri, melatih otot-otok kaki Kakek. Jika Kakek terus berada di kamar dan duduk di kursi roda sepanjang waktu, mungkin lama kelamaan kaki Kakek tidak akan bisa bergerak dengan normal lagi."


"Iya, Kekek benar. Aku senang, sekarang Kakek sudah lebih sehat dan bersemangat."


"Ha... ha... itu semua berkat kalian yang selalu menjaga dan merawat Kakek. Oh iya... siapa yang sedang jatuh cinta?"


"Itu Yijia, Kek." ucap Jixu, ia terkekeh geli mengingat tingkah lucu Yijia ketika digoda olehnya.

__ADS_1


"Yijia? pada siapa?"


"Em... anu Kek, aku hanya sembang bicara."


"Katakanlah, jangan berbohong pada Kakek."


"Sungguh Kek, aku hanya bercanda. Lagi pula, itu juga belum pasti."


"Jixu."


"Iya Kek, aku menggoda Yijia dan Tuan muda Jae-woo."


"Itu bagus, biarkan mereka." ucap Kakek seraya berjalan masuk ke rumah.


"Oh ya Jixu! sebaiknya kau juga, mulailah mencari pacar dari sekarang. Karena masa muda, tidak datang 2 kali, ha... ha...."


"Eh, aku juga?"


Dint... dint....


Sebuah mobil mewah masuk ke dalam pekarangan rumah, mobil itu berhenti tepat di depan Jixu.


Andrew keluar dari dalam mobil, dan berjalan menghampiri Jixu.


"Selamat pagi." senyum cerah berkilau di perlihatkan Jixu, menyambut kedatangan Andrew.


"Pagi." jawab Andrew, membuat Jixu terperanjat kaget. hal yang tidak biasa bagi Jixu, seorang Tuan muda yang terkenal dingin, membalas sapaan basa-basinya. Jixu yang sudah terbiasa di abaikan oleh Andrew, merasa sangat mustahil baginya, Andrew mau menjawab kata-katanya itu."


"Apa Yijia sudah bangun?" tanya Andrew tidak mau berbasa-basi lagi, membuat Jixu mempunyai ide untuk mengerjainya.


"Ah maaf Tuan muda, Yi sepertinya masih tidur. Dia sangat kelelahan tadi malam, dan susah untuk dibangunkan, saya khawatir Tuan muda...."


"Aku akan menunggu."


"Oh baiklah, sebaiknya Anda menunggu di dalam saja, tidak sopan jika saya membiarkan Anda menunggu diluar." ucap Jixu seraya berjalan mengantar tamu kehormatannya itu, masuk ke dalam rumah.


Tanpa menjawab tawaran Jixu, Andrew berjalan mengikutinya.


"Kamar Yijia ada di atas, mungkin jika Anda yang membangunkannya, dia akan lebih cepat bangun." ucap Jixu, berpura-pura sedang berpikir.


"Yang mana?" tanya Andrew, mulai terpancing dengan ucapan Jixu.


"Di atas, sebelah kanan paling ujung."


"Oh baiklah, tunjukkan jalannya."


"Ah maaf Tuan muda, tapi sekarang aku sudah hampir telat pergi ke perusahaan, bagaimanapun aku ada rapat pagi ini." ucap Jixu seraya melihat arloji ditangannya.


"Sepagi ini? ini baru jam 6 pagi." tanya Andrew heran.


"Ya, aku harus mandi dulu. Aku serahkan Yi padamu Tuan." Jixu berjalan meninggalkan Andrew sendiri.


Sangat mustahil bagi Jixu, bisa mengerjai Andrew, seorang Tuan muda, yang selalu serius, itu sebabnya Jixu tidak ingin melewatkan kesempatan langkanya saat ini.

__ADS_1


Andrew berjalan menghampiri kamar Yijia, menuruti dari instruksi dari Jixu.


"Yi, apa kau sudah bangun?" tanya Andrew sambil mengetuk pintu kamar Yijia, dan menempelkan telinganya di daun pintu.


Tiba-tiba pintu kamar Yijia terbuka, membuat Andrew yang menyandarkan sebagian tubuhnya di daun pintu itu terjerembab jatuh mengikuti arah pintu di buka.


Duk....


Tubuh Andrew jatuh menubruk tubuh Yijia yang tadinya berdiri di balik pintu. Ketika Yijia membuka pintu ia tidak menyadari bahwa Andrew berada disana, akhirnya karena tidak bisa mempertahan keseimbangan tubuhnya, ditambah tubuh Andrew yang menubruknya, Yijia dan Andrew terjatuh bersama ke lantai.


Andrew menindih Yijia, yang berada dibawahnya. Dengan cemas Andrew segera bangkit, berdiri dan kemudian membantu Yijia bangun.


"Kau tidak apa-apa Yi? apa kepala mu sakit? maafkan aku, Yi." Andrew terlihat sangat khawatir, ia mengusap-usap perlahan bagian belakang kepala Yijia.


"Jangan khawatir, aku tidak apa-apa." Yijia tersenyum riang, ia meraih tangan Andrew dan menggenggamnya.


"Selamat pagi Oppa."


"Hm... pagi Yi." jawab Andrew hangat, ia tersenyum ramah pada Yijia.


"Apa kau kesini untuk menjemputku?"


Dari jauh, terlihat seseorang sedang bersembunyi di balik pintu kamar. Memata-matai Andrew dan Yijia yang tengah asik berbicara.


"Aduh... pagi-pagi begini, sungguh tontonan yang sangat seru.?," sindir Tuan Yi-Jui dari belakang Jixu. membuat Jixu terperanjat kaget, karena ia pikir tidak ada orang di dalam kamar tidur Ayahnya itu.


"Ayah!? Ayah dari mana? aku masuk tadi, tidak ada orang."


"Ayah baru saja dari kamar mandi, dan kau! sedang apa disini?"


"Yah... seperti yang Ayah lihat, aku sedang menonton orang yang sedang pacaran." jawab Jixu sekenanya.


"Itu bagus, Ayah tidak perlu repot-repot menjodohkan mereka."


"Ya-ya... itu memang bagus... eh! apa maksud Ayah?" tanya Jixu heran


"Tidak ada, sudahlah, biarkan mereka berdua."


"Tunggu Ayah, katakan padaku." rengek Jixu


"Akan sangat bagus, jika kita menjadi keluarga dengan Tuan muda Jae-woo. Apa kau sudah mengerti? Ayah pergi!" ucap Tuan Yi-jui, seraya berjalan keluar dari kamarnya.


"Bagaimana kalau Tuan muda hanya main-main dengan Yi?" tanya Jixu, tanpa digubris oleh Tuan Yi-jui.


"Oppa, I Love You!" seru Yijia seraya terkekeh geli


"Menggelikan." komentar Andrew, namun ia tetap tersenyum dengan wajah yang sudah memerah.


"Apa itu bagus?"


"Entahlah, aku tidak yakin. Tapi itu cukup menghibur."


"Para Fangirl selalu berteriak seperti itu, mereka selalu berteriak histeris meneriakkan nama para idola mereka."

__ADS_1


"Tapi itu Fans di Korea, Yi. Mungkin akan berbeda dengan Fans di Inggris, sebaiknya kita tidak memikirkan rencana seperti itu. Lagi pula, biarkan tim marketing dan pengiklanan yang menanganinya, kamu kerjakan yang lain saja."


"He... he... baiklah, mungkin aku memang tidak cocok. Tapi, memikirkannya saja, sudah sangat menyenangkan, aku merasa sangat bersemangat tentang perjalanan bisnis ini. Bagaimanapun ini adalah kali pertamaku, aku tidak ingin mengecewakanmu."


__ADS_2