
Tanpa memperdulikan sapaan ramah dari
Jixu, pria yang di panggil "Tuan muda" itu pergi melewati Jixu dan Yijia tanpa menjawab.
"Ayo Yi, kita masuk juga. Ayah pasti sudah menunggu kita di dalam, jangan biarkan mereka menunggu terlalu lama."
"Iya"
"Jixu"
"Oh Ayah? kami baru saja mau...."
"Kamu pergilah, kerjakan tugasmu."
"Yijia, ikuti Paman." Tuan Lin Yijui terlihat sangat serius, membuat Yijia dan Jixu saling menatap heran. Yijia mulai menerka-nerka apa yang akan dikatakan oleh Pamannya itu, ia merasa sangat khawatir, kegugupan menyelimuti dirinya.
"Baik, Ayah."
"Ayo Yi"
"Baik Paman" jawab Yijia, ia berjalan mengekor di belakang Tuan Lin Yijui, dengan takut.
"Yi"
"Hm? ya Paman?"
"Kamu tau, perusahaan ini di bangun oleh Kekek dengan susah payah sejak muda. Jika perusahaan ini sampai bangkrut, Kakek pasti akan merasa sangat sedih."
"Paman, sebenarnya ada apa?" tanya Yijia mulai khawatir
Tuan Lin berhenti tepat di depan pintu ruang kerjanya, ia berbalik dan menatap Yijia yang berada di belakannya.
"Beberapa bulan yang lalu, Perusahaan mengalami kerugian yang sangat besar, karena salah satu anak perusahaan bermasalah. Kita kekurangan dana, dan utang yang menumpuk di Bank, membuat Paman terpaksa meminta bantuan pada Grup Yesang."
"Awalnya Prisder Kim menyetujui permintaan Paman, tapi dengan syarat 30% saham perusahaan menjadi milik mereka. Tapi, sekarang berbeda."
"Berbeda, apa maksud Paman, mereka membatalkan semuanya? bagaimana dengan perusahaan Kakek?"
"Tenanglah Yi, mereka tidak membatalkannya. Hanya saja... Presdir Kim mengganti syaratnya..., dia ingin...."
"Ingin apa?"
"Nanti aku jelaskan lagi, sekarang kita masuk dulu, jangan biarkan tamu di dalam menunggu terlalu lama." ucap Tuan Yi-jui, ia segera membuka pintu ruangannya dan berjalan masuk ke dalam. Yijia hanya bisa mengikutinya, tanpa berani membantah.
Di dalam ruangan Tuan Yi-jui, terlihat Tuan Kim Min-woo dan Andrew sudah berada disana terlebih dulu, menunggu mereka.
"Presdir, maaf membuat Anda menunggu. Ini Lin Yijia, Keponakan Saya. Ayah dan Ibunya sudah tidak ada lagi di dunia ini, jadi sekarang dia tinggal bersama saya dan keluarga."
"Hallo Nona Lin, senang bisa bertemu dengan mu." Tuan Kim segera bangun dari tempat duduknya, ia langsung berjabat tangan dengan Yijia yang sedari tadi hanya bisa mengembangkan senyumnya, tanpa berani berkata-kata.
"Nona Lin sangat cantik." ucap Tuan Kim ramah, ia memperhatikan Yijia dari bawah sampai atas, membuat Yijia merasa malu.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Presdir, senang bisa bertemu dengan Anda."
"Panggil saja "Om", itu terdengar lebih akrab."
"Em?" Yijia merasa bingung harus bagaimana menanggapinya, ia melirik ke arah Tuan Yijui, berharap Pamannya itu bisa menolongnnya. Namun sayang, Tuan Yijui diam seribu bahasa, ia juga tidak tau harus bagaimana, hanya mengikuti alur pembicaraan dari orang yang lebih berkuasa daripada dirinya itu.
"Yijia sayang, Om kesini ingin minta tolong padamu."
"Minta tolong? dia bercanda? memang ada ya orang minta tolong dengan cara formal seperti ini, benar-benar mengagetkan saja. Aku rasa ada maksud lain dari kedatangannya, ini sepertinya tidak sesederhana itu."
"Minta tolong apa?"
"Bejerjalah di Perusahaan Om, sebagai Sekertaris. Perusahaan Om benar-benar sedang membutuhkan bantuan dari seorang gadis seperti mu."
"Ah alasan seperti apa itu? benar-benar tidak kreatif. Ada banyak wanita diluar sana yang lebih berpengalan dari diriku, tapi kenapa justru aku?"
"Begini, mengenai rencana suntikan dana yang akan Om berikan pada Perusahaan Kakek-mu, akan lebih baik jika langsung dikerjakan oleh orang dalam. Bagaimana pendapatmu, tentang tawaran Om ini?"
"Bukannya sudah jelas? aku manamungkin bisa menolak, ah... dasar menyebalkan!"
"Tentu saja Yijia mau, iya kan sayang?" Tuan Lin Yijui segera nenyetujui perkataan Tuan Kim, tanpa memperdulikan jawaban apa yang akan dikeluarkan oleh Keponakannya itu.
"Maaf Presdir, tapi Saya takut itu semua tidak bisa Saya lakukan. Mengingat Saya belum menyelesaikan pendidikan Saya...."
"Nona Lin tenang saja, kita tidak nembutuhkan itu semua. Selama Nona Lin bisa bekerja dengan bagus dan rajin, kami janji tidak akan ada masalah."
"Pemaksa!"
"Baiklah, Saya setuju."
"Hari ini? kenapa begitu mendadak?" Yijia membelalakkan matanya, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Bagaimana bisa seseorang bisa bekerja, tepat pada hari pertama ia menerima pekerjaannya.
"Yi, tidak perlu banyak bertanya. Lakukan saja, agar semua cepat beres."
"Eh... em... baik Paman."
"Anak cerdas, sekarang pergilah bersama Jae-woo. Mulai sekarang kamu adalah Sekertaris Pribadinya, kemanapun dan dimanapun dia berada atau pergi, kamu harus selalu mengukutinya."
"Itu Sekertaris atau Bodyguard? hebat banget."
"Baik Presdir."
"Ha... ha... baiklah, karena semua sudah beres, pergilah."
Tuan Lin Yi-jui tersenyum lega, karena semua rencananya berjalan dengan lancar. Ia merasa beruntung karena tidak harus memberitau semua kebenarannya dari Yijia, ia takut membayangkan, bagaimana reaksi Yijia jika tau maksud sebenarnya Tuan Kim Min-woo datang ke Perusahaan, adalah untuk mengatur perjodohan Yijia dengan Andrew.
"Ayah, kalau begitu aku pergi dulu, aku masih ada banyak pekerjaan di kantor." ucap Andrew datar seraya berjalan pergi meninggalkan ruangan Tuan Lin
"Ya, hati-hati di jalan. Ingat, janji kita malam ini, jangan sampai terlambat."
"Ya, Ayah."
__ADS_1
"Presdir Kim, Paman, aku pergi dulu." pamit Yijia seraya membungkukkan sedikit tubuhnya, setelah itu ia segera pergi mengikuti Andrew, yang berjalan di depannya.
"Andrew!" seru Yijia tiba-tiba, berhasil membuat Andrew menghentikan langkahnya.
Seperti ada sesuatu yang aneh padanya, ia secara spontan berhenti ketika wanita di belakannya itu menyerukan nama "Andrew"
"Andrew? kenapa aku merasa familir dengan nama ini?" gumam Andrew heran. Karena kecelakaan yang menimpanya 3 tahun yang lalu, membuat Andrew kehilangan ingatannya, yang ia tau, sekarang namanya adalah Kim Jae-woo. Andrew melupakan segalanya,bahkan cinta yang begitu besar ia miliki untuk Yijia, ikut menghilang dari ingatannya.
"Siapa Andrew?" Andrew berbalik dan menatap Yijia, yang tersenyum ramah kearahnya.
"Bukan siapa-siapa, tadi aku tiba-tiba teringat temanku, jadi langsung menyerukan namanya."
"Benarkah? teman?"
"Iya, teman. Kami pertama bertemu di kedai kopi "Bio Coffee" milik temannya, Roy. Andrew adalah seseorang yang sangat hangat, ramah dan lembut."
"Kau kelihatannya sangat menyukainya, apa benar hanya teman? aku rasa dia memiliki tempat di hatimu." jawab Andrew datar
"Ya, aku sangat menyukainya. he...he...." Yijia tertawa riang
Deg....
tiba-tiba jantung Andrew berdegup kencang, ia merasakan sesuatu yang aneh telah terjadi pada dirinya, ia merasa bahagia, meski tidak tau apa maksud dari itu semua.
Meskipun melupan orang yang dicinta, tapi bukan berarti perasaan di hatinya akan menghilang, karena hati tidak akan pernah lupa, siapa yang berada disana.
"Bolehkah aku berkenalan dengannya?" tiba-tiba Andrew merasa kesal, tidak menentu. Entah kenapa ia merasa tidak terima, jika wanita di hadapannya itu, menyukai pria lain.
"Entahlah, aku tidak tau dimana dia sekarang. Aku berharap suatu hari nanti, Tuhan memberiku kesempatan untuk bertemu dengannya lagi."
"Dia meninggalkan mu?"
"Tidak, dia tidak pernah meninggalkan ku. Akulah yang telah salah padanya, aku yang membuatnya pergi menjauh dariku."
"Kau menyesal?"
"Tuan muda, daripada membicarakan hal ini lagi, lebih baik kita pergi sekarang. Aku takut Tuan muda akan terlambat pergi ke kantor, ini juga merupakan hari pertama ku bekerja, aku tidak ingin meninggalkan kesan buruk dimata Anda."
"Panggil aku Jae-woo...Oppa Jae-woo!"
"Eh itu...."
🌹🌹🌹🌹🌹
Hai~hai Pembacaku😊 Red Rose uda sampai di episode 50+
Terimakasih atas kesetiaannya mengikuti cerita ini😔meskipun author masih banyak salah
Mohon bantu Like, Rate⭐⭐⭐⭐⭐ dan Vote ya 😢dukungan dari kalian begitu berarti
*Spoiler
__ADS_1
Jhonathan Zohran kita bakalan ComeBack!!
tungguin ya?😂 bentar lagi di episode 59/60😍