
Bella masih meringkuk dalam tidurnya. Matanya terpejam sempurna, tetapi pikirannya melayang entah ke mana. Dia masih terjaga hingga pagi mulai menampakan sinarnya. Badannya teras remuk karena ulah Ryan yang benar-benar menghukumnya. Banyak sekali tanda di badannya karena kecupan yang Ryan berikan.
Bella menitikan air mata menyadari nasibnya yang benar-benar memilukan. Dia harus menjadi kekasih pria yang entah sejak kapan menjadi sering bersikap kasar. Sedikit saja dia melakukan kesalahan, Ryan akan menghukum dengan begitu kejam. Menggempurnya semalaman, bahkan tanpa kelembutan sama sekali.
Kenapa Tuhan memberikanku kehidupan yang benar-benar memilukan seperti ini. Apa aku memang tidak berhak hidup bahagia, batin Bella dengan tangis tergugu.
Bella menghela napas perlahan dan mengeratkan selimut yang melilit tubuhnya. Matanya mulai terbuka, melihat pemadangan pilu di hadapannya. Ryan sudah tidak ada disampingnya. Bahkan setelah pertemuran yang mereka lalui semalam.
“Dia sudah pergi,” ucap Bella dengan air mata mulai menetes.
Bella memilih segera bangkit dari duduknya, tetapi bagian bawahnya terasa begitu perih. Namun, meski demikian dia memaksakan tubuhnya untuk bangkit dan menahan rasa ngilu bercampur perih yang mulai menyerangnya.
“Ahh.” Bella menghela napas lega setelah dia mampu duduk dengan tubuh bersandar di ranjang.
Bella menatap nampan dengan piring berisi makanan dan segelas air mineral. Namun, Bella mengabaikannya saja. Dia lebih tertarik dengan kertas kecil yang ada di dekatnya. Dengan perlahan, tangannya menjulur meraih kertas tersebut dan mulai membukanya. Matanya mulai mengamati tiap rangkaian kata yang tertulis di dalamnya.
Bella, maafkan atas perbuatanku semalam. Aku benar-benar tidak bermaksud menyakitimu. Aku hanya tidak suka jika kamu dekat dengan pria lain. Aku tahu kamu mengerti maksudku. Jadi, aku mohon jangan membuatku marah dan terus melakukan sesuatu yang akan membuatu terluka. Aku akan pergi untuk urusan pekerjaan selama dua minggu. Aku harap kamu tidak akan melakukan hal seperti kemarin. Aku mencintaimu. Salam cinta dariku.
Bella yang membaca surat tersebut langsung meremasnya dan membuang kasar. Matanya menatap kertas kecil yang sudah teronggok di lantai. Air matanya kembali merembes merasakan perih yang mulai melandanya.
“Kamu selalu melakukan itu, Ryan. Kamu terasa mencintaiku, tetapi nyatanya kamu melukaiku. Aku membencimu. Sangat,” gumam Bella dengan wajah menunjukan kekesalannya.
Tuhan, kenapa hidupku terasa semenderita ini? Mama, Papa, kenapa kalian meninggalkanku sendiri. Bella membutuhkan kalian. Bella tidak tahan dengan semuanya, batin Bella dengan tangis yang begitu kencang. Dia berharap semua bebannya akan segera menghilang
_____
“Jadi, apa yang ingin kamu tanyakan, Dave?” tanya Bara ketika sudah berada di hafapan Dave. Dia baru saja mengantar Alice ke rumahnya dan segera mendatangi tempat pertemuan yang sudah disetujuinya dengan Dave.
Dave menghela napas perlahan dan meletakan cangkir berisi kopi di meja. Matanya menatap Bara dengan pandangan serius. “Aku penasaran dengan kehidupan Bella, Bara. Kemarin aku mengantarnya ke rumah dan ternyata rumahnya jauh dari keramaian. Di sana hanya ada beberapa rumah dengan jarak yang begitu berjauhan.”
__ADS_1
“Apa?” Bara menatap Dave dengan pandangan terkejut. Dave yang melihat juga semakin bingung.
Bukankah Bara mantan kekash Bella?
“Apa kamu tidak tahu mengenai itu?” tanya Dave dengan kening berkerut.
Bara menggeleng dengan wajah bingung. “Yang aku tahu, orang tuanya pemilik perusahaan besar, Dave. Dia selalu hidup dengan bergelimang harta dan barang-barang mewah. Memang, aku mendengar bahwa orang tuanya mengalami kebangkrutan, tetapi menurut kabar dari teman satu sekolah dulu, Bella sudah kembali bangkit dan hidup seperti dulu,” jelas Bara merasa heran. Apa Bella sengaja memalsukan kehidupannya dari semua teman satu sekolah?
Dave yang mendengar menghela napas perlahan dan menatap Bara serius. “Semua itu salah, Bara. Bella hidup dengan keadaan memprihatinkan. Bahkan rumahnya sepi dan begitu kecil. Ditambah lagi dengan kekasihnya yang sangat kasar. Aku merasa kasihan dengannya,” ujar Dave mengungkapkan isi hatinya.
Bara yang mendengar langsung diam seketika. Dia masih berpikir apa yang sebenarnya terjadi dengan Bella. Rasa penasarannya mendominasi saat ini. Bagaimana pun, Bella adalah sahabatnya, sebelum menjadi mantan kekasih.
“Aku akan menanyakan dengan Bella yang sebenarnya, Dave,” celetuk Bara membuat Dave yang masih berpikir menjadi menatapnya.
“Kamu yakin?” tanya Dave dengan tatapan lekat dan mendapatkan anggukan dari Bara. Dave menghela napas perlahan dan menegakan badan.
“Jangan lupa katakan hal ini kepada Alice. Bagaimana pun sekarang kalian adalah kekasih dan Bella adalah mantanmu. Jangan karena aku kalian jadi bertengkar,” peringat Dave dengan serius.
Setelah itu, Bara memiliki berpamitan dan meninggalan Dave yang masih betah di cafe.
_____
Rika masih asyik membersihkan beberapa aksesoris di lemari besar ketika Girbran berteriak dengan nada bahagia, membuat fokusnya menjadi teralihkan. Matanya menatap Bara yang menggendong Gibran dengan senyum tipis. Hal yang jarang sekali ditemukan olehnya.
Rika menghela napas perlahan dan meletakan lap yang baru saja digunakan. Dia segera melangkah menuju ke arah Gibran dan Bara berada.
“Gibran, sini nak,” pangil Rika dengan suara lembut.
Gibran yang ada di gendongak Bara segera mengangguk dan memiluh turun. Dia segera berlari ke arah sang mama dan memandang dengan wajah penuh keceriaan. Rika menatap Bara dengan pandangan datar.
__ADS_1
“Apa kabar, Kak?” sapa Bara dengan nada suara canggung. Dia masih ingat pertemuan terakhirnya dengan Rika yang jauj dari kata baik-baik saja.
“Baik. Ada perlu apa kamu datang kemari, Bara?” tanya Rika dengan wajah datar.
Bara menghela naps perlahan dan menatap Rika lembut. “Apa menjenguk kakak sendiri juga harus membutuhkan persetujuan?”
Rika yang mendengar akhirnya mengalihkan pandangan dan mengubah ekpresi. Bibirnya mulai membentuk senyum tipis dan menatap adiknya dengan penuh kelembutan. “Rasanya aku benar-benar kesal karena tidak pernah bisa marah denganmu, Bara,” celetuk Rika dengan wajah memberengut.
Bara yang mendengar langsung tersenyum dan mendekat ke arah Rika. Setelah itu, dia memilih duduk dengan Gibran yang langsung menempel di dekatnya. Hal yang biasa didapat ketika berkunjung ke rumah Rika.
“Apa yang membawamu ke mari, Bara? Aku yakin kamu tidak hanya datang untuk menemuiku,” ulang Rika dengan mata menyelidik. Dia tahu, saat ini Bara tengah begitu sibuk dengan usaha baru yang tengah dibangunnya.
“Aku rasa aku memang tidak pernah bisa membohongimu, Kak,” jawab Bara dengan senyum tipis. Dengan helaan napas keras, Bara mencoba meyakinkan hatinya untuk mengatakan semuanya.
“Kak, aku berpcaran dengan Alice dan berniat untuk melamarnya,” ucap Bara dengan sekali ucap. Dia bahkan tidak bernapas dalam mengatakannya. Dia malu untuk mengungkap hubungannya.
Rika yang mendengar diam seketika. Wajahnya tidak menunjukan ekspresi apa pun, membuat Bara merasa was-was. Bagaimana pun, Alice adalah mantan tunangan Randy, suami Rika. Namun, rasa cemasnya langsung menguap ketika melihat senyum Rika yang mulai terukir.
“Aku senang akhirnya kamu menemukan orang yang kamu sayang, Bara. Aku sangat setuju jika kamu dengan Alice. Dia gadis baik,” ucap Rika dengan wajah bahagia. “Jadi, kapan kamu akan menikahinya?”
“Secepatnya dan dalam waktu dua minggu lagi aku akan melamarnya,” jawab Bara dengan penuh percaya diri.
“Kami akan menemanimu,” sahut Rika dengan wajah sumringah. Dia bahagia karena pada akhirnya Bara menemukan wanita yang benar dicintainya.
_____
🍁🍁🍁🍁🍁
Hallo sayang-sayangkuh, selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan like dan comment. Bagi yang belum membaca Wedding with My Lecturer, kuy mampir. Jangan lupa tinggalkan like dan comment ya sayang.
__ADS_1
Oh iya, Kim ada informasi satu lagi nih. Hari sabtu nanti Kim bakal upload cerigam loh. Cerigam adalah cerita instagram yang sangat-sangat pendek. Kim sajikan dalam delapan slide disetiap judulnya. Setiap judul akan di upload setiap dua minggu sekali pada hari sabtu. Untuk yang mau baca yuks kepoin instagram Kim di @kimm.meili. Sedikit spoiler akan Kim berikan di grup besok ya. Bye-bye semuanya.
🍁🍁🍁🍁🍁