Relationship Goals

Relationship Goals
Bagian 69_Paket Honeymoon


__ADS_3

Surya menghela napas perlahan. Menatap ke arah Galuh yang sedang sibuk menyiapkan makan siangnya. Ya, istrinya memang sering datang ke kantor hanya untuk memberikannya makan siang. Hal yang tidak mendapat protes apa pun darinya.


Galuh berita memberikan piring berisi menu makannya siang ini, tetapi terhenti ketika matanya menatap wajah berpikir suaminya. Membuat Galuh mengurungkan niat dan memilih meletakannya kembali.


“Mas, ada masalah?” tanya Galuh sembari mengelus pelan punggung tangannya, membuat Surya tersentak seketika.


Surya menatap ke arah Galuh yang masih memandangnya dengan tatapan mengamati. Dengan segera dia mengulas sneyum dan menatap istrinya. “Tidak ada, sayang. Aku baik-baik saja,” jawab Surya dengan senyum menenangkan.


“Kamu gak pandai berbohong, Mas. Kamu sedang memikirkan sesuatu?” tanya Galuh masih merasa tidak percaya. Dia cukup mengenal seperti apa suaminya.


Surya yang mendengar menghela napas perlahan dan mengulas senyum tipis. “Aku rasa aku memang tidak pernah bisa membohongimu, sayang,” ucap Surya diiringi tawa kecil. “Aku hanya merasa penasaran dengan Alice, sayang. Aku sudan mengatakan agar dia datang bersama dengan Bara ke kantor, tetapi sampai saat ini dia tidak datang sama sekali. Aku sudah mencoba menghubunginya, tetapi tidak ada jwaban sama sekali. Aku takut ada hal buruk yang sedang menimpanya,” jelas Surya dengan tatapan lekat.


“Kamu menyuruh dia datang di saat dia sedang cuti, Mas?” ulang Galuh dengan pandangan tidak percaya dan mendapat anggukan dari Surya, membuatnya semakin mendesah keras.


“Mas, jelas saja dia tidak datanglah, Mas. Alice dan Bara baru saja menikah dan kamu pikir mereka tidak mau menghabiskan waktu berdua? Mereka juga ingin berduaan saja, Mas. Tanpa diganggu sama sekali,” jelas Galuh dengan senyum tipis.


Surya berdecak kecil dan menatap istrinya malas. “Aku hanya menyuruhnya datang sebentar, sayang. Setelahnya mereka bisa melakukan apa pun yang mereka mau.”


Galuh hanya terkekeh kecil mendengar jawaban suaminya. Rasanya dia seperti menemukan Surya dalam keadaan bayi yang suka sekali merengek. Namun, Galuh memilih diam dan memberikan makan yang sudah disiapkan.


“Makan dulu saja, Mas,” ucap Galuh mengalihkan pembicaran.


Surya segera meraih piring yang diberikan Galuh dan mulai memakannya. Mentap wajah lembut Galuh yang selalu menemaninya. Sampai makanannya mulai tertelan.


“Apa lebih baik kita saja ya yang pakai tiket liburannya. Sudah lama juga aku tidak merasakan berduaan saja denganmu, sayang,” ucap Surya dengan tatapan menggoda.


“Ih, Mas. Aneh-aneh saja,” jawab Galuh dengan wajah malu-malu. Membuat Surya yang melihat kembali mengulas senyum tipis.


Surya tertawa kecil dan melanjutkan acara makannya. Sesekali menggoda Galuh yang hanya menatapnya dengan pandangan memprotes yang tidak dihiraukannya sama sekali.


_____

__ADS_1


“Dave,” panggil Dara ketika melihat Dave ada di depan kantor tempatnta bekerja. Dia baru saja keluar dari restoran di dan kantor dan cukup terkejut ketika melihat Dave ada di depan kantornya.


“Kamu sedang apa?” tanya Dara dengan tatapan bingung.


Dave yang melihat kehadiran Dara segera menatap lekat dan mengulas senyum tipis. “Aku mencarimu. Bisa kita bicara?” ujar Dave dengan nada tenang.


“Aku?” ulang Dara sembari menunjuk diri sediri, mendapat anggukan dari Dave yang ada di depannya.


“Baiklah. Di mana kita akan bicara?” tanya Dara dengan rasa tenang. Menyembunyikan rasa penasaran yang sejak tadi menggelutinya. Bahkan, sejak kedatangan Dave di kantornya bekerja.


“Bisa ikut aku sebentar?” ujar Dave dengan padangan ragu.


Dara mengangguk pelan dan mengikuti ke mana Dave membawanya. Dia mulai masuk ke dalam mobil dan diam di kursi bersebalah dengan Dave. Tidak ada pembicaraan diantara keduanya, membuat Dara merasa jenuh.


Dave menepikan mobilnya di pingir jalan, tidak jauh dari kantor. Membuat Dara langsung menatap ke arah Dave lekat.


“Jadi, apa yang mau kamu katakan, Dave?” tanya Dara dengan pandangan serius. Matanya menatap ke arah Dave, mengamati pria yang sejak tadi hanya diam di dekatnya.


Dave menarik napas dalam dan mengembuskannya perlahan. Matanya menatap ke arah Dara lekat. “Aku menerima tawaranmu,” ucap Dave dengan wajah tegang.


Bukannya kamu yang mengatakan bahwa kamu mau mencoba berpacaran denganku, batin Dave berontak.


“Setuju dengan apa?” ulang Dara dengan kening berkerut bingung.


“Aku setuju berpacaran denganmu,” ujar Dave memperjelas, membuat Dara menatap dengan pandangan tidak percaya.


“Kamu mengatakan mau mencoba berpacaran denganku, kan? Dan aku menerimanya. Ayo kita mencoba berpacaran,” imbuh Dave tanpa ragu sama sekali.


Apa? Dara yang mendengar hanya diam, menatap Dave dengan pandangan lekat. Ini bukan mimpi atau april mop, kan?, batin Dra dengan tatapan tidak percaya.


______

__ADS_1


Bara mulai membuka mata perlahan, menatap ke arah Alice yang masih sibuk dengan alam mimpinya. Membuat Bara mengulas senyum seketika. Merasakan damai dan juga bahagia. Bahkan, dia tidak berniat memalingkan wajahnya sama sekali.


Bara mengulurkan tangan, menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah tenang Alice dan meletakan di bagian belakang telinga. Perlahan, dia mulai mendekat dan memberikan krcupan ringan di pipi Alice, membuat wanita tersebut menggeliat, merasakan gangguan kecil yang ada di sekitarnya.


Bara terkekeh kecil melihat tingkah istrinya dan mengulang kembali. Bara mendekatkan tubuh dan kembali menempelkan ciuman di pipi yag sama. Namun, Alice hanya menggeliat kecil dan kembali melanjutkan mimpinya.


“Sayang, bangun. Sudah sore. Mau sampai kapan kamu tidur terus?” tanya Bara dengan suara lembut. Tangannya mengelus pelan pipi Alice yang menurutnya menggemaskan.


“Nanti, Mas. Aku masih mengantuk,” jawab Alice dengan suara tidak jelas.


“Kamu mau tidur samapia kapan? Kamu tidak mau memasakan untuk suamimu ini? Padahal aku sangat ingin memakan masakanamu, baby,” ujar Bara dengan bibir mengulum senyum.


Alice yang mendengar menarik napas dalam dan membukanya perlahan. Menatap Bara yang sudah ada di depanya dengan senyum tipsi. Aljce mulai mendekat dan mendekap Bara, membut tubuh polosnya kembali beradu.


“Mas, masih ngantuk,” adu Aljce dengan suara manja.


“Kita harus bangun, sayang. Sebentar lagi petang. Kamu bahkan tidak datang ke kantor papa hari ini,” ujar Bara mengingatkan.


Alice yang mendengar langsng membelalak dan menatap Bara dengan mata membesar. “Astaga, Mas. Aku lupa,” sahut Alice yang langsung menepuk dahinya keras.


Baar hanya diam melihat Alice yang sudah kelimpungan. Sampai dia melihat istrinya yang hendak bangkit dan meninggalkan ranjang. Bara dengan gesit menarik Alice agar berbaring di dekatnya.


“Mas, aku harus menghubungi papa dan meminta maaf,” ucap Alice dengan wajah panik.


“Tenangah, sayang. Kamu bisa menjelaskannya nanti. Sekarang kita mandi dulu. Aku merasa tubuhku sudah sangat lengket, sayang.”


Alice yang mendengar menghela napas perlahan dan mengangguk. Memilih mengikuti apa keinginan suaminya.


Semoga papa tidak marah, batin Alice.


_____

__ADS_1


Kim hadir lagi sayangkuh. Hehehe maaf ya molornya lama bangeeeettt...


Selamat membaca semuanya. Jangan lupa tinggalkan like, comment dan tambah ke daftar favorit kalian. Jangan lupa juga baca cerita Kim yang berjudul “Wedding with My Lecturer” dan “Wedding Drama 2”. Tinggalkan like, comment dan tambah ke daftar favorit kalian. Kalian bisa follow instagram Kim di @kimm.meili untuk tahu info cerita Kim dan updatenya. See you next chapter dan jangan lupa jaga kesehatan sayangkuh. 😘😘


__ADS_2